Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch63-Berurusan Dengan Pihak Kekaisaran


" Berhenti!..." Teriak salah satu prajurit yang datang berjumlah sepuluh orang yang datang tergesa-gesa ke tempat kejadian.


Melihat prajurit kekaisaran datang ke tempat itu, membuat semua orang kemudian mendekat. Sedangkan tuan muda arogan begitu senang saat melihat prajurit tiba, karena dengan ini nyawa nya akan selamat.


Dengan segera prajurit beserta komandan yang berada di dalam pasukan tersebut lalu menghampiri mereka, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


" Tuan-tuan mohon kerja samanya, jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi? Jika kalian semua tetap diam, maka kami akan menyeret kalian semua" Ucap sang komandan dengan tegas melihat semua orang.


Mendengar ancaman itu langsung membuat salah satu dari mereka yang berada di tempat tersebut dari awal menjelaskan kepada sang komandan tentang apa yang terjadi dengan rinci.


" Komandan, tuan muda Chu ingin meminta saudari dari pemuda itu untuk menemani nya bermalam di tempat tidurnya. Namun di tolak nya, karena menerima penolakan lantas tuan muda Chu menyerang kelompok pemuda tersebut." Ucap salah satu pemuda yang berada di tempat kejadian dengan rinci.


" Apakah benar yang di ucapkan oleh nya?" Tanya sang komandan melihat ke arah Xu Tian dan juga Long Hei.


" Benar komandan." Jawab Xu Tian dengan tenang tanpa rasa takut sama sekali.


" Lalu dimana saudari kalian?"


" Aku meminta saudaraku yang lainnya untuk membawa ke tempat penginapan kami."


" Panggil mereka sekarang juga! Dan mengapa kau membunuh orang di dalam Ibu kota? Apakah kau tidak mengetahui bahwa pihak kekaisaran melarang siapa pun membuat keributan, bahkan kau sudah membunuh orang lain." Ucap Sang komandan dengan tegas menjelaskan kepada Xu Tian.


Melihat reaksi yang di tunjukan oleh sang komandan membuat Xu Tian tidak menyukai hal tersebut, meski dia melanggar peraturan tetapi bagaimanapun di sini dia hanya membela diri.


" Lalu bagaimana jika salah satu anggota keluarga komandan mendapati hal serupa oleh orang lain? Apakah komandan akan tetap tinggal diam saat ada seseorang yang ingin membunuh kita?" Ucap Xu Tian tak kalah tegas nya yang membuat semua orang terdiam.


Mendengar ucapan Xu Tian membuat sang komandan hanya diam tidak mampu menjawab nya.


" Jika begitu maka panggil saudarimu dan kita akan menyelesaikan hal ini di pengadilan kekaisaran."


" Aku tidak bisa, jika memang harus berurusan dengan pengadilan kekaisaran maka biarkan aku yang mewakili saudariku, karena bagaimana pun aku lah yang telah membunuh di sini." Ucap Xu Tian menolak melibatkan para saudarinya.


" Jika begitu maka kalian sekarang juga ikut kami." Ucap sang komandan lalu memberikan perintah kepada prajurit untuk membawa mereka bertiga ke pengadilan kekaisaran.


" Tuan muda."


" Ikuti saja, kita akan menjelaskan di sana." Ucap Xu Tian kepada Long Hei


" Baik."


Kemudian mereka bertiga mengikuti komandan serta prajurit menuju pengadilan kekaisaran yang berada di istana Kekaisaran.


****


Di tempat lain kini Xu Feng dan lainnya begitu menghawatirkan Xu Tian dan Long Hei yang tak kunjung kembali ke penginapan.


" Saudara, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Xu Cang dekat nada cemas.


" Tidak ada yang bisa kita lakukan, untuk saat ini berdiam diri dan menunggu saudara Tian datang yang hanya bisa kita lakukan." Ucap Lin Hao dengan tenang.


" Yang di katakan oleh saudara Hao benar, jika kita pergi dari sini maka akan membuat kita dalam masalah kembali." Ucap Xu Feng yang duduk mencoba tetap bersikap tenang, meski sebenarnya dia juga ingin pergi.


" Saudara maafkan kami." Ucap Xu Meng, Xu Ying dan juga Mo Feifei yang merasa bersalah.


