
Semua orang menatap kepergian Xu Tian dengan berbagai perasaan, antara bangga, sedih, kehilangan, dan bersiap untuk menahan kerinduan.
Mereka sadar jika apa yang akan di lakukan oleh Xu Tian untuk kebaikan semua orang, terutama untuk orang-orang tersayangnya maupun orang yang sudah di anggap keluarga olehnya.
" Tenanglah, An'er akan baik-baik saja." Ucap Lin Hua, dengan memegang tangan Qing Ling yang kini nampak jelas kesedihan di kedua matanya.
Qing Ling menatap Lin Hua dengan mencoba tersenyum. " Gege..aku akan menunggumu di sini, dan akan terus bersabar menanti kehadiranmu." Batin Qing Ling, lalu memeluk Lin Hua.
Feng Louzhi pun segera berpamitan kepada semua orang. Dia tidak ingin membuang banyak waktu lagi, melihat tuan mudanya telah pergi, dia juga tidak akan berdiam diri.
Tujuan awalnya menuju tempat yang akan menjadi markas atau tempat berdirinya Sekte Naga Phoenik Langit dengan membawa Ming Zhou bersamanya.
Setelah itu, baru dia akan pergi menuju rumah lelang untuk membicarakan aliansi yang sebelumnya sudah di rencanakan oleh Xu Tian.
" Louzhi... tunggu, aku akan ikut.." Ucap Qing Ling, saat melihat Feng Louzhi akan pergi.
Mendengar ucapan Qing Ling, Kaisar Qing Jiang dan Permaisuri Yan Li Wei langsung melihat ke arahnya.
" Nak..." Ucap keduanya, penuh tanda tanya.
" Ayah, ibu..tenang saja, ini sudah menjadi keputusanku. Aku akan membantu Gege.." Ucap Qing Ling dengan tegas, tersirat keyakinan yang memancar di kedua matanya.
" Jika begitu, aku juga akan ikut.." Ucap Qing Longzi.
" Tidak, Kakak sebaiknya tetap berada di istana, bagaimanapun kakak adalah putra mahkota, sudah seharusnya kakak berada di samping ayah." Qing Ling menolak.
Feng Louzhi pun mendekat ke arah Kaisar Qing Jiang. " Kaisar, aku Feng Louzhi, berjanji akan menjaga Putri Qing Ling dengan nyawaku sendiri. Bagaimana pun Putri Qing Ling adalah tunangan tuan muda, sudah seharusnya aku juga menjaganya. Jadi kalian tidak perlu khawatir." Feng Louzhi meyakinkan kedua orang tua Qing Ling.
Mendengar apa yang di katakan oleh Feng Louzhi, Kaisar Qing Jiang dan Permaisuri Yan Li Wei pun merasa sedikit tenang.
" Jika memang itu sudah keputusan putriku, maka aku akan mengizinkannya." Ucap Kaisar Qing Jiang, begitupun Permaisuri Yan Li Wei yang juga menyetujui.
Qing Ling tersenyum senang, dia akan melakukan yang terbaik agar tidak hanya menjadi beban saja untuk orang yang di cintai nya.
" Ayah..Ibu.., aku juga ingin ikut." Ucap Xu Mei memohon kepada kedua orangtuanya.
Xu Mei sudah sangat merindukan Bai Hu, sudah lama dia tidak bermain bersama Harimau kecil itu. Han Zishu pun begitu bersemangat saat mendengar ucapan Xu Mei.
Xu Yuan dan Lin Hua pun saling memandang, kemudian menganggukan kepala.
" Emm...jika begitu, sebaiknya kita juga pamit." Ucap Xu Yuan, dia juga akan kembali ke Klan Xu yang saat ini memiliki kediaman baru yang tidak jauh dari tempat yang akan di jadikan sebagai sekte Faksi Naga Phoenix Langit.
" Emm... baiklah, jika kalian akan pergi sekarang. Hati-hati dan sering-seringlah main ke istana ini." Ucap Kaisar Qing Jiang.
" Tentu saja, kita akan sering datang ke istana ini. Terima kasih banyak sudah memberikan kami tempat dan menyambut kedatangan kami dengan sangat baik." Ucap Xu Yuan dengan penuh hormat.
" Hahaha....kita akan menjadi besan, sudah seharusnya aku melakukan hal itu." Kaisar Qing Jiang dengan tertawa, meski setelah ini dia akan merasa kesepian.
