Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch189-Bola Misterius dan Kekuatan Bai Luan


" Sangat merepotkan!" Ucap Xu Tian, kemudian mundur beberapa meter untuk menjaga jarak dengan pusat bola yang semakin lama semakin memiliki aura dingin yang begitu besar serta kuat.


Bukan hanya aura dingin yang semakin besar dan kuat, bahkan kini Golem yang terbuat dari es semakin banyak muncul di sekitarnya.


Xu Tian memegang tombak naga di sebelah kanannya, kemudian di tangan kiri kini terlihat pedang yang baru saja di keluarkan dari dalam cincin penyimpanan.


Dengan menggunakan tubuh dewa naga dan aura dewa naga, Xu Tian melesat ke atas langit.


" Tidak ada pilihan lain." Ucap pelan Xu Tian, kemudian segera menggoreskan jari telunjuknya.


Dengan gerakan cepat, Xu Tian menuliskan beberapa huruf kuno pada pedangnya menggunakan darah yang keluar dari ujung jari telunjuknya.


" Penyatuan Jiwa Pedang! "


" Swusshh...." Pedang di tangannya bergetar, kemudian mengambang di udara.


Tidak hanya berhenti di situ saja, kini tombak naga pun mulai mengambang di udara.


Xu Tian mengangakat kedua tangannya ke atas, kemudian menutup kedua matanya.


Terlihat udara di sekitarnya mulai begitu mencekam dengan beradunya dua aura dari arah bola dan Xu Tian.


Tubuh Xu Tian di selimuti aura berwarna emas dengan ledakan tingkat kultivasi milik Xu Tian yang sesungguhnya.


" Swusshh...." Angin berhembus kencang, saat kedua mata Xu Tian terbuka dengan memperlihatkan mata tajam seperti mata naga.


Tubuhnya kini terlihat di lapisi sebuah Armor naga yang cukup kuat dan mampu menahan serangan tiga kali lipat dari tubuh aslinya.


" Tombak Penguasa Alam! "


" Pedang Penguasa Alam! "


" Gelombang Petir Abadi! "


" Api Penghancur Jiwa! "


Xu Tian langsung mengeluarkan empat teknik sekaligus.


Terlihat Tombak dan Pedang yang bergetar dengan hebat, hingga gelombang petir dan Api hitam muncul dari kedua tangan Xu Tian.


" Swusshh...." Tombak dan Pedang melesat ke tangan Xu Tian, kemudian mulai menyatu dengan tombak dan Petir, Pedang dengan Api.


" Langkah Dewa Naga! "


" Swusshh...." Angin di sekitarnya berhembus dengan kencang, Xu Tian menghilang dari tempatnya.


" Dhuaaarrrr...., Dhuaaarrrr..." Satu persatu Golem di hancurkan dengan sekali ayunan tombak, yang kemudian di susul dengan serangan pedang yang saling beradu dengan Golem yang ingin menyatu.


Xu Tian terus bergerak cepat dengan melakukan hal yang sama pada golem-golem lainnya.


" Dhuaaarrrr...." Ledakan di tempat itu semakin dahsyat dan menggetarkan tempat di sekitarnya.


Pohon-pohon dan batu yang ada di sekitarnya pun ikut meledak saat terkena gesekan aura yang begitu kuat.


" Berhasil!" Membatin, saat melihat serangannya kini mampu membuat Golem yang sebelumnya menyatu setelah di hancurkan, kini benar-benar menghilang saat mendapatkan serangan dari kedua senjata miliknya yang di selimuti Petir dan Api.


Petir sebagai penghancur, sedangkan api sebagai pelebur es yang selalu menyatu saat di hancurkan.


Hingga satu jam kemudian, ratusan golem, bahkan hampir ribuan golem berhasil di hancurkan semuanya oleh Xu Tian.


Xu Tian terus bergerak mendekati pusat bola dengan menghancurkan golem-golem yang kini muncul kembali seperti melindunginya.


Melihat hal itu, segera saja melindungi tubuhnya dengan membuat perisai transparan. Meski sudah menggunakan armor naga, namun Xu Tian lebih memilih untuk menggunakan perisai transparan untuk menghalau serangan tersebut.


Karena tidak mengetahui berapa banyak serangan yang akan di terimanya, jadi Xu Tian lebih memilih untuk berjaga-jaga terlebih dulu agar tidak lengah dan bisa-bisa nyawa nya terancam.


