
Sinar matahari pagi mulai terbit menyinari, Xu Tian yang sedang menuju Istana Kekaisaran menghentikan pergerakan nya di atas langit.
Dengan tenang dia menatap ke arah gerbang Istana Kekaisaran yang berada sekitar lima kilometer dari tempatnya saat ini.
Gerbang yang menjulang tinggi bersamaan tembok kokoh yang mengelilingi Istana. Xu Tian juga dapat melihat puluhan prajurit dengan senjata lengkap sedang berdiri di depan gerbang maupun berdiri di atas gerbang.
Yang membuat Xu Tian menghentikan gerakannya sendiri, karena dia melihat seorang yang sedang berdiri di depan gerbang dengan terus berteriak memohon untuk di izinkan masuk ke dalam Istana.
" Mengapa mereka tidak mengenali Meng Du, Bahkan para prajurit menatapnya dengan waspada." Batin Xu Tian dengan terus menatap ke arah gerbang istana.
Xu Tian yang melihat bagaimana keadaan Meng Du segera melesat ke arah gerbang.
" Swusshh...." Xu Tian muncul di hadapan prajurit yang menatap kehadirannya dengan kaget.
" Siapa?" Tanya salah satu prajurit yang ada di atas gerbang, lalu turun mendekati Xu Tian.
Xu Tian sendiri hanya diam, dia kemudian menatap Meng Du yang ada di sampingnya.
" Senior, apa yang sedang anda lakukan?" Tanya Xu Tian tanpa memperdulikan prajurit yang terus berbicara kepadanya.
" Junior Tian, mereka semua melarang aku masuk ke dalam Istana. Bahkan mereka tidak mengenali dengan menuduh jika aku seorang penyusup." Jelas Meng Du dengan menatap ke arah prajurit.
Prajurit yang mendengar ucapan Meng Du segera mendekat dengan membentuk formasi. " Sebaiknya kalian pergi dari tempat ini sekarang juga! Pihak Kekaisaran melarang siapapun itu untuk mendekati kediaman kekaisaran dalam jarak seratus meter. Kami mohon tuan muda dapat membawa pergi rekan tuan muda dari sini."
Xu Tian tersenyum tipis, lalu berjalan ke arah prajurit tersebut. " Aku datang ke tempat ini karena ada urusan dengan kaisar Meng Li Kai." Ucap Xu Tian dengan menunjukkan lencana kekaisaran Benua Timur miliknya.
Prajurit yang melihat lencana tersebut cukup kaget, namun mereka dengan tegas menolak.
" Tuan muda, mohon maaf atas sikap kami. Kami juga memohon maaf karena tidak bisa membawa tuan muda untuk menemui Kaisar Meng Li Kai."
Xu Tian menggelengkan kepalanya. " Aku tidak mengetahui apa yang telah terjadi di Istana Kekaisaran, terutama tentang larangan untuk menemui Kaisar Meng Li Kai. Bagaimana dengan ini? Apa aku masih belum di perbolehkan untuk menemui Kaisar Meng Li Kai?" Tanya Xu Tian dengan menunjukkan lencana Kekaisaran Benua Tengah.
Sekali lagi prajurit di buat kaget dengan Indentitas yang di miliki Xu Tian.
" Apa yang harus kita lakukan? Bahkan dia memiliki dua lencana kekaisaran." Ucap salah satu prajurit.
" Kita laporkan masalah ini kepada Jenderal." Ucap prajurit lainnya.
Baru saja mereka ingin melaporkan hal ini kepada Jenderal mereka, tiba-tiba datang seorang Komandan di tempat tersebut.
" Tuan muda, saya Komandan Ho, mohon maaf telah berlaku tidak sopan pada tamu penting seperti tuan muda." Ucap sang komandan dengan hormat.
Prajurit yang melihat kedatangan Komandan Ho terdiam tanpa berani menegakkan kepalanya.
Komandan Ho sendiri yang sebelumnya bersembunyi, langsung keluar saat melihat dua lencana orang penting dua kekaisaran yang di miliki Xu Tian.
Xu Tian sendiri tetap bersikap tenang, dia juga sudah mengetahui keberadaan Komandan Ho yang sedang bersembunyi.
" Senior Du." Panggil Xu Tian meminta Meng Du mendekat ke arahnya.
Meng Du yang sedari tadi diam segera berjalan mendekati Xu Tian. Terlihat pandangan penuh kemarahan yang terpancar dari wajahnya menatap Komandan Ho dan para prajurit.
