Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 230. Kembali Ke Dunia Kultivator


Dunia Kehancuran.


Xu Tian saat ini tengah berusaha membuka segel, tulisan kuno yang sebelumnya di buat Xu Tian secara perlahan menyatu dengan gerbang teleportasi.


Yuan Qi, Bai Mo, dan Fu Li Guan menatap dengan penasaran hal yang akan terjadi selanjutnya.


Hingga beberapa menit kemudian, sebuah cahaya putih yang sangat menyilaukan muncul menutupi pandangan semua orang.


Xu Tian yang merasa tubuhnya seakan tertarik oleh sesuatu itu, segera melepaskan formasi untuk mengikat Yuan Qi, Bai Mo dan Fu Li Guan mendekat ke arahnya.


" Swusshh..." Mereka bertiga tertarik ke dekat Xu Tian, dengan cepat Xu Tian membuka gerbang dunia jiwa.


" Masuklah!" Teriak Xu Tian meminta mereka untuk memasuki gerbang dunia jiwa yang muncul.


Tanpa banyak bertanya, ketiganya segera melesat masuk ke dalam Dunia Jiwa.


" Swusshh...." Setelah ketiganya masuk ke dalam Dunia Jiwa, Xu Tian segera menyelimuti tubuhnya dengan formasi perlindungan, tidak lupa juga dia melepaskan teknik Tubuh Dewa Naga.


Tubuh Xu Tian kemudian tertarik masuk ke dalam lorong tersebut.


Di dalam lorong.


Terlihat pusaran badai angin yang cukup kuat menghantam tubuh Xu Tian dengan ekstrem.


Andai saja Xu Tian tidak melakukan persiapan sebelumnya, mungkin saat ini tubuhnya akan terluka, hingga perlahan hancur akibat serangan angin badai yang menggila di dalam lorong.


Dengan tenang Xu Tian terus memperbaiki formasi perlindungan yang dia buat. Akibat serangan badai yang memancarkan aura intimidasi yang kuat, tubuh Xu Tian terus terombang-ambing dalam kehampaan ruang dan waktu.


" Gerbang teleportasi ini sangat menakutkan, setelah sekian lama tidak di gunakan, membuat hukum ruang dan waktu di dalamnya menjadi tidak stabil." Batin Xu Tian dengan terus mempertahankan Formasi perlindungan.


Dengan gerakan cepat, Xu Tian kembali membuat segel tangan.


" Swusshh..." Butiran cahaya keemasan mulai muncul di sekeliling tubuhnya, lalu secara perlahan membentuk sebuah bola berwarna emas transparan.


Saat bola berwarna emas transparan itu muncul, Xu Tian segera bergerak masuk ke dalamnya.


" Swusshh...." Xu Tian kini telah berada di dalamnya, dan membuat keadaan di sekitar Xu Tian menjadi lebih tenang.


Xu Tian kemudian mengeluarkan pil penyembuhan dari cincin penyimpanan, lalu mengedarkan kekuatan miliknya untuk menyembuhkan luka-luka yang ada di kulitnya.


Dengan tenang Xu Tian mulai fokus menyembuhkan luka itu, sedangkan bola transparan berwarna emas itu terus melindungi tubuh Xu Tian dari serangan badai yang terjadi.


Waktu terus berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah dua hari Xu Tian berada di dalam lorong tersebut.


Xu Tian mulai membuka kedua matanya, dengan tenang dia menatap tempat di sekitarnya yang terlihat lebih tenang.


" Aku tidak mengetahui, apa lorong ini akan membawaku menuju Dunia Kultivator, atau ke tempat yang lainnya." Batin Xu Tian dengan gelisah.


" Swusshh...." Xu Tian menghilangkan bola transparan berwarna emas itu, kemudian menyelimuti tubuhnya menggunakan formasi yang menyatu pada kulitnya.


Dengan menggunakan Tubuh Dewa Naga, Xu Tian kemudian melesat dengan kecepatan penuh.


" Swusshh...."


" Swusshh...."


Xu Tian terus bergerak dengan menghindari benda-benda kecil yang berada di depannya.


Hingga tidak lama kemudian, Xu Tian dapat melihat sebuah cahaya yang lebih jelas, dia sangat yakin jika cahaya itu adalah jalan keluar dari lorong tersebut semakin dekat dengan dirinya.


