Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch67-Pembicaraan Serius


" Emm... Jika soal itu terserah saudara saja." Ucap Qing Ling menatap Xu Tian.


" Baiklah..jika begitu bagaimana jika esok hari saja? karena hari akan segera malam, jadi aku akan kembali terlebih dahulu ke penginapan dan akan kembali besok pagi." Ucap Xu Tian memberikan saran.


" Menurutku itu ide yang bagus."


Namun sebelum Xu Tian berpamitan, tiba-tiba datang Qing Longzi.


" Sebaiknya saudara Tian menginap saja di istana, pelayan juga sudah menyiapkan ruangan untuk saudara beristirahat." Ucap Qing Longzi mendekat ke arah Xu Tian dan Qing Ling yang sedang berada di taman.


" Tidak perlu putra mahkota, kare-.."


" Saudara tenang saja, karena aku sudah meminta salah satu komandan untuk menemui orang-orang saudara Tian yang berada di penginapan." Jelas Qing Longzi yang memotong ucapan Xu Tian.


" Jika begitu, aku ucapkan terimakasih." Ucap Xu Tian yang akhirnya bisa tenang.


" Tidak perlu berterimakasih, bukanya kita akan menjadi keluarga nantinya?" Qing Longzi dengan nada menggoda.


Sedangkan Qing Ling hanya bisa menundukkan kepalanya menahan malu, bahkan saat ini wajahnya sudah memerah.


Melihat tingkah adiknya yang malu-malu, Qing Longzi pun merasakan begitu senang, karena ini pertama kalinya dia melihat Qing Ling seperti itu.


Qing Ling adalah anak yang pendiam serta lemah lembut, dia juga sering menyendiri.


Semua keluarganya begitu menyayangi Qing Ling, namun mereka semua merasa sedih melihat keadaan Qing Ling yang sering merasakan sakit dan juga bukan orang yang mudah terbuka dengan orang lain.


Sebenarnya mereka tahu jika setiap malam Qing Ling akan susah untuk tidur, tetapi mereka hanya diam dan tidak ingin membuat Qing Ling semakin merasa bersalah.


Qing Ling adalah wanita yang kuat, pekerja keras, cantik, baik hati dan tidak pernah mengeluh tentang apa yang dia rasakan kepada keluarganya.


Dia selalu berusaha menyembunyikan rasa sakitnya dengan berlatih, agar orang-orang di sekitarnya tidak merasa khawatir.


" Sebaiknya kita segera masuk ke dalam istana, karena kita sudah di tunggu untuk makan malam bersama." Ucap Qing Longzi yang di jawab anggukan kepala oleh Xu Tian dan Qing Ling.


Kemudian mereka bertiga segera masuk kedalam istana.


******


Di Meja Makan.


Kaisar Qing Jiang saat ini sedang duduk bersama dengan Permaisuri Yan Li Wei menunggu kedatangan kedua anaknya dan Xu Tian.


Tidak lama kemudian mereka bertiga tiba.


" Akhirnya kalian datang, ayo segera duduk dan kita nikmati hidangan yang ada." Ucap Kaisar Qing Jiang dengan senyum ramah menyambut kedatangan mereka bertiga.


Mereka bertiga kemudian segera duduk, Qing Ling duduk di samping Ibunya sedangkan Xu Tian duduk di samping Qing Longzi.


Mereka semua segera menyantap hidangan yang sudah di sediakan oleh pelayan tanpa bersuara.


Namun Kaisar Qing Jiang selalu memperhatikan raut wajah Putrinya serta Xu Tian yang terkadang saling menatap satu sama lain.


" Semoga saja ini menjadi awal untuk kebahagiaan dirimu Ling'er." Batin Kaisar Qing Jiang dengan sedih jika mengingat bagaimana perjuangan putrinya selama ini yang tidak pernah merasakan kebahagiaan.


Setelah setengah jam terlewati, mereka semua akhirnya menyelesaikan makan malamnya.


" Ling'er.. bagaimana keputusan mu?" Ucap Kaisar Qing Jiang membuka obrolan.


" Emm..Aku menyetujuinya ayah." Jawab Qing Ling melihat Kaisar Qing Jiang kemudian beralih menatap Xu Tian.


Xu Tian pun berfikir, apakah ini saatnya dia menjelaskan alasan Qing Ling akhirnya setuju.


" Nak Tian.." Panggil Kaisar Qing Jiang, Saat melihat Xu Tian seperti sedang memikirkan sesuatu hal.


