Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch207-Kembali Ke Kota Awan Biru


Dunia Jiwa.


Xu Tian yang sedang tidur pun membuka kedua matanya.


" Sebaiknya aku membersihkan diriku terlebih dulu." Xu Tian segera bangkit untuk membersihkan dirinya.


Hingga setengah jam kemudian, Xu Tian telah rapih dengan menggunakan pakaian berwarna biru muda, dirinya keluar dari Istana Naga.


Dengan langkah tenang dirinya menuju pintu.


Ceklek..


Terlihat di depan pintu sudah ada Jin Kai yang menatap ke arahnya dengan hormat.


" Tuan muda." Sapa Jin Kai dengan menundukkan kepala.


" Jin Kai, bagaimana dengan latihanmu?"


" Semua berjalan dengan lancar, kini saya telah berada pada ranah Nirwana 3." Jawab Jin Kai dengan bahagia.


Xu Tian tersenyum menatap ke arah Jin Kai.


" Sepertinya sudah saatnya kau ikut dalam pasukan naga. Nanti aku akan meminta saudara Xu Feng untuk mengarahkan dirimu."


" Baik tuan muda, saya sudah siap!" Jin Kai dengan tegas.


" Baik, mari kita segera keluar dari dunia jiwa." Kemudian Xu Tian segera membuka gerbang dunia jiwa agar Jin Kai dapat keluar.


" Swusshh....." Sebuah cahaya muncul, kemudian Xu Tian segera meminta Jin Kai masuk ke dalamnya.


" Swusshh...." Tubuh keduanya menghilang dari dunia jiwa yang kemudian muncul di dalam kamar.


Keduanya kemudian segera keluar dari dalam kamar.


Dengan tenang Xu Tian berjalan ke arah kasir untuk memberikan kunci kamarnya.


Pelayan yang sebelumnya menyambut dan mengantarkan Xu Tian pun menatap dengan bingung.


Karena sebelumnya Xu Tian datang seorang diri, namun sekarang dirinya bersama seorang pemuda.


" Pelayan terima kasih." Xu Tian dengan meletakkan kunci, kemudian segera pergi dari hadapan pelayan.


Jin Kai yang di belakangnya pun mengikuti Xu Tian keluar dari penginapan. Sedangkan pelayan baru tersadar saat Xu Tian telah menghilang dari pandangannya.


*************


Xu Tian yang baru saja meninggalkan penginapan segera memberikan kabar kepada Xu Feng untuk menemui dirinya.


Awalnya Xu Tian ingin menuju Klan Yan, namun setelah kejadian sebelumnya membuat dia memutuskan untuk pergi menuju kediaman Klan Xu yang saat ini menjadi Klan Cabang di kota awan biru.


" Tuan muda." Panggil Jin Kai saat melihat Xu Tian selalu melamun.


Xu Tian yang mendengar panggilan Jin Kai pun segera tersadar.


" Kita akan menunggu Xu Feng yang sedang ke sini, kau akan ikut bersamanya karena aku masih memiliki urusan lain." Ucap Xu Tian.


" Baik tuan muda."


Mereka berdua kemudian berjalan dengan santai menikmati pagi hari yang sejuk di kota Yan.


Hingga tidak lama kemudian Xu Feng datang bersama dua orang anggota pasukan naga.


" Pemimpin." Ketiganya memberikan salam kepada Xu Tian saat tiba di depannya.


Xu Tian tersenyum, kemudian segera memperkenalkan Jin Kai kepada mereka.


" Jin Kai, kau ikut dengan mereka." Xu Tian menatap ke arah Jin Kai.


Jin Kai pun menganggukan kepala.


" Apakah pemimpin tidak ikut bersama kami?" Tanya salah satu anggota pasukan naga.


Sedangkan Xu Feng hanya menatap Xu Tian dalam-dalam, dirinya mulai merasa gelisah.


" Saudara."


" Tenanglah, aku hanya ingin berlatih di suatu tempat." Xu Tian mencari alasan.


" Baik." Ucap Xu Feng tanpa bertanya lagi.


Xu Feng kemudian segera meminta kedua anggota pasukan naga dan Jin Kai kembali ke markas yang sudah mereka bangun.


