Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch187-Formasi Empat Penjuru


Xu Tian terus melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah selatan. Setiap tempat yang dia lewati, terlihat banyak kultivator yang di arahkan oleh prajurit untuk tidak keluar dari dalam ibu kota.


Hingga Xu Tian melihat tetua yang sebelumnya mengingatkan dirinya saat berada di penginapan.


" Ternyata seorang Jenderal." Batin Xu Tian, yang terus melesat ke arah selatan.


" Namun apa yang sedang dia lakukan?" Xu Tian bertanya-tanya.


Karena sangat jarang seorang Jenderal akan pergi seorang diri, apalagi berada di penginapan.


Karena ada sesuatu yang lebih penting, Xu Tian tidak ingin memikirkan hal itu terlebih dulu. Xu Tian kemudian menambahkan kecepatannya agar segera tiba di gerbang selatan ibu kota.


" Swusshh...." Tidak lama kemudian Xu Tian tiba di gerbang selatan, kemudian segera keluar dari ibu kota dengan melewati Formasi yang terpasang di depannya.


" Sepertinya pihak kekaisaran memang sudah mempersiapkan segalanya dengan matang." Xu Tian saat melihat Formasi yang mengelilingi ibu kota.


Kemudian dirinya segera mencari pasukan yang sebelumnya di bicarakan oleh Bai Luan.


*************


Di penginapan.


Tetua dan pemuda yang sebelumnya berdebat dengan Xu Tian, kini masih tenang duduk menikmati minumannya.


" Tetua, apa kita akan segera pergi?"


" Tidak perlu terburu-buru, kita tunggu perintah selanjutnya." Jawab Tetua yang terus mengawasi orang-orang yang berada di lantai dasar penginapan.


" Baik." Kemudian duduk dengan tenang menikmati arak.


**************


Hutan Perbatasan Ibu kota.


Bai Luan yang telah tiba di hutan, segera mendekat ke arah Jenderal dan tetua yang berada di tempat tersebut.


Dengan langkah tenang, dirinya terus berjalan tanpa menghiraukan pandangan para prajurit yang menatap aneh dirinya.


" Tuan, mohon maaf sebelumnya. Kawasan ini tidak dapat di masuki oleh sembarang orang." Ucap Seorang Tetua dengan ramah.


" Siapa dia sebenarnya." Batin para prajurit, dengan terus menatap Bai Luan yang masih berdiri dengan tenang.


" Aku ingin bertemu dengan Jenderal kalian." Ucap Bai Luan, yang kemudian melangkahkan kakinya.


" Tuan! Mohon anda tidak memaksakan diri, atau kami aka-..."


" Swusshh...." Belum sempat tetua itu menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba aura yang cukup kuat keluar dari dalam tubuh Bai Luan.


" Sudah aku katakan sebelumnya, jika kalian masih menghalangi jalanku, maka jangan salahkan aku jika kalian semua akan terluka." Bai Luan dengan menambahkan tekanannya.


Di tempat para Jenderal.


" Tetua." Ucap seorang Jenderal saat merasakan aura yang cukup kuat.


Keempat tetua yang bersamanya menganggukan kepala, kemudian mereka semua segera keluar dari barak menuju di mana asal aura itu berada.


" Swusshh...., Swusshh...." Jenderal dan Keempat tetua tiba di tempat Bai Luan.


" Jangan bertindak gegabah." Salah satu tetua mengingatkan melalui telepati.


" Baik."


Tetua yang memperingati mereka segera berjalan ke arah Bai Luan.


Bai Luan yang melihat itu hanya diam tanpa ekspresi menatap tetua yang tersenyum ramah ke arahnya.


" Tuan, jelaskan kepada kami tujuan tuan datang ke tempat ini." Ucap tetua itu saat berada sekitar satu meter dari tempat Bai Luan.


Mereka yang mendengar apa yang di katakan oleh Bai Luan hanya terdiam dan bingung.


" Apa maksud tuan?" Tanya Jenderal, membuka suara.


