Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch48-Reruntuhan Kuno 2


Setelah itu mereka semua segera mengambil sikap berkultivasi untuk memulihkan energi nya yang sudah terbuang.


Setelah merasa cukup mereka semua kemudian melanjutkan perjalanan mereka masuk lebih dalam untuk mencari sumber daya dan peninggalan yang berada di reruntuhan kuno tersebut.


" Saudara sebaiknya kita ke arah timur, karena aku merasakan sesuatu yang berharga berada di sana." Ucap Xu Tian melihat ke arah yang lainnya, kemudian segera memimpin menuju ke arah timur tempat dimana dia merasakan sesuatu yang berharga menurutnya.


Setelah beberapa jam terlewati mereka tiba di sebuah bangunan yang cukup besar dan tercium aroma tanaman herbal yang begitu membuat mereka tenang.


Mereka semua kemudian segera memasuki bangunan tersebut, namun baru saja mereka melangkah terdengar suara.


" Nak... Sebaiknya kalian semua tinggalkan tempat ini atau aku akan menghancurkan jiwa kalian." Ucap sebuah suara terdengar seperti seorang pria paruh baya. 


" Maaf senior jika kedatangan kami semua mengganggu senior, namun aku penasaran dengan sesuatu yang ada di dalam bangunan ini." Xu Tian maju beberapa langkah kedepan dan membungkuk memberi hormat.


" Hahahaha.... Aku tidak menyangka bahwa ada seseorang yang mampu merasakannya, tetapi jika kau ingin masuk ke dalam kau harus dapat menahan serangan jiwaku. Dan jika kau mampu menahannya aku akan mengizinkan kalian untuk masuk ke dalam." Lalu tiba-tiba sebuah energi menyerang jiwa Xu Tian.


Merasakan jiwanya mendapatkan serangan Xu Tian masih bersikap tenang karena bagaimanpun kekuatan jiwanya sudah lumayan tinggi untuk saat ini jadi dia tidak terlalu merasakan tekanan jiwa yang di arahkan kepadanya.


Xu Tian juga membantu para saudaranya agar tidak terkena dan mendapatkan dampak dari serangan jiwa tersebut, karena jika terkena maka jiwa mereka akan rusak dan jika terus memaksakannya maka akan hancur.


Merasakan tekanan nya semakin meningkat kemudian Xu Tian menggunakan aura naganya untuk memperkuat jiwanya dan menyerang balik.


" Hahahaha.... Aku tidak menyangka kau memiliki kemampuan yang cukup tinggi karena mampu menahan serangan jiwaku, bahkan membantu rekanmu agar tidak terkena serangan jiwaku." Tiba-tiba muncul sebuah angin dan tidak lama terlihat membentuk seorang pria paruh baya menggunakan pakaian seorang tabib di hadapan mereka semua.


" Nak... Siapa namamu." Lanjutnya melihat ke arah Xu Tian dengan tersenyum ramah.


" Nama junior Xu Tian senior, jika boleh junior tahu siapa senior sebenarnya." Ucap Xu Tian menjawab pertanyaan pria tersebut lalu bertanya siapa sosok yang ada dihadapan nya.


" Orang-orangku mengenalku dengan nama Tabib Yao, kau boleh memanggilku dengan nama tersebut."


" Mari kita masuk kedalam." Lalu mengajak yang lainnya masuk ke dalam bangunan tersebut.


Saat mereka melihat apa yang ada di dalam bangunan tersebut, mereka semua begitu kaget karena di dalamnya seperti sebuah taman yang di kelilingi begitu banyak tanaman herbal dan sumber daya tingkat tinggi.


" Ini adalah tempat tinggal ku dulu sebelum aku terbunuh karena penghianatan yang di lakukan oleh orang kepercayaan ku sendiri, saat aku mencoba membuat beberapa ramuanku sendiri lalu dia mencampurkan nya dengan bahan-bahan yang lainnya dan berakibat membuatku menjadi buronan karena telah membuat ramuan yang membahayakan bagi kebanyakan orang. Untung saja sesaat sebelum aku benar-benar terbunuh aku mampu memisahkan jiwa dari tubuhku dan membawa kediamanku ke tempat ini." Tabib Yao begitu marah saat menceritakan masa lalunya tersebut.


" Manusia memang begitu serakah, bahkan menggigit tuanya sendiri." Xu Tian hanya bisa menghela nafas nya saat mengingat keserakahan manusia.


