Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 216. Tombak Naga Penguasa Alam


Pertarungan antara kedua kelompok hewan buas itu pun semakin brutal, terlihat beberapa luka di tubuh mereka yang terus mengeluarkan darah.


" B*jingan! Apa masalah kalian yang tiba-tiba menyerang kami hah!" Teriak salah satu serigala dengan nafas memburu.


" Cih! Apa kau pikir bisa keluar masuk sesuka hatimu di tempat kami!" Balas Kalajengking dengan sangat marah.


Kedua serigala kemudian mengambil jarak, lalu saling menatap satu sama lain.


" Apa maksud kalian? Bahkan kami baru saja tiba di wilayah ini?" Dengan menatap kedua Kalajengking yang bersiap melepaskan racunnya.


" Tidak perlu mencari alasan lain, hari ini aku pastikan kalian akan mati di tempat ini." Teriak Kalajengking kemudian segera melepaskan racun tingkat tinggi miliknya.


Kedua serigala saling memandang satu sama lain.


" Jika kita mati di tempat ini, setidaknya mereka juga harus mati bersama kita!" Ucap salah satu beruang yang mendapatkan anggukan kepala serigala satunya.


" Swusshh...." Pertarungan dahsyat dari kedua kelompok hewan buas pun kembali terjadi.


Di tempat lain.


Xu Tian yang masih dengan tenang mengawasi pertarungan itu kemudian bergerak ke berbagai arah, dengan hati-hati dirinya memasang formasi agar pertarungan tersebut tidak menarik perhatian kawanan hewan buas lainnya.


" Semoga saja tidak ada lagi hewan buas yang datang ke tempat ini." Batin Xu Tian dengan terus bergerak.


" Swusshh....., Swusshh....." Energi transparan mulai menyelimuti tempat tersebut, kemudian membentuk sebuah kubah.


" Formasi Sangkar Abadi!"


" Swusshh...." Cahaya keemasan menyala beberapa detik kemudian menghilang menandakan formasi tersebut kini sudah terpasang.


Xu Tian kemudian kembali ke tempat sebelumnya.


Beberapa menit kemudian Xu Tian mulai bersiap masuk ke dalam medan pertarungan.


" Sudah saatnya!"


Xu Tian kemudian segera menggunakan Langkah Dewa Naga.


" Swusshh...." Tubuhnya bergerak dengan cepat bergerak zig-zag ke arah kedua Kalajengking yang kini mulai melemah akibat serangan dari kedua serigala.


" Tapak Dewa Naga!" Tapak keemasan muncul dari kehampaan mengarah menuju kedua kalajengking.


" Dhuaaarrrr....." Ledakan keras terjadi melempar keduanya.


Kedua serigala yang melihat kedatangan Xu Tian secara tiba-tiba segera bersikap waspada.


" Aku bahkan tidak merasakan kehadirannya." Batin kedua serigala dengan menatap ke arah Xu Tian yang sedang mencoba merobohkan kedua kalajengking.


" Sebaiknya kita segera bersiap, aku yakin setelah ini dia akan menyerang kita yang telah kehabisan energi cukup banyak."


" Benar."


Kedua serigala pun bersiap untuk melepaskan kekuatan terakhirnya untuk mengahadapi Xu Tian.


Sedangkan di tempat Xu Tian, kini kedua kalajengking sudah mulai dapat di kalahkan olehnya.


" B*jingan! Siapa kau? dan sejak kapan dunia ini di tempati oleh manusia rendahan sepertimu!" Teriak kalajengking dengan nafas memburu.


Xu Tian hanya tersenyum menanggapi ucapan Kalajengking itu, kemudian mengeluarkan tombak dari dalam cincin penyimpanan miliknya.


" Aku tidak memiliki banyak waktu untuk menjawab pertanyaanmu itu, apa kau lihat jika mereka sudah menungguku?" Ucap Xu Tian yang kemudian melepaskan serangan tombak ke titik lemah kalajengking itu.


" Dhuaaarrrr...., Dhuaaarrrr....." Suara ledakan terdengar bersamaan dengan robohnya kedua kalajengking yang memiliki luka di bagian dadanya.


Setelah keduanya tewas, Xu Tian segera mengambil mutiara jiwa milik keduanya.


Namun belum sempat Xu Tian menyimpan kedua mutiara jiwa milik kalajengking itu, tiba-tiba datang serangan ke arahnya.


" Swusshh...." Xu Tian bergerak mundur untuk menghindari serangan tersebut.


" Cih!" Xu Tian mendengus kesal saat salah satu mutiara jiwa kalajengking terjatuh.


" Swusshh...." Salah satu serigala bergerak ke arahnya.


