
Dunia Kultivator.
Pergerakan besar-besaran terjadi di setiap Benua, hal itu membuat ketiga aliran sekte mulai membuat aliansi.
Sekte aliran hitam bergabung dengan bangsa iblis, sedangkan sekte aliran putih dan netral bergabung bersama kekaisaran.
Dengan nama Istana Xufelong dan Klan Xu yang saat ini sangat mendominasi, mereka percaya peperangan besar ini dapat mereka kuasai.
Namun, akhir-akhir ini mereka merasa sedikit gelisah setelah bangsa iblis yang memiliki kekuatan tingkat tinggi mulai keluar dari persembunyiannya mereka.
Benua Utara.
Kekaisaran Bing mulai mempersiapkan pasukan saat mendengar kabar adanya pergerakan dari berbagai arah.
" Yang mulia Kaisar Bing Qing, apa yang harus kami lakukan?" Tanya perdana menteri dengan raut wajah khawatir.
Saat ini sedang di lakukan pertemuan di aula kekaisaran.
" Kita tunggu Pasukan Naga dan Pasukan Langit dari Istana Xufelong datang, setelah itu kita akan membicarakan masalah ini lebih serius." Ucap Kaisar Bing Qing yang juga merasa khawatir.
Semua orang akhirnya terdiam, mereka hanya bersabar menunggu bantuan datang. Saat ini pihak Kekaisaran semakin melemah setelah penyerangan yang terus terjadi oleh sekte-sekte aliran hitam.
Awalnya mereka mendapatkan bantuan dari sekte-sekte aliran putih maupun netral, namun pergerakan yang di lakukan bangsa iblis membuat mereka semakin bingung harus memfokuskan ke mana pasukannya.
Hingga tidak lama kemudian, pintu aula terbuka memperlihatkan seorang prajurit yang datang tergesa-gesa.
" Kaisar, pertahanan kita di berbagai titik mulai melemah, bahkan di arah timur pasukan sekte aliran hitam mulai merangsak masuk."
Semua orang yang mendengar hal itu saling menatap satu sama lain.
" Kaisar, berikan perintah kepada hamba untuk datang membantu di bagian timur." Ucap Jenderal besar Kekaisaran.
" Tidak perlu, orang-orangku sudah datang ke sana." Ucap sebuah suara dari luar.
Semua orang yang ada di dalam ruangan segera mengalihkan pandangannya ke pintu masuk.
Terlihat Bai Luan yang datang bersama Xu Jin dan Xu Lou dari Klan Xu.
Bai Luan, Xu Lou, dan Xu Jin kemudian memberikan hormat kepada semua orang yang ada di dalam ruangan.
" Maaf telah membuat kalian menunggu lama." Ucap Bai Luan dengan tersenyum ramah.
Kaisar Bing Qing kemudian bangkit berdiri, lalu mempersilahkan mereka bertiga menempati tempat yang sudah di sediakan.
" Terima kasih." Ucap Bai Luan dan Xu Lou, Xu Jin.
Setelah mereka bertiga menempati tempat duduknya, Kaisar Bing Qing kemudian menanyakan tentang ucapan Bai Luan sebelumnya.
" Tetua Bai Luan, sebelumnya tetua mengatakan jika orang-orang tetua sudah datang ke sana. Maksud tetua?" Kaisar Bing Qing dengan bingung.
" Saat kami akan datang menuju istana kekaisaran, pasukan Langit yang bertugas mengawasi setiap tempat melihat pergerakan yang mencurigakan, sehingga kami memutuskan untuk membagi tugas." Bai Luan kemudian segera menjelaskan.
" Tetua Bai, terima kasih banyak."
" Tidak perlu berterima kasih, ini semua murni tugas kami sebagai anggota Istana Xufelong." Ucap Xu Jin dengan menatap Kaisar Bing Qing.
Semua orang kini dapat bernafas dengan lega, setelah mendapatkan bantuan dari orang-orang Istana Xufelong.
Semua orang mulai fokus mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Bai Luan.
" Saat ini kami membawa sekitar dua puluh lima ribu pasukan. Mereka telah menyebar di empat titik. Utara, selatan, timur, dan barat. Masing-masing dari pasukan kami di pimpin oleh Komandan Istana Xufelong." Bai Luan menjelaskan dengan detai.
