Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 276. Munculnya Fenomena Alam


Setelah mendengar penjelasan dari pemuda Klan Zhi. Xu Tian menatap tajam ketiga tetua Klan Zhi yang berniat mengendalikan hewan buas untuk membuat kekacauan.


Xu Tian yakin jika ketiga tetua itu berniat bergabung bersama Aliansi sekte aliran hitam dan bangsa Iblis dengan imbalan sumber daya tingkat tinggi, sehingga mereka dengan sukarela menghianati Klan nya sendiri.


Hal seperti ini bukan hal baru untuk mereka yang sangat berambisi akan kekuatan. Apalagi jika memikirkan tentang gengsi dan jabatan yang di peroleh.


Xu Tian dengan gerakan cepat menghilang dari tempatnya.


" Dhuaaarrrr...., Dhuaaarrrr..." Ledakan dahsyat yang di hasilkan dari serangan tapak menghantam tubuh kedua tetua Klan Zhi.


" Swusshh...." Tetua yang sebelumnya telah mendapatkan serangan pertama kali bangkit berniat menolong kedua tetua lainnya.


Setelah mendengar akan identitas yang di miliki oleh Xu Tian dan Qing Ling, membuat ketiga tetua itu berniat pergi.


Xu Tian yang melihat hal itu kembali melesat dengan melepaskan tinju ke bagian dada.


" Dhuaaarrrr..." Tetua yang berniat menolong dua tetua lainnya terlempar dengan darah segar yang keluar dari bibirnya.


" Tuan muda, mohon pengampunan." Ucap salah satu tetua dengan menahan rasa sakit.


" Aku tidak akan melepaskan siapapun yang berniat jahat pada dunia ini. Apalagi dengan apa yang telah kalian lakukan, jika aku tidak berada di sini, maka akan terjadi kekacauan lebih besar yang dapat membahayakan orang-orang tidak bersalah di luar sana." Ucap Xu Tian dengan melepaskan Tapak Dewa Naga.


" Dhuaaarrrr....." Pertarungan singkat itu mengubah ketiga tetua Klan Zhi menjadi kabut darah.


Kelima pemuda yang melihat kemampuan Xu Tian bergedik ngeri. Dia benar-benar tidak menyangka jika kabar mengenai orang-orang Istana Xufelong yang menakutkan dengan kekuatan tinggi nya benar adanya.


Xu Tian segera menuju ke arah lima pemuda Klan Zhi. " Aku akan segera melanjutkan perjalanan. Masih banyak hal yang aku kerjakan sebelum kekacauan lebih besar terjadi."


" Tuan muda, mohon tuan muda menerima pusaka Klan Zhi." Ucap salah satu pemuda dengan memberikan pusaka berbentuk seruling.


" Apa kalian yakin?"


" Tentu saja tuan muda, kami bahkan sangat yakin."


Xu Tian menganggukan kepala, lalu menerimanya. " Ini untuk kalian. Bersiaplah, karena kekacauan yang lebih besar akan terjadi di dunia ini. Dengan ini semoga kalian dapat berkembang lebih kuat lagi." Ucap Xu Tian yang memberikan cincin penyimpanan berisi sumber daya kepada pemuda Klan Zhi.


" Terima kasih tuan muda, tuan putri." Ucap kelimanya dengan hormat.


Xu Tian dan Qing Ling menganggukan kepala, lalu menghilang dari tempat itu untuk melanjutkan perjalanan.


Kelima pemuda Klan Zhi menatap kepergian mereka berdua dengan hormat.


" Sangat tampan dan cantik, benar-benar pasangan yang sangat cocok,"


" Saudara benar." Kemudian mereka memeriksa cincin penyimpanan yang di berikan Xu Tian.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat tumpukan pil sekitar seratus pil dan beberapa buah abadi di dalam cincin penyimpanan tersebut.


" Tuan muda, tiap putri. Terima kasih." Ucap mereka bersamaan sekali lagi.


Kemudian kelima pemuda Klan Zhi segera kembali menuju Klan untuk menceritakan kejadian yang baru saja terjadi kepada Patriak.


********


Di tempat lain.


Xu Tian dan Qing Ling terus melesat melewati hutan, sungai, maupun gunung-gunung besar menuju Benua Timur.


Hingga tiga jam kemudian, mereka berdua akhirnya tiba di perbatasan.


Mereka berdua segera menambahkan kecepatan agar dapat tiba di Istana Xufelong pagi hari.


" Swusshh....."