Mendengar namanya di panggil, akhirnya Xu Tian memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.


" Ah..Maafkan aku, Emm.."


" Katakanlah.." Ucap Yan Li Wei dengan suara lembut.


Xu Tian pun menarik nafasnya, kemudian menghembuskan secara perlahan sebelum menjelaskan apa yang ingin dia katakan.


" Haiss.. Mengapa begitu sulit untuk mengatakan. Baru saja aku mengatakan tidak ingin jatuh cinta terlebih dahulu, dan sekarang aku malah menghadapi situasi seperti ini." Batin Xu Tian dengan nada tak berdaya.


Awalnya dia berfikir untuk fokus terhadap perkembangan nya terlebih dahulu, baru setelah itu memikirkan tentang wanita. Tetapi yang tidak di sangka, malah dia begitu cepat menghadapi hal yang bersangkutan dengan wanita.


Xu Tian kemudian melihat ke arah semua orang. " Jadi aku disini akan menjelaskan kepada Kaisar dan Permaisuri mengapa Putri Qing Ling akhirnya bersedia, Putri Qing Ling awalnya menolak karena dia tidak ingin harga dirinya sebagai seorang wanita di rendahkan, karena bagaimanapun seorang wanita akan memperlihatkan bagian tubuhnya kepada pasangannya kelak nanti. Aku juga memahami hal tersebut." Xu Tian menghentikan ucapannya, kemudian menatap Qing Ling yang juga sedang menatap ke arahnya.


Xu Tian kemudian beralih menatap Kaisar Qing Jiang yang sedang menunggu penjelasan selanjutnya.


" Aku sebagai seorang pria akhirnya memutuskan akan menjadikan putri Qing Ling sebagai pasanganku kelak nanti, jadi aku meminta restu kepada Kaisar Qing Jiang beserta Permaisuri Yan Li Wei sebagai orang tua Putri Qing Ling untuk merestui hubungan kami."


" Aku berjanji akan menjaga dan membahagiakan nya, tetapi untuk saat ini aku masih belum cukup kuat. Maka dari itu aku akan berlatih lebih keras lagi agar pantas menjadi pendamping Putri Qing Ling di masa depan nanti."


Kaisar Qing Jiang dan Permaisuri Yan Li Wei awalnya merasa kaget mendengar ucapan Xu Tian, namun setelah melihat tekad serta keseriusan yang dimiliki oleh Xu Tian. Akhirnya mereka kembali tenang.


" Jika masalah itu, aku menyerahkan semuanya kepada putriku, karena bagaimanapun yang akan menjalani kalian berdua. Jika putriku juga setuju maka aku akan merestui hubungan kalian." Ucap Kaisar Qing Jiang kemudian melihat ke arah istrinya.


" Aku pun demikian, aku juga percaya bahwa dirimu akan menjaga putriku dengan baik." Ucap Permaisuri Yan Li Wei yang mengerti arti tatapan suaminya.


Xu Tian akhirnya dapat bernafas dengan lega setelah mendengar ucapan keduanya.


" Ling'er lalu bagaimana denganmu?" Tanya Yan Li Wei melihat ke arah putrinya.


" Emm.. Aku setuju." Ucap Qing Ling kemudian menatap Xu Tian.


" Hahahaha... Apa artinya kini aku sudah mempunyai seorang menantu?" Tanya Kaisar Qing Jiang dengan tertawa keras.


Sedangkan Xu Tian dan Qing Ling begitu malu setelah mendengar ucapan Qing Jiang.


" Gege..." Ucap Yan Li Wei menatap tajam suaminya, setelah melihat Xu Tian dan Qing Ling yang malu.


" Haha..Maafkan aku, bukankah apa yang aku katakan benar."


" Memang benar ayah, Jika begitu maka saat ini aku akan memanggilmu Adik Tian." Ucap Qing Longzi dengan menepuk bahu Xu Tian yang berada di sampingnya.


" Jika begitu, maka aku akan memanggil kakak Longzi." Ucap Xu Tian dengan senyum tipis.


" Hahahaha...." Tawa semua orang terkecuali Qing Ling yang semakin salah tingkah.


Setelah mengobrol beberapa hal lainnya, mereka semua segera kembali ke ruangan mereka masing-masing untuk segera beristirahat.


Di dalam kamar, kini Xu Tian berniat ingin membuat sebuah pil yang akan dia berikan kepada Qing Ling besok.


Xu Tian duduk dengan sikap kultivasi, kemudian segera mencari di dalam ingatannya tentang pil yang dia butuhkan.