Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 225. Kekacauan Di Dunia Kultivator


Xu Tian yang berdiri di hadapan ketiganya tersenyum, lalu meminta mereka untuk bangun.


" Bangunlah." Xu Tian dengan tenang, pandang matanya terlihat sangat mendominasi.


Yuan Qi, Bai Mo, dan Fu Li Guan bangkit, lalu berdiri di hadapan Xu Tian yang tersenyum kepada mereka.


" Berapa lama aku tidak sadarkan diri?" Tanya Xu Tian kepada ketiganya.


" Satu tahun Penguasa." Ucap Bai Mo, yang mendapatkan anggukan kepala dari Yuan Qi, dan Fu Li Guan.


Xu Tian terdiam, dia merasa sangat aneh. Jika di pikir-pikir oleh Xu Tian, dirinya telah berada di Bumi selama 10 tahun lamanya.


Namun, saat ini mereka mengatakan jika dia hanya tidak sadarkan diri selama satu tahun. Di tambah lagi dengan kejadian saat di lorong.


Xu Tian merasa kejadian di lorong pada saat itu terbilang cukup lama, bahkan hampir satu bulan lamanya.


Bagaimana dari dia berjalan di jalan setapak selama beberapa hari, kemudian berada di dalam lorong, melihat layar yang menampilkan suatu kejadian, hingga akhirnya dia kembali pada tubuhnya saat ini.


Xu Tian sendiri kini sudah lebih banyak mengetahui tentang jati diri dia yang sebenarnya. Meski Xu Tian tidak ingin terlalu mencampuri kejadian di masa lalunya dengan masa yang sekarang, namun bagaimana juga Xu Tian harus menyelesaikan sumpahnya untuk membalaskan dendam kepada mereka.


" Itu artinya sudah hampir dua tahun aku berada di Dunia Kekacauan ini," Ucap Xu Tian dengan pelan, lalu menatap ke arah mereka bertiga.


" Ceritakan semua kejadian yang telah terjadi saat aku tidak sadarkan diri!"


" Baik Penguasa." Bai Mo lalu melangkah satu langkah.


" Jangan memanggilku dengan sebutan Penguasa, kalian dapat memanggil ku dengan tuan muda saja!" Xu Tian mengatakan kepada ketiganya.


Xu Tian merasa kurang nyaman jika di panggil dengan sebutan Penguasa, meski dirinya memang kini bisa di katakan sebagai seorang Penguasa di Dunia Kekacauan.


" Baik, tuan muda. Maafkan kami." Ucap mereka bertiga secara bersamaan.


Lalu Bai Mo mulai menjelaskan kepada Xu Tian tentang kejadian saat dia dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Di mulai dari membawa Xu Tian ke dalam kamar, kemudian fenomena yang terjadi di Dunia Kekacauan, hewan-hewan buas yang kini sudah mulai terarah dan saling membangun kekuatan secara bersama, tidak ada lagi perebutan kawasan kekuasaan.


Bai Mo terus menjelaskan kepada Xu Tian dengan detail, hingga satu jam kembali kemudian, Bai Mo menyelesaikan penjelasannya.


" Semua masalah di tempat ini sudah selesai, waktu yang di tentukan oleh Kakek dan Nenek sudah hampir selesai." Xu Tian kemudian menatap mereka bertiga dengan serius.


" Sudah lama aku tidak kembali, aku takut semua orang khawatir dan terus mencari keberadaan ku. Apa kalian mengetahui cara keluar dari tempat ini?"


Mereka bertiga saling menatap satu sama lain, kemudian menatap ke arah Xu Tian.


" Tuan muda, di sebelah selatan Dunia Kekacauan terdapat gerbang teleportasi, hanya saja gerbang itu sudah di segel menggunakan formasi tingkat tinggi."


" Benar tuan muda. Sebelumnya memang dapat di gunakan. Namun, karena hewan-hewan buas yang ada di dunia ini menggunakan secara sembarangan dan sesuka hati untuk pergi mengacau di Dunia Kultivator, membuat sosok pria dan wanita datang ke Dunia ini untuk menyegelnya."


Xu Tian menganggukkan kepalanya, dia yakin jika yang di maksud pria dan wanita itu adalah Kakek dan Neneknya.


" Antarkan aku kesana!" Ucap Xu Tian setelah berpikir beberapa saat.


