Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch61-Tiba Di Kekaisaran Qing


Setelah menempuh jarak beberapa jam, kini Xu Tian dan kelompoknya telah sampai di depan gerbang Ibu Kota kekaisaran Qing.


Mereka semua segera turun, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju gerbang untuk melakukan pemeriksaan sebelum memasuki Ibu Kota.


" Tunjukan tanda pengenal kalian." Ucap prajurit penjaga gerbang.


Kemudian Xu Tian mengeluarkan lencana klan Xu dari cincin penyimpanannya, lalu menunjukkan kepada prajurit.


Prajurit kemudian menerima dan memeriksa lencana yang di berikan oleh Xu Tian kepadanya.


" Ada keperluan apa kalian datang ke Ibu kota? Apakah kalian peserta kompetisi kekaisaran?"


" Kami adalah peserta dari Klan Xu yang mewakili Kota Awan Biru dalam kompetisi kekaisaran." Ucap Xu Tian menjelaskan kepada prajurit.


" Jika begitu kalian semua bisa segera masuk, mohon untuk tidak membuat keributan saat di dalam ibu kota." Lalu prajurit membukakan gerbang.


Xu Tian dan lainnya segera melangkah kan kakinya masuk ke dalam ibu kota setelah melakukan pemeriksaan yang cukup ketat.


Mereka semua segera mencari tempat untuk tempat tinggal sementara, hingga menunggu rombongan klan Xu sampai di ibu kota.


Karena untuk mendapatkan tempat tinggal yang sudah di siapkan oleh pihak penyelenggara, harus menunjukkan surat undangan yang telah di sebar oleh pihak kekaisaran sebelumnya.


Terlihat di setiap sudut ibu kota kini terlihat begitu padat dengan banyaknya para kultivator maupun orang biasa yang ingin menyaksikan kompetisi.


Para prajurit kekaisaran pun terlihat di berbagai tempat dengan membentuk kelompok kecil menjaga keamanan serta ketertiban ibu kota selama berlangsungnya kompetisi.


" Ibu kota kekaisaran begitu luas, bahkan sepuluh kali lipat lebih luas di bandingkan kota awan biru." Ucap Xu Cang begitu kagum dengan luas serta keindahan ibu kota.


" Saudara benar, aku sudah tidak sabar ingin berkeliling melihat setiap sudut ibu kota." Ucap Xu Guang yang berada di sampingnya.


" Sebaiknya kita mencari penginapan terlebih dahulu, setelah itu kalian semua bebas untuk pergi kemanapun. Tetapi, jangan sampai membuat keributan dan tetap berhati-hati, karena kita tidak mengetahui situasi di sini." Ucap Xu Tian mengingatkan saudaranya.


" Saudara benar, karena bagaimanapun ini pertama kalinya kita berada di ibu kota." Ucap Xu Feng menimpali ucapan Xu Tian.


Kemudian mereka semua melihat sebuah penginapan yang berada di sebelah kanan jalan.


" Sebaiknya kita menginap di sana." Ucap Xu Tian lalu melangkahkan kakinya menuju tempat penginapan yang di ikuti oleh yang lainnya.


Penginapan Teratai Putih


" Pelayan, apakah masih ada kamar?" Tanya Xu Tian kepada seorang pelayan penginapan Teratai Putih.


" Tuan muda, kami memang masih mempunyai sebuah kamar. tetapi harga kamar tersebut sangat mahal karena hanya tersisa ruangan VIP yang kami miliki."


" Tidak masalah berapa pun harganya."


" Tuan muda ingin memesan berapa kamar dan untuk berapa hari?"


" Aku ingin memesan lima kamar dengan satu kamar yang lebih besar dari kamar yang lainnya."


" Tuan muda tenang saja, ruangan VIP kami mempunyai masing-masing dua tempat tidur yang cukup untuk dua orang setiap tempatnya dengan ruangan yang cukup luas dan bisa di gunakan hingga empat orang setiap ruangannya." Ucap Pelayan menjelaskan kepada Xu Tian.


" Baiklah, jika begitu aku ingin memesan untuk satu minggu berapa yang harus aku bayar?"


" Tuan muda harus membayar lima puluh koin emas untuk satu harinya, karena tuan muda memesan lima kamar dan untuk satu minggu, maka tuan muda harus membayar seribu tujuh ratus lima puluh koin emas."


Xu Tian kemudian memberikan dua ribu koin emas kepada pelayan tersebut.


" Terima kasih tuan muda, ini kunci kamarnya." Memberikan lima kunci kepada Xu Tian.


