
Saat sedang mengobrol dengan Long Hei, tidak lama kemudian datang tetua Ming Zhu.
" Tuan muda, anda telah keluar dari latihan." Ucap tetua Ming Zhu dengan senang.
" Aku baru saja menyelesaikan latihanku, apa telah terjadi sesuatu?"
Tetua Ming Zhu diam, dia tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.
" Katakanlah." Ucap Xu Tian dengan ramah, karena dari raut wajah tetua Ming Zhu seperti ada sesuatu sangat penting yang ingin dia sampaikan.
" Tuan muda memang begitu jeli, bahkan dapat menebak apa yang sedang aku rasakan. Sebenarnya saat ini Patriak sedang di ruang khusus Klan Ming, bagaimana tempat tersebut hanya di ketahui oleh para petinggi saja." Tetua Ming Zhu menghentikan ucapannya, kemudian menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan kembali.
Raut wajah tetua Ming Zhu berubah menjadi sedih. " Tuan muda, saat ini energi kehidupan leluhur Ming Cheng mulai menghilang, keadaannya pun mulai memburuk."
" Bawa aku kesana!" Perintah Xu Tian.
" Baik."
Kemudian mereka bertiga segera menuju tempat khusus klan Ming. Mereka keluar dari kawasan kediaman klan Ming, kemudian menuju arah barat.
Hingga tidak lama kemudian, Xu Tian dapat melihat bahwa tempat tersebut di lindungi oleh sebuah formasi.
Tetua Ming Zhu kemudian mengarahkan Xu Tian mendekati formasi tersebut. Tetua Ming Zhu mengeluarkan lencana miliki, hingga beberapa saat kemudian Formasi yang ada di depannya menghilang.
" Mari tuan muda."
Xu Tian menganggukan kepala, lalu mengikuti tetua Ming Zhu masuk ke dalam goa.
Saat sudah berada di dalam goa, Xu Tian dapat melihat Patriak Ming Li Fang dan tetua Klan Ming yang sedang berada di sekitar batu giok yang menyerupai ranjang.
Terlihat seorang pria sepuh yang sedang berbaring di atasnya. Sedangkan Patriak dan tetua Klan Ming lainnya sedang mengalirkan energi milik mereka.
Xu Tian berjalan mendekat ke arah mereka, Xu Tian kemudian membungkukkan badannya dengan menangkupkan kedua tangannya memberikan hormat.
Meski Klan Ming kini sudah menjadi pelayannya, namun Xu Tian masih bersikap hormat kepada seorang leluhur yang telah hidup begitu lama.
" Tuan muda." Ucap Patriak Ming Li Fang dan tetua klan Ming.
" Sebaiknya kalian hentikan apa yang sedang kalian lakukan, karena itu tidak akan membantunya."
" Tapi tuan mud-"
" Percayalah padaku." Ucap Xu Tian memotong ucapan Patriak Ming Li Fang.
Patriak Ming Li Fang dan tetua klan Ming kemudian menghentikan apa yang sedang mereka lakukan, kemudian menatap Xu Tian dengan penuh harap.
Xu Tian sendiri mengetahui arti tatapan mereka, kemudian segera memeriksa keadaan leluhur Ming Cheng.
Setelah beberapa saat kemudian, Xu Tian hanya tersenyum tipis.
" Tuan muda, apa itu jamur bintik hitam?" Tanya tetua Ming Lounge.
" Jamur bintik hitam adalah jenis tumbuhan beracun yang mampu membuat orang yang terkena racunnya akan mengalami penyumbatan pada bagian meridian, dengan racun ini maka Leluhur Ming Cheng seharusnya sudah terkena sejak sebelum penyerangan Klan Tang. Dan aku sangat yakin bahwa orang terdekatnya lah yang telah meracuni Leluhur Ming Cheng yang telah berkhianat kepada Klan Ming sendiri."
" Tuan muda, apa maksud anda?"
" Kalian seharusnya lebih paham tentang hal ini, bagaimana mungkin seorang yang begitu di takuti karena memiliki kekuatan yang cukup besar dapat di kalahkan dengan mudah oleh musuh, meski musuh memiliki kekuatan yang besar sekalipun mereka akan berfikir berulang kali untuk menyerang Kekaisaran Ming yang pada saat itu menjadi pilar kekuatan terkuat di seluruh benua."
