
Xu Tian dan Ming Zhou pergi meninggalkan istana kekaisaran Ming dengan kecepatan tinggi menyesuaikan kecepatan milik Ming Zhou.
Ming Zhou sebenarnya memiliki banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan kepada Xu Tian. Salah satunya adalah alasan Xu Tian membawa dirinya untuk ikut menuju benua timur.
Namun karena tidak memiliki cukup keberanian, dia pun hanya diam dan mengikuti Xu Tian tanpa banyak bertanya.
Xu Tian sendiri memang belum menjelaskan kepada Ming Zhou alasan dirinya membawa dia menuju benua timur.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, Xu Tian pun mulai menghentikan gerakannya.
Ming Zhou yang berada di sampingnya pun ikut berhenti. "Tuan muda, mengapa kita berhenti di tempat ini?" Tanya Ming Zhou dengan bingung.
Xu Tian tidak menjawab, kemudian dia segera membuka dunia jiwa.
"Masuklah!"
"Tap-"
"Tenang saja, kau tidak perlu khawatir. Aku pastikan dirimu akan baik-baik saja." Ucap Xu Tian mencoba meyakinkan Ming Zhou.
"Baik." Lalu Ming Zhou segera masuk ke dalam dunia jiwa.
Setelah memasukan Ming Zhou ke dalam dunia jiwa, Xu Tian segera melesat dengan kecepatan tinggi, bahkan kecepatannya kali ini tiga kali lipat di bandingkan sebelumnya.
Saat melewati sebuah desa yang berada tidak jauh dari perbatasan antara benua timur dan benua tengah.
Xu Tian melihat sebuah desa yang sedang di serang oleh kawanan bandit. Tidak menunggu lama, Xu Tian segera membantu desa itu.
"Swushh...."
Satu persatu kepala para bandit terjatuh ke tanah, pemimpin bandit yang melihat hal tersebut begitu kaget.
"B*jingan! Tunjukan dirimu!." Teriak pemimpin bandit, yang mempunyai bekas luka di wajahnya serta memiliki kepala botak.
"Bukankah kalian yang lebih pantas di sebut sebagai B*jingan? Ah tidak.. kalian sepertinya lebih pantas di sebut pengecut." Balas Xu Tian yang kemudian memperlihatkan dirinya.
Para warga yang melihat kehadiran Xu Tian pun mempunyai harapan begitu besar kepada pemuda yang memiliki paras tampan itu.
"Bocah.. jika dirimu bersujud meminta ampun kepadaku, maka aku akan memberikan kematian yang cepat untuk dirimu!" Ucap ketua bandit dengan penuh percaya diri.
Xu Tian hanya tersenyum, kemudian tidak lama dia menghilang dari tempatnya.
"Dhuaaarrrr...." Sebuah serangan mengarah menuju ketua bandit dan melemparnya hingga beberapa meter.
"B*jingan!" Teriak ketua bandit begitu marah.
"Habisi Dia!" Memberikan perintah kepada anak buahnya.
"Baik.." Ucap serempak para bandit, kemudian segera menyerang ke arah Xu Tian.
Xu Tian pun tidak tinggal diam.
"Tapak Penghapus Langit!.." Sebuah tapak berwarna transparan muncul dari kehampaan mengarah para bandit yang sedang menuju ke arahnya.
"Menghindar!.…" Teriak salah satu bandit saat merasakan bahaya, namun hanya beberapa saja yang mampu menghindari dan sisanya langsung berubah menjadi kabut darah.
Para bandit yang tersisa begitu ketakutan saat melihat serangan dari Xu Tian, bahkan hanya sekali serangan saja mampu mengubah teman nya menjadi kabut darah.
Ketua bandit pun tidak kalah kaget melihat hal tersebut. "Lari!!.." Ucapnya memberikan perintah kepada anak buahnya.
"Ingin lari? Kalian semua hanya bermimpi!!.." Teriak Xu Tian yang segera menggunakan langkah Dewa Naga menuju ketua bandit.
"Pukulan Dewa Naga!.."
"Dhuaaarrrr...." Ketua bandit kembali terlempar dan memuntahkan seteguk darah, kini dia sudah terluka begitu parah.
Xu Tian terus maju menyerang, melepaskan pukulan ke arah kepala bandit.
Dengan serangan yang sama Xu Tian menyerang dan membuat mereka semua mati seketika, dan kini hanya tersisa sang ketua bandit.
Kemudian Xu Tian melihat kearah bandit, yang sedang mencoba memulihkan dirinya.
Xu Tian mendekat ke arah dimana bandit berada. " Sekarang giliran dirimu yang merasakan bagaimana kehilangan orang-orang yang kau sayangi, Setelah itu giliran dirimu yang aku kirim ke neraka!"
"Ampuni saya tuan muda, saya masih memiliki keluarga." Ucap ketua bandit dengan ketakutan.
