Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch111-Kemunculan Ming Gong


Setelah satu jam bersiap, kini pasukan Kekaisaran Qing mulai bergerak menuju Istana Kekaisaran.


Xu Tian, Kaisar Qing Jiang, dan Leluhur Ming Cheng berada di barisan depan. Feng Louzhi dan Long Hei segera melesat menuju awan untuk mengawasi jalannya pertempuran.


Patriak dari sekte besar bersama Xu Yuan berada tepat di belakang ketiga orang yang memimpin pasukan. Sedangkan Patriak klan segera berpisah memimpin pasukan untuk menyerang lawan yang berada di sekitar Istana.


Untuk para jenius sekte dan klan sendiri di tugaskan untuk membantu pasukan yang sedang mengamankan para penduduk kota.


Hingga tidak lama kemudian, pasukan besar tersebut tiba di depan gerbang istana kekaisaran.


Kaisar Ming Cheng segera mengangkat tangannya kedepan.


" Tinju Phoenix Api! " Lengkingan suara terdengar dari lesatan tinju yang di selimuti api berwarna merah kebiruan.


Pasukan kekaisaran yang sedang menjaga gerbang segera menghindar untuk menyelamatkan diri. Namun mereka semua kalah cepat, hingga serangan tersebut menghancurkan apa saja yang berada di sekitar gerbang.


" Dhuaaarrrr....." Pandangan semua orang terganggu, asap tebal menyelimuti tempat tersebut.


Kaisar Qing Jiang tidak tinggal diam, lalu menggunakan energi anginnya untuk menghilangkan asap tersebut.


" Menghindar!" Teriak Xu Tian, yang langsung melesat ke depan Kaisar Qing Jiang.


" Boooommmsss...." Kaisar Qing Jiang melesat mundur, saat melihat kedua serangan yang saling bertabrakan dengan ekspresi yang begitu kaget.


Semua orang segera memfokuskan diri untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, karena tidak dapat merasakan jika ada sebuah serangan yang menuju ke arah mereka semua.


Hingga tidak lama kemudian, tiba-tiba terdengar suara retakan tulang patah.


" Krak..."


" Arghh....!" Teriak kesakitan terdengar dari kepulan asap yang kini mulai menipis.


" Tetap fokus!" Teriak Xu Yuan, mengingatkan semua orang agar belajar dari kejadian sebelumnya.


Semua orang segera kembali fokus.


Tidak lama kemudian, semua orang dapat melihat dua orang yang saling berhadapan, satu orang menggunakan pakaian serba hitam dengan kepalan tangan dan satu orang lagi, yang tidak lain adalah Xu Tian dengan tapak tangannya.


Xu Tian segera bergerak dengan cepat, dengan mengepalkan tangan sebelah kirinya.


" Tinju Dewa Naga! " Kepalan tangan Xu Tian di selimuti energi berwarna emas.


" Dhuaaarrrr....." Pria berpakaian serba hitam terlempar hingga menghantam dinding istana.


" Tetap berhati-hati, jangan hanya fokus di satu titik saja tetapi kalian juga harus fokus terhadap titik buta kalian. Mereka memiliki teknik untuk menyamarkan keberadaan." Jelas Xu Tian, lalu meminta semua orang mulai membagi kelompok.


Sedangkan dirinya segera melesat masuk ke dalam istana, begitupun Kaisar Qing Jiang, Leluhur Ming Cheng, dan Patriak bersama beberapa tetua yang sudah di pilih.


Di tempat lain. Dalam waktu singkat, ribuan pasukan dari kedua kekaisaran yang berada di sekitar istana saling bertempur.


Suara ledakan dan benturan dari senjata pedang maupun tombak terdengar di seluruh penjuru istana mengakibatkan tempat tersebut kini begitu kacau dan mengerikan.


**********


Di Dalam Istana.


" Kaisar, apa yang harus kita lakukan?" Tanya seorang jenderal dengan khawatir.


" Tetap tenang, kita masih menunggu bantuan datang." Di dalam hatinya Kaisar Tang Shan begitu khawatir, karena Pemimpin Iblis hitam belum menunjukan diri di depannya.


Hingga tidak lama kemudian, sebuah suara terdengar.


" Kau seperti terlihat begitu ketakutan, Klan Tang memang dari dulu lemah dan akan tetap sama." Ucap sebuah suara, yang tidak lain pemimpin Iblis Hitam.


