Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch172-Sosok Misterius


" Swushh....." Udara di ruangan itu pun tiba-tiba menjadi begitu mencekam, aura yang di lepaskan Xu Tian membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan begitu tertekan.


Yan Li Kun dan beberapa orang yang sebelumnya telah melihat bagaimana kekuatan Xu Tian pun mencoba untuk membuka suara, namun seberapa keras mereka mencoba, mereka selalu gagal.


Mereka yang sebelumnya mengetahui kekuatan Xu Tian yang sesungguhnya pun merasa begitu kaget, karena aura yang di lepaskan Xu Tian bahkan lebih kuat dari sebelumnya.


" Lemah!" Ucap Xu Tian dengan menatap tajam semua orang.


" Hanya melalu aura yang aku lepaskan saja kalian semua sudah terlihat begitu menyedihkan! Lalu bagaimana jika kalian menerima kemarahan dari orang-orang Kekaisaran Qing? Bukankah kalian semua terlalu naif dan memandang tinggi diri kalian?"


Semua orang yang mendengar perkataan Xu Tian hanya mampu mengutuk di dalam hati tanpa dapat melakukan pergerakan sedikit pun.


" Mungkin kali ini aku bisa melepaskan kalian! Tapi sekali lagi kalian bertindak di luar batas dan masih menetapkan peraturan sampah itu! Yakinlah jika aku akan datang untuk meratakan kota Yan ini!" Ucap Xu Tian yang kemudian menarik kembali auranya, lalu segera melangkahkan kakinya keluar dari aula istana.


Xu Tian sebenarnya tidak ingin melepaskan mereka, hanya saja dirinya teringat dengan Permaisuri Yan Li Wei, jika saja tidak memandang calon mertuanya itu, mungkin Xu Tian telah menghabisi mereka semua.


Xu Tian yang berjalan ke arah pintu pun kemudian menghentikan langkahnya.


" Aku tidak mengetahui apa hubungan kalian dengan Permaisuri Yan Li Wei, namun jika kalian mengusik ketenangannya, maka aku akan menghancurkan kalian beserta orang-orang Klan!" Ucap Xu Tian tanpa membalikan badannya.


Setelah mengatakan hal itu, Xu Tian segera pergi meninggalkan semua orang yang hanya dapat menundukkan kepala.


Setelah kepergian Xu Tian, Yan Li Kun menatap semua orang dengan penuh kemarahan.


" Apa kalian mengetahui di mana letak kesalahan kalian hah...!!"


" Cih! Dia hanya seorang diri, kita memiliki banyak pasukan. Jika perlu kita meminta leluhur untuk melawannya!" Ucap salah satu petinggi.


" Dhuaaarrrr....." Jenderal yang sebelumnya ikut dengan Yan Li Kun pun melepaskan pukulan ke arah wajah petinggi tersebut.


" Apa kau ingin Klan Yan dan Kota Yan hancur!"


" Jenderal.. hentikan!" Ucap Yan Li Ang, meminta sang Jenderal menghentikan gerakannya yang ingin menghajar kembali tetua tersebut.


" Tap-..."


" Jenderal tenanglah, apa yang di katakan Li Ang benar. Fokus kita saat ini memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat." Ucap Yan Li Kun, mencoba menenangkan sang Jenderal.


" Baik..." Ucap Jenderal, dengan pandangan menatap ke arah petinggi yang menundukkan kepala menahan rasa sakit.


Melihat kondisi di dalam ruangan sudah sedikit mencair, Yan Li Kun kemudian meminta Yan Li Ang untuk mengejar Xu Tian.


" Adi Ang, kau temui tuan muda Tian. Jelaskan kepadanya tenang kesalahpahaman ini." Yan Li Kun berbicara melalui telepati.


Yan Li Ang pun menganggukan kepala, kemudian segera keluar dari aula istana dengan di ikuti pandangan bingung semua orang yang ada di dalam ruangan.


************


Di tempat lain.


Xu Tian yang telah meninggalkan istana kota pun bergerak ke arah Utara. Dengan tenang dirinya melesat sambil mengawasi tempat di sekitarnya.


Hingga tidak lama kemudian, dirinya melihat sebuah kedai kecil yang berada tidak jauh dari gerbang kota.


" Sudah lama aku tidak bersantai, masih ada waktu satu Minggu lagi sebelum reruntuhan kuno terbuka." Ucap Xu Tian, yang kemudian segera turun ke bawah.


