
Sebelum latihan tertutup, Xu Tian telah meminta Long Hei untuk mencari informasi mengenai Ming Cheng atau Klan Ming.
Karena dirinya yakin jika Ming Cheng dan Klan Ming pasti mengetahui beberapa informasi penting lainnya, yang tidak di ketahui oleh orang luar mengenai Kekaisaran Tang dan kekuatan yang berada di belakangnya.
Meski kemungkinan untuk bertemu dengan mereka sangat kecil.
Aula Istana Kekaisaran Qing.
Saat ini di aula istana semua orang telah berkumpul, mereka semua tidak lain orang-orang yang datang dalam pertemuan sebelumnya.
" Terima kasih untuk kalian semua, karena telah menyempatkan waktu untuk berkumpul kembali di tempat ini." Ucap Kaisar Qing Jiang membuka pertemuan.
" Setelah satu bulan kalian semua melakukan latihan tertutup, maka kini sudah waktunya untuk kita mulai menjalankan rencana kita." Lanjut Kaisar Qing Jiang kemudian mempersilakan Xu Tian untuk menjelaskan rencana yang akan di lakukan.
Xu Tian menganggukan kepala, kemudian segera berdiri dari duduknya.
" Waktu yang sudah kita tunggu telah tiba, tidak ada alasan lagi untuk kita mundur atau menghindarinya." Xu Tian menatap semua orang yang tengah fokus memperhatikan dirinya.
" Maka dari itu, aku ingin meminta bantuan kepada kalian semua untuk segera mempersiapkan pasukan yang kalian miliki untuk segera menuju perbatasan. Kita akan membuat markas di sana dan menunggu perintah selanjutnya, karena aku berniat akan pergi menuju kekaisaran Tang terlebih dahulu untuk menemui orang-orangku yang sebelumnya telah aku perintahkan untuk mencari beberapa informasi." Lanjut Xu Tian, kemudian mulai menjelaskan apa yang harus mereka lakukan.
" Apa kalian semua mengerti?" Ucap Xu Tian setelah selesai menjelaskan rencananya.
" Nak, apa kau akan pergi seorang diri?" Tanya Matriak Xin Xia, karena menurutnya hal tersebut terlalu beresiko untuk Xu Tian.
Begitupun yang lainnya, jika saja mereka mengetahui jika Xu Tian saat ini telah berada di Ranah Nirwana, mungkin mereka tidak akan menanyakan keputusan Xu Tian yang akan pergi seorang diri.
Karena Xu Tian sengaja tidak memperlihatkan tingkat kultivasinya, dia berfikir itu akan menjadi kartu truf bagi dirinya.
" Matriak benar, aku akan pergi seorang diri, kalian tidak perlu mencemaskan diriku. Dan bukankah aku sudah mengatakan bahwa di sana juga terdapat orang-orangku." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.
" Jika begitu, maka kami akan menunggu kabar selanjutnya darimu." Ucap Patriak Ling Chen, dia dapat melihat keseriusan serta kepercayaan diri yang begitu tinggi di setiap kata-kata Xu Tian.
Semua orang pun menganggukan kepala, dan mengatakan kepada Xu Tian untuk tetap berhati-hati.
" Karena semua telah setuju, maka aku akan pergi sekarang." Ucap Xu Tian, kemudian segera memberi hormat dan keluar dari Aula istana.
Semua orang menatap kepergian Xu Tian dengan perasaan yang berbeda-beda.
Seperti Qing Ling yang menatap punggung kekasihnya dengan penuh kekhawatiran, begitupun orang-orang terdekat Xu Tian.
Meski mereka semua khawatir, tetapi di dalam diri mereka begitu kagum dengan sosok Xu Tian yang begitu perduli kepada semua orang.
" Di saat aku melihatnya, aku seperti melihat sosok yang begitu aku rindukan." Batin Matriak Xin Xia, dirinya begitu merindukan leluhur sektenya yang sudah lama menghilang entah di mana keberadaannya saat ini.
Semua orang kemudian segera bergerak untuk mempersiapkan pasukan yang mereka miliki untuk menuju perbatasan.
Pasukan yang akan menuju perbatasan sendiri terdiri dari Pasukan Kekaisaran, Sekte, dan Klan yang ada di kekaisaran Qing.
Mereka akan memperjuangkan tanah kelahiran mereka agar tidak di kuasai oleh orang luar, meski nyawa menjadi taruhannya sekalipun.