" Hampir sampai!" Ucap Xu Tian dengan menambahkan kecepatan miliknya.


" Semoga saja lorong ini benar-benar membawaku menuju Dunia Kultivator.." Batinnya dengan perasaan semakin gelisah.


Xu Tian khawatir dia akan tiba di tempat lain, hal itu akan membuat Xu Tian semakin lama untuk tiba di Dunia Kultivator.


Dengan segera Xu Tian membuat perisai energi untuk melindungi tubuhnya.


" Energi yang sangat kuat, bahkan lebih kuat di bandingkan energi yang berada di bagian terdalam." Batinnya dengan terus memperbaiki perisai yang di buatnya.


Hingga beberapa menit kemudian, Xu Tian tidak dapat melihat keadaan di sekitarnya.


" Swusshh....." Tubuh Xu Tian terlempar keluar dengan ekstrem.


" Dhuaaarrrr...., Dhuaaarrrr....." Xu Tian terlempar menabrak gunung-gunung besar hingga membuat luka di tubuhnya.


" Arrghhhh....."


Xu Tian yang masih belum dapat mengetahui keberadaan nya saat ini, hanya mampu berteriak dan menahan rasa sakit yang begitu luar biasa di sekujur tubuhnya.


Terlihat hamparan rumput yang luas, dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi.


Xu Tian segera berusaha bangkit dari posisinya, kemudian mengitari pandangannya ke berbagai arah.


" Bukankah ini?" Batin Xu Tian dengan bahagia, dia melihat tempat di sekitarnya adalah tempat yang sama saat pertama kali bertemu dengan Bai Luan.


Xu Tian kemudian segera pergi untuk mencari tempat memulihkan diri, dengan perasaan bahagia, dia melesat menuju gunung yang dulu pernah di singgahi olehnya.


" Swusshh...." Xu Tian berada di depan pintu masuk perut gunung.


Dengan tenang, Xu Tian membuka formasi yang terpasang di tempat itu. Lalu segera masuk ke dalam.


" Tempat ini tidak banyak mengalami perubahan." Ucap pelan Xu Tian dengan menatap dinding di sekitarnya.


Pandangannya tertuju pada tanaman-tanaman yang dulu dia sisakan.


" Tanaman ini mengalami pertumbuhan dengan cepat, sepertinya tempat ini sangat cocok untuk menanam tanaman herbal." Xu Tian dengan tersenyum, lalu berjalan menuju tempat yang pernah dia gunakan untuk berkultivasi.


Di tempat lain, kawanan hewan buas yang merasakan energi yang sangat kuat tiba-tiba muncul, segera berpencar untuk bersembunyi.


" Apa dia datang kembali ke tempat ini?" Tanya salah satu Serigala kepada rekannya.


" Mungkin saja, hanya dia yang mampu membuat tekanan energi sekuat ini." Rekannya menimpali.


Mereka semua mengira jika energi besar itu berasal dari Bai Luan, sehingga mereka memutuskan untuk menjauh dari gunung tersebut untuk bersembunyi.


Mereka cukup trauma dengan hal-hal gila yang di lakukan oleh Bai Luan.


*********


Benua Timur, Klan Xu.


Saat ini Lin Hua, Qing Ling, Xu Mei dan Han Zishu sedang duduk di taman. Terlihat juga Bai Hu yang tertidur di atas pohon.


" Ling'er, bagaimana dengan pasukan Istana Xufelong?" Tanya Lin Hua menatap wanita muda cantik itu.


" Ibu tenang saja, mereka semua saat ini sudah melakukan persiapan dengan matang." Jawab Qing Ling dengan tersenyum.


" Kakak, apa aku juga boleh ikut bertarung?" Tanya Xu Mei dengan semangat.


" Tidak!" Ucap Lin Hua dan Qing Ling bersamaan.


Xu Mei yang mendengar penolakan keduanya dengan tegas, menatap ke arah Han Zishu dengan penuh arti.


Lin Hua sendiri menggelengkan kepalanya. " Mei'er, jika kamu pergi meninggalkan Klan, ibu akan melaporkan kepada kakakmu jika dia kembali nanti." Ucap Lin Hua menggunakan senjata terakhir.


Qing Ling yang mendengar hal itu tersenyum, namun di dalam hatinya terasa sangat sedih. Kerinduan nya terhadap Xu Tian benar-benar menyiksa Qing Ling.