" Tuan muda benar, kini aku mengetahui alasan bagaimana Kekaisaran Ming dapat di kalahkan dengan mudah oleh Klan Tang. Dan aku yakin jika bukan hanya satu atau dua saja penghianat."
" Patriak benar, aku yakin jika penghianat tersebut memiliki hubungan dengan pasukan iblis hitam yang telah membantu Klan Tang." Ucap Xu Tian mengambil kesimpulan.
" Baiklah, lupakan dulu masalah ini. Aku akan mencoba menyembuhkan kembali Leluhur Ming Cheng, mungkin dia mengetahui lebih banyak informasi tentang masalah ini."
Semua orang kemudian menganggukan kepala, lalu segera mundur beberapa langkah untuk memberikan ruang untuk Xu Tian berkonsentrasi.
Untuk menyembuhkan meridian yang tersumbat akibat racun, sebenarnya sangat mudah untuk di lakukan. Dengan kemampuan tabib yang di miliki oleh Xu Tian itu semua bukan hal yang sulit.
Karena hanya perlu menancapkan jarum emas pada titik-titik meridian yang mengalami masalah. Memang hal tersebut terlihat cukup mudah, namun jika orang yang melakukan tidak memiliki kemampuan yang terbilang cukup tinggi, maka salah langkah sedikit saja akan berakibat fatal, dan bisa mengakibatkan orang tersebut kehilangan nyawa.
Titik Meridian pada tubuh terbagi menjadi 12 meridian utama dan 2 meridian istimewa yang jika di total menjadi 14. Tiap Meridian utama terdapat titik-titik kecil lainya yang jika di jumlah keseluruhannya terdapat 361 titik.
Setelah itu Xu Tian meminta bantuan kepada Patriak Ming Li Fang untuk membukakan baju leluhur Ming Cheng.
Setelah merasa semua titik Meridian sudah tidak terhalang oleh pakaian, kemudian Xu Tian segera mengeluarkan jarum yang berjumlah 361 dari dalam cincin penyimpanan.
Xu Tian segera memfokuskan dirinya, setelah di rasa sudah cukup tenang, kemudian Xu Tian mulai menggerakkan jari-jarinya dengan lincah dan cepat.
Gerakan pertama Xu Tian menusuk pada bagian dada yang terletak di antara tulang rusuk yang berfungsi agar aliran energi spiritual di bagian jantung terbuka.
Gerakan kedua berfungsi untuk membuka aliran energi spiritual yang mengalir di bagian paru-paru.
Dan terus berlanjut hingga menuju titik-titik lainya, hingga satu jam kemudian Xu Tian telah selesai menancapkan jarum pada semua titik.
Dengan cepat Xu Tian segera mengalirkan energi spiritual miliknya untuk membantu proses pembukaan jalur yang tersumbat.
Terlihat kini jarum yang menancap di tubuh leluhur Ming Cheng di selimuti energi berwarna emas, hingga tidak lama kemudian energi spiritual dan energi kehidupan leluhur Ming Cheng mulai mengalir keseluruhan tubuhnya.
Xu Tian tersenyum puas saat melihat perubahan mulai terlihat pada tubuh leluhur Ming Cheng, sedangkan yang lainnya begitu kagum melihat ketrampilan Xu Tian.
Dan yang membuat mereka begitu senang, saat melihat keadaan leluhur Ming Cheng kini terlihat telah kembali seperti dulu.
" Mungkin beberapa saat lagi leluhur Ming Cheng akan mulai sadarkan diri, semua titik-titik yang tersumbat kini sudah sembuh sepenuhnya." Jelas Xu Tian lalu memberikan beberapa pil cedera emas dan susu stalkit agar leluhur Ming Cheng berendam setelah sadarkan diri untuk membantu proses penyembuhan.
" Terima kasih banyak tuan muda." Ucap Patriak Ming Li Fang dan para tetua Klan Ming dengan bersujud di hadapan Xu Tian.
" Bangunlah, aku tidak menyukai apa yang kalian lakukan terhadapku." Ucap Xu Tian dengan tegas, dirinya merasa sangat tidak nyaman mendapatkan perlakuan seperti ini.