Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch91-Bersama Qing Ling


Setelah kepergian anggota Faksi, Feng Louzhi segera menemui Xu Tian.


" Tuan muda."


" Segera bersiap, kita akan segera menuju Istana Kekaisaran." Perintah Xu Tian.


" Baik."


Beberapa menit kemudian, kini semua orang telah siap untuk kembali menuju Istana Kekaisaran.


Mereka semua segera bergerak ke arah Timur menuju Istana Kekaisaran berada, namun sebelum itu Xu Tian telah membuat formasi untuk melindungi tempat tersebut agar tidak di gunakan untuk sesuatu yang tidak baik.


Mereka semua bergerak dengan kecepatan penuh, terlihat setiap mereka melewati tempat-tempat yang menjadi jalur menuju istana kekaisaran kini sudah terlihat lebih tenang.


*******


Istana Xufelong.


Feng Huang kini sedang mengawasi beberapa anggota yang sedang latihan, hingga beberapa saat kemudian datang seorang anggota pasukan langit ke arahnya.


" Salam Jenderal." Ucap anggota yang menghampiri memberi hormat.


Feng Huang menganggukan kepala. " Katakanlah, informasi apa yang kau dapatkan?" Tanya Feng Huang yang sudah mengetahui jika anggota nya ingin mengatakan sebuah informasi.


" Baik Jenderal, saya mendapatkan informasi yang di berikan oleh anggota kita yang berada di penginapan Langit, bahwa Sekte Aliran Hitam Kekaisaran Qing berniat akan membuat Aliansi bersama Sekte Aliran Hitam dari Kekaisaran Tang." Anggota Faksi itu menghentikan ucapannya.


Feng Huang kemudian menutup matanya sejenak." Lanjutkan!." Perintah Feng Huang.


Anggota Pasukan Langit itu pun menganggukan kepala, kemudian kembali menjelaskan. " Namun mereka mengalami kesulitan setelah pasukan Aliansi Sekte Aliran Hitam yang berada di Ibu Kota di ketahui terlebih dahulu pergerakannya, dan hal ini mempersulit kedua Sekte Aliran Hitam dari kedua Kekaisaran untuk bertemu." Anggota Faksi menutup penjelasan mengenai informasi yang dia dapatkan.


" Baik, terima kasih. Dengan informasi ini kita dapat mempersiapkan diri kita, aku akan segera melaporkan masalah ini kepada pemimpin. Lanjutkan tugas kalian." Ucap Feng Huang dengan menatap Anggota Faksi.


" Baik Jenderal, permisi." Memberikan hormat lalu segera pergi.


Setelah kepergian Anggota pasukan Langit yang bertugas mengumpulkan informasi pergi, Feng Huang segera memberikan informasi tersebut kepada Xu Tian melalui Batu Komunikasi.


Setelah selesai mengirimkan informasi kepada Xu Tian, Feng Huang tetap berdiam diri memikirkan sesuatu hal.


" Mungkin ini awal untuk tuan muda, jika tuan muda mampu menghadapi masalah ini maka tuan muda akan di kenal oleh orang-orang Kekaisaran Qing dan bisa saja hingga Kekaisaran Tang itu sendiri." Batin Feng Huang, lalu segera melangkahkan kakinya memasuki salah satu bangunan yang ada di istana Xufelong.


*********


Di tempat lain, Xu Tian dan lainnya pun terus bergerak menuju Istana Kekaisaran.


Hingga beberapa waktu kemudian mereka akhirnya tiba di depan gerbang Istana Kekaisaran, mereka semua pun segera turun.


" Patriak Xu dan semuanya, selamat datang kembali." Ucap penjaga gerbang saat melihat kedatangan mereka.


" Terima kasih." Jawab Xu Yuan dan lainnya, lalu segera masuk ke dalam Istana.


Qing Ling yang sedang berjalan seorang diri melihat kedatangan rombongan tersebut pun segera berlari.


" Gege.." Ucap Qing Ling memeluk Xu Tian yang baru saja tiba.


Melihat reaksi yang di tunjukan oleh Qing Ling, membuat semua orang menatap dengan penuh arti kepada kedua pasangan yang sedang jatuh cinta itu.


" Sebaiknya kita masuk terlebih dahulu, biarkan saja mereka." Ucap Xu Yuan melihat ke arah Feng Louzhi dan lainnya.


Feng Louzhi dan lainnya pun menganggukan kepala, lalu segera mengikuti langkah kaki Patriak Xu Yuan masuk ke dalam Istana.


