
Semua orang segera memfokuskan diri pada suara yang baru saja terdengar, bukan hanya itu saja, bahkan kini sebuah energi berwarna emas yang tiba-tiba muncul dari kehampaan seperti sebuah perisai yang begitu kuat karena dengan begitu mudahnya dapat menahan serangan racun.
Anggota Sekte Racun sendiri mulai meningkatkan kewaspadaannya, sedangkan pihak Walikota dapat bernafas dengan lega saat ada yang membantunya.
" Swusshh...., Swusshh...." Sepuluh pemuda dengan menggunakan pakaian bergambar naga muncul di tengah-tengah antara Sekte Racun dan Pihak Walikota.
Kemudian di susul kembali oleh kedatangan Shang bersaudara dan Bai Luan, yang kemudian berdiri di depan perisai pertahanan berwarna emas.
Xu Tian yang berada di dalam perisai itu pun dengan tenang mengibaskan tangannya, kemudian energi berwarna emas itu menghilang bersamaan dengan dirinya yang berdiri dengan tenang, namun tatapan mata tajamnya mengarah pada anggota Sekte Racun.
" Aku tidak mengetahui apa rencana kalian sebenarnya, tetapi karena kalian telah membuat kekacauan dan mengganggu ketenangan kota, maka kalian semua tidak akan bisa meninggalkan tempat ini!" Ucap Xu Tian dengan suara yang mendominasi.
Dari Jauh.
Pemimpin pasukan anggota Sekte Racun menatap Xu Tian dengan penuh tanda tanya.
" Siapa dia." Batinnya dengan terus menatap ke arah Xu Tian.
" Tetua Ma, bagaimana?" Tanya salah satu tetua yang juga berada di pasukan itu.
" Sebaiknya kita awasi terlebih dulu, dengan kemunculannya yang tiba-tiba mengahalau serangan dari Qe Qun, aku yakin dia bukan pemuda yang bisa di pandang dengan remeh." Jelas Tetua Ma dengan memasang sikap waspada.
" Apa kita akan meminta bantuan kepada Sekte?"
" Itu akan membuang banyak waktu, belum lagi persiapan yang harus di lakukan." Tetua Ma dengan menggelangkan kepalanya.
Sedangkan pasukan yang bersamanya mulai terlihat cemas, di tambah lagi dengan adanya Shang bersaudara, Bai Luan dan Pasukan Naga yang datang.
Xu Feng dan Xu Han saling menatap satu sama lain, kemudian melihat ke arah Xu Tian yang tersenyum ke arahnya.
" Bersiaplah!" Perintah Xu Feng memimpin Pasukan Naga.
Mendengar apa yang di katakan oleh Xu Feng, semua anggota pasukan naga tersenyum kemudian segera melesat ke depan.
" Formasi Cincin Naga!" Perintah Xu Han, yang kemudian melesat ke atas langit. Xu Feng dan Xu Cang pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Xu Han.
" Swusshh...., Swusshh...." Kilatan cahaya melesat ke berbagai arah dengan pergerakan yang cukup rapih namun terlihat sangat rumit.
Bai Luan dan Shang bersaudara yang melihat itu sekali lagi begitu takjub.
Xu Feng, Xu Han dan Xu Cang yang sudah berada pada posisinya pun mulai membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi.
Xu Tian yang sebelumnya masih berdiri pun kini mulai melesat untuk melengkapi formasi cincin naga yang membutuhkan empat orang sebagai inti dari formasi itu.
" Sekarang!" Teriak Xu Tian memberikan perintah.
Anggota Sekte Racun begitu kaget saat merasakan seakan mereka berada di dalam sebuah penjara yang begitu sulit untuk di tembus.
" Tetua Ma!"
" Qe Qun!" Teriak Tetua Ma memanggil Qe Qun yang masih belum masuk ke dalam pasukannya.
Qe Qun yang di panggil pun segera masuk ke dalam barisan.
Kemudian pasukan Sekte Racun segera membuat formasi pertahanan dan penyerangan.
" Swusshh....." Aura berwarna hijau muncul di tengah-tengah pasukan Sekte Racun, tidak hanya itu saja, bahkan kini mereka mulai melukai jari telunjuknya.
