Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch100-Hutan Kematian


Dari informasi yang di katakan oleh Ming Xiyue sebelumnya, dirinya mengatakan bahwa Klan Ming saat ini bersembunyi di dalam hutan kematian. Dimana hutan tersebut terdapat banyak hewan buas yang mempunyai kekuatan Ranah Raja hingga Nirwana.


Jika memang Klan Ming berada di tempat yang cukup berbahaya, Xu Tian berfikir jika Klan Ming masih mempunyai sebuah teknik rahasia sehingga mampu memasuki hutan kematian, bahkan mendirikan bangunan untuk bersembunyi di sana.


" Jika begitu, kita segera berangkat menuju hutan kematian sekarang." Ucap Xu Tian kemudian segera bersiap untuk pergi, namun Long Hei mengatakan jika lebih baik Xu Tian dan lainnya naik ke atas punggungnya agar dapat tiba di hutan kematian dengan cepat.


Xu Tian pun setuju dengan apa yang di katakan oleh Long Hei, sedangkan Ming Xiyue terlihat bingung, karena dirinya belum mengetahui identitas Long Hei.


Long Hei kemudian segera menjauh mencari tempat yang cukup luas, hingga beberapa saat kemudian mengubah tampilannya menjadi Naga.


Ming Xiyue mundur beberapa langkah, dengan ekspresi yang begitu kaget melihat apa yang terjadi di depan matanya.


Xu Cang, Xu Jin dan lainnya hanya tersenyum lucu melihat ekspresi Ming Xiyue yang begitu lucu.


" Nona, anda tidak perlu merasa kaget. Jika anda mengetahui semua rahasia yang di miliki oleh saudaraku mungkin nona akan jatuh pingsan." Ucap Xu Cang menatap Ming Xiyue.


Ming Xiyue sendiri begitu malu mendengar ucapan Xu Cang, apalagi wajah keduanya begitu dekat.


Xu Tian sendiri tidak terlalu memperdulikan obrolan mereka, lalu segera menuju ke arah Long Hei begitupun yang lainnya.


Setelah semua orang naik ke atas punggung Long Hei, kemudian Xu Tian meminta segera bergerak ke arah hutan kematian berada, tidak lupa juga dirinya membuat perisai agar semua orang tidak merasakan tekanan dan tetap aman berada di atas punggung Long Hei.


Di atas langit, Xu Tian tertawa kecil di dalam hatinya melihat ekspresi mereka.


" Long Hei, gunakan kecepatan penuh untuk tiba di hutan kematian."


" Baik tuan muda." Lalu melesat dengan kecepatan tinggi.


Di dalam perjalanan, Long Hei pun menanyakan tentang beberapa hal kepada Xu Tian.


" Tuan muda, lalu bagaimana dengan pasukan yang berada di perbatasan?"


" Aku meminta mereka untuk membangun barak pasukan terlebih dahulu." Lalu Xu Tian menjelaskan alasan dirinya meminta mereka untuk bersiap di perbatasan.


" Tuan muda, apa tuan muda yakin tidak memerlukan bantuan diriku dan saudara Louzhi?" Long Hei berharap dirinya dapat ikut bertarung dalam penyerangan nanti.


" Emm... Sepertinya tidak. kau tidak perlu khawatir, di masa depan kau juga dapat bertarung bersamaku, karena bagaimanapun perjalanan kita masih begitu panjang." Jelas Xu Tian mencoba memberi pengertian kepada Long Hei.


Jika ingin menghancurkan lawan dengan mudah, maka Xu Tian sebenarnya tidak perlu terlalu repot untuk turun tangan sendiri. Hanya saja dirinya tidak ingin mengandalkan kekuatan ketiga bawahannya, karena bagaimanapun dirinya harus mampu menghadapi segala bahaya yang ada dengan mengandalkan kemampuannya sendiri.


Long Hei pun hanya dapat menuruti perintah Xu Tian, dia begitu bersyukur mendapatkan tuan yang begitu luar biasa karena tidak mengandalkan kemampuan orang lain.


Setelah menempuh perjalanan selama lima jam, mereka akhirnya tiba di pinggir hutan kematian. Xu Tian pun meminta Long Hei untuk segera turun.


Setelah semua orang turun dari atas punggung, Long Hei pun segera mengubah tampilannya kembali menjadi manusia.


" Tuan muda." Ucap Long Hei, karena dirinya dapat merasakan jika sedang terjadi sebuah pertarungan.


" Aku mengerti." Lalu meminta semua orang untuk mengikuti dirinya.


Setelah berjalan beberapa kilo meter jaraknya, Xu Tian kemudian menghentikan gerakannya.


Semua orang menatap dengan bingung. Namun baru saja mereka ingin bertanya, tiba-tiba terdengar sebuah ledakan tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.


