
Benua Selatan.
Xu Tian yang baru saja datang, menatap ke arah Meng Du yang sudah membuka matanya. Saat ini mereka masih berada di penjara bawah tanah tempat di mana Meng Du yang sebelumnya di penjara oleh Jenderal besar Iblis dan keempat komandan iblis.
Setelah memulihkan diri selama tiga jam, akhirnya energi kehidupan Meng Du sudah mulai kembali, meski hanya tujuh puluh lima persen.
" Senior, kita akan pergi dari tempat ini sekarang juga." Ucap Xu Tian menatap ke arahnya.
" Baik."
Kemudian Xu Tian dan Meng Du segera melangkahkan kaki ke arah tangga, dengan hati-hati mereka berdua menaiki anak tangga menuju lantai atas.
Setelah tiba di atas, pandangan mata Meng Du menatap para tahanan yang kini mulai terlihat tenang.
" Tuan muda." Sapa Feng Louzhi dengan hormat.
" Bagaimana?" Tanya Xu Tian yang berjalan mendekat ke arah salah satu tahanan wanita.
" Keadaan mereka sudah mulai stabil. Hanya saja, mereka seperti masih trauma dengan apa yang di alami." Jelas Feng Louzhi dengan singkat.
" Tidak masalah, itu sudah jauh lebih baik. Segera perintahkan beberapa pasukan istana Xufelong untuk datang ke tempat ini. Kita akan membawa mereka semua pergi." Ucap Xu Tian memberikan perintah.
" Baik tuan muda." Feng Louzhi dengan patuh dan hormat.
Meng Du sendiri masih mencoba mencerna apa yang terjadi di tempat itu, hingga akhirnya suara Xu Tian menyadarkan dirinya.
" Senior Meng Du, kita akan pergi dari tempat ini terlebih dulu."
" Baik."
Xu Tian yang merasa Meng Du masih belum mampu bergerak dengan cepat, segera menyelimuti tubuhnya dengan energi miliknya.
" Swusshh...." Energi emas langsung menyelimuti tubuh Meng Du yang terlihat cukup kaget, namun beberapa saat kemudian Meng Du menatap dengan takjub, dia merasa tubuhnya benar-benar menjadi lebih kuat dan ringan.
Sebelum meninggalkan tempat itu, Xu Tian meminta Feng Louzhi untuk segera menyusulnya setelah urusan di tempat ini selesai.
Xu Tian sendiri berniat pergi menuju Kekaisaran Benua Selatan.
" Swusshh...." Xu Tian dan Meng Du melesat meninggalkan tempat itu dengan kecepatan tinggi.
Feng Louzhi yang melihat keduanya telah pergi, segera mengirimkan pesan pada pasukan istana Xufelong.
*******
Hutan pinggiran kota.
Terlihat dua cahaya yang melesat dengan kecepatan tinggi di atas langit.
" Swusshh....." Dua kilatan cahaya tersebut bergerak ke arah kota.
Di atas langit.
Meng Du menatap ke arah Xu Tian yang terus fokus memperhatikan tempat di sekitarnya.
" Junior Tian, apa tidak sebaiknya kita beristirahat terlebih dulu?"
Xu Tian menggelengkan kepala. " Aku masih memiliki banyak urusan yang harus segera aku selesaikan." Ucapnya dengan menambahkan kecepatan.
" Jika boleh tau, urusan apa itu?"
" Senior lebih baik mempersiapkan diri, kita akan tiba di Kekaisaran dua jam lagi." Ucap Xu Tian dengan cepat, dia kembali menyelimuti tubuh Meng Du lalu melesat dengan kekuatan penuh.
" Swusshh....."
*****
Waktu berjalan cukup cepat, tidak terasa dua jam sudah berlalu. Saat ini Xu Tian dan Meng Du sudah memasuki Ibu kota Kekaisaran Benua Selatan.
" Swusshh...." Mereka berdua turun dari atas langit saat jarak dengan gerbang Ibu kota hanya menyisakan sekitar satu kilometer.
" Senior, kita akan beristirahat di dalam Ibu kota, karena hari sudah menjelang malam, kita akan melanjutkan menuju Istana esuk hari." Ucap Xu Tian yang terus berjalan bersama Meng Du di sampingnya.
Setelah berjalan selama beberapa waktu, mereka berdua akhirnya tiba di depan gerbang ibu kota.
