
Semua orang menunggu Xu Tian dan rombongan dengan sabar, hingga tidak lama kemudian mereka semua dapat merasakan pergerakan sebuah kelompok besar yang sedang menuju arahnya.
" Tenangkan diri kalian, aku yakin itu adalah saudara Tian dan lainya." Ucap Xu Cang dengan menatap ke suatu tempat.
Semua orang kemudian mulai bersiap. Hingga tidak lama kemudian Xu Tian dan Klan Ming datang.
" Pemimpin." Ucap anggota Faksi dengan hormat, saat melihat kedatangan Xu Tian.
" Bagaimana?" Tanya Xu Tian menatap Xu Cang.
" Apa yang di katakan oleh saudara benar, jika kini pasukan kerajaan Tang sedang menuju Ibu kota kekaisaran." Jelas Xu Cang, karena beberapa waktu yang lalu pasukan kerajaan Tang keluar dari Istana.
" Jika begitu, kita akan langsung menyerang mereka."
" Baik." Ucap para anggota Faksi dengan semangat.
Xu Tian menatap Leluhur Ming Cheng.
" Kami siap tuan muda." Jawab Leluhur Ming Cheng, begitupun anggota Klan Ming yang lainnya.
" Tetap berhati-hati, jalankan sesuai rencana yang sudah aku jelaskan sebelumnya." Ucap Xu Tian lalu segera melesat menuju Istana Kerajaan Tang.
Klan Ming dan anggota Faksi pun mengikutinya, setelah berada tidak jauh dari kerajaan Tang, mereka segera membuat kelompok lalu memisahkan diri menuju arah berbeda.
" Dhuaaarrrr....."
" Dhuaaarrrr...."
" Dhuaaarrrr...."
" Dhuaaarrrr...."
Suara ledakan terdengar dari keempat sisi Selatan, Utara, Timur, dan Barat. Xu Tian dan Klan Ming telah mengepung istana kerajaan dari keempat sisi tersebut.
Hingga tidak lama kemudian, prajurit kerajaan Tang satu persatu keluar.
" B*jingan! Siapa yang telah menyerang kita!" Teriak salah satu prajurit dengan marah, meski begitu dirinya merasa khawatir karena saat ini pasukan kerajaan hanya ada setengahnya saja.
" Cepat laporkan kepada Raja!" Perintahnya kepada prajurit yang tidak jauh darinya.
**********
Aula Istana kerajaan Tang.
Raja Tang Yu Lou yang sedang berbincang-bincang dengan penasehat kerajaan tiba-tiba di kejutkan dengan suara ledakan, dan tidak lama kemudian datang seorang prajurit.
" Yang mulia raja, penasehat kerajaan, saat ini kita sedang di serang."
" Katakan dengan jelas!"
" Istana mendapatkan serangan dari keempat sisi, dan pasukan yang kita miliki sebagian sudah berangkat menuju ibu kota."
" Arghh...! B*jingan! Aku yakin mereka sudah mengawasi pergerakan kita dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang." Ucap Raja Tang Yu Lou dengan begitu marah.
" Lalu apa ya-"
" Apa kau bodoh! Segera siapkan pasukan yang kita miliki!" Teriak Tang Yu Lou sekali lagi.
Sang prajurit pun segera keluar untuk mempersiapkan pasukan yang masih tersisa.
" Yang mulia, tenangkan diri anda." Ucap penasehat kerajaan.
" Bagaimana aku bisa tenang!"
" Sebaiknya Yang mulia segera melarikan diri, biarkan aku yang menahan mereka."
" Tapi mereka telah mengep-"
Ucapan Raja Tang Yu Lou terhenti saat pintu Aula Istana tiba-tiba meledak.
" Hahaha.... Raja bodoh! Apa kau pikir dapat melarikan diri? Kau terlalu naif, dengan pasukan yang seperti semut ingin menghadang kami!" Teriak sebuah suara, dan tidak lama kemudian tiba-tiba siluet tubuh seorang pemuda tampan terlihat.
" Siapa kau? Mengapa kau menyerang kerajaanku?" Raja Tang Yu Lou bertanya dengan nada ramah, karena dirinya merasa tidak mempunyai masalah dengan Xu Tian.
Raja Tang Yu Lou dan penasehat kerajaan begitu kaget mendengar nama marga Xu.
" Kenapa? Apa kini kau sudah mengetahui di mana letak kesalahanmu Raja bodoh?" Ucap Xu Tian dengan nada mengejek.
" Cih! Hanya seorang pemuda yang masih labil sepertimu. Apa kau putra dari k*parat Xu Yuan itu?"
" Labil? Bukankah dirimu yang labil dan bodoh? Pantas saja ibuku lebih memilih ayah, ternyata pria yang menyukainya tidak lebih dari a*jing yang menggonggong!"
Mendengar ejekan Xu Tian, membuat Raja Tang Yu Lou tidak dapat menahan dirinya lagi, lalu segera melesat menyerang Xu Tian.