" Baik tuan muda." Mereka bertiga lalu membawa Xu Tian menuju tempat di mana gerbang teleportasi berada.


" Swusshh...."


*********


Dunia Kultivator.


Istana Xufelong.


" Tuan putri, apa yang harus kami lakukan?" Tanya Feng Huang yang saat ini tengah berada di aula bersama Qing Ling.


Qing Ling terdiam, dia mencoba mencari cara untuk memenangkan pertempuran besar yang akan segera terjadi.


" Apa semua pasukan sudah berada pada tempatnya?"


" Sudah tuan putri, mereka telah tiba satu hari yang lalu." Feng Huang Kemudian menceritakan tentang titik-titik yang menjadi tempat pasukan milik Istana Xufelong membangun barak.


" Lalu bagaimana dengan Feng Louzhi?"


" Feng Louzhi akan memimpin pasukan di Benua Selatan. Benua Timur sendiri akan di pimpin oleh ayahanda tuan putri bersama tuan Xu Yuan, Benua Tengah di pimpin oleh Kaisar Ming Li Fang, Benua Utara di pimpin Kaisar Bing Qing, di sana juga ada pasukan kita yang di pimpin Long Hei."


" Apa tidak ada pasukan kita yang berada Benua Barat?"


" Saat ini Xu Feng dan saudara-saudaranya sedang menuju ke Benua Barat." Jelas Feng Huang.


Qing Ling menatap langit-langit aula, sedangkan Feng Huang sendiri hanya diam.


Feng Huang sudah mengerti apa yang di pikirkan oleh Qing Ling. Siapa lagi jika buka Xu Tian yang telah menghilang tanpa kabar selama dua tahun ini.


Setelah kepergian Xu Tian, Qing Ling lebih sering mengurung diri, dia akan menghabiskan waktunya di kamar.


Qing Ling sendiri hanya keluar jika ada hal-hal penting, seperti hal nya yang terjadi saat ini.


" Gege, di mana sebenarnya Gege? Apa Xu Gege tidak merindukan kami semua?" Qing Ling membatin dengan menutup kedua matanya.


Feng Huang hanya diam dengan menundukkan wajahnya, dia merasa sangat gagal. Andai saja dirinya tidak mendapatkan larang dari Xu Tian untuk bertarung, mungkin Dunia Kultivator sudah menjadi reruntuhan kemarahan Feng Huang yang berniat mencari keberadaan Xu Tian.


Begitu juga dengan Qing Ling, andai saja dia tidak memperdulikan pesan Xu Tian kepada dirinya, mungkin dia sudah pergi dari Istana Xufelong untuk mencari tunanganya itu.


Feng Huang yang sedang terdiam, tiba-tiba merasakan cincin penyimpanan miliknya bergetar. Dengan cepat Feng Huang memeriksa pesan yang masuk.


Qing Ling segera menatap ke arah Feng Huang yang sedang mendengarkan laporan dari orang-orang nya.


Beberapa saat kemudian, Feng Huang merubah raut wajahnya menjadi lebih serius dengan menatap ke arah Qing Ling.


" Tuan putri, pertempuran dengan skala kecil sudah terjadi di beberapa kota di setiap Benua." Feng Huang kemudian menjelaskan tentang isi pesan yang sebelumnya dia terima.


Qing Ling memperhatikan penjelasan Feng Huang dengan serius. " Segera perintahkan semua pasukan bersiap, aku akan segera menemui Ibu Lin Hua di Klan Xu." Ucap Qing Ling yang bangkit dari duduknya.


" Tapi-...."


" Tenanglah, aku hanya ingin memastikan keadaan Xu Mei dan Han Zishu terlebih dulu. Kau pasti memahami bagaimana nakalnya mereka berdua yang sulit di atur jika mengetahui adanya pertempuran." Ucap Qing Ling dengan tersenyum.


Benar saja, Xu Mei dan Han Zishu begitu menyukai pertempuran, hingga setiap misi untuk menghancurkan Sekte aliran hitam, mereka berdua akan diam-diam mengikuti.


Meski Qing Ling sendiri sudah meminta Feng Huang untuk mengawasi mereka, namun dalam keadaan seperti ini Feng Huang sangat di butuhkan untuk turun dan mengawasi pertempuran di setiap benua nantinya.