Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch138-Musuh Baru


Istana Kekaisaran.


Di dalam ruangan aula keluarga, saat ini Kaisar Qing Jiang, Permaisuri Yan Li Wei, Xu Yuan, Lin Hua dan kedua orang tuanya sedang berbincang santai.


Hingga tidak lama kemudian datang seorang jenderal menemui mereka dengan terburu-buru.


" Jenderal Liu, apa yang terjadi? kenapa Jenderal terlihat terburu-buru?" Tanya Kaisar Qing Jiang dengan penasaran.


Jenderal Liu memberikan hormat terlebih dulu, sebelum menjelaskan.


" Kaisar, telah terjadi penyerangan di ibu kota, dan.." Jenderal Liu menghentikan kata-katanya, dia terlihat ragu untuk melanjutkan kata-katanya.


" Katakanlah, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Kaisar Qing Jiang tidak sabar.


Jenderal Liu kemudian menjelaskan apa yang telah terjadi di ibu kota dengan rinci. " Dan penyerangan itu sendiri menargetkan Putri Xu Mei dan Putri Han Zishu." Jenderal Liu mengakhiri penjelasannya.


" Swushh..." Aura yang begitu kuat langsung keluar dari tubuh semua orang, bahkan Xu Yuan langsung berdiri dari duduknya.


" Katakan, apa mereka berdua baik-baik saja?" Tanya Xu Yuan dengan menahan amarahnya.


" Gege..tenanglah, ada An'er dan Ling'er bersama mereka." Ucap Lin Hua menenangkan suaminya.


" Benar, aku yakin mereka akan baik-baik saja." Xie Mayleen menimpali.


" Aku akan menghancurkan mereka!" Ucap Xu Yuan dengan penuh amarah, kemudian segera melangkahkan kakinya menuju pintu.


Namun belum sempat Xu Yuan keluar, tiba-tiba Xu Mei, Han Zishu dan Qing Ling masuk ke dalam ruangan itu.


" Mei'er, Shu'er...." Ucap Xu Yuan kemudian segera memeluk keduanya.


Semua orang pun segera mendekat ke arah mereka.


" Ayah, tenanglah, kami berdua baik-baik saja." Ucap Xu Mei dan Han Zishu dengan tertawa kecil.


" Jelaskan kepada Ayah, bagian mana yang sakit? apa kalian terluka?" Tanya Xu Yuan dengan khawatir.


" Emm... lihatlah, aku bahkan sangat baik-baik saja. Benarkan Zishu?"


Han Zishu menganggukan kepala.


" Benar yang di katakan oleh Mei, hanya saja ayah yang membuat kita kesakitan karena terlalu erat memeluknya." Ucap Han Zishu dengan mencoba melepaskan pelukan Xu Yuan.


Mendengar hal itu, lalu Xu Yuan segera melepaskan pelukannya.


Xu Yuan menatap malas kedua putrinya, bisa-bisanya mereka masih bercanda saat situasi seperti ini.


" Hais...kalian ini, selalu saja." Xu Yuan mendesah kesal menatap putri jahilnya itu.


Sedangkan yang lainnya tertawa lucu mendengar hal itu, mereka semua bernafas lega karena keadaan keduanya masih baik-baik saja.


Lin Hua menatap Qing Ling dengan penasaran. " Lalu di mana An'er?" Tanyanya dengan bingung.


" Emm...Gege sedang mengejar mereka yang menyerang Xu Mei dan Han Zishu sebelumnya." Jelas Qing Ling.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Qing Ling, semua orang pun menganggukan kepala, meski mereka khawatir, namun mereka semua percaya jika Xu Tian akan baik-baik saja.


********


Di tempat lain.


Saat ini Xu Tian sedang bergerak ke arah istana kekaisaran dengan waspada, dia terus mengawasi tempat di sekitarnya.


Saat dalam pertarungan sebelumnya, Xu Tian merasakan jika ada sosok yang sedang mengawasi tidak jauh dari tempat pertempuran.


Meski sosok tersebut sudah berusaha untuk menyembunyikan hawa keberadaannya, namun Xu Tian masih dapat merasakan meski hanya samar-samar saja.


" Apa sebaiknya aku tetap berada di benua timur untuk menyelesaikan masalah ini? karena sepertinya mereka sudah lama mengawasi ibu kota." Xu Tian membatin, dirinya merasa begitu bingung, apa dia pergi atau tetap berada di benua timur.


Tidak ingin terlalu larut dalam pikirannya, Xu Tian segera menambah kecepatannya.


