
" Tuan muda." Jenderal besar dengan nada memohon, menatap ke arah Xu Tian.
Sedangkan Kaisar Bing dan yang lainnya hanya terdiam menatap apa yang di lakukan oleh Jenderal besar.
" Jenderal, aku yakin kau mampu menyelesaikan masalah ini sendiri. Aku minta maaf karena tidak dapat membantumu. Suatu saat aku akan kembali menemui Jenderal, dan semoga saja pada saat waktu itu tiba, Jenderal sudah dapat membangun Kekaisaran ini lebih baik lagi." Xu Tian dengan tenang, kemudian melanjutkan berjalan keluar dari dalam ruangan.
Bai Luan dan Shang Bersaudara pun mengikuti Xu Tian di belakangnya.
Setelah kepergian Xu Tian dan orang-orangnya, Jenderal besar dan Tetua Ji menatap semua orang.
" Kaisar, masalah mengenai penghianatan leluhur Bing Ho telah di ketahui. Aku meminta Kaisar untuk tidak bersikap lunak dan dapat berpikir dengan cerdas untuk menyelesaikan masalah dan kekacauan ini." Jenderal Besar dengan tegas.
" Apa yang di katakan Jenderal Besar benar, Kaisar sudah melihat sendiri bagaimana kemampuan yang di miliki tuan muda dan orang-orangnya. Mereka bahkan masih memberikan pengampunan kepada kita, aku Tetua Ji memohon Kaisar untuk segera memperbaiki semua ini." Tetua Ji menimpali.
Kaisar Bing Qing terdiam, dirinya sedang sibuk mencoba mencari jalan keluar dari semua masalah yang terjadi.
" Aku bahkan belum sempat mengucapkan terima kasih kepadanya. Bukan hanya membantu melindungi Ibu kota, bahkan dia juga membongkar penghianatan dari orang yang begitu aku percayai." Kaisar Bing Qing membatin.
Semua orang menatap Kaisar Bing Qing untuk menunggu perintah selanjutnya.
" Jenderal besar, Tetua Ji, mohon bantuan kalian untuk menjalankan tugas ini. Dan untuk kalian semua bantu Jenderal besar dan Tetua Ji untuk membangun Ibu kota menjadi lebih baik lagi."
" Kaisar, lalu bagaimana dengan anda?" Tanya salah satu Tetua.
" Mungkin aku akan melakukan latihan tertutup untuk menenangkan pikiranku terlebih dahulu, setelah aku keluar dari latihan tertutup, mari kita mulai semuanya dari awal. Dan aku tegaskan kepada kalian untuk menerima tuan muda dengan sebaik mungkin jika dia berada di Ibu kota ini." Kaisar Bing Qing menyampaikan kepada mereka semua.
Semua orang menganggukan kepala dengan semangat. " Baik Kaisar." Ucap mereka serempak.
Mereka semua mulai menyusun rencana yang akan mereka lakukan. Dari kejadian ini mereka belajar banyak, hingga di dalam hati mereka kini mulai tumbuh rasa kesetiaan dan semangat yang membara untuk membangun kekuatan lebih baik lagi di Kekaisaran Bing ini.
**********
Di tempat lain.
Xu Tian dengan tenang berjalan di sekitar ibu kota, Bai Luan dan Shang Bersaudara masih terus mengikutinya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Hingga tidak lama kemudian, mereka memasuki sebuah kedai yang berada di pinggir jalan.
" Tuan-tuan, silahkan." Seorang pelayan wanita menyambut kedatangan mereka dengan ramah.
" Pelayan, aku ingin memesan arak terbaik." Ucap Xu Tian, yang kemudian mencari tempat yang masih kosong.
Pelayan pun segera menyiapkan pesanan Xu Tian.
Xu Tian yang sedang duduk menatap ke arah Bai Luan dan Shang bersaudara dengan tersenyum tipis.
" Katakanlah jika kalian ingin bertanya, jangan sampai aku melihat wajah bodoh kalian itu." Xu Tian dengan terkekeh.
Sedangkan Bai Luan dan Shang bersaudara hanya tersenyum kecut dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Ehemm.. tuan muda, apa yang sebenarnya tuan muda rencanakan?" Tanya Bai Luan, mewakili pertanyaan dari mereka semua yang begitu penasaran.