" Sepertinya mereka tidak mengenali Senior Meng Du." Batin Xu Tian dengan menunjukkan identitas miliknya.
Meng Du sendiri hanya terdiam tanpa melakukan apapun. Dia merasa benar-benar sudah tidak ada gunanya. Bahkan seorang penjaga gerbang saja tidak mengenali dirinya.
Penjaga gerbang memeriksanya, lalu beberapa saat kemudian menatap ke arah Meng Du.
" Dia saudaraku, kita berdua berasal dari Klan yang sama." Ucap Xu Tian yang mendapatkan anggukan kepala dari penjaga gerbang.
" Silahkan masuk." Ucap penjaga gerbang dengan memberikan lencana milik Xu Tian.
Xu Tian dan Meng Du segera memasuki ibu kota.
Saat sudah berada di dalam Ibu kota, Xu Tian segera mencari penginapan untuk dirinya berisitirahat menunggu pagi datang.
Meng Du sendiri hanya terus diam tanpa berbicara sedikit pun. Xu Tian sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.
Setelah berjalan selama lima belas menit, mereka berdua akhirnya menemukan sebuah penginapan yang cukup mewah.
" Tuan-tuan, selamat datang di penginapan kami." Ucap pelayan menyambut kedatangan keduanya.
" Aku ingin memesan dua kamar untuk satu malam." Ucap Xu Tian cepat dengan memberikan koin emas untuk pembayaran.
" Baik, mari tuan." Pelayan dengan menerima, lalu membawa mereka masuk ke dalam penginapan.
Xu Tian dan Meng Du mengikuti pelayan di belakangnya menuju kamar yang dia pesan. Hingga beberapa saat kemudian mereka tiba di depan kamar yang berada di lantai dua penginapan.
" Tuan, apa tuan membutuhkan sesuatu lagi?" Tanya pelayan dengan hormat.
" Tidak perlu, kami berdua hanya butuh istirahat." Jawab Meng Du dengan cepat.
Pelayan menganggukkan kepala, lalu mengantarkan Meng Du ke kamar satunya. Xu Tian sendiri segera masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar.
Xu Tian segera pergi membersihkan diri, hingga setengah jam kemudian dia sudah menyelesaikan mandinya.
" Sebaiknya aku beristirahat di dunia jiwa." Ucap Xu Tian yang kemudian menghilang dari dalam ruangan.
Di dalam dunia jiwa.
" Swusshh...." Tubuh Xu Tian muncul di Istana Langit.
Terlihat Qing Ling yang sedang duduk bersama Bai Hu di sampingnya.
" Gege.." Panggil Qing Ling yang melihat kedatangan Xu Tian.
Xu Tian tersenyum, lalu berjalan ke arah mereka. " Bagaimana latihan Xu Mei dan Han Zishu?"
" Mereka berdua masih fokus mempelajari teknik yang Gege berikan sebelumnya." Jawab Qing Ling dengan tersenyum.
" Wajar saja mereka sedikit kesulitan untuk memahami teknik itu. Yang aku ketahui, teknik itu sangat di cari di Dunia atas." Jelas Xu Tian yang duduk di samping Qing Ling.
" Apa mereka mampu mempelajarinya?"
" Tentu saja, dengan sumber daya dan pengetahuan yang di ajarkan sejak kecil, membuat mereka berdua akan memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ling'er bisa melihat dari tingkat kultivasi mereka yang sangat tinggi untuk seumuran mereka."
" Gege benar."
" Lalu bagaimana dengan urusan Gege di dunia luar?" Lanjut Qing Ling.
" Saat ini aku sudah berada di Ibu kota Kekaisaran." Xu Tian Kemudian menceritakan tentang pertemuannya dengan Meng Du, lalu menjelaskan juga pertempuran yang sebelumnya dia hadapi.
Qing Ling dengan tenang mendengarkan pembicaraan Xu Tian. Hingga beberapa saat kemudian, Xu Tian telah menyelesaikan ceritanya.
" Apa Ling'er juga menginginkan teknik tingkat tinggi?" Tanya Xu Tian menatap wajah Qing Ling.
Qing Ling tersenyum manis, lalu menganggukan kepala.
" Baiklah, kita akan memulai latihan sekarang." Ucap Xu Tian yang kemudian bangkit dari duduknya.
Mereka berdua segera masuk ke dalam Istana, sedangkan Bai Hu kembali menuju tempat telur.