" Komandan Ho, aku Xu Tian. Dan ini Meng Du, putra kedua Kaisar Meng Li Kai." Ucap Xu Tian memperkenalkan Meng Du.
Komandan Ho menggelengkan kepala. " Tuan muda, untuk hal itu aku tidak bisa membicarakannya di tempat ini. Sebaiknya tuan muda ikut masuk ke dalam Istana, di sana ada Jenderal Zou yang akan menjelaskan." Ucap Komandan Ho yang kemudian meminta prajurit untuk membuka gerbang.
Komandan Ho kemudian membawa Xu Tian dan Meng Du memasuki Istana Kekaisaran.
" Rahasiakan hal ini." Ucap Komandan Ho berbicara melalui telepati kepada para prajurit.
*********
Di halaman Istana.
Xu Tian dan Meng Du terus berjalan mengikuti Komandan Ho. Meng Du menatap tempat di sekitarnya dengan penuh kerinduan.
Terlihat bangunan-bangunan mewah yang berdiri di sepanjang jalan. Bukan hanya itu saja, terlihat juga sebuah taman dengan air mancur berada di tengah-tengah taman yang terlihat sangat indah.
" Aku sangat ingin membuat kediaman yang nyaman, sejuk dan indah seperti tempat ini. Mungkin Qing Ling akan sangat menyukainya." Batin Xu Tian dengan tersenyum.
Mereka terus berjalan, hingga beberapa menit kemudian akhirnya tiba di sebuah bangunan yang cukup besar berada di sebelah barat Istana.
" Kita sudah tiba di kediaman Jenderal utama." Ucap Komandan Ho yang kemudian berjalan arah pintu besar yang terbuat dari emas.
Xu Tian dan Meng Du berdiri menunggu Komandan Ho yang sedang berbicara dengan prajurit yang berjaga di tempat tersebut.
Beberapa saat kemudian, Komandan Ho meminta Xu Tian dan Meng Du untuk masuk ke dalam.
Mereka bertiga kembali melanjutkan langkahnya memasuki bangunan kediaman Jenderal utama Kekaisaran Benua Selatan.
" Salam Jenderal Zou. saya datang membawa tamu penting dari kekaisaran Benua Timur dan Benua Tengah." Ucap Komandan pada seorang pria yang sedang duduk di dalam ruangan.
Jenderal Zou menganggukkan kepala, lalu mempersilahkan Xu Tian dan Meng Du duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Xu Tian dan Meng Du segera berjalan mendekat, dengan tenang Xu Tian memberikan hormat, tetapi tidak dengan Meng Du yang langsung menduduki tempat duduknya.
" Tidak perlu berbasa-basi lagi. Jelaskan padaku tentang tujuanmu datang ke tempat ini." Ucap Jenderal Zou berbicara tanpa menatap ke arah Xu Tian.
Xu Tian tertawa kecil. " Apa ini sikap seorang Jenderal utama Kekaisaran Meng?"
Jenderal Zou tidak memperdulikan ucapan Xu Tian, dia menatap ke arah Meng Du yang juga sedang menatap ke arahnya.
" Tunjukan identitas aslimu. Jangan pernah menggunakan tampilan pangeran Meng Du lagi di tempat ini. Atau aku akan membunuhmu!" Jenderal Zou dengan mengeluarkan aura miliknya.
Xu Tian mendengus kesal, dengan mengibaskan tangannya, dia melempar Jenderal Zou yang sedang duduk di tempatnya.
" Dhuaaarrrr...."
" Aku datang secara baik-baik ke tempat ini. Namun anda sama sekali tidak menghormati kedatanganku. Jadi, jangan salahkan aku jika Istana ini akan berubah menjadi reruntuhan!" Ucap Xu Tian yang kemudian menyesap minuman yang ada di atas meja dengan santai.
Jenderal Zou dan Komandan Ho begitu kaget saat mengetahui kekuatan yang di miliki Xu Tian.
Jenderal Zou yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa sangat terhina, dengan gerakan cepat dia bangkit.
" Kau berada di Istana Kekaisaran Benua Selata-..."
" Plakkk..." Tapak tangan Xu Tian dengan cepat mengenai wajah Jenderal Zou yang sedang berbicara kepadanya.
" Jangan pernah mencoba mengancam ku! Kedatangan ku ke tempat ini untuk menemui Kaisar Meng Li Kai." Ucap Xu Tian dengan tajam.