Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch144-Kota Chuan Benua Utara


Setelah berbincang beberapa hal lainnya, Xu Tian pun segera pamit kepada Tetua Ji dan Jenderal Qing.


" Tetua, Jenderal.. aku akan segera melanjutkan perjalananku." Ucap Xu Tian dengan mengeluarkan beberapa buah-buahan abadi dan pil.


" Ini akan membantu Tetua dan Jenderal agar semakin kuat lagi." Xu Tian meberikan memberikan sumber daya kepada keduanya.


Melihat apa yang di berikan Xu Tian, Tetua Ji dan Jenderal Qing merasa begitu senang.


" Terima kasih banyak nak, dengan sumber daya ini, maka kekuatanku akan kembali lagi." Ucap Tetua Ji dengan tersenyum.


" Tetua Ji benar, dengan ini kita akan menjadi lebih kuat, dan dapat membantu dirimu nantinya." Jenderal Qing menimpali.


Xu Tian tersenyum senang, dengan ini dirinya akan lebih mudah menghadapi musuh yang akan datang di masa depan nanti.


" Jika begitu, aku akan segera pergi." Xu Tian memberikan hormat, lalu segera keluar dari dalam goa untuk menuju Benua Utara.


Setelah keluar dari goa, Xu Tian segera melesat ke arah Utara.


" Swushh...." Xu Tian terbang dengan kecepatan tinggi.


Hingga dua hari kemudian, Xu Tian akhirnya dapat melihat sebuah kota yang cukup besar, dengan tembok yang menjulang sekitar dua puluh meter tingginya.


" Sebaiknya aku beristirahat di kota itu." Kemudian Xu Tian segera turun ke bawah, dengan jarak sekitar seratus meter dari gerbang kota.


Dengan tenang Xu Tian turun, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Dari jauh, Xu Tian dapat melihat jika kota tersebut memiliki sebuah formasi pelindung.


" Formasi yang cukup kuat, apa ada sesuatu yang berharga di dalam kota?" Xu Tian membatin.


Hingga tidak lama kemudian, Xu Tian tiba, lalu segera ikut berbaris bersama yang lainnya, yang juga akan memasuki kota Chuan.


Setelah menunggu beberapa menit, kini giliran Xu Tian.


" Tuan muda, tunjukan identitas anda." Ucap prajurit yang bertugas menjaga gerbang.


Dengan tenang Xu Tian menunjukkan lencana Klan Xu.


" Tuan muda, apa anda bukan berasal dari Benua Utara?"


" Benar, aku dari Benua Timur."


Prajurit menganggukan kepala. " Tuan muda, kota Chuan saat ini tengah menghadapi serangan dari pihak luar, mohon tuan muda untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan yang ada."


" Baik.."


Setelah melakukan pemeriksaan, dan membayar biaya masuk ke dalam kota, Xu Tian segera memasuki kota Chuan.


Saat baru masuk ke dalam kota, Xu Tian dapat melihat banyaknya pejalan kaki yang berada di setiap sudut kota.


" Apa yang terjadi sebenarnya, mengapa kota ini terlihat begitu ramai." Xu Tian membatin.


Saat sedang melihat-lihat kota, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak dirinya.


" Maaf tuan muda..." Ucap orang tersebut, kemudian segera pergi.


Xu Tian hanya menggelengkan kepalanya, dia sudah mengetahui apa yang di lakukan oleh orang tersebut pun hanya tersenyum kecut, lalu mengambil barang yang sengaja di selipkan di pakaiannya.


" Tempat yang begitu ramai pasti memiliki banyak orang-orang sepertinya." Lalu melanjutkan perjalanannya, untuk mencari penginapan.


Setelah berjalan selama beberapa menit, Xu Tian melihat sebuah penginapan yang cukup mewah berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.


" Selamat datang di penginapan Lotus tuan muda." Ucap seorang pelayan wanita dengan ramah.


" Pelayan, aku ingin memesan satu kamar, dan makanan terbaik yang ada."


" Ada tuan muda, apa tuan muda ingin di antarkan ke kamar?"


" Aku ingin makan terlebih dulu."


" Baik tuan muda, mari..." Pelayan penginapan segera membawa Xu Tian menuju lantai dua.


Setibanya di lantai dua, terlihat beberapa meja meja yang berbaris dengan rapih dan hanya menyisakan satu meja saja yang masih kosong.