" Pemimpin, kami pamit undur diri." Mereka semua dengan hormat, kemudian segera pergi dari hadapan Xu Tian.


" Swusshh....." Mereka berempat melesat dengan cepat.


Xu Tian yang masih berdiri menatap ke arah kepergian mereka pun kemudian segera ikut pergi menuju benua timur.


" Swusshh....." Xu Tian melesat dengan kecepatan tinggi, dirinya berniat segera tiba di tempat yang sebelumnya terlihat di dalam pikirannya.


**********


Hari demi hari terlewati, tidak terasa tiga hari sudah berlalu dan kini Xu Tian sudah berada di Benua Timur tepatnya di perbatasan hutan Klan Xu tempat di mana dirinya pertama kali berlatih bertemu dengan Feng Huang dan Feng Louzhi.


Xu Tian yang baru saja tiba di tempat itu tersenyum dengan menatap tempat di sekitarnya.


" Jika saja aku tidak datang ke tempat ini mungkin saat ini aku masih menjadi seorang sampah." Ucap Xu Tian pelan dengan terus berjalan.


Hingga dirinya tiba di jurang tempatnya terjatuh.


" Suatu saat nanti aku akan mencoba masuk kembali ke tempat itu, namun untuk sekarang sebaiknya aku segera menuju halaman belakang Klan Xu untuk mencari keberadaan batu itu." Xu Tian kemudian segera pergi.


" Swusshh....." Xu Tian kembali melesat dengan kecepatan tinggi.


Setelah kepergian Xu Tian, terlihat sebuah cahaya muncul yang kemudian berubah menjadi bayangan seseorang.


" Kau kini sudah semakin kuat, namun itu semua hanyalah bagian kecil yang baru saja kau capai. Aku harap kau dapat melewati ini semua dengan takdirmu sendiri seperti apa yang sudah kau katakan sebelumnya." Bayangan itu berbicara dengan menatap ke tempat Xu Tian pergi.


" Semoga saja orang-orangmu tidak putus asa saat mengetahui hal ini." Bayangan itu tersenyum, kemudian berubah menjadi cahaya dan menghilang.


***********


Kota Awan Biru.


Xu Tian dengan tenang terus berjalan menikmati suasana kota kelahirannya.


" Sudah banyak perubahan di tempat ini, bahkan para kultivator di kota ini semakin kuat." Ucap Xu Tian dengan puas atas kinerja Feng Louzhi yang berkerja sama dengan rumah lelang awan biru.


Alasan Xu Tian melakukan ini semua agar semua orang memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya dari segala kekejaman dunia ini.


Meski hal tersebut cukup beresiko karena di dunia ini akan ada putih maka akan ada hitam, bagaimana yang dapat mendapatkan sumber daya itu bukan hanya orang-orang baik saja tetapi mereka yang memiliki sifat jahat.


Xu Tian sudah memikirkan cara dengan menyebarkan pasukan naga untuk meminimalisir kejadian tersebut, karena musuh utama dunia ini adalah pasukan iblis yang mana musuh mereka semua.


Karena Xu Tian yakin jika para kultivator aliran hitam pun tidak ingin dunia nya di kuasai oleh para iblis itu.


Setelah berjalan beberapa menit, Xu Tian akhirnya tiba di kediaman Klan Xu.


Tanpa menunggu lama dirinya segera menuju halaman belakang Klan Xu yang sebelumnya menjadi tempat bangunan Istana Xufelong.


" Klan Xu cabang bahkan memiliki kekuatan cukup besar, pantas saja kota ini terlihat begitu aman untuk siapapun itu."


Hingga Xu Tian akhirnya tiba di tempat yang tidak asing untuknya, di mana tempat itu sama persis dengan apa yang ada di dalam ingatannya.


" Aku tidak dapat melihat batu besar itu, apa di tempat ini terdapat sebuah formasi?" Xu Tian bertanya-tanya.


Xu Tian tidak dapat merasakan adanya sebuah formasi, hingga saat dirinya sedang berfikir tiba-tiba sebuah cahaya berwarna emas terlihat.


Dengan segera Xu Tian mendekat ke arah cahaya tersebut.


" Apa ini.."