Dua puluh lima ribu pasukan terbagi menjadi lima ribu pasukan di setiap titik, dengan sisa lima ribu masih berada di sekitar Ibu kota kekaisaran untuk mengamankan warga.
Setiap titik di pimpin oleh Komandan Istana Xufelong. Shang Hai berada di timur, Shang Gou di barat, Shang Lou di selatan, dan Xu Guang berada di Utara.
Dengan bantuan sumber daya yang di berikan oleh Xu Tian sebelumnya, saat ini Komandan pasukan sudah berada pada tingkat Saint.
Semua saudara Xu Tian telah menembus ranah Saint 1-9. Sedangkan Shang bersaudara telah melampaui tingkatan Saint, hanya saja mereka menekan pada tingkat Saint 7-8.
Sedangkan para Jenderal hanya mereka yang mengetahui, karena sejak awal Feng Huang, Feng Louzhi, dan Long Hei tidak pernah memperlihatkan kekuatan mereka.
Istana Xufelong kini mendapatkan tambahan seorang Jenderal, yaitu Bai Luan. Dengan ini Istana Xufelong memiliki empat Jenderal, dan 13 Komandan.
Untuk anggota Istana Xufelong sendiri memiliki dua ratus ribu anggota yang terbagi menjadi tiga pasukan.
Pasukan Naga berjumlah tujuh puluh lima ribu, Pasukan Phoenix tujuh puluh lima ribu, dan Pasukan Langit lima puluh ribu.
Dengan kekuatan besar itu, Istana Xufelong menjadi kelompok terkuat yang ada hingga saat ini.
Itu semua belum termasuk dengan anggota Klan Xu yang menjadi Klan terkuat di seluruh benua yang ada.
Untuk anggota Istana Xufelong sendiri memiliki basis kultivasi Nirwana hingga Mahayana. Begitu juga dengan Klan Xu yang memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
Bai Luan, Xu Jin, dan Xu Lou terus membahas strategi yang akan di gunakan bersama Kaisar Bing Qing dan orang-orangnya.
Hingga tidak lama kemudian, mereka akhirnya telah selesai membahas strategi tersebut.
" Baik tetua Bai, aku akan segera memberikan perintah kepada prajurit untuk mengamankan para warga. Dan saya meminta tuan untuk mengizinkan Jenderal kami ikut bergabung dengan para Komandan Istana Xufelong di setiap titik." Ucap Kaisar Bing Qing dengan hormat.
" Tentu saja, itu akan membuat mereka lebih mudah untuk menahan serangan dari luar." Ucap Bai Luan menyetujui.
Mereka akhirnya membubarkan diri, Bai Luan dan kedua saudara Xu Tian segera meninggalkan Istana Kekaisaran untuk kembali ke markas yang mereka bangun.
Di Luar Istana.
" Tetua Bai, apa saudara Tian akan datang dalam pertempuran ini?" Tanya Xu Jin dengan penuh harap.
Bai Luan menggelengkan kepalanya. " Aku juga tidak mengetahui hal itu. Seperti yang kalian ketahui, hingga saat ini tidak ada kabar dari tuan muda." Ucap Bai Luan dengan lemah.
" Tapi, apakah tetua yakin jika saudara masih hidup?" Tanya Xu Lou yang berada di sampingnya.
Xu Jin yang mendengar ucapan Xu Lou merasa tidak senang, dengan gerakan cepat dia melepaskan serangan tapak ke arahnya.
" Dhuaaarrrr...." Xu Lou terlempar beberapa meter setelah terkena serangan tapak itu.
Karena tidak menyangka akan mendapatkan reaksi seperti itu, Xu Lou segera bangkit tanpa marah sedikit pun dengan apa yang di lakukan oleh Xu Jin.
" Saudara, apa kau benar-benar ingin bertarung dengan ku?" Tanya Xu Jin dengan kesal penuh kemarahan.
" Xu Jin! Apa kau pikir aku tidak sedih? Aku juga merasakan apa yang kalian rasakan. Apa aku salah mempertanyakan hal itu?" Ucap Xu Lou dengan sedih.
Bai Luan sendiri hanya terdiam melihat perdebatan mereka.