" Sepertinya aku bisa mendapatkan beberapa informasi di tempat ini." Xu Tian membatin, lalu mengikuti pelayan yang berjalan ke arah meja yang masih kosong.


Di meja yang tidak jauh dari Xu Tian, terlihat tiga pemuda dan satu pria paruh baya yang sedang asyik mengobrol.


" Tetua, sepertinya pemuda itu baru tiba di kota ini." Ucap salah satu pemuda.


" Kau benar, mungkin dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di kota ini." Jawab Pria paruh baya, yang di panggil tetua oleh pemuda yang berada di sampingnya.


" Apa kita akan melaporkannya? mungkin saja dia salah satu tuan muda kaya." Pemuda yang lainnya menimpali.


" Tidak perlu, dia hanya seorang diri."


" Tetua benar, jika hanya dirinya saja, aku pun mampu menghadapinya." Pemuda yang terlihat begitu sombong menimpali.


" Fu Zi, jangan bertindak gegabah, tugas kita bukan untuk melakukan hal seperti itu." Pemuda yang lainnya mengingatkan.


" Cih...diamlah pengecut, aku tidak bicara dengan dirimu."


" Hentikan...kalian berdua selalu saja seperti ini." Tetua itu memisahkan keduanya yang mulai memanas.


Xu Tian sendiri masih dapat mendengar percakapan mereka pun hanya bersikap cuek, tanpa rasa takut sedikitpun.


" Apa yang sebenarnya terjadi di kota ini." Ucap pelan Xu Tian.


Setelah menunggu beberapa saat, tidak lama kemudian dua orang pelayan datang.


" Maaf tuan muda, karena telah membuat tuan muda menunggu lama." Ucap pelayan, yang kemudian segera menyiapkan hidangan di atas meja.


Xu Tian tersenyum. " Tidak masalah, makanan terbaik sudah tentu membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkannya."


Kedua pelayan tersenyum. " Tuan muda benar, hanya saja di kota Chuan tidak banyak orang yang berfikiran seperti tuan muda."


" Pelayan, apa yang sebenarnya sedang terjadi di kota ini?" Tanya Xu Tian dengan penasaran.


Pelayan itu pun melihat tempat di sekitarnya, lalu mulai menjelaskan.


" Tuan muda, saat ini tuan kota sedang mendapatkan serangan dari salah satu sekte agar dirinya mau menjadi bagian mereka." Ucap pelayan dengan pelan.


" Mengapa tuan kota tidak menyetujui nya saja?" Ucap Xu Tian, mencoba memancing agar pelayan menjelaskan lebih banyak lagi.


" Tuan kota menolaknya, karena sebagai imbalannya, putri tuan kota harus menjadi istri Patriak sekte tersebut."


Xu Tian mengerutkan keningnya, dia merasa bingung dengan jalan pikiran orang-orang seperti mereka.


" Apa Patriak sekte itu telah memiliki istri?"


" Benar tuan muda, bahkan dia sering melakukan hal seperti itu. Bukan hanya gadis cantik saja, bahkan dia meminta pajak yang tinggi kepada kota-kota yang berada di bawah perlindungannya." Pelayan kembali menjelaskan.


" Terima kasih banyak." Ucap Xu Tian dengan memberikan kantong yang berisi koin emas di dalamnya.


Pelayan pun segera melihat isi di dalamnya, hingga beberapa waktu kemudian, dirinya merasa kaget.


" Tuan muda, ini terlalu banyak."


" Anggap saja sebagai bayaran karena telah memberikan aku informasi." Ucap Xu Tian.


Pelayan pun menganggukan kepala, lalu segera berpamitan.


" Selamat menikmati tuan muda, terima kasih." Ucap pelayan dengan tulus.


Xu Tian pun tersenyum, lalu segera menikmati makanannya.


" Tetua..."


" Tenanglah, setelah ini kita akan mengambil semua harta miliknya."


" Baik.." Ucap yang lainnya dengan semangat.


Xu Tian yang mendengar itu pun hanya diam, dan terus melanjutkan kegiatannya untuk menyantap hidangan yang ada.


" Kita lihat saja, kau atau aku yang akan mendapatkannya." Xu Tian membatin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa like & komen agar author semakin semangat. See You