Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch87-Melampaui Batas Kemampuan


" Arghhhh...!!!" Teriak nya begitu kesakitan.


" Untung saja aku segera menggunakan Tubuh Dewa Naga, jika tidak, mungkin aku akan sedikit terluka." Batin Xu Tian setelah mendapatkan serangan.


Tidak lama kemudian, terlihat beberapa orang dengan menggunakan topeng datang.


" Hahaha.. aku tidak menyangka, saat kami tiba di tempat ini sudah mendapatkan sambutan yang begitu meriah." Ucap salah satu dari mereka.


Xu Tian hanya diam, tanpa berniat untuk menjawab ucapan pria bertopeng tersebut.


" Akhirnya mereka semua muncul juga, tetapi aku harus tetap waspada dan tidak boleh menganggap remeh mereka." Batin Xu Tian melihat ke arah para pria bertopeng.


Karena sebelumnya Xu Tian sudah mendapatkan informasi, bahwa masih ada kekuatan lain di belakang mereka yang bergerak secara sembunyi.


Mereka semua menggunakan topeng, masing-masing dari mereka berada pada ranah Nirwana tingkat 3.


Sedangkan kelima orang yang menggunakan topeng, saat ini sedang berdiri tidak jauh dari tempat Xu Tian, mereka mencoba mencari tahu kekuatan Xu Tian.


Sebelumnya mereka semua begitu kaget, Melihat salah satu dari mereka yang mencoba menyerang Xu Tian malah terluka.


Sang ketua, yang sedang bertarung dengan Xu Yuan akhirnya dapat bernafas dengan lega.


" Akhirnya mereka keluar juga." Batinnya dengan senang.


Xu Yuan pun segera mengambil jarak, kemudian berdiri di samping Xu Tian.


" Nak, apa yang harus kita lakukan? Kekuatan mereka cukup tinggi." Tanya Xu Yuan dengan Khawatir.


" Ayah tenang saja, aku sudah memiliki rencana." Xu Tian yang masih bersikap dengan tenang.


Xu Yuan pun menganggukan kepala, dan mencoba untuk tetap tenang. Karena Xu Yuan percaya bahwa putranya sudah mengantisipasi hal ini sebelumnya.


" Untuk mereka berlima serahkan kepadaku, sedangkan yang lainnya aku serahkan kepada ayah." Ucap Xu Tian menatap ayahnya dengan serius.


Melihat pancaran kedua mata Xu Tian membuat Xu Yuan merasa kehangatan, sehingga Xu Yuan pun menuruti.


" Jika begitu, kita mulai sekarang!" Ucap Xu Tian, kemudian segera melesat ke arah pria bertopeng yang sebelumnya terluka.


" Hentikan dia!" Ucap salah satu dari kelima pria bertopeng.


Namun pergerakan mereka sedikit terlambat.


" Dhuaaarrrr...." Dengan menggunakan serangan Tapak Dewa Naga, Xu Tian mengubah pria bertopeng yang telah terluka menjadi kabut darah.


" Mengerikan." Batin para bawahan yang menggunakan pakaian serba hitam.


" Arghhh!!!.. B*jingan! Kau telah membunuh adik terakhir!" Teriak salah satu pria bertopeng, kemudian segera bergerak menuju Xu Tian dengan membawa Sabit panjang di tangannya.


Melihat serangan ke arahnya, Xu Tian masih bersikap dengan tenang. Lalu segera mengeluarkan tombak naganya.


" Tombak Penghancur Naga! " Tombak Xu Tian memancarkan energi yang begitu luar biasa.


" Dhuaaarrrr...." Kedua senjata Sabit dan Tombak saling bertabrakan, menimbulkan suara ledakan yang begitu besar.


" Booommss...." Keduanya sama-sama terpukul mundur, hanya saja Xu Tian masih dapat berdiri, sedangkan lawannya terlempar hingga lima meter jaraknya.


" Jangan gegabah! Tetap menyerang secara bersama!" Perintah salah satu pria bertopeng.


Mereka berempat kemudian segera melesat ke arah Xu Tian.


Xu Tian mencoba untuk terus mencari celah, dengan gerakan cepat menggunakan kombinasi Langkah Dewa Naga dan Aura Naga, Xu Tian dapat mengimbangi keempatnya.


" B*jingan ini sungguh merepotkan." Batin salah satu dari mereka, kemudian mengarahkan Sabit ke arah bagian kepala Xu Tian.


Xu Tian segera menghindar ke kanan, namun tiba-tiba sebuah tapak mengarah menuju bagian punggungnya.


" Boooommmsss..." Xu Tian terpental beberapa langkah, namun masih dapat menyeimbangkan tubuhnya.


Dengan gerakan gerakan cepat, Xu Tian segera memutar tubuhnya serta mengayunkan tombaknya ke arah lawan yang berada tidak jauh dari jangkauan nya.


" Dhuaaarrrr...." Salah satu dari mereka terlempar kebelakang.