" Aku hanya ingin mereka belajar dari kesalahannya."
" Membantu orang lain tidak harus memberikan sumber daya atau barang apapun itu, dan membantu orang lain tidak harus juga kita berada di tempat itu." Xu Tian menghentikan kata-katanya.
" Apa kalian tahu? membantu orang lain dapat di lakukan dengan banyak cara, seperti yang aku lakukan hari ini, dengan membangkitkan semangat dan memberikan motivasi kepada mereka agar menjadi lebih baik lagi adalah bantuan yang tidak terlihat namun dapat di rasakan saat kita dapat memahami dengan benar. Jadi kalian tidak perlu khawatir, suatu saat nanti kita akan kembali setelah mereka mampu melakukan semua itu. Aku tidak ingin mereka menjadi orang yang bergantung hanya mampu mengandalkan orang lain, apalagi mereka adalah orang-orang penting benua utara ini." Xu Tian menjelaskan kepada mereka semua.
Bai Luan dan Shang bersaudara yang mendengar ucapan Xu Tian pun terdiam, hingga beberapa saat kemudian mereka menatap Xu Tian dengan kagum.
" Jangan menatapku seperti itu." Xu Tian dengan menggelangkan kepalanya.
Hingga saat mereka sedang mengobrol, datang seorang pelayan membawakan pesanan Xu Tian sebelumnya.
" Tuan-tuan, silahkan.." Ucap Pelayan kemudian segera meletakkan pesanan di atas meja.
" Selamat menikmati, saya permisi." Pelayan dengan hormat, kemudian pergi.
" Terima kasih." Ucap Xu Tian dengan tersenyum, kemudian segera menuangkan arak ke dalam gelas.
" Tuan muda, biarkan saya saja." Ucap Bai Luan, yang di balas gelengan kepala.
" Biar aku saja." Xu Tian kemudian memberikan gelas yang sudah di isi dengan arak ke arah Bai Luan.
" Minumlah.."
Bai Luan mengambil gelas yang di berikan oleh Xu Tian, kemudian segera menenggaknya.
Mereka pun akhirnya mengobrol dengan menikmati arak.
" Tuan muda, lalu kemana rencana kita selanjutnya?" Tanya Shang Hai yang sudah begitu penasaran.
" Hmm... mungkin kita akan menemui orang-orangku yang berada di Klan Yan. Setelah itu aku akan pergi menuju Benua Barat terlebih dahulu." Ucap Xu Tian setelah berfikir beberapa saat.
" Klan Yan?" Bai Luan dengan bingung.
Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian menjelaskan kepada mereka mengenai rencana dirinya pergi ke Klan Yan.
Bai Luan dan Shang bersaudara pun menganggukan kepala setelah mendengar penjelasan Xu Tian.
" Lalu apa tuan muda tidak akan membawa Putri Qing Ling?" Tanya Bai Luan, karena dari cerita Xu Tian sebelumnya mengatakan jika dia memiliki seorang kekasih yang sekarang sudah menjadi tunangannya.
" Tidak untuk sekarang, aku ingin melihat sejauh mana dia mampu melakukan hal yang saat ini sedang di kerjakannya. Mungkin saat aku pergi ke Benua Selatan baru aku akan mengajaknya untuk ikut bersamaku."
Mereka pun terus melanjutkan obrolan, hingga waktu sudah menunjukkan sore hari, mereka kembali menuju penginapan yang sebelumnya di tempati.
" Swusshh....." Mereka semua melesat dengan kecepatan sedang menuju penginapan, hingga tidak lama kemudian mereka tiba.
Xu Tian segera masuk ke dalam kamarnya, kemudian masuk ke dalam dunia jiwa.
Sedangkan Bai Luan dan Shang bersaudara menempati kamar lainya.
Dunia Jiwa.
" Swusshh...." Tubuh Xu Tian muncul di dalam dunia jiwa, kemudian segera masuk ke dalam istana naga untuk beristirahat sebelum esok hari melanjutkan perjalanan menuju Klan Yan menemui yang lainnya.