" Bocah! Aku akan menyiksamu, dan memotong tubuhmu menjadi ribuan!" Teriak Raja Tang Yu Lou dengan penuh aura pembunuh.
Xu Tian hanya tersenyum tipis, dengan gerakan cepat menghilang dari tempatnya.
" Dhuaaarrrr..." Serang Tang Yu Lou mengenai ruang kosong.
" Gerakanmu bahkan lebih buruk dari seekor keong, lalu ingin menyiksaku?" Ejek Xu Tian sekali lagi.
" Hadapi aku jika kau berani b*ngsat!" Tang Yu Lou benar-benar merasa begitu terhina.
" Jika itu keinginanmu, maka aku akan melakukannya!" Tidak lama kemudian sebuah energi yang begitu besar menyelimuti tubuh Xu Tian.
" Amarah Petir Naga! " Sebuah petir terbentuk menyerupai Naga muncul di kehampaan.
" Hancurkan!" Teriak Xu Tian, Naga yang terbuat dari petir segera melesat ke arah Tang Yu Lou.
" Perisai Tubuh Iblis! " Tubuh Tang Yu Lou di selimuti aura hitam pekat.
" Dhuaaarrrr..." Serangan Xu Tian menghantam Tang Yu Lou dan melemparnya.
" Sangat kuat." Batin Tang Yu Lou dengan ketakutan.
Sang penasehat tidak tinggal diam, kemudian segera melesat menyerang Xu Tian. hingga keduanya saling serang.
" Tapak Penghapus Langit! "
" Dhuaaarrrr...." Kali ini penasehat kerajaan yang terlempar.
" Aura Dewa Naga! "
" Ughh..." Tang Yu Lou dan penasehat langsung memuntahkan seteguk darah dari dalam mulutnya.
Xu Tian tidak menghentikan, dirinya terus menambah tekanannya hingga kedua orang yang ada di depannya kini merasa dirinya tertimpa ribuan gunung.
" Percaya atau tidak, aku akan menyiksa dirimu! Kau sudah membuat keluargaku hidup dalam ketakutan, kau mencoba menyentuh Ibu dan Adikku, jika hari ini kau mati terlebih dahulu sebelum aku menyiksamu, maka kau memiliki keberuntungan yang begitu tinggi." Ucap Xu Tian dengan tenang, namun di setiap kata-katanya menyiratkan sebuah rasa sakit yang luar biasa.
Kebencian, amarah, rasa sayang, keinginan, dan sebuah harapan menyelimuti perasaan Xu Tian saat ini.
Kebencian terhadap mereka yang telah mengusik ketenangan keluarganya, kemarahan saat mendengar jika ada yang ingin menyentuh kedua wanita yang begitu berharga di hidupnya, rasa sayang yang begitu besar terhadap orang-orang terdekatnya, sebuah keinginan untuk dapat melindungi mereka, hingga memiliki harapan menuju puncak dan membawa kedamaian untuk mereka.
Tang Yu Lou dan penasehat kini merasa begitu tersiksa, bagaimana tidak tersiksa jika aura yang di keluarkan oleh Xu Tian bahkan lebih menakutkan di bandingkan dengan yang sebelumnya.
Saat ini adalah waktu yang sudah dia nantikan sejak lama, dia tidak akan membiarkan Tang Yu Lou tewas dengan mudah, sebelum merasakan bagaimana mati lebih baik di bandingkan tetap hidup.
" Sudah saatnya kau untuk pergi berlibur ke neraka!" Ucap Xu Tian, kemudian mengangkat tangannya ke atas.
" Jarum petir! " Sebuah energi petir melesat begitu tajam menuju ke arah penasehat yang sudah mulai kehilangan kesadarannya.
" Arghh..." Serangan Xu Tian mengenai tubuh penasehat, bahkan saat ini tubuhnya sulit untuk di kenali.
Semua orang yang telah menyelesaikan tugas mereka menatap Xu Tian dengan ketakutan. Mereka mengira Xu Tian adalah pemuda yang baik dan ramah, namun sekarang mereka seperti melihat dewa kematian.
" Jangan takut, Saudara Tian melakukan hal tersebut karena memiliki alasan yang jelas." Ucap Xu Cang yang kini berada di samping Ming Xiyue.
" Emm..kau benar." Ming Xiyue menyetujui ucapan Xu Cang, meski Xu Tian terlihat menakutkan, namun itu hanya kepada musuhnya.
" Tuan muda adalah orang yang tidak akan melepaskan siapapun yang berani mengusik ketenangan orang-orang nya, jadi kalian harus bersikap lebih baik lagi, jangan sampai kalian berkhianat!" Leluhur Ming Cheng memperingati anggota Klan nya. Semua orang menganggukan kepala.
Hingga tidak lama kemudian mereka semua merasa kaget saat melihat tubuh Tang Yu Lou yang tiba-tiba menghilang, bahkan Xu Tian hanya mengibaskan tangannya saja.