*********


" Dhuuuarrrrr....., Dhuaaarrrr...." Ledakan dahsyat terus terjadi di tempat itu yang kini mulai di genangi darah. Terlihat juga lubang-lubang besar di tanah.


Dalam pertempuran itu, terlihat para murid dan pasukan Iblis yang terus berdatangan dari berbagai arah. Tanpa mendapatkan perintah, mereka langsung turun ke dalam pertempuran membantu pasukan yang sedang kesulitan melawan serangan Pasukan Istana Xufelong dan Aliansi Sekte aliran putih.


Suara ledakan, pukulan, serangan tapak maupun serangan energi terus menggema memenuhi medan pertempuran. Raungan kesakitan dan kemarahan terus terdengar bersamaan dengan cipratan darah serta potongan tubuh yang berjatuhan ke bawah tanah. Tempat yang sebelumnya terlihat tenang dan indah, kini menjadi sangat mengerikan.


" Jangan biarkan mereka berbuat sesuka hati membantai pasukan kita!" Teriak salah satu Patriak Sekte aliran hitam.


Dia sangat kesal melihat Pasukan Istana Xufelong yang terus-menerus menjatuhkan dan membunuh pasukan.


" Patriak, serahkan mereka pada kami." Ucap para tetua Sekte aliran hitam yang langsung bergerak ke arah pasukan Istana Xufelong.


Xu Han, Xu Feng, dan Xu Cang yang melihat hal itu segera menghalangi mereka dengan melepaskan serangan menggunakan senjata di tangan mereka.


" B*jingan! Mereka benar-benar memiliki kemampuan tingkat tinggi. Aku tidak mengetahui cara apa yang mereka gunakan untuk membangun kekuatan sebesar ini!" Teriak salah satu tetua yang mendapatkan serangan tapak dan melempar dirinya.


" Swusshh....." Xu Feng bergerak mendekati tetua itu, lalu mengayunkan tombak di tangannya dengan kecepatan tinggi.


" Dhuaaarrrr...." Dengan waktu singkat tetua itu tewas menjadi kabut darah.


" Aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh pasukanku!" Teriak Xu Feng yang kembali melesat.


Bai Mo dan Tetua Xu Hou tidak mau kalah, mereka juga terus saling bertukar serangan dengan Patriak Sekte aliran hitam yang di bantu Patriak Sekte aliran putih.


" Dhuaaarrrr....."


" Dhuaaarrrr....."


Ledakan keras terus terjadi dengan terlemparnya para Patriak Sekte aliran hitam.


Bai Mo yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi sangat mendominasi pertempuran tersebut.


Hal yang sama juga terjadi di Benua Utara dan Benua Tengah. Di mana pertempuran di kedua Benua itu kini hampir memasuki puncaknya.


Darah segar terus mengalir di bawah tanah, tanpa semua orang sadari, darah tersebut dengan cepat mengering seperti terhisap oleh sesuatu yang sangat dalam.


Tanah yang sebelumnya merah mulai kembali seperti semula, namun masih terlihat bekas ledakan di sekitarnya.


Hingga lima jam kemudian, tiba-tiba tanah di seluruh benua bergetar dengan menampilkan fenomena yang sangat mengerikan.


Terlihat kini langit mulai menggelap bersamaan suara teriakan, tangisan yang sangat menyedihkan membuat semua orang bergedik ngeri mendengar suara tersebut.


" Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Tetua Xu Hou kepada Bai Mo.


" Aku juga tidak mengetahuinya, namun aku rasa ini adalah hal yang sangat membahayakan."


Xu Feng, Xu Cang, Xu Han juga menghentikan gerakannya, mereka bertiga menatap ke arah langit dengan mengerutkan kening.


" Hal ini hampir sama seperti beberapa tahun yang lalu. Hanya saja kali ini terdapat energi spiritual yang mengerikan yang tiba-tiba muncul." Ucap Xu Feng dengan serius.


" Apa jangan-jangan..." Ucap Xu Cang mengehentikan ucapannya.


" Saudara, ada apa?" Tanya Xu Han dengan penasaran.


" Semoga saja hanya perasaanku saja. Aku hanya ingin mengatakan jika mungkin saja ini fenomena kebangkitan Kaisar Iblis."


Semua orang terdiam mendengar ucapan Xu Cang.


Di tempat lain, semua orang juga merasa bingung dengan fenomena yang sedang terjadi.


Sedangkan Xu Tian dan Qing Ling yang baru saja tiba di Istana Xufelong segera mencari keberadaan yang lainnya.