
Para penonton pun bersorak serta begitu kagum dengan pertempuran di arena satu, bagaimana Sekte Langit Abadi harus berjuang melawan empat kelompok lainnya.
Waktu pun terus berjalan hingga memasuki pertempuran terakhir, kini tiba saatnya Klan Xu Untuk naik ke atas arena pertempuran.
" Saudara, jangan terlalu terbebani." Ucap Xu Meng melihat ke arah Xu Cang.
" Yang dikatakan Xu Meng benar, kita hanya perlu menunjukkan kemampuan yang kita miliki dan tetap fokus. Jangan pernah menganggap remeh lawan." Ucap Xu Feng yang kemudian segera naik ke atas arena bersama dengan yang lainnya.
Di tempat khusus yang di sediakan untuk para perwakilan, mereka semua begitu menyoroti kehadiran Klan Xu yang mengirim dua orang wanita dalam kompetisi.
Karena dalam Kompetisi sendiri hanya ada Sekte Bunga Persik yang mengirimkan perwakilan Wanita, semua itu karena memang Bunga Persik hanya menerima murid wanita, dan terlihat wajar saja karena Sekte Bunga Persik adalah Sekte Besar.
" Aku tidak menyangka jika ada peserta wanita lainnya selain anggota sekte Matriak Xin Xia." Ucap Kang Jian, Patriak Sekte Pedang Tunggal yang berada tidak jauh dari Matriak Sekte Bunga Persik.
" Bukankah itu bagus? Artinya mereka percaya dengan generasi muda wanita mereka." Ucap Matriak Xin Xia yang masih memperhatikan Xu Meng dan Xu Ying.
" Apakah Matriak Xia tidak tertarik kepada mereka berdua?" Tanya Wang Dunrui, Patriak Sekte Awan.
" Bohong jika aku tidak tertarik kepada mereka yang dengan berani ikut dalam kompetisi, tetapi aku tidak bisa memaksa siapapun untuk ikut bergabung ke dalam Sekteku." Matriak Bunga Persik sebenarnya dapat melihat jika kedua wanita itu mempunyai kemampuan yang cukup tinggi, dan tidak kalah jenius dengan anggota sekte nya.
Mereka semua kemudian segera fokus kembali melihat menuju arena pertempuran.
" Akhirnya kini giliran mereka." Ucap tetua Xu Jian yang telah menunggu begitu lama, karena dia juga ingin menyaksikan putrinya.
" Untung saja mereka tidak langsung bertemu dengan Sekte besar, karena bagaimanapun kompetisi ini berbeda dengan Turnamen Kota." Ucap Xu Yuan yang dapat bernafas lega.
" Patriak benar." Xu Peng yang mendengar ucapan Xu Yuan.
Kembali ke atas arena.
Kini perwakilan Klan Xu sudah berada di atas arena bersama dengan keempat kelompok lainnya, yang masing-masing berasal dari sekte menengah, sekte kecil dan Klan Wu.
Mereka semua segera mempersiapkan diri dengan membuat pertahanan, Sekte menengah dan Sekte Kecil sama sekali tidak memandang Klan Xu dan Klan Wu, karena menurut mereka kedua klan tersebut dapat dengan mudah mereka kalahkan.
" Mereka terlalu menganggap remeh kita." Ucap Xu Han dengan kesal menatap ketiga Sekte yang sedang bertarung.
Xu Feng hanya tersenyum menanggapi ucapan Xu Han. " Sebaiknya kita segera bersiap menyerang klan Wu."
" Xu Meng dan Xu Ying segera persiapkan serangan kalian." Ucap Xu Feng melihat ke arah keduanya.
Xu Meng dan Xu Ying menganggukan kepala, kemudian maju beberapa langkah kedepan.
Melihat klan Xu ingin melancarkan serangan, Klan Wu tidak tinggal diam dan segera mempersiapkan diri.
" Bersiap!" Ucap Wu Tang kepada rekannya. Kemudian Klan Wu segera membentuk pertahanan.
Xu Meng segera mengeluarkan salah satu teknik nya. " Gelombang Air Laut! "
" Jarum Es Abadi! " Ribuan jarum terbuat dari Es mengelilingi Xu Ying.
" Hancurkan!." Teriak Xu Meng dan Xu Ying, Gelombang air menyapu arena pertempuran dan membuat semua orang begitu kaget, Jarum terbuat dari es pun mengikuti dari belakangnya melesat dengan cepat.
" Dhuaaarrrr...." Gelombang air menabrak pertahanan yang di buat oleh Klan Xu, namun pertahanan mereka tetap kokoh.
Xu Feng segera bergerak.