" Saudara." Panggil Xu Cang yang sedang melihat sebuah pertarungan tidak jauh dari mereka.


" Kita awasi terlebih dahulu." Ucap Xu Tian. Dengan tenang Xu Tian bergerak dan menjaga jarak dengan kelompok yang sedang bertarung melawan beberapa hewan buas tingkat Kaisar.


Ming Xiyue sendiri begitu kaget saat melihat bahwa di antara orang-orang yang sedang bertarung ternyata salah satunya adalah tetua Klan Ming yang dia kenal.


" Tuan muda, aku mengenal pria paru baya yang sedang terluka." Ming Xiyue menunjuk seseorang yang sedang memulihakan diri.


Xu Tian mencoba mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjukan oleh Ming Xiyue.


" Swushh...." Xu Tian segera melesat menuju pertempuran.


Dengan gerakan yang cukup cepat, Xu Tian segera menyerang pria berpakaian serba hitam yang sedang melawan hewan buas.


" Dhuaaarrrr...." Serangan Xu Tian menghantam tubuh salah satu pria berpakaian hitam.


" Arghh...!!! B*jingan siapa yang dengan berani ikut campur!" Teriak salah satu rekannya begitu marah.


Xu Tian kemudian mundur beberapa langkah kebelakang, lalu dirinya menatap kearah Xu Cang meminta agar dia membantu tetua dan beberapa orang yang sedang terluka.


Melihat jika Xu Tian sama sekali tidak menganggap dirinya, membuat orang-orang berpakaian serba hitam begitu marah, lalu segera menyerang ke arah Xu Tian.


" Dhuaaarrrr....."


" Dhuaaarrrr....."


Suara ledakan akibat kedua serangan yang saling bertabrakan pun terdengar.


" Sangat kuat." Batin orang berpakaian serba hitam saat beradu pukulan dengan Xu Tian, dirinya tidak menyangka akan terpukul mundur beberapa langkah.


para anggota Faksi tidak tinggal diam mereka membagi tugas, Wuya dan Jingmi membantu Xu Tian untuk mengahadapi musuh, sedangkan yang lainnya membantu orang-orang yang terluka.


Sedangkan tetua dan anggotanya yang sedang terluka begitu bingung melihat hal yang terjadi, mereka tidak menyangka jika ada kelompok lain yang akan membantunya.


" Pulihkan diri kalian, nanti aku akan menjelaskan." Ucap Ming Xiyue yang mendekati tetua yang terluka.


Tetua tersebut mematung dengan ekspresi penuh kesedihan mendengar suara tersebut, kemudian segera mencari sumber suara.


" Putri Xiyue, apakah benar ini anda?." Tanya tetua tersebut dengan meneteskan air mata.


" Benar paman, ini aku." Lalu segera memeluk tetua yang di panggilnya paman.


" Maafkan paman, karena tidak dapat menjagamu dengan baik." Tetua tersebut dengan suara bergetar.


" Paman Zhu, sebaiknya paman segera memulihkan diri paman, kita masih memiliki banyak waktu untuk mengobrol nanti."


Tetua yang tidak lain adalah Tetua Ming Zhu pun menganggukan kepala, lalu segera meminum pil yang di berikan oleh Xu Cang sebelumnya.


" Swushh...." Xu Tian bergerak dengan cepat mengarahkan sebuah tapak.


" Tapak Dewa Naga!" Sebuah tapak berwarna emas muncul, lalu menghantam pria berpakaian serba hitam yang ada di depannya.


" Dhuaaarrrr...." Pria berpakaian hitam terlempar hingga belasan meter, terlihat darah mengalir di seluruh tubuhnya.


Xu Tian tidak berhenti di situ saja, dirinya segera kembali bergerak melesatkan pukulan ke arah lawan.


Wuya dan Jingmi sendiri menghadapi lawan yang memiliki tingkat kultivasi lebih rendah, karena mereka berniat mengurangi jumlah musuh terlebih dahulu.


" Dhuaaarrrr....."


" Dhuaaarrrr...."


Hingga pertarungan pun kini sudah setengah jam berlalu.


Kelompok berpakaian serba hitam kini hanya tersisa lima orang, mereka yang telah tewas adalah kultivator yang memiliki ranah kultivasi lebih rendah.


Sedangkan kelima orang yang tersisa, masing-masing memiliki ranah Kultivasi Nirwana tingkat 5.


" Apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu dari mereka kepada rekannya.


" Aku tidak tahu, jika ada kesempatan untuk melarikan diri, maka lebih baik kita segera pergi." Jawab rekan yang lainnya, dirinya merasa tidak akan mampu melawan Xu Tian dan lainnya.