Setelah berbincang-bincang, akhirnya Xu Yuan, Lin Hua, Lin Zuan, Xie Mayleen, Feng Louzhi, Qing Ling, Ming Zhou, dan Xu Mei, Han Zishu segera pergi.
Kaisar Qing Jiang, Permaisuri Yan Li Wei dan Qing Longzi pun menatap kepergian semua orang dengan sedih, kini mereka akan mulai di sibukkan kembali dengan urusan Kekaisaran.
**********
Di tempat lain.
Xu Tian berniat menuju hutan kematian terlebih dulu, sebelum pergi ke Benua Utara.
Hingga sore hari, Xu Tian akhirnya tiba di hutan kematian. Dengan tenang dia terus bergerak ke arah goa yang di tempati oleh Tetua Ji.
" Swushh....." Xu Tian turun, saat sudah berada di depan goa.
Dengan langkah tenang, dia mengibaskan tangannya untuk membuka segel yang terpasang di depan pintu masuk.
Di dalam goa sendiri, Tetua Ji dan Jenderal Qing merasa jika ada seseorang yang datang pun bersikap waspada.
Hingga tidak lama kemudian, mereka berdua melihat seorang pemuda tampan, dengan menggunakan pakaian berwarna putih berjalan ke arah mereka.
" Nak... akhirnya kau datang juga." Ucap Jenderal Qing dengan tersenyum ramah, menyambut kedatangan Xu Tian.
Xu Tian tersenyum, kemudian memberikan hormat kepada Tetua Ji dan Jenderal Qing.
" Mohon maaf, karena telah membuat Tetua dan Jenderal menunggu lama."
" Tidak perlu minta maaf nak, wajar saja untuk dirimu yang baru saja bertunangan dengan gadis tercantik di benua timur, dan mungkin saja di seluruh dunia." Ucap Tetua Ji dengan terkekeh pelan.
Jenderal Qing sendiri hanya tersenyum, namun di dalam hatinya terdapat kerinduan yang begitu mendalam.
Xu Tian pun kemudian duduk di depan keduanya, lalu dengan tenang dia mulai membicarakan informasi yang baru saja dia dapatkan.
Tetua Ji dan Jenderal Qing pun dengan tenang mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Xu Tian.
Hingga satu jam kemudian, Xu Tian selesai menjelaskan apa yang dia ketahui, dan juga niatan dirinya untuk berpetualang serta mencari pecahan jiwa iblis.
" Jika begitu, maka kita berdua akan mendukung rencana yang telah kau siapkan." Ucap Tetua Ji, yang di setujui oleh Jenderal Qing.
" Tetua Ji benar, bahkan kami baru mengetahui beberapa informasi yang baru saja kau katakan." Jenderal Qing menimpali.
Xu Tian pun menganggukan kepala, lalu menatap dalam Jenderal Qing.
Mendapatkan tatapan seperti itu dari Xu Tian, Jenderal Qing pun seperti menyadari apa yang akan di katakan Xu Tian segera bersiap untuk mengatakan dengan jujur.
" Jenderal, anda pasti sudah mengetahui apa yang ingin aku tanyakan bukan?"
Jenderal Qing menganggukan kepala, lalu menarik nafasnya dalam-dalam.
" Apa yang ada di dalam pikiranmu memang benar, tapi aku minta agar dirimu tidak mengatakan hal ini kepada mereka." Ucap Jenderal Qing dengan tersenyum, dan penuh harap.
Xu Tian menganggukkan kepala. " Mengapa Jenderal harus merahasiakan hal ini kepada mereka? bukankah sebaiknya Jenderal menampakkan diri di depan mereka, agar mereka mengetahui keberadaan Jenderal."
" Nak, aku juga merasa jika apa yang kau katakan memang itu lah yang harus aku lakukan, namun aku juga memiliki alasan melakukan hal ini." Ucap Jenderal Qing dengan tidak berdaya.
Xu Tian pun menyadari jika ada sesuatu yang penting, jadi dia tidak ingin membahas terlalu jauh dan ikut campur dalam masalah tersebut.
Yang terpenting dia sudah mengetahui kebenaran hal itu.
" Baiklah, mungkin itu sudah pilihan dari Jenderal. Aku hanya berharap suatu saat nanti Jenderal kembali." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.
" Kau tenang saja nak, di masa depan nanti aku pasti akan kembali." Jenderal Qing membalas senyum Xu Tian.