Lalu mereka semua segera di arahkan oleh pelayan menuju ke lantai atas tempat di mana Kamar VIP berada.


Setelah tiba di depan kamar mereka semua segera memasuki kamar mereka masing dengan Xu Tian bersama Lin Hao, Xu Feng bersama Xu Han, Xu Cang bersama Xu Guang, Xu Lou bersama Xu Jin dan Long Hei. Sedangkan satu kamar lagi di tempati para wanita.


Di dalam kamar Xu Tian segera membersihkan dirinya, sedangkan Lin Hao menunggu Xu Tian selesai kemudian baru dia membersihkan dirinya.


Setelah selesai membersihkan diri mereka semua segera mengisi perut yang sudah minta di isi. Meski seorang kultivator mampu untuk tidak makan hingga beberapa hari, namun mereka lebih memilih untuk tetap menikmati hidup layaknya manusia biasa.


Setelah selesai semua orang segera kembali ke tempat masing-masing untuk beristirahat, karena hari sudah malam mereka memutuskan untuk menunda waktu berkeliling menikmati suasana ibu kota hingga keesokan harinya.


****


Di tempat lain kini Xu Yuan bersama Istri serta putrinya tengah berkumpul menikmati secangkir teh.


" Ayah, apakah kita akan berangkat menuju kekaisaran besok?" Tanya Xu Mei yang sudah tidak sabar ingin bertemu sang kakak.


" Emm, seperti nya kita akan berangkat sekitar satu minggu lagi." Ucap Xu Yuan mencoba menggoda putrinya.


" Ibu, apakah benar yang di ucapkan Ayah?" Mencoba memastikan.


" Emm.. tidak Mei'er, kita akan berangkat besok pagi." Lin Hua dengan tersenyum lembut mengelus rambut putrinya.


" Asik.. Mei'er akan segera bertemu dengan kakak." Ucapnya begitu senang dan bahagia.


Karena untuk saat ini Xu Mei telah menjadi seorang kultivator di usia yang masih muda, bahkan saat ini dia sudah berada pada Ranah Kelahiran tingkat 9.


Jika tidak di larang oleh Ayah dan Ibu nya serta Feng Huang maupun Feng Louzhi, mungkin saat ini Xu Mei telah mencapai Ranah Pembentukan Inti.


Xu Mei pun akhirnya pasrah dengan larangan semua orang. karena dia mengerti bahwa naik tingkat terlalu cepat tidak baik untuk pondasi nya di masa depan, oleh karena itu dia kini hanya fokus melatih teknik nya.


Bai Hu pun sering menemani Xu Mei setiap saat, bahkan untuk saat ini Bai Hu selalu ikut kemana pun Xu Mei pergi layaknya seorang penjaga.


Untuk Bai Hu sendiri kini sudah berada pada Ranah Mahayana tingkat 5, perkembangan Bai Hu begitu cepat karena bagaimanapun dia adalah Hewan Suci yang keberadaannya begitu di cari oleh orang-orang alam atas untuk di jadikan peliharaan mereka.


" Sebaiknya kamu segera istirahat agar besok tidak bangun kesiangan, karena kita akan berangkat pagi-pagi." Ucap Lin Hua kepada putrinya.


" Baik ibu." Lalu segera pergi menuju kamarnya untuk beristirahat, karena dia pun sudah tidak sabar ingin segera pagi.


Setelah kepergian Xu Mei, kini hanya tinggal Xu Yuan dan Lin Hua.


" Gege, apakah kita akan pergi menuju kerjaan Lin terlebih dahulu sebelum pergi menuju kekaisaran?"


" Emm.. sepertinya tidak, kita akan pergi menuju kekaisaran terlebih dahulu. Setelah itu kita mempunyai banyak waktu untuk menuju kerajaan Lin"


" Gege benar, karena jika kita menuju kerajaan Lin terlebih dahulu maka kita tidak mempunyai banyak waktu dan terkesan seperti di kejar-kejar oleh waktu." Ucap Lin Hua menyetujui.


" Nah, jika begitu bagaimana jika kita segera istirahat?" Ucap Xu Yuan dengan mengedipkan matanya.


" Gege, ingat kita sudah memiliki dua a ana-"


Belum selesai melanjutkan ucapannya, Xu Yuan telah terlebih dahulu menggendong istrinya.


" Gege..kamu begitu nakal.." Lin Hua begitu malu namun tidak menolak dengan apa yang di lakukan suaminya.