Di tempat lain.


Long Hei dan Feng Louzhi begitu khawatir melihat pertarungan Xu Tian, jika saja mereka tidak di larang untuk ikut dalam pertempuran, maka saat ini mereka berdua telah menghancurkan tubuh mereka semua yang dengan berani menyentuh tuannya.


" Saudara, apakah kita akan tetap berdiam diri?" Tanya Long Hei menatap pertempuran Xu Tian dengan khawatir.


" Tetapi...."


" Turuti saja perintah tuan muda! jika kau masih ingin berada di sampingnya!." Ucap Feng Louzhi memotong ucapan Long Hei.


Mereka berdua kemudian kembali terdiam, dan kembali fokus melihat pertempuran.


Di tempat lain.


Saat ini Xu Feng dan lainnya bertarung dengan kekuatan penuh, mereka semua belum mengetahui jika Xu Tian tengah menghadapi lawan yang cukup berat.


Namun Wuya dan Jingmi dapat merasakan, jika ada kekuatan yang cukup besar sedang bertarung.


" Wuya, apa kau merasakannya?" Tanya Jingmi yang sedang bergerak menghancurkan lawan.


" Iya, aku merasakan jika ada lawan yang cukup kuat di tempat pemimpin dan Patriak saat ini." Jawab Wuya setelah memisahkan kepala dari tubuh lawan.


" Apa kita akan pergi kesana?" Tanya Jingmi dengan cemas.


" Kita selesaikan terlebih dahulu di sini, kemudian kita akan segera menuju tempat tersebut."


" Jika begitu, maka segera kita berserakan." Kemudian mereka berdua bergerak lebih brutal lagi.


********


Di istana kekaisaran.


Saat ini Qing Ling sedang duduk di taman seorang diri, terlihat dari wajahnya yang menggambarkan kecemasan.


" Semoga Gege baik-baik saja." Batinnya dengan menatap bunga di depannya.


Hingga tidak lama kemudian, datang lima orang wanita muda.


" Saudara, ternyata dirimu di sini." Ucap Xu Meng yang berjalan ke arah Qing Ling bersama dengan Xu Ying, Mo Feifei, Xu Mei, dan Han Zishu.


" Kakak Ling kenapa?" Tanya Xu Mei yang kemudian duduk di samping Qing Ling.


" Kakak tidak apa-apa Mei'er." Dengan tersenyum lembut mengelus rambut indah Xu Mei.


" Tetapi Kakak Ling terlihat begitu sedih?"


" Kakak Ling hanya sedang memikirkan Kakakmu."


" Emm.. Kakak Ling tenang saja, karena Kakak Tian begitu kuat, jadi Kakak Ling tidak perlu sedih dan khawatir lagi." Ucap Xu Mei mencoba menghibur Qing Ling.


Sebenarnya, Xu Mei juga merasa khawatir dengan keadaan kakaknya, tetapi dia mencoba untuk tetap tenang dan mempercayai kakaknya.


" Yang di katakan Mei'er benar, saudara Tian dan lainnya pasti akan baik-baik saja." Ucap Xu Ying menimpali pembicaraan keduanya.


Xu Meng, Mo Feifei, dan Han Zishu pun setuju dengan apa yang di katakan oleh Xu Mei.


" Emm.. terima kasih." Ucap Qing Ling yang merasa begitu senang, karena saat ini banyak orang yang begitu perduli kepada dirinya.


" Bagaimana jika kita berlatih bersama?" Ucap Xu Meng mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


" Itu ide yang bagus." Ucap Mo Feifei, yang lainnya pun setuju dengan usulan Xu Meng.


Melihat mereka semua setuju, Qing Ling pun akhirnya menganggukan kepala, kemudian mereka semua segera menuju tempat latihan.


*******


" Dhuaaarrrr....." Xu Tian terlempar beberapa meter, terlihat di sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah.


Meski telah mengalami beberapa luka, namun Xu Tian masih ingin terus berjuang sendiri untuk mengalahkan lawan.


" Tidak ada pilihan lain, aku harus mampu melewati batas kemampuan ku sendiri." Batin Xu Tian, lalu segera bangkit kembali.


" Aura Dewa Naga! " Sebuah energi tekanan yang cukup besar tiba-tiba muncul, Xu Tian saat ini mengeluarkan semua Aura Dewa Naga yang di milikinya.


" Tubuh Dewa Naga! " Tubuh Xu Tian di selimuti sebuah energi berwarna emas, hingga beberapa saat kemudian, tubuh Xu Tian seperti menggunakan sebuah Armor dengan Sisik Naga.


" Langkah Dewa Naga! " dengan gerakan 3x lebih cepat, Xu Tian kini berada di samping salah satu dari pria bertopeng, dengan gerakan cepat mengayunkan tombak ke arah kepala lawan.


" Dhuaaarrrr....."


" Arghhh....!!!!"