" Apa kita akan membantu tuan muda dan lainnya?" Tanya Shang Lun, dengan terus menatap ke depan.
" Sebaiknya kita tetap diam dan menunggu perintah selanjutnya dari tuan muda." Jawab Bai Luan, yang tidak ingin bertindak gegabah mengganggu pertempuran yang akan terjadi di antara dua kelompok pasukan itu.
Shang bersaudara pun menganggukan kepala, kemudian kembali fokus ke pertempuran yang akan terjadi.
" Tuan Walikota." Sang Jenderal menatap ke arahnya.
Bai Luan yang melihat pihak kota sedang memperkuat formasi pun mulai bergerak untuk membantunya.
" Tuan.." Seorang Jenderal begitu kaget saat melihat kedatangan Bai Luan.
" Tenanglah, aku hanya ingin membantu kalian untuk melindungi kota ini." Bai Luan dengan ramah. Kemudian segera membuat formasi untuk melindungi kota itu.
Tuan Walikota yang melihat itu pun segera menghampiri Bai Luan.
" Tuan, Saya Di Lang mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan tuan."
Bai Luan menggelangkan kepala. " Aku hanya mengikuti apa yang di lakukan oleh tuan mudaku, jika dia bertarung untuk melindungi kota ini maka sudah seharusnya juga aku melakukan hal yang sama."
" Tuan, jika saya boleh tahu, siapa yang tuan panggil tuan muda?"
" Kau akan mengetahuinya nanti." Bai Luan yang sudah menyelesaikan kegiatannya pun kembali ke tempat Shang bersaudara.
Di tempat pertempuran.
Kabut asap mulai terlihat memenuhi tempat pasukan Sekte Racun berada.
Xu Tian yang merasakan kabut itu memiliki racun yang cukup berbahaya pun kembali membuat formasi agar kabut itu tidak keluar.
" Hentikan pergerakan kalian!" Perintah Xu Tian kepada pasukannya.
Pasukan Naga pun segera berhenti di tempatnya.
" Tutup dan tahan pernapasan kalian semua, dan dengarkan perintah dariku selanjutnya!" Xu Tian sekali lagi, begitupun pasukan Naga yang menuruti apa yang di katakan oleh Xu Tian.
Pasukan Sekte Racun tertawa mendengar perintah dari Xu Tian.
" Bocah! Apa kau mulai takut!" Teriak Qe Qun dengan tertawa keras, menatap pasukan naga yang mulai menghentikan gerakannya.
Xu Tian yang mendengar hal itu hanya tersenyum tipis.
" Kita lihat, siapa yang mati di tempat ini!" Xu Tian dengan melepaskan kekuatan yang di milikinya.
" Swusshh....." Aura di sekitarnya menjadi semakin mencekam.
" Pernapasan Dewa Naga!" Xu Tian menggunakan salah satu teknik yang di berikan oleh Ling Tian.
Setiap hembusan nafas Xu Tian akan terlihat asap berwarna emas yang keluar.
Dengan mengeluarkan tombak naga dari cincin penyimpanan, Xu Tian kemudian melesat masuk ke dalam barisan pasukan Sekte Racun.
" Tombak Penghancur Alam!"
Tombak di tangan Xu Tian mengeluarkan suara yang membuat angin di sekitarnya berhembus dengan kencang.
Hingga angin yang di lepaskan oleh tombak naga membentuk sebuah tornado kecil, namun setiap ayunan tombak akan mengeluarkan angin tornado.
Anggota Sekte Racun pun mulai melepaskan tembakan racun ke arah Xu Tian, namun serangan racun itu dapat di halau dengan tombak naga yang mengeluarkan angin tornado.
" Langkah Dewa Naga!"
" Swusshh...." Xu Tian menghilang, kemudian muncul di tengah-tengah pasukan.
Dengan gerakan kilat dirinya melepaskan ayunan ke arah satu persatu anggota Sekte Racun.
" Dhuaaarrrr......, Dhuaaarrrr....." Satu persatu dari mereka terlempar dan terluka cukup parah.
" B*jingan!" Teriak Tetua Ma, yang kemudian segera melesat ke arah Xu Tian.