Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch177-Terbukanya Makam Kuno


Hingga tidak lama kemudian, Xu Tian tiba istana kota Dong.


Terlihat telah berkumpul banyak orang yang memiliki tujuan yang sama, yang tidak lain ingin masuk ke dalam makam kuno.


Para kultivator terus berdatangan dengan kelompok mereka masing-masing. Mereka semua berasal dari kekuatan yang ada di benua Utara ini, bahkan banyak kultivator yang bukan berasal dari benua utara datang ke kota Dong seperti hal yang Xu Tian lakukan.


Tidak lama kemudian, datang sekelompok orang yang cukup menarik perhatian semua orang yang berada di tempat itu.


" Lihatlah, bahkan Bing Zhou juga datang ke kota ini." Ucap salah satu kultivator muda.


" Hais... Sepertinya peluang kita untuk mendapatkan sumber daya di dalam makam kuno akan semakin menipis." Rekannya menimpali.


Xu Tian yang berada tidak jauh dari mereka pun berjalan menghampirinya.


" Saudara." Sapa Xu Tian kepada lima orang kultivator muda.


Kelimanya pun menatap ke arah Xu Tian.


" Saudara, apa kau butuh bantuan." Tanya salah satu dari mereka dengan ramah.


" Aku ingin masuk ke dalam makam kuno, hanya saja aku tidak mengetahui bagaimana caranya untuk dapat masuk ke dalam." Jelas Xu Tian. meski dirinya mengetahui, namun Xu Tian berfikir tidak mungkin jika dia masuk seorang diri.


Hal ini akan menarik perhatian semua orang yang berada di tempat tersebut. Karena dari apa yang di lihatnya, semua orang yang akan masuk ke dalam makam kuno memiliki kelompok mereka masing-masing.


Kelimanya pun menganggukan kepala, mereka mengerti apa yang di maksud oleh Xu Tian.


" Saudara, bagaiamana jika kau ikut dengan kami?"


" Terima kasih saudara, hanya saja aku tidak ingin membebankan diri kalian dengan kehadiranku."


" Kau tenang saja, semakin banyak jumlah kelompok kita, maka akan semakin mudah saat kita berada di dalam makam kuno." Ucap yang lainnya yang juga menyetujui jika Xu Tian ikut bergabung bersama mereka.


Xu Tian yang mendengar hal itu pun merasa senang bertemu dengan mereka yang begitu baik kepada dirinya tanpa memandang apapun.


" Jika begitu, aku sangat berterima kasih kepada saudara semuanya. Perkenalkan namaku Xu Tian." Ucap Xu Tian memperkenalkan dirinya.


" Saudara Tian, aku Du Liang, dan mereka adalah Go Fan, Lie Ryu, Hyun Di, Cao Gu." Ucap Du Liang, yang kemudian memperkenalkan rekan-rekannya.


" Saudara Liang, Fan, Ryu, Di dan saudara Gu, terimakasih." Ucap Xu Tian dengan tulus.


Mereka pun kemudian berbincang-bincang dan saling mengenal satu sama lain.


Tidak lama kemudian, walikota kota Dong datang bersama rombongannya.


" Saudara, sepertinya makam kuno akan segera terbuka." Ucap Lie Ryu, dengan melihat ke arah di mana walikota Dong datang.


Mereka semau pun segera mengalihkan pandangannya ke tempat Walikota Dong.


Walikota Dong segera menatap semua orang yang ada di halaman istana dengan tersenyum tegas.


" Baiklah, karena semua orang sudah berkumpul, maka sudah saatnya kita akan masuk ke dalam makam kuno yang baru saja terbuka." Ucap Dong Chuan, yang kemudian segera meminta tetua yang bersamanya membuat segel.


Dua orang tetua segera melangkah menuju lingkaran yang tidak jauh dari tempat berkumpulnya semua orang.


Lingkaran tersebut seperti sebuah altar kuno yang sengaja di buat untuk jalan menuju makam kuno.


Altar kuno itu sendiri sudah ada sejak Leluhur Klan Dong masih ada hingga saat ini, maka dari itu makam kuno menjadi tempat rahasia milik Klan Dong dan Kota Dong itu sendiri.