Semangat para jenius yang di miliki oleh sekte dan klan pun semakin membara, setelah melihat bagaimana Xu Tian yang masih seumuran dengan mereka mampu melakukan hal yang tidak dapat mereka lakukan.
Di tambah lagi dengan para jenius Klan Xu yang juga memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari mereka, hingga para jenius sekte dan klan bertekad untuk mengeluarkan segala kemampuan yang mereka miliki.
Xu Feng dan saudaranya yang lain, kini sudah berada pada Ranah Raja 4-5, namun untuk kemampuan bertarungnya, mereka mampu mengahadapi Ranah Kaisar tingkat 1 dengan usaha keras.
Kaisar Qing Jiang sendiri kini sudah berada pada Ranah Nirwana 8, yang di ikuti para Patriak Sekte Besar yang berada pada Ranah Nirwana 8-9, dengan yang terkuat Patriak Ling Chen Nirwana 9 dan yang lainnya masing-masing berada pada Ranah Nirwana 8.
*******
Di tempat lain.
Kini Xu Tian sedang melesat terbang dengan kecepatan penuh menuju Benua Tengah, dimana Kekaisaran Tang berada.
Meski dengan kecepatan penuh, tetapi Xu Tian tidak lupa untuk tetap mengawasi situasi di sekitarnya.
Hingga satu hari kemudian Xu Tian telah tiba di pinggir hutan dekat Kekaisaran Tang.
" Sebaiknya aku mencari tempat untuk memulihkan diri terlebih dahulu, sebelum menemui Long Hei dan lainnya." Kemudian Xu Tian segera menuju kota terdekat untuk mencari sebuah penginapan.
Setelah menempuh jarak beberapa kilo meter jauhnya, akhirnya Xu Tian melihat sebuah kota.
Kota Huyang, adalah sebuah kota yang terletak di bagian timur Kekaisaran Tang, kota Huyang sendiri memiliki penjagaan yang cukup ketat karena kota tersebut berada tidak jauh dari perbatasan Benua Tengah dan Benua Timur.
Satu kilo meter dari kota.
Xu Tian segera turun kebawah, kemudian melanjutkan berjalan kaki menuju gerbang kota.
Kehadiran Xu Tian sendiri begitu menarik perhatian para prajurit kota yang berada di pos penjagaan, terlebih lagi Xu Tian menggunakan pakaian yang cukup mewah dan hanya berjalan seorang diri.
" Mungkin mereka menganggap diriku sebagai salah satu tuan muda, sebaiknya setelah ini aku harus lebih memperhatikan penampilanku." Batin Xu Tian dengan tersenyum lucu.
Hingga tidak lama kemudian Xu Tian tiba di depan para prajurit.
" Tuan muda, anda memasuki kota Huyang. Mohon tunjukan Identitas anda!" Seorang komandan yang baru saja keluar dari pos datang menghampiri Xu Tian.
Xu Tian dengan tenang menunjukkan identitas anggota Faksi Naga Langit, karena menurutnya akan mencurigakan jika dia menunjukkan lencana Klan Xu.
Sang komandan kemudian menerima, lalu memeriksanya.
" Tuan muda, kami baru pernah melihat lencana ini. Apakah tuan muda dari salah satu kekuatan tersembunyi yang ada di Benua Tengah ini?" Tanya sang komandan dengan bingung, namun dirinya tetap berhati-hati karena takut menyinggung kekuatan yang tidak dia ketahui.
Xu Tian pun menganggukan kepala, kemudian menjelaskan jika dirinya adalah anggota sebuah Faksi yang baru saja di dirikan.
Sang komandan pun hanya menganggukan kepala mencoba mempercayai ucapan Xu Tian.
" Jika begitu, mohon maaf atas ketidaknyamanan tuan muda." Ucap sang komandan dengan sopan, kemudian mengembalikan lencana Xu Tian.
Xu Tian kemudian menerima kembali lencananya, lalu segera masuk ke dalam Kota Huyang.
Setelah kepergian Xu Tian, sang komandan meminta prajurit untuk mengawasinya.
" Awasi dia, dan tetap berhati-hati. Karena aku yakin dia memiliki kemampuan yang tinggi."
Dua orang prajurit kemudian menganggukan kepala, lalu segera mengikuti Xu Tian yang telah masuk kedalam kota terlebih dulu.
Sang komandan meyakini jika Xu Tian mempunyai kemampuan yang tinggi, meski tidak memiliki aura yang terpancar dari tubuhnya, tetapi dari sikap serta ketenangannya menunjukkan bahwa dirinya bukan orang yang dapat di anggap remeh.