" Petir Kekacauan! " Sebuah energi petir berwarna hitam muncul dan bergerak menuju gelombang air yang mengakibatkan kedua teknik tersebut layaknya lautan petir.
Ketiga sekte yang sedang saling bertempur pun segera menghindari dan membuat pertahanan.
" B*jingan! Apa mereka gila!" Teriak salah satu anggota sekte tingkat menengah karena begitu kaget melihat serangan dari Klan Xu.
" Menghindar! " Teriak Wu Tang kepada yang lainnya, karena tiba-tiba pertahanan mereka di selimuti oleh petir yang di keluarkan oleh Xu Feng.
" Dhuaaarrrr..." Petir hitam tersebut menembus pertahanan Klan Wu dan menghancurkan nya.
Tidak hanya itu saja, kini giliran Jarum Es bergerak ke arah mereka berlima. Klan Wu segera menghindar, namun saat mencoba menghindar tiba-tiba jarum-jarum tersebut berhenti.
Anggota Klan Xu hanya tersenyum mendengar ucapan Wu Liang, karena mereka terlalu ceroboh.
Xu Ying mengangkat kedua tangannya ke atas, lalu segera mengepalnya. " Bekukan!"
" Menghindar!" Teriak Piu Nan, salah satu anggota sekte tingkat menengah yang memiliki ranah Kultivasi Surga tingkat 7.
Di bangku para penonton.
Para penonton begitu bingung dengan reaksi yang di tunjukan oleh Piu Nan, karena tiba-tiba meminta semua orang untuk menghindar.
Di bangku para Patriak.
Patriak dari sekte besar begitu kaget melihat serangan dari Xu Meng, Xu Ying, dan Xu Feng. Karena mereka dapat melihat bagaimana serangan dari ketiganya begitu luar biasa dan membuat mereka kagum.
" Hahaha... Aku tidak menyangka." Patriak Kang Jian tertawa begitu keras sehingga membuat semua orang melihat ke arahnya.
" Patriak Jian benar, mereka begitu luar biasa." Timpal Patriak Ling Chen.
Di bangku Klan Xu.
Anggota klan Xu hanya tersenyum tipis melihat hal tersebut.
" Aku tidak menyangka, mereka semua begitu cerdas." Ucap Xu Yuan melihat ke arah arena.
" Tentu saja, karena Klan Xu kita akan bangkit." Tetua Xu Peng tertawa begitu bahagia.
Di bangku khusus kekaisaran.
" Aku tidak menyangka, ternyata bukan hanya Nak Tian saja, bahkan mereka pun memiliki kelebihan yang tidak bisa di anggap remeh." Ucap Kaisar Qing Jiang dengan tersenyum.
Para petinggi kekaisaran pun begitu kaget, karena mereka tidak menyangka Klan Xu memiliki banyak jenius.
" Aku memang tidak salah memilih dirimu." Batin Qing Ling dengan mengarahkan pandangannya ke arah Xu Tian yang masih saja memejamkan kedua matanya.
Kembali ke arena pertempuran.
" B*jingan! Mereka sungguh licik!" Teriak salah satu anggota sekte Gunung Perak.
" Licik? Bukankah kalian yang begitu ceroboh?" Ucap Xu Han dengan tersenyum.
Mereka semua tidak menyangka jika serangan gelombang air yang di keluarkan oleh klan Xu hanya lah sebuah pengalihan, Xu Feng pun mengeluarkan teknik petirnya agar mereka semua menjadi lengah. Karena serangan yang sebenarnya adalah jarum es yang di keluarkan oleh Xu Ying.
Jarum Es Abadi milik Xu Ying bukanlah teknik biasa, bagaimana teknik tersebut mampu mengikuti perintah pemiliknya.
Xu Ying sengaja tidak membuat jarum es miliknya mengenai musuh, karena tujuannya adalah membekukan semua orang.
Jarum es yang sebelumnya jatuh kebawah sebenarnya tetap bergerak di bawah gelombang air, bahkan kecepatannya meningkat tiga kali lipat mendekati lawan hingga akhirnya membekukan mereka semua dengan sekali kombinasi serangan.
Semua orang pun akhirnya mengerti apa yang terjadi setelah melihat keempat kelompok tersebut tiba-tiba membeku dari ujung kaki hingga bagian dada.
" Baiklah, segera kita selesaikan!" Ucap Xu Feng lalu bergerak menuju lawan mereka, yang di ikuti Xu Ying, Xu Meng, Xu Cang dan Xu Han.
" Tombak Petir Abadi! "
" Pedang Es Abadi! "
" Pedang Naga Air! "
" Pedang Api Abadi! "
" Pedang Naga Petir! "
" Dhuaaarrrr.... Dhuuuarrrrr... Dhuaaarrrr! "