
Benua Timur.
Penginapan Langit.
Terlihat beberapa pemuda yang sedang asik mengobrol dengan menikmati arak.
" Saudara, apa kau benar dari Benua Utara?" Tanya salah satu pemuda yang menggunakan pakaian putih.
" Benar, aku berasal dari Benua Utara." Jawab pemuda berpakaian biru muda, yang berasal dari Benua Utara.
" Lalu apa tujuan saudara ke Benua Timur ini?"
" Awalnya aku ingin melihat kompetisi kekaisaran, namun setelah mendengar jika ada kekacauan mungkin aku akan segera kembali."
" Apa saudara datang seorang diri?" Tanya pemuda berpakaian putih, karena dirinya merasa jarak antara Benua Timur dan Benua Tengah cukup jauh.
" Tidak saudara, aku datang bersama seorang tetua yang juga mempunyai urusan..."
" Ouh ya, apa di Benua Timur tidak ada reruntuhan kuno yang akan muncul?" Lanjut Pemuda berpakaian biru.
" Tidak ada saudara, apa di tempat mu ada?"
Pemuda yang berasal dari Benua Utara menganggukan kepala, lalu menjelaskan jika sekitar dua bulan lagi akan muncul Reruntuhan Kuno.
" Yang aku dengar, reruntuhan kuno yang akan terbuka adalah sebuah peninggalan dari seorang kultivator es." Pemuda berpakaian biru menjelaskan.
" Sesuai dengan cuaca di Benua Utara, dan untuk sumber daya di dalamnya pun kemungkinan besar berguna untuk mereka yang memiliki energi es."
" Saudara benar."
Benua Utara sendiri terkenal dengan cuaca yang dingin, dan banyaknya kultivator yang menggunakan teknik es dalam bertarungnya.
Di tempat lain, para anggota Faksi Naga Phoenix Langit yang menjaga penginapan Langit pun dengan serius mendengarkan obrolan mereka.
" Apa kita akan memberikan informasi ini kepada Jenderal?" Tanya salah satu anggota Faksi
" Sebaiknya kita melaporkan kepada jenderal, mungkin saja pemimpin tertarik dengan reruntuhan kuno yang akan terbuka."
Kemudian anggota Faksi segera memberikan informasi yang baru saja di dengarnya kepada Feng Huang.
Anggota Faksi Naga Phoenix Langit sendiri, kini memiliki Dua Puluh Ribu pasukan, yang terdiri dari 3 Jenderal, 10 Komandan.
Untuk pasukannya sendiri terbagi menjadi tiga. Pasukan Naga, Pasukan Phoenix, Pasukan Langit, yang masing-masing dari pasukan berjumlah Tujuh Ribu Lima Ratus anggota Pasukan Naga dan Pasukan Phoenix, dan Lima Ribu Pasukan Langit.
********
Benua Tengah.
Saat ini Xu Tian sedang menuju Istana Kekaisaran, namun di tengah perjalanan dirinya melihat Xu Feng dan lainnya yang sedang membantu penduduk kota.
Segera saja Xu Tian turun dan menghampiri mereka.
" Saudara." Panggil Xu Feng dan lainnya, saat melihat Xu Tian datang.
" Jika urusan di sini telah selesai, segera temui aku di istana kekaisaran." Ucap Xu Tian dengan serius.
" Baik." Ucap mereka semua tanpa bertanya.
Mereka semua yakin jika Xu Tian akan membicarakan masalah serius, jadi mereka tidak bertanya banyak hal lagi tentang apa yang ingin Xu Tian lakukan.
" Jika begitu, aku akan segera pergi." Lalu segera melanjutkan perjalanan menuju Istana kekaisaran Tang.
Setelah kepergian Xu Tian, mereka semua saling berpandangan mencoba mencari tahu rencana Xu Tian selanjutnya.
" Saudara, apa kau mengetahui apa yang akan di sampaikan oleh Saudara Tian?" Tanya Xu Han menatap semua saudaranya.
" Entahlah, mungkin saja Saudara Tian mempunyai misi khusus untuk kita." Jawab Xu Cang mencoba menebak.
" Mungkin saudara Tian berencana untuk melakukan petualangan kembali." Xu Jin menimpali.
Semuanya pun setuju, kemudian segera kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda.
********
Istana Kekaisaran Tang.