" Kau benar, mereka menginginkan kemampuanku tetapi aku tidak pernah mau menurunkan kemampuanku kepadanya. Maka dari itu mereka merencanakan pembunuhan terhadapku dengan harapan mampu mendapatkan apa yang mereka inginkan saat aku mati terbunuh." Lalu mengajak yang lainnya untuk duduk.


" Senior apakah reruntuhan kuno ini bersangkutan dengan dirimu." Tanya Xu Tian setelah duduk lalu melihat ke arah Tabib Yao yang ada di depannya.


" Kau benar, dunia ini aku yang membuatnya dan mungkin saat ini kalian semua menyebutnya dengan reruntuhan kuno. Aku sudah menunggu seseorang untuk mewariskan kemampuanku maka dari itu saat kalian ingin masuk ke dalam ruangan ini aku mencoba melihat kekuatan jiwa kalian dan aku yakin kau adalah orang yang aku tunggu-tunggu selama ini." Tabib Yao mengarahkan pandangannya ke arah Xu Tian.


" Aku mengerti maksudmu, maka dari itu apakah kau mau untuk menerima warisanku ini?" Tanya Rabu Yao begitu yakin dengan pilihannya.


" Senior aku bersedia." Xu Tian dengan bersungguh-sungguh karena dia yakin dengan warisan tersebut akan membantunya di masa depan nanti.


" Baik jika begitu kita akan segera memulainya karena akan memakan waktu beberapa hari untuk aku mewariskan kemampuanku ini, setelah itu aku akan menghilang selamanya untuk menunggu waktuku bereinkarnasi."


" Kalian bisa melihat-lihat yang lainnya terlebih dahulu, kalian juga boleh mengambil apa saja yang berada di ruangan ini." Lanjutnya melihat ke arah Xu Feng, Lin Hao dan lainnya.


" Baik senior kami akan menunggu di sini." Ucap Xu Feng begitu hormat kepada Tabib Yao begitupun yang lainnya.


Setelah itu Tabib Yao membawa Xu Tian ke salah satu ruangan khusunya yang berada di bangunan tersebut.


" Nak duduklah di hadapanku, karena aku ingin memberikan pengetahuanku kepadamu mungkin ini agak menyakitkan tetapi kau harus mampu bertahan." Ucap Tabib Yao kemudian duduk dengan sikap kultivasi.


" Baik Senior..." Lalu ikut duduk di depan Tabib Yao.


Kemudian Tabib Yao menyentuk kening Xu Tian untuk mengirimkan segala pengetahuan yang dia miliki.


Terlihat sebuah energi memasuki tubuh Xu Tian melalui keningnya yang di sentuh oleh Tabib Yao.


" Nak tahanlah...!" Saat melihat Xu Tian mulai meringis menahan sakit.


" Arghhhh..." Xu Tian berteriak karena semakin merasakan sakit, hingga beberapa menit kemudian rasa sakit tersebut mulai berkurang dan berganti menjadi rasa hangat serta nyaman.


" Untunglah anak ini mampu menahannya, aku yakin dia akan menjadi kultivator yang begitu besar dan di segani oleh semua orang bahkan alam atas sekalipun." Ucap Tabib Yao di dalam hatinya saat melihat tekad yang kuat di miliki Xu Tian.


Kemudian keduanya kini mulai fokus hingga tidak terasa satu hari sudah terlewati tetapi mereka belum menyudahinya dan terus melanjutkan.


Di tempat lain saat ini Xu Feng, Xu Jin, Lin Hao dan Lin Zhang sedang berkultivasi menyerap beberapa sumber daya yang ada di ruangan tersebut dan berharap dapat naik tingkat.


Tetapi belum juga mereka menyelesaikannya, terdengar sebuah suara dari luar bangunan tersebut.


" Saudara apakah kau mendengarnya." Ucap Xu Guang yang tidak melakukan kultivasi karena menjaga semua orang bersama Xu Lou.


" Saudara aku mendengarnya." Xu Lou pun mendengar beberapa suara dari luar bangunan.


" Lalu apakah kita akan melihatnya atau kita tunggu yang lainnya terlebih dahulu?" Xu Guang bertanya kepada Xu Lou dengan khawatir karena takut beberapa orang yang berada di luar mengganggu saudaranya yang sedang mencoba naik tingkat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...