" Dhuaaarrrr..., Dhuaaarrrr..." Puluhan tombak menabrak perisai yang di buat olehnya, kemudian di susul jarum-jarum kecil yang meninggalkan goresan kecil.


" Serangan yang cukup kuat." Saat melihat perisai yang di buatnya kini mulai retak.


" Roarrrgghhhh...." Xu Tian menggunakan Auman Dewa Naga ke arah tombak yang melesat ke arahnya.


" Dhuaaarrrr...." Belasan tombak langsung hancur berkeping-keping.


Dengan gerakan cepat, Xu Tian kembali melesat ke arah Bola dengan menghindari serangan tombak dan jarum-jarum kecil.


" Dhuaaarrrr...., Dhuaaarrrr...."


" Booommmmssss..." Tubuh Xu Tian terkena patung es yang tiba-tiba muncul dari kehampaan, lalu segera melesatkan pukulan ke arahnya.


Xu Tian menggertakan giginya melihat hal itu.


" Hampir saja." Xu Tian bernafas lega, namun dirinya merasa begitu kesal karena hanya tinggal dua meter lagi dirinya dapat tiba di bola itu, namun tiba-tiba datang serangan lagi.


" Anggap saja sebagai latihan yang sepadan untuk diriku!" Xu Tian dengan tersenyum, kemudian segera mencoba mendekati bola kembali.


" Swusshh....., Swusshh...." Tubuhnya melesat dengan gerakan zig-zag untuk menghindari pukulan patung es yang menghalangi dirinya.


Dengan menghindari patung, Xu Tian tidak lupa mengayunkan kedua senjata untuk mencoba menghancurkannya.


" Saatnya!" Ucap Xu Tian, kemudian segera membuat segel tangan untuk mengurung bola yang melayang di udara.


" Krak... Krak..." Namun tiba-tiba terdengar suara retakan dari bola tersebut.


" Ouh tidak!" Saat melihat aura yang di lepaskan bahkan tiga kali lipat dari sebelumnya.


Xu Tian segera mempersiapkan dirinya saat merasakan aura yang begitu besar dan kuat menuju ke arahnya.


" Swusshh....."


" Roarrrgghhhh...." Tiba-tiba datang Harimau putih besar dengan sayap yang membentang melindungi tubuh Xu Tian.


Melihat hal itu, Xu Tian tersenyum tipis.


" Tuan muda, pulihkan diri tuan muda, aku akan menjaganya." Ucap Harimau putih itu yang memiliki ukuran yang begitu besar, bahkan ukuran tubuhnya menyamai istana kekaisaran.


Bai Luan kemudian meminta Xu Tian untuk naik ke atas punggungnya, kemudian membuat perisai perlindungan untuk melindungi tubuh Xu Tian dari aura yang di keluarkan dari retakan bola tersebut.


" Ternyata ini yang membuat Ibu kota mengalami badai setiap tahunnya. Bahkan aku tidak dapat merasakannya jika dia tidak mengalami kebocoran aura." Bai Luan membatin, dengan terus menatap ke arah bola yang ternyata telur yang memiliki ukuran cukup besar itu dengan tersenyum.


Tampilan Bai Luan kini begitu luar biasa, dengan kekuatannya, dia sama sekali tidak terganggu dengan aura dingin yang keluar dari telur tersebut.


Kekuatan sesungguhnya dari Bai Luan pun tidak di ketahui oleh Xu Tian, mungkin jika Xu Tian sudah berada pada tingkat tertentu yang lebih tinggi, dia baru mengetahui tingkatan dari Bai Luan.


Sejak awal Bai Luan menyembunyikan kekuatan sejatinya bukan tanpa alasan, dirinya mengalami luka yang cukup parah namun luka yang di deritanya lebih mudah di sembuhkan dengan hanya menunggu waktu.


Sedangkan luka yang di alami oleh Bai Hu lebih parah dan memaksa dirinya untuk terlahir kembali dengan teknik tertentu yang di lakukan oleh tuanya.


Bai Luan berada di dunia ini, selain untuk mengembalikan kekuatan sejatinya juga harus mengawasi Bai Hu yang akan terlahir kembali saat mendapatkan darah yang cocok dengannya.


Setelah menemukan darah yang cocok dengannya, kemudian Bai Luan bertugas untuk memberikan buku teknik yang berisi tentang teknik-teknik milik Bai Hu sebelumnya.