" Kalian tidak perlu meminta maaf, karena ini bukan salah kalian. Bukan kah sudah seharusnya bahwa siapa pun yang mengusik keluarga kita maka kita semua akan maju berada di barisan terdepan." Ucap Xu Han dengan tenang.


" Jangan terlalu di pikirkan, lebih baik kita pesta arak sekarang." Ucap Xu Cang kemudian memesan berbagai makanan serta arak terbaik.


****


Aula Istana Kehakiman.


Di dalam ruangan itu, Xu Tian, Long Hei dan Tuan muda yang di panggil tuan muda Chu tersebut kini berada di tengah ruangan. Dan komandan segera memberikan laporan pada sang hakim.


" Yang mulia hakim. Aku di sini membawa mereka bertiga karena membuat kekacauan di dalam Ibu kota dan tuan muda Xu Tian dan pengawalnya telah membunuh para pengawal tuan muda Chu." Lalu menjelaskan informasi yang dia ketahui secara rinci tentang apa yang terjadi dari awal hingga akhir.


" Mohon yang mulia memutuskan masalah ini dengan benar dan adil tanpa memihak atau merugikan salah satu pihak." Komandan mengakhiri ucapannya.


Sang hakim mengangguk-anggukan kepalanya setelah mendengar penjelasan dari sang komandan.


" Tuan muda Xu Tian, apakah benar itu nama anda?" Tanya sang hakim.


" Benar yang mulia."


" Dimana saudarimu? Mengapa tidak ikut denganmu?"


" Yang mulia, aku di sini mewakili mereka semua." Ucap Xu Tian dengan tenang.


Mendengar jawaban tersebut, lalu sang hakim mengalihkan pertanyaan nya kepada tuan muda Chu.


" Tuan muda Chu, apakah anda ada pembelaan?"


" Yang mulia, aku memang menginginkan wanita itu, tetapi di sini aku yang di rugikan karena kehilangan para pengawal ku dan juga aku kehilangan tanganku."


" Baik. Tuan muda Xu, bagaimana anda menjelaskan masalah ini?"


" Yang mulia, aku disini sebagai seseorang yang membawa mereka semua dan aku juga lah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Jika salah satu keluarga yang mulia menghadapi masalah yang telah terjadi pada diriku, apa yang akan yang mulia lakukan?" Ucap Xu Tian kepada sang hakim dengan tenang dan tegas.


" Baik. Karena kalian semua telah melakukan pembelaan terhadap diri kalian masing-masing, maka aku putuskan bahwa tuan muda Chu sudah mendapatkan pelajaran nya dengan kehilangan tangan kanan serta bawahannya."


" Sedangkan untuk kalian berdua, maka aku memutuskan bahwa kalian harus memberikan kompensasi terhadap tuan muda Chu dan juga akan kami tahan di ruangan tahanan kami selama satu bulan." Ucap sang hakim.


Mendengar keputusan tersebut membuat Long Hei tidak dapat mengontrol lagi emosinya, dengan gerakan sangat cepat dia menghancurkan palu yang akan di ketuk oleh sang hakim.


Komandan serta para prajurit yang berada di tempat tersebut begitu kaget karena tidak dapat melihat gerakan yang di lakukan oleh Long Hei, bahkan saat ini Long Hei telah mengarahkan palu yang sebelumnya di pegang sang hakim ke arah wajah hakim tersebut.


" Dhuarrrr...." Sang hakim terlempar setelah terkena pukulan tersebut.


" B*jingan! Aku dari awal sudah sangat sabar dengan kalian semua karena aku mematuhi ucapan tuanku, tetapi tidak untuk sekarang!" Teriak Long Hei dengan mengeluarkan aura pembunuhnya yang begitu besar menekan semua orang terkecuali Xu Tian.


Melihat apa yang di lakukan oleh Long Hei, Xu Tian hanya berdiam diri tanpa ingin angkat bicara.


Karena menurutnya apa yang di lakukan oleh Long Hei sudah benar, bagaimana sang hakim begitu memojokkan nya sejak awal dan memberikan hukuman yang menurut nya begitu lucu.


Tidak lama kemudian datang seorang Jenderal memasuki aula kehakiman beserta beberapa Komandan saat mendengar terjadi keributan di dalam ruangan tersebut.


" Hentikan!..." Teriak sebuah suara terdengar dari luar aula kehakiman, terlihat beberapa orang memasuki ruangan tersebut.