Dengan gerakan tangan yang sangat cepat, kedua tetua itu membuka formasi yang menutupi altar kuno.


" Swusshh....." Sebuah lingkaran transparan terlihat mengambang membentuk sebuah lingkaran dengan diameter yang cukup besar.


" Sekarang!" Ucap Tetua yang berada di sekita altar dengan terus fokus mengalirkan energinya.


" Swusshh....., Swusshh....." Satu persatu Kultivator melesat masuk ke dalam lingkaran tersebut.


" Tuan Dong Chuan, kami pergi terlebih dahulu." Ucap Bing Zhou, Putra dari Kaisar Bing Qing.


" Tuan muda Zhou, silahkan. Semoga tuan muda mendapatkan apa yang tuan muda cari." Ucap Dong Chuan dengan hormat.


Bing Zhou menganggukan kepala, kemudian segera melesat menuju lingkaran tersebut yang di ikuti oleh para pengawalnya.


" Swusshh...."


Xu Tian dan teman barunya masih berdiri dengan tenang, mereka masih memperhatikan semua orang yang saling berebut untuk masuk ke dalam makam kuno.


" Saudara Liang, mengapa kita semua masih berdiam diri." Ucap Cao Gu, yang kini mulai tidak sabar.


" Saudara tenanglah..., tidak perlu terburu-buru. Apa saudara tidak melihatnya?" Di Liang dengan menunjuk ke arah para kultivator yang saling menatap dengan penuh amarah karena ingin terlebih dulu masuk ke dalam.


Di tempat lain.


Dong Chuan tersenyum senang melihat bagaimana antusiasnya semua orang yang ingin masuk ke dalam makam kuno.


" Tuan.." Ucap Tetua yang berada di sampingnya dengan penuh harap.


" Tetua Yu tenang saja, aku yakin jika kali ini akan ada orang yang mampu mendapatkannya." Dong Chuan tanpa mengalihkan pandangannya.


" Tuan benar, semoga saja salah satu dari mereka mendapatkannya."


Xu Tian yang berada di kerumunan pun tersenyum tipis mendengar pembicaraan mereka.


Saat baru saja tiba, Xu Tian sudah memikirkan untuk mencari informasi lainnya.


Dari apa yang dia lihat dan juga saat mendengar laporan dari Shang Hai sebelumnya, Xu Tian mencurigai sesuatu yang menarik perhatiannya.


Apalagi saat dirinya mendengar perkataan pelayan di penginapan jika kultivator yang datang ke kota Dong lebih banyak dari sebelumnya.


Kecurigaan Xu Tian bertambah saat melihat kedatangan orang-orang dari kekaisaran.


" Entahlah apa yang sebenarnya mereka cari di dalam makam kuno, namun jika aku yang mendapatkannya, maka kesempatan dan harapan kalian akan sia-sia saja." Xu Tian membatin, yang kemudian segera ikut bersama rekannya yang lain yang kini mulai masuk ke dalam makam kuno.


Sebelum masuk ke dalam makam kuno, Xu Tian memberikan kabar kepada Feng Huang untuk meminta pasukan yang pergi menuju benua utara lebih berhati-hati dalam melaksanakan rencana dan misi yang sudah dia jelaskan sebelumnya.


Setelah memberikan pesan kepada Feng Huang, Xu Tian segera masuk ke dalam makam kuno.


" Swusshh....." Xu Tian terhisap ke dalam lingkaran dan menghilang dari tempatnya.


Terlihat butiran cahaya kecil saat Xu Tian berada di dalam lorong, dengan tenang dirinya terus melesat menuju cahaya yang menjadi pintu masuk ke dalam makam kuno.


" Semoga saja mereka tidak menghadapi masalah yang merepotkan." Batin Xu Tian dengan terus melesat.


Dirinya sejak awal memang akan memisahkan diri seorang diri, karena jika masih terus bersama Du Liang dan lainnya, Xu Tian tidak akan bebas saat berada di dalam makam kuno.


Hingga tidak lama kemudian, Xu Tian sudah hampir keluar dari lorong tersebut.


" Swusshh...." Tubuh Xu Tian muncul di dunia yang begitu asing baginya.