" Apa kau begitu merindukan diriku ini?" Ucap Xu Tian terkekeh pelan.


" Tidak.. Untuk apa aku merindukan dirimu." Ucap Qing Ling dengan menghentakkan kakinya masuk ke dalam istana dan meninggalkan Xu Tian yang masih berdiri.


" Hais.. mengapa aku begitu bodoh." Batin Qing Ling yang merasa begitu malu dengan apa yang dia lakukan sebelumnya.


Namun baru saja berjalan beberapa meter, tiba-tiba tangan Qing Ling di tarik oleh Xu Tian.


" Hahaha... Wajahmu terlihat begitu cantik saat seperti ini." Goda Xu Tian saat melihat wajah merah merona Qing Ling.


Qing Ling segera saja memberikan cubitan ke bagian perut Xu Tian.


" Aw.." Teriak Xu Tian dengan berpura-pura kesakitan.


" Jangan berlebihan, aku tahu karena itu sama sekali tidak sakit untukmu." Kesal Qing Ling, namun di dalam hatinya dia merasa begitu senang karena sudah beberapa hari ini dia begitu mengkhawatirkan Xu Tian.


" Baiklah tuan putri Qing Ling."


" Bagaimana dengan latihanmu?" Tanya Xu Tian yang membawa Qing Ling menuju taman.


" Emm.. masih jauh jika dibandingkan dengan Gege." Jawab Qing Ling, kemudian mereka berdua segera duduk di tempat duduk yang berada di taman.


" Tidak masalah, teruslah berkerja keras agar kemampuan mu semakin meningkat. setidaknya saat aku tidak ada di sampingmu, kau dapat melindungi dirimu sendiri tanpa harus mengandalkan orang lain." Ucap Xu Tian dengan menatap Qing Ling.


Qing Ling menganggukan kepala dengan tersenyum manis, namun terdapat kesedihan di dalamnya.


Xu Tian mengetahui apa yang di pikirkan oleh Qing Ling pun membawa tubuh wanita yang ada di hadapannya tersebut kedalam pelukannya.


" Jangan bersedih, aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu dan hanya dirimu lah satu-satunya yang akan menemani ku. Aku berkata seperti itu karena kita tidak mengetahui kedepannya, aku pun tidak mungkin untuk terus berada di tempat ini." Jelas Xu Tian.


" Aku akan selalu menunggu Gege, Gege harus berjanji untuk selalu berhati-hati dan selalu mengingat jika ada seseorang yang selalu menunggu Gege datang menemuinya." Balas Qing Ling yang semakin mempererat pelukannya.


" Tentu saja, Ling'er juga harus menjaga diri baik-baik."


Mereka berdua sama-sama mengetahui jika perjalanan mereka masih sangat lah panjang, Qing Ling pun sadar tidak dapat selalu berada di sisi Xu Tian, dengan kekuatannya yang masih lemah hanya akan menjadi beban untuk Xu Tian.


Maka dari itu, Qing Ling bertekad untuk menjadi kuat secepatnya agar dapat membantu kekasihnya, dan tidak menjadi beban untuknya.


" Kakak....." Sebuah suara terdengar saat keduanya masih menikmati pelukan mereka untuk menyalurkan segala perasaan yang mereka miliki.


Mendengar ada yang memanggilnya, Xu Tian pun melepaskan pelukannya, kemudian mencari sumber suara tersebut.


Terlihat Xu Mei yang sedang berjalan ke arahnya bersama Han Zishu.


" Mei'er, Shu'er.." Ucap Xu Tian tersenyum hangat kearah mereka berdua.


Xu Mei dan Han Zishu segera berlari ke arah Xu Tian, kemudian memeluknya.


" Kakak, aku sangat merindukan mu." Ucap keduanya yang berada di dalam pelukan Xu Tian.


" Benarkah? Kakak kira kalian telah melupakan kakak karena terlalu sibuk berlatih." Ucap Xu Tian dengan berpura-pura merajuk.


" Hehehe..." Mereka berdua hanya tertawa kecil, jika mereka berdua tidak di beritahu oleh Lin Hua, maka saat ini mereka masih sibuk berlatih.


Mereka berempat kemudian mengobrol tentang banyak hal, entah itu latihan yang sedang mereka lakukan, teknik yang menurut mereka belum di kuasai hingga meminta Xu Tian untuk membantu.


Hingga beberapa saat kemudian, di saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Lin Hua datang ke arah mereka.


" Ibu." Panggil mereka semua saat melihat Lin Hua datang, Lin Hua pun tersenyum hangat melihat ke arah mereka semua.