" Tuanku sudah mempersiapkan formasi untuk kalian gunakan, karena formasi yang saat ini ada masih memiliki banyak kelemahan. Memang benar jika formasi ini sulit untuk di ketahui oleh orang, namun tidak dengan pertahanan yang di milikinya." Jelas Bai Luan, dengan menatap ke arah pusat formasi yang tidak jauh dari tempat dirinya berada.


Jenderal dan para tetua terdiam mendengar ucapan Bai Luan, kemudian mengikuti pandangan Bai Luan yang mengarah pada pusat formasi.


Bai Luan tersenyum. " Aku yakin jika kalian telah mengorbankan banyak harta untuk membuat formasi ini, hanya saja saat ini kalian telah kehabisan harta yang mampu memperkuat formasi yang ada."


Sang Jenderal melihat ke arah Bai Luan. " Yang tuan katakan memang benar, namun kami masih ra-..."


" Apa kalian merasakan formasi ini telah di lewati oleh seseorang beberapa jam yang lalu?" Ucap Bai Luan memotong ucapan Jenderal.


" Benar, apa.."


" Apa yang kalian pikirkan benar, aku dan tuanku lah yang telah melewati formasi ini." Kemudian Bai Luan segera menjelaskan perintah yang sebelumnya di berikan oleh Xu Tian kepada dirinya.


Meski mereka semua tidak mengetahui dengan jelas tentang rencana yang di katakan oleh Bai Luan, namun dari penjelasan itu mereka dapat mengerti beberapa hal yang kini memang menjadi kelemahan pihak kekaisaran.


Karena Bai Luan menawarkan bantuan itu kepada mereka, akhirnya mereka semua menyetujui apa yang di rencanakan oleh Xu Tian.


" Tuan mohon bantuannya." Ucap para tetua dan juga Jenderal dengan hormat.


Bai Luan menganggukan kepala, kemudian segera melakukan tugasnya. Begitupun mereka semua yang segera melakukan persiapan untuk membuat formasi baru.


*************


Di tempat lain.


Xu Tian dapat melihat pasukan yang cukup besar berada di balik formasi.


Dirinya terdiam, dan mencoba mencerna semua yang terjadi. Hingga kemudian Xu Tian tersenyum.


" Cukup cerdik, bukan hanya memanfaatkan badai yang akan terjadi, namun mereka juga telah mempersiapkan diri untuk melakukan kekacauan di ibu kota dengan menggunakan orang-orang yang berada di dalamnya." Ucap pelan Xu Tian, dengan menatap beberapa jebakan yang di persiapkan oleh pasukan itu.


Dirinya kini memahami alasan dari tetua dan pemuda yang berada di penginapan yang terus mencoba membuat para kultivator meninggalkan ibu kota.


Dengan para kultivator keluar, maka hal itu akan menjadi kesempatan bagi mereka membuat kekacauan di luar ibu kota dan memancing pihak Kekaisaran membagi fokusnya.


Hal ini akan mempermudah mereka untuk merangsak masuk ke dalam ibu kota. Di tambah lagi dengan pasukan yang berada di empat tempat lainnya.


Xu Tian yang sudah memahami rencana mereka kemudian segera mencari tempat yang cocok untuk dirinya membuat formasi.


" Swusshh....." Dirinya melesat mencari pohon tertinggi yang berada di tempat tersebut.


Setelah menemukan pohon yang cocok, kemudian Xu Tian segera melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.


" Aku harus segera menuju tempat lainnya." Batin Xu Tian, yang kemudian segera pergi meninggalkan tempat itu menuju ke arah barat dan timur ibu kota.


" Swusshh....." Xu Tian tiba di bagian timur, kemudian segera melakukan hal yang sama. Kemudian segera pergi menuju ke arah barat untuk membuat formasi yang terakhir.


Lima jam kemudian, Xu Tian akhirnya selesai membuat formasi yang akan menjadi titik pusat pertahanan ibu kota.


Karena dirinya tidak mengetahui sekuat apa badai yang akan terjadi, Xu Tian akhirnya lebih memilih menggunakan formasi empat penjuru mata angin sebagai pertahanan mutlak.


Karena hari sudah larut, Xu Tian segera pergi untuk kembali menuju penginapan.


" Swusshh....."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan Lupa mampir ke karya terbaruku.


" Pewaris Sky Group " Mohon dukungannya. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