Melihat kedatangan Xu Tian, seorang pelayan pun segera menyambut kedatangannya.


" Tuan muda, silahkan.." Ucap pelayan dengan mempersilahkan Xu Tian masuk ke dalam kedai.


Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian mengikuti pelayan.


Setelah mendapatkan tempat duduk yang berada di pojok, Xu Tian dengan tenang melihat para pengunjung lainnya.


" Tuan muda-..."


" Aku ingin makanan dan arak tebaik.." Ucap Xu Tian dengan cepat.


Setelah kepergian pelayan, Xu Tian pun mencoba mendengarkan pembicaraan orang-orang yang berada di dalam kedai.


" Apa kau mengetahui sosok yang sebelumnya bertarung melawan Klan Mu?" Tanya pemuda yang menggunakan pakaian hijau.


" Tentu saja, diriku berada di tempat kejadian dan melihat dengan jelas kekuatan yang di miliki pemuda tersebut." Ucap Rekannya dengan bersemangat.


" Saudara benarkah?" Ucap pemuda yang berada di meja lain.


" Benar saudara."


" Jika begitu, bolehkah aku bergabung dengan kalian? Aku sangat penasaran dengan pertarungan yang terjadi sebelumnya."


" Tentu saja saudara.."


Semua orang yang berada di kedai pun segera mendekat ke arah pemuda yang sebelumnya mengatakan jika dirinya berada di tempat kejadian.


Pembicaraan mereka semua pun dapat di dengar Xu Tian, dirinya hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepala.


" Hais... padahal sudah beberapa hari berlalu." Desah Xu Tian dengan helaan nafas.


" Benar nak, namun pertarungan itu sangat membekas di benak semua orang." Ucap seorang pria paruh baya yang tiba-tiba berada tidak jauh dari tempat Xu Tian.


Xu Tian yang tidak dapat merasakan kehadiran pria paruh baya itu pun sedikit kaget, namun sesegera mungkin menenangkan dirinya.


Pria paruh baya yang melihat reaksi Xu Tian pun tersenyum ramah.


" Tidak perlu berpikiran yang tidak-tidak, aku bukan orang jahat." Ucap Pria paruh baya tersebut, yang kemudian ikut duduk di meja Xu Tian.


" Senior, jika boleh tahu, siapa senior?"


" Aku hanya pengembara yang tidak sengaja melewati kedai ini nak."


Xu Tian menganggukkan kepala, meski masih banyak yang ingin di tanyakan.


" Namamu Xu Tian bukan?"


" Benar senior, nama junior Xu Tian." Jawab Xu Tian dengan tenang.


" Tidak heran jika dirimu memiliki kemampuan yang tinggi." Ucap pria paruh baya dengan tersenyum menatap ke arah Xu Tian.


Xu Tian sendiri begitu kaget. " Apa dia melihat pertarunganku sebelum nya." Batinnya.


Namun yang membuat Xu Tian kaget bukan hal itu, tetapi bagaimana pria paruh baya itu mengatakan sesuatu yang membuat dirinya begitu penasaran.


Setelah mengetahui jika dirinya berasal dari Klan Xu, pernyataan pria paruh baya itu seakan dirinya telah bertemu dengan orang yang juga berasal dari Klan nya.


" Senior, jika aku boleh tahu, apa yang senior maksud sebelumnya?" Tanya Xu Tian dengan menatap serius ke arah pria paruh baya itu.


Namun sebelum pria paruh baya itu menjawab pertanyaan Xu Tian, tiba-tiba pelayan datang menghampiri dengan membawa pesanan yang sebelumnya di pesan Xu Tian.


" Tuan muda, maaf karena telah membuat tuan muda menunggu lama." Ucap pelayan yang datang bersama rekannya.


Kemudian segera meletakkan pesanan Xu Tian di atas meja.


" Kau akan mengetahuinya nanti." Ucap sebuah suara yang menggema di dalam pikirannya.


Xu Tian yang mendengar suara tersebut pun segera melihat ke arah tempat di mana pria paruh baya yang sebelumnya duduk di depannya.


" Kemana senior itu pergi?" Ucap pelan Xu Tian, karena kini hanya tersisa dirinya dan pelayan.


" Tuan muda, selamat menikmati." Ucap Pelayan membuyarkan lamunan Xu Tian.


" Ah... Terima kasih.." Ucap Xu Tian, yang masih bingung dengan apa yang terjadi sebelumnya.