" Swushh....." Xu Tian melesat dengan kecepatan cahaya.


********


" Dasar bodoh! Melakukan tugas yang mudah saja mereka gagal!" Ucap sosok tersebut dengan marah.


Namun dirinya begitu penasaran dengan sosok Xu Tian, dari apa yang dia lihat sebelumnya, jika gaya bertarung dan teknik yang di miliki oleh Xu Tian bahkan lebih baik di bandingkan dirinya.


" Aku tidak boleh menganggap remeh masalah ini, jika dia mengetahui tentang motif penyerangan yang terjadi, maka posisi akan berbahaya jika masih berada di tempat ini." Batin sosok tersebut, kemudian segera melesat pergi dari tempat itu.


*********


Di istana kekaisaran.


Semua orang terlihat begitu cemas, karena sudah cukup lama Xu Tian tidak kembali.


" Louzhi, apa putraku baik-baik saja?" Tanya Lin Hua dengan cemas.


" Nyonya tenang saja, Jingmi dan Wuya juga ikut mengejarnya." Jelas Feng Louzhi mencoba menenangkan semua orang.


" Bagaimana jika musuh menggunakan cara licik untuk menjebak putraku?" Tanya Lin Hua sekali lagi.


" Hua'er... tenanglah, apa kau tidak mempercayai putramu yang penuh kejutan itu." Ucap Lin Zuan, ayah dari Lin Hua.


" Tap-..."


" Haiss..kau ini selalu saja seperti ini jika menyangkut putramu itu." Ucap Xie Mayleen memotong ucapan Lin Hua, yang sedari tadi memiliki pemikiran yang tidak-tidak.


" Ibu.." Ucap pelan Lin Hua.


" Ouh...putri ibu yang cantik, saat ini kau sudah menjadi seorang ibu, jadi bersikap lah layaknya orang tua." Xie Mayleen mendekati Lin Hua.


Memang sudah sedari kecil Lin Hua memiliki hati yang lembut dan mudah menangis jika menyangkut keluarga nya.


Meski Xie Mayleen berkata seperti itu, sebenarnya dia juga merasa khawatir dengan cucunya itu, hanya saja dia tetap bersikap tenang agar Lin Hua tidak menjadi-jadi.


Xu Yuan hanya dapat mendesah melihat hal itu, dia sudah sangat sering mendengar rengekan istrinya jika menyangkut anak-anaknya.


" Kau harus sabar menghadapi tingkah manja dan cengengnya, jika tidak, jangan harap dirimu akan selamat dari putramu itu yang kini telah berubah menjadi seorang naga yang menakutkan." Ucap pelan Lin Zuan, yang berada di samping Xu Yuan.


Mendengar ucapan dari ayah mertuanya, membuat Xu Yuan tersedak ludahnya sendiri.


" Hahahaha..tenanglah, selagi kau tidak macam-macam, maka kau akan selamat dari amarah keluargamu sendiri." Lin Zuan terus saja menakut-nakuti Xu Yuan yang wajahnya kini mulai memucat.


Sedangkan Lin Zuan terus saja tertawa, begitupun Kaisar Qing Jiang yang tidak sengaja mendengar percakapan di antara keduanya.


Hingga tidak lama kemudian, datang seorang komandan dan beberapa prajurit.


" Komandan, ada apa?" Tanya Kaisar Qing Jiang.


Semua orang pun segera menatap sang komandan yang baru saja datang. Sang komandan sendiri terlihat begitu gugup saat mendapatkan tatapan dari semua orang.


Sang komandan dan prajurit segera memberikan hormat kepada semua orang, lalu mulai menjelaskan.


" Kaisar, di luar ada dua orang yang datang dengan membawa seorang pria paruh baya yang terluka." Jelas sang Komandan.


Semua orang begitu bingung mendengar laporan dari komandan, namun tidak dengan Feng Louzhi yang juga berada di ruangan itu.


" Mungkin mereka orang-orang tuan muda, Wuya dan Jingmi." Jelas Feng Louzhi, lalu menatap sang komandan.


" Apa tuan muda tidak bersama mereka?" Tanya Feng Louzhi.


" Tidak ada tuan."


" Sebaiknya kita segera menemui mereka, dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya." Ucap Lin Zuan, semua orang pun setuju.


Kemudian mereka semua segera keluar dari aula keluarga menuju halaman istana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuk bantu author agar selalu semangat buat Up. Author tidak memaksa kalian untuk memberikan Vote atau hadiah, setidaknya kalian bantu like dan komen agar Author terus semangat buat melanjutkan jalan ceritanya. See You. ♥️