Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch70-Klan Xu Mendapatkan Sedikit Masalah


Di tempat lain, kini anggota Klan Xu yang sedang menuju Ibu kota telah tiba di depan gerbang.


Mereka segera mendekat ke arah prajurit yang sedang berjaga.


" Tunjukan identitas dan katakan tujuan kalian datang ke Ibu kota." Ucap salah satu prajurit melihat kelompok Klan Xu.


Kemudian Xu Yuan memberikan lencana Klan Xu beserta surat undangan, dan menjelaskan tujuan mereka datang ke Ibu kota adalah sebagai perwakilan dari kota Awan Biru.


" Maafkan kami Patriak Xu, Silahkan kalian semua bisa segera masuk dan menuju tempat yang sudah di sediakan oleh pihak penyelenggara kompetisi." Ucap prajurit setelah melihat lencana yang ditunjukkan Xu Yuan dengan surat Undangan yang terdapat segel Kekaisaran Qing.


" Terima kasih." Kemudian Xu Yuan memimpin semua orang-orang nya untuk masuk ke dalam.


" Ayah, apakah kita akan segera menuju tempat kakak?" Tanya Xu Mei dengan wajah penuh harap.


" Sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu, baru setelah itu kita akan menemui kakakmu." Sambil mengelus puncak kepala Xu Mei.


Namun baru saja Xu Yuan menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba datang seorang komandan.


" Apakah benar kalian rombongan dari Klan Xu?" Tanya sang komandan yang menghentikan perjalanan Xu Yuan dan lainnya.


Melihat sang komandan bertanya seperti itu, membuat Xu Yuan dan lainnya merasa bingung. Dan mereka semua pun mulai khawatir dan bertanya-tanya.


" Benar, saya adalah Xu Yuan patriak klan Xu. Dan mereka semua adalah tetua dan anggota klan Xu." Jawab Xu Yuan dengan hati-hati.


" Mohon maaf jika kami mengganggu perjalanan kalian, tetapi kami di sini mendapatkan perintah dari Kaisar Qing Jiang untuk membawa Patriak menuju istana kekaisaran."


" Jika boleh tahu, mengapa kami harus menuju istana? Apakah kami semua telah membuat kesalahan?"


" Soal itu kami tidak dapat menjawabnya, kalian dapat bertanya setelah tiba di istana nanti."


Xu Yuan dan semua orang-orang klan Xu mulai terlihat tidak tenang, karena takut jika mereka semua telah melakukan sebuah kesalahan.


" Apa yang telah terjadi sebenarnya." Batin semua orang, bahkan kita Xu Mei telah ketakutan dan memeluk Lin Hua.


Melihat adik dari tuannya ketakutan, membuat Feng Louzhi begitu marah. Kemudian dia segera melangkah maju kedepan menatap tajam sang komandan.


" Jelaskan kepadaku alasan pihak kekaisaran memanggil kami? jika kalian tidak dapat menjelaskan maka kami tidak akan ikut bersama kalian." Feng Louzhi dengan tegas.


Salah satu prajurit mulai tidak menyukai tindakan yang di lakukan Feng Louzhi karena telah menolak perintah kaisar.


" Siapa kau! Dengan berani menolak perintah Kaisar kami!." Teriak prajurit tersebut.


Feng Louzhi semakin marah karena seorang prajurit rendahan berani berkata dengan nada tinggi di hadapannya.


Dengan menjentikkan jarinya, kemudian prajurit tersebut terlempar hingga ratusan meter menabrak bangunan di sekitarnya.


Semua orang yang berada di sekitar kejadian segera melihat ke arah keributan.


" Kesalahan apa yang telah mereka perbuat sehingga di panggil Kaisar secara langsung." Ucap salah satu pemuda yang berdiri tidak jauh dari tempat kejadian.


" Haiss.. aku pun tidak mengetahuinya. tetapi menurutku masalah ini akan semakin besar, karena salah satu dari mereka telah dengan berani menyerang Prajurit kekaisaran." Ucap rekannya yang berada di sampingnya.


" Kau benar."


Feng Louzhi dapat mendengar ucapan mereka, tetapi dia tetap tenang dan tidak merasa takut sama sekali dengan pihak kekaisaran.


Karena menurutnya, siapapun yang berani membuat keluarga tuanya merasa terancam maka akan dia hancurkan.


" Feng Louzhi tenanglah." Ucap Xu Yuan mencoba menenangkan.


" Baik Patriak, mohon maaf atas tindakan diriku sebelumnya." Feng Louzhi kemudian melihat ke arah sang komandan dengan tajam. " Aku tidak menyukai cara kalian, dan itu membuat Putri Xu Mei ketakutan atas tindakan yang telah kalian semua lakukan dengan menghadang perjalanan kami tanpa memberikan alasan yang masuk akal."