" Aku seperti tidak asing dengan suara ini." Batin sang Jenderal.


" Pemimpin, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Kaisar Tang Shan dengan hormat, namun di hatinya dia berharap jika pemimpin Iblis Hitam akan segera menuju Medan pertempuran.


Pemimpin Iblis Hitam diam beberapa saat.


" Aku akan segera turun tangan, kau juga ikut denganku!"


" Baik."


***********


Leluhur Ming Cheng segera melesat mendahului yang lainnya, hingga setelah tiba di depan pasukan elit yang sedang berbaris menunggu perintah, Leluhur Ming Cheng segera turun.


Pasukan elit kekaisaran Tang segera memasang sikap waspada, bahkan kini merak semua telah mengangkat senjata.


" Tenanglah!" Ucap Leluhur Ming Cheng dengan tersenyum ramah.


" Kaisar!" Ucap sebagian dari pasukan elit dengan senang.


" Dia bukan Kaisar Ming Cheng, apa kalian telah lupa jika Kaisar Ming Cheng telah tewas." Ucap salah satu prajurit.


Mereka semua menganggukan kepala setuju, karena Kaisar Tang Shan bahkan telah menunjukkan tubuh Kaisar Ming Cheng.


Namun sebagian dari mereka masih berharap jika yang di lihatnya adalah Kaisar Ming Cheng.


" Mungkin kalian semua berfikir jika aku telah tewas, itu adalah benar. Karena Ming Cheng yang sekarang berbeda dengan Ming Cheng yang dulu." Leluhur Ming Cheng menghentikan ucapannya.


Semua orang menatap Leluhur Ming Cheng dengan sikap waspada, namun mereka semua begitu menunggu apa yang akan di katakan oleh Leluhur Ming Cheng selanjutnya.


" Ming Cheng yang dulu memiliki banyak penghianat dan begitu ceroboh karena telah mempercayai orang lain dengan mudah, namun sekarang aku akan menghancurkan mereka para penghianat b*jingan yang telah dengan berani berkerja sama dengan klan sampah dan juga Kaisar bodoh!"


" Hahahaha.... Ming Cheng, aku tidak menyangka jika dirimu mampu bertahan hingga saat ini." Tawa seseorang terdengar dari dalam istana.


Semua orang segera mengalihkan pandangannya ke arah pintu istana, hingga tidak lama kemudian terlihat Kaisar Tang Shan, pria berpakaian hitam yang menggunakan jubah, dan para petinggi kekaisaran.


Xu Tian yang berada tidak jauh dari tempat Leluhur Ming Cheng tersenyum tipis.


" Aku tidak menyangka, ternyata aku terlalu menganggap tinggi mereka." Batin Xu Tian, meski sang pemimpin Iblis mencoba menekan kekuatannya, namun di hadapan Xu Tian, itu semua tidak ada gunanya.


Sedangkan Xu Yuan dan lainnya menatap Xu Tian dengan bingung, namun mereka tetap diam tanpa bertanya dan kembali fokus untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


Leluhur Ming Cheng menatap tajam ke arah mereka.


" Ming Gong! Aku pastikan, penghianat sepertimu tidak akan pernah mendapatkan kematian yang mudah. Aku akan menyiksamu agar para leluhur Klan Ming dapat tenang di sana!" Teriak Kaisar Ming Cheng dengan penuh aura pembunuh, bahkan saat ini dirinya telah mengeluarkan basis kultivasinya, hingga membuat suasana di sekitarnya kini semakin mengerikan.


Pemimpin Iblis Hitam yang tidak lain adalah penghianat Klan Ming, Ming Gong pun begitu kaget saat melihat tingkat kultivasi Ming Cheng, begitupun Kaisar Tang Shan.


" Mahayana." Batin semua orang dengan bergedik ngeri.


" Ming Cheng, meski kau sudah berada di ranah Mahayana 1 sekalipun, itu belum cukup untuk mengalahkan diriku dan pasukan yang aku miliki."


Hingga tidak lama kemudian, datang sekitar seratus orang dengan kekuatan berada pada ranah Nirwana 5 hingga 9, dengan Ming Gong yang berada pada ranah Mahayana 2.


" Mengerikan!" Batin semua orang, kini bahkan suasana di istana kekaisaran semakin mencekam.


" Benarkah." Ucap sebuah suara tiba-tiba terdengar.


Semua orang langsung saja melihat ke arah sumber suara.