Setibanya di depan gerbang, Xu Tian segera turun.
" Tuan muda." Ucap anggota Klan Ming yang menjaga gerbang istana dengan hormat.
Xu Tian pun tersenyum, lalu segera masuk ke dalam istana.
Setelah tiba di istana, Xu Tian segera menuju Aula Istana, karena dirinya merasakan jika orang-orang saat ini sedang berkumpul di sana.
" Tuan muda, anda sudah kembali." Ucap tetua Klan Ming yang sedang berjalan menuju Aula Istana.
" Tetua, apa terjadi masalah?"
" Tidak ada tuan muda, semuanya baik-baik saja. Hanya saja semua orang mengkhawatirkan tuan muda." Tetua Klan Ming menjelaskan.
Xu Tian menganggukan kepala.
" Jika begitu kita segera menemui yang lainnya." Mereka berdua kemudian segera masuk ke dalam Aula Istana.
Semua orang yang sedang membahas tentang rencana selanjutnya pun segera mengalihkan perhatian mereka menuju pintu Aula yang terbuka.
Terlihat raut wajah semua orang yang kini terlihat penuh dengan senyum kelegaan, setelah menunggu Xu Tian cukup lama, akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga.
" Tuan muda Tian." Ucap mereka semua dengan tersenyum penuh hormat menyapa kedatangan Xu Tian.
" Semuanya, mohon maaf karena telah membuat kalian menunggu." Xu Tian dengan hormat menatap semua orang.
" Tuan muda tidak perlu meminta maaf, kami semua mengetahui jika tuan muda masih memiliki pekerjaan yang harus di selesaikan." Ucap Leluhur Ming Cheng, lalu mempersilahkan Xu Tian untuk duduk.
Xu Tian pun segera menuju tempat duduk yang sudah di sediakan.
" Baiklah, karena yang kita tunggu telah hadir, maka kita akan membahas rencana selanjutnya."
Semua orang menganggukan kepala, lalu mulai fokus untuk membahas rencana selanjutnya.
Hingga satu persatu menyampaikan keinginan mereka. Kaisar Qing Jiang sendiri berniat membangun aliansi bersama dengan kekaisaran Ming, Ming Cheng pun menyetujuinya.
" Kaisar Ming, lalu bagaimana dengan Klan yang berada di Benua tengah?" Tanya Patriak Ling Cheng.
" Mungkin aku akan memberitahu mereka saat pelantikan kekaisaran. Jujur saja, aku begitu iri dengan Benua Timur yang memiliki persaudaraan yang begitu kuat, bagaimana kalian membantu satu sama lain saat kekaisaran menghadapi sebuah masalah." Ucap Kaisar Ming Cheng merasa kagum melihat Aliansi dari Benua Timur.
" Hal ini yang ingin aku pertanyakan, bagaiman Klan serta Sekte yang berada di Benua Tengah ini menutup mata saat terjadi kekacauan." Ucap Kaisar Qing Jiang.
" Ini lah Benua Tengah, bagaimana Klan dan Sekte tidak akan mau ikut campur tentang masalah yang terjadi jika tidak menguntungkan atau merugikan mereka."
" Sungguh egois!" Ucap para Patriak begitu geram.
Bagaimana bisa mereka masih bersikap seperti anak kecil, bukankah kekaisaran adalah hal yang harus mereka jaga dan lindungi.
Pertemuan pun terus berlanjut, hingga di pastikan bahwa hari pelantikan atau pengangkatan Kaisar yang baru akan di laksanakan tiga hari kemudian.
Untuk Kaisarnya sendiri, Leluhur Ming Cheng ingin menjadikan putranya yang tidak lain Patriak Ming Li Fang sebagai kaisar yang baru.
Setelah dua jam membahas tentang rencana selanjutnya yang akan di lakukan, mereka semua pun segera kembali ke tempat masing-masing.
Begitupun Xu Tian yang segera kembali ke kamar yang sudah di sediakan. Setibanya di dalam kamar, Xu Tian segera membersihkan diri.
Hingga beberapa saat kemudian Xu Tian telah menyelesaikan kegiatannya, lalu duduk berkultivasi untuk menunggu Xu Feng dan lainnya datang.
Xu Tian memiliki sebuah rencana dan misi khusus untuk mereka, maka dari itu Xu Tian meminta para saudaranya untuk menemui dirinya.