Dengan gerakan cepat Xu Tian mengayunkan tombak di tangannya.


" Sangat kuat!" Batin Xu Tian dengan kaget, namun dengan segera dirinya kembali fokus ke arah lain.


" Swusshh...." Serigala satunya bergerak melepaskan Auman yang menimbulkan angin di sekitarnya berhembus dengan kencang.


Xu Tian pun dengan segera membuat perisai pertahanan.


" Dhuaaarrrr...." Hembusan angin yang membentuk sebuah tornado itu menabrak perisai yang di buat Xu Tian.


" Saatnya!" Xu Tian dengan pelan, kemudian bergerak menggunakan langkah dewa naga ke arah serigala yang pertama kali menyerang dirinya.


" Tombak Penguasa Alam!"


" Swusshh....." Tombak Xu Tian bergetar dengan mengeluarkan aura yang lebih kuat dari saat terakhir kali dia menggunakan teknik tersebut.


Serigala yang sedang mencoba mengumpulkan energi nya pun menatap kaget dengan kedatangan Xu Tian.


Xu Tian yang melihat hal itu hanya tersenyum dengan tipis, Xu Tian mengetahui jika dua serangan awal hanya bentuk pengalihan mereka sebelum serangan utama yang sedang mereka siapkan.


" Dhuaaarrrr...." Tombak naga menghantam tubuh serigala dan melemparnya sekitar sepuluh meter.


Xu Tian tidak berhenti di situ saja, melihat kesempatan yang ada, Xu Tian segera bergerak dengan tombak yang di selimuti petir hitam keemasan.


" Tombak Petir Abadi!" Tombak di tangannya melesat dengan melepaskan petir hitam keemasan.


Melihat rekannya dalam bahaya, serigala itu pun mengaum dengan marah lalu bergerak menolong rekannya.


" Aura Dewa Naga!"


" Auman Dewa Naga!"


" Swusshh....., Roarrrgghhhh..." Serigala yang berniat menolong rekannya, tiba-tiba merasakan tekanan yang cukup kuat membuat pergerakan nya melambat.


" Dhuaaarrrr....." Tombak naga sekali lagi menghantam serigala yang sebelumnya terlempar dan melukai dengan sangat parah.


Merasa gagal menolong rekannya, serigala itu pun berniat meminta pengampunan kepada Xu Tian, namun saat melihat pancaran mata Xu Tian yang begitu tajam membuat dirinya hanya terdiam di tempatnya.


" Persahabatan yang begitu tulus, namun ini lah kehidupan, siapapun dapat kehilangan orang-orang berharga di kehidupannya." Xu Tian membatin, namun dirinya menolak untuk memberikan pengampunan terhadap kedua serigala tersebut.


Dengan gerakan cepat Xu Tian bergerak melepaskan serangan tapak.


" Dhuaaarrrr......" Serigala yang sudah terluka sangat parah itu kembali terlempar, lalu tewas di tempatnya.


" Aaaaauuuuuuu....." Serigala yang tersisa mengaum dengan sedih, lalu bergerak ke arah Xu Tian.


Xu Tian menatap dengan tersenyum, lalu mengangkat tombak naga ke atas langit dengan aura dewa naga serta tubuh dewa naga membuat dirinya terlihat seperti seorang dewa perang.


Tubuhnya memancarkan energi berwarna emas dengan sisik naga yang muncul membentuk sebuah jubah.


" Tombak Naga Penguasa Alam!" Langit di sekitarnya tiba-tiba berubah menjadi gelap, yang kemudian memunculkan bayangan seekor naga dengan mahkota di atasnya.


Pandangan Xu Tian terfokus ke arah serigala tersebut yang terus bergerak.


" Hancurkan!"


" Swusshh....." Angin berhembus dengan kencang, naga di atas langit melesat dengan tajam ke arah serigala itu.


" Aaaaaaauuuuuuu...." Serigala melepaskan serangan angin tornado, yang kemudian melepaskan serangan cakar.


" Dhuaaarrrr....., Dhuaaarrrr....." Serangan keduanya bertabrakan hingga membuat tempat di sekitarnya hancur.


Terlihat darah segar keluar dari sudut Xu Tian yang terlalu memaksakan dirinya.


" Roooaaarrrhhh....." Auman naga di lepaskan Xu Tian untuk mengganggu fokus serigala itu.


" Booooommmmsss...." Bayangan naga dan tombak naga bergerak ke arah bagian perut.


" Dhuaaarrrr...." Hingga beberapa saat kemudian tubuh serigala itu hancur.


*********


Jauh dari tempat Xu Tian, terlihat beberapa kelompok bergerak dengan kecepatan tinggi.


" Semoga saja tidak terlambat!"