"Apa kau tidak berfikir dengan apa yang kau lakukan? Kau juga telah membunuh, merampas hak kehidupan orang lain, dan kini kau meminta pengampunan? Sungguh lucu!"
"Tuan muda, aku berjanji tidak akan mengulangi lagi."
"Kau pikir aku akan melepaskan dirimu? Jika kali ini aku melepaskan orang seperti mu, maka kedepannya akan banyak orang yang selalu berbuat seenaknya dan kemudian meminta pengampunan saat dirinya dalam bahaya." Ucap Xu Tian menatap tajam.
Xu Tian merasa bahwa dia memang tidak akan pernah bisa menghilangkan kejahatan di dunia ini, tetapi setidaknya dia bisa menghentikan kejahatan yang terjadi di depannya dengan tidak memberikan pengampunan pada mereka.
Memang terkesan begitu kejam dan tidak berperasaan, tetapi jika ingin tetap hidup di dunia yang keras ini maka kita harus tegas dalam mengambil resiko yang kita hadapi.
Para bandit yang sudah banyak melakukan kesalahan dengan membunuh, menghancurkan sebuah desa sehingga banyak orang yang harus menderita karena kehilangan keluarganya, dan bahkan banyak wanita muda yang mereka bawa untuk di jadikan budak.
"Tuan muda, aku berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi." Ketua bandit sekali lagi memohon pengampunan kepada Xu Tian.
"Emm... sepertinya kau memang mampu untuk berubah menjadi lebih baik lagi. jika kau memberi tahu di mana markas kalian, maka aku akan melepaskan mu."
"Tuan muda, kami sudah tidak memiliki markas lagi, maka dari itu kami menyerang desa ini untuk menjadikan tempat ini sebagai markas kita yang baru." Jelas Ketua Bandit.
"Jika begitu terima kasih." Ucap Xu Tian mengarahkan pukulan ke arah kepala ketua bandit.
"Dhuaaarrrr...." Kepala kedua bandit hancur.
Setelah menyelesaikan para bandit, Xu Tian kemudian menumbuk mayat mereka menjadi satu, kemudian segera membakarnya.
Melihat jika para bandit kini telah tewas, para warga pun segera menghampiri Xu Tian untuk berterima kasih
"Tuan muda, terima kasih banyak karena tuan muda telah menolong kami semua." Ucap pria sepuh yang menghampiri Xu Tian.
"Sudah menjadi kewajiban untuku membantu mereka yang membutuhkan pertolongan." Xu Tian dengan tersenyum ramah.
"Tuan muda benar, namun tidak semua orang mempunyai pemikiran seperti tuan muda." Timpal Pria sepuh lainnya.
"Kakek, dunia ini adalah dunia yang kejam, bagaimana kekuatan lah yang berbicara, jika mereka tidak dapat membantu kita, mungkin mereka mempunyai sebuah alasan. Bisa saja dia tidak memiliki kemampuan yang tinggi, sehingga tidak ingin membahayakan dirinya."
"Tuan muda benar."
"Jika begitu, maka jadilah kuat, agar kalian mampu menjaga desa ini dengan baik. Dan yang paling utama adalah melindungi orang-orang yang kalian sayangi." Ucap Xu Tian dengan memberikan cincin penyimpanan yang berisi jutaan koin emas, dan pil tingkat perak, maupun teknik tingkat Surga.
Xu Tian merasa begitu sakit saat melihat hal yang terjadi di depannya, bagaimana mereka yang lemah selalu saja di tindas oleh mereka yang mempunyai kekuatan.
Mungkin Xu Tian dapat di katakan bukan orang yang baik, karena sudah banyak nyawa yang telah hilang karena dirinya.
Namun Xu Tian melakukan hal itu karena suatu alasan yang menurutnya benar, dan sudah seharusnya dia melakukan hal itu.
Ini lah alasan mengapa Xu Tian ingin segera memperkuat dan menambah anggota Faksi nya, agar mereka dapat menghancurkan segala jenis kejahatan yang terjadi, serta membantu mereka yang membutuhkan pertolongan.
Setelah memberikan beberapa harta dan sumber daya, kemudian Xu Tian segera berpamitan kepada semua orang.
Awalnya mereka semua meminta Xu Tian untuk menginap selama satu hari di desa mereka, namun karena Xu Tian memiliki urusan, dia harus sesegera mungkin tiba di istana kekaisaran Qing.
" Tuan muda, hati-hati. Semoga suatu saat nanti tuan muda dapat berkunjung kembali ke desa ini." Ucap pria sepuh, yang tidak lain adalah kepala desa, Desa Embun.
Xu Tian menganggukkan kepala, dan berjanji jika ada kesempatan maka dia akan datang ke desa embun lagi suatu saat nanti.
" Swushh...." Xu Tian segera melanjutkan perjalanan nya.