" Saya meminta maaf karena telah membuat kalian semua merasa tidak nyaman, kami hanya menjalankan tugas dari kaisar." Sang komandan memberikan hormat. " Jika kalian tidak keberatan kalian semua bisa mengikuti kami, saya memastikan tidak akan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi." Ucap sang komandan dengan sopan.


" Sebaiknya kita ikuti saja mereka." Ucap Xu Yuan kepada yang lainnya, mereka semua pun menganggukan kepala lalu mengikuti sang komandan.


Setelah mereka semua pergi, para pejalan kaki yang sebelumnya melihat kejadian tersebut pun kembali melanjutkan kegiatan mereka dengan penuh tanda tanya.


*****


Penginapan Teratai Putih.


" Saudara, ada apa?" Tanya Xu Han yang melihat Xu Feng begitu khawatir setelah melihat batu komunikasi.


" Aku tidak mengetahuinya dengan pasti, hanya saja aku mendapatkan kabar dari tetua Xu Peng, jika Klan Xu telah tiba di Ibu kota hanya saja mereka di bawa oleh seorang komandan menuju istana." Jawab Xu Feng menjelaskan kepada yang lainnya.


" Jika begitu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Xu Cang kepada semua orang.


" Lebih baik kita menuju Istana sekarang juga." Ucap Xu Meng memberikan usul.


" Benar yang di katakan oleh saudari Meng." Xu Ying menimpali ucapan Xu Meng.


" Jika begitu, maka kita akan pergi sekarang." Ucap Lin Hao kemudian segera berdiri, Xu Feng dan lainya pun mengikuti Lin Hao dari belakang.


*****


Di Istana kekaisaran, kini Xu Tian, Qing Ling dan Yan Li Wei segera keluar untuk menemui Kaisar Qing Jiang dan Qing Longzi yang sudah menunggu lama di luar.


Kaisar Qing Jiang dan Qing Longzi yang melihat mereka bertiga keluar pun segera berjalan ke arah ketiganya.


" Bagaimana?" Tanya Kaisar Qing Jiang melihat ke arah ketiganya, begitupun Qing Longzi.


Meski keduanya dapat melihat jika tubuh Qing Ling kini telah banyak perubahan, tetapi mereka masih ingin memastikan kepada ketiganya langsung.


" Ayah tenang saja, apakah ayah tidak melihat jika kini tingkat kultivasiku bahkan telah meningkat." Ucap Qing Ling dengan senyum melihat Kaisar Qing Jiang.


Mendengar jawaban dari putrinya membuat Kaisar Qing Jiang begitu bahagia, terlihat air mata menetes dari matanya.


Bagaimana tidak, Kaisar Qing Jiang begitu mengetahui perjuangan putrinya selama ini. Bagaimana dia berlatih dengan keras tanpa pernah mengeluh sedikitpun kepadanya, merasakan kesakitan seorang diri dan merahasiakan dari semua orang karena tidak ingin dirinya di kasihani dan membuat semua orang khawatir terhadap dirinya.


" Syukurlah, ayah begitu bahagia mendengarnya." Kemudian Kaisar Qing Jiang pun memeluk tubuh putrinya, Qing Ling pun membalas pelukan dari ayahnya.


Qing Longzi sendiri pun begitu bahagia mendengar adik satu-satunya kini telah sembuh dan tidak merasakan kesakitan kembali.


Setelah berpelukan beberapa saat, kemudian Kaisar Qing Jiang mengajak semua orang untuk menuju Aula Keluarga.


Di perjalanan menuju Aula Keluarga, tiba-tiba seorang prajurit datang menghentikan langkah Meraka semua.


Prajurit tersebut kemudian memberi hormat kepada mereka semua. " Mohon maafkan hamba, karena hamba telah lancang menghentikan Kaisar."


" Katakanlah." Ucap Kaisar Qing Jiang berusaha tetap bersikap tenang.


" Mata-mata kita telah melihat pergerakan yang mencurigakan di daerah perbatasan." Kemudian prajurit menjelaskan secara detail apa yang di lihat oleh pasukan yang di kirim pihak kekaisaran.


Tidak lama kemudian datang seorang Komandan, komandan tersebut pun memberikan hormat dan menunggu giliran untuk melapor.


Setalah menunggu beberapa saat, kemudian giliran komandan yang baru saja tiba untuk mengatakan informasi apa yang ingin dia sampaikan.


" Kaisar, saya telah melaksanakan tugas yang telah kaisar berikan. Dan mereka semua sudah berada di Aula Keluarga saat ini." Ucap Komandan.


" Terima kasih atas laporan kalian semua. Aku akan mengurusnya nanti." Kaisar Qing Jiang kemudian melanjutkan langkahnya menuju Aula Keluarga.