Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 261. Terbongkarnya Identitas Jenderal Zhu


Di luar halaman Istana, tepatnya di depan bangunan kediaman Jenderal Zhu. Terlihat dua orang pria dengan pakaian mewah, salah satu dari kedua pria tersebut menggunakan mahkota di atas kepalanya.


Keduanya berjalan berdampingan dengan langkah cepat, terlihat raut wajah penuh kekhawatiran di antara keduanya.


" Ayahanda, apa yang sebenarnya terjadi di kediaman Jenderal Zhu?" Tanya pria yang berada di sampingnya.


" Di'er, ayah juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam." Ucap pria yang di panggil Ayahanda dengan terus berjalan menuju kediaman Jenderal Ho


Kedua pria itu kemudian tiba di depan prajurit yang sedang berjaga di depan kediaman Jenderal Zhu.


" Hormat kepada Kaisar Meng Li Kai dan Pangeran pertama, pangeran Meng Di." Ucap prajurit memberikan hormat kepada keduanya.


" Di mana Jenderal Zhu dan Komandan Ho?" Tanya Kaisar Meng Li Kai dengan cepat, setelah membalas hormat prajurit.


" Jenderal Zhu dan Komandan Ho ada di dalam Kaisar." Ucap salah satu prajurit dengan hormat.


" Aku akan segera masuk." Ucap Kaisar Meng Li Kai.


Prajurit segera berlari untuk membuka pintu bangunan tersebut. Kaisar Meng Li Kai dan Pangeran Meng Di segera berjalan mengikuti prajurit.


Di dalam ruangan sendiri, Xu Tian saat ini berdiri di hadapan Jenderal Zhu dengan melepaskan aura penindasan.


Sedangkan Meng Du dan Komandan Ho hanya berdiam diri di tempatnya menatap kejadian yang ada di depannya dengan waspada.


Hingga beberapa saat kemudian, mereka semua mengalihkan perhatian ke arah pintu masuk.


" Salam hormat kepada Kaisar Meng Li Kai dan Pangeran Meng Di." Ucap Komandan Ho dengan hormat.


Meng Du sendiri terpaku di tempatnya, pandangan matanya saling bertemu dengan Kaisar Meng Li Kai dan Pangeran Meng Di.


Meng Du dengan perlahan berjalan ke arah keduanya. " Meng Du memberikan hormat kepada Ayahanda Kaisar Meng Li Kai." Ucap Meng Du dengan bersujud di lantai.


Kaisar Meng Li Kai dan Meng Di yang mendengar hal itu terdiam, hingga beberapa saat kemudian mereka berdua terlihat sangat marah.


" Hentikan omong kosongmu itu! Anakku Meng Du telah lama tewas!" Ucap Kaisar Meng Li Kai dengan keras, namun terdapat rasa kesedihan yang mendalam di setiap kata-katanya.


Meng Di segera menggenggam tangan Kaisar Meng Li Kai. " Ayahanda, harus menjaga kondisi kesehatan. Jangan terpancing emosi dengan hal seperti ini." Ucapnya mengingatkan Kaisar Meng Li Kai.


Kaisar Meng Li Kai menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menatap ke arah Jenderal Zhu yang kini terduduk di lantai.


" Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Kaisar Meng Li Kai kepada Komandan Ho.


Komandan Ho kemudian segera menjelaskan tentang kedatangan Meng Du yang kemudian di susul oleh kedatangan Xu Tian. Kemudian Xu Tian yang memperlihatkan dua lencana Kekaisaran Benua Tengah dan Timur.


Hingga akhirnya Komandan Ho membawa Xu Tian dan Meng Du menuju kediaman Jenderal Zhu. Namun, tiba-tiba Xu Tian menyerang Jenderal Zhu.


Kaisar Meng Li Kai yang telah mendengar penjelasan Komandan Ho menatap ke arah Xu Tian dengan tajam.


" Nak, meski dirimu memiliki identitas yang cukup membuatku kaget, tetapi apa yang kau lakukan telah sangat mempermalukan Kekaisaran Benua Selatan dengan menyerang Jenderal utama Kekaisaran ini di dalam Istana." Ucap Kaisar Meng Li Kai yang tidak menyukai apa yang di lakukan oleh Xu Tian.


Xu Tian yang sedari tadi hanya diam memperhatikan, akhirnya berjalan mendekat ke arah Kaisar Meng Li Kai dengan senyum tipis.


" Aku memahami apa yang di maksud oleh Kaisar Meng Li Kai. Namun, aku merasa jika aku tidak melakukan kesalahan, atau mempermalukan anda." Ucap Xu Tian dengan tenang.


Kaisar Meng Li Kai terlihat sangat marah mendengar ucapan Xu Tian. " Kau bilang tidak melakukan kesalahan? Lalu apa yang telah kau perbuat dengan menyerang Jenderal Zhu!"


Semua orang yang mendengar ucapan Xu Tian mengerutkan keningnya, mereka sangat bingung dengan apa yang di maksud oleh Xu Tian.


Sedangkan Jenderal Zhu sendiri terlihat sangat terkejut setelah mendengar ucapan Xu Tian.


" Apa dia telah mengetahui sejak awal? pantas saja dia tidak segan untuk menyerangku." Batin Jenderal Zhu yang mencoba mencari cara agar penyamaran yang di lakukan tidak ketahuan.


Semua orang yang ada di dalam ruangan mengalihkan pandangan ke arah Jenderal Zhu yang masih terdiam di tempatnya.


Hingga suara Kaisar Meng Li Kai menyadarkan Jenderal Zhu yang sedang berperang dengan pikirannya sendiri.


" Jenderal Zhu! Jelaskan apa yang di maksudkan olehnya." Ucap Kaisar Meng Li Kai.


Jenderal Zhu menatap ke arah Xu Tian dengan tajam. " Kaisar, pemuda ini hanya sedang melakukan pembelaan atas apa yang di lakukan olehnya. Kaisar bisa lihat sendiri, bahkan masih ada orang yang mencoba membodohi kita dengan berpura-pura menjadi Pangeran kedua." Ucap Jenderal Zhu dengan tegas.


Kaisar Meng Li Kai menganggukkan kepala. Apa yang di katakan Jenderal Zhu cukup masuk akal baginya.


Sedangkan Xu Tian sendiri mendengus dengan kesal. Dengan gerakan cepat, dia menghilang dari tempatnya.


" Swusshh....."


" Dhuaaarrrr...." Jenderal Zhu terlempar membentur dinding bangunan.


" Booms...." Dinding bangunan kediaman Jenderal Zhu hancur menjadi reruntuhan.


" Hentikan!" Teriak Kaisar Meng Li Kai dengan tegas.


" Swusshh...., Swusshh...." Satu persatu para prajurit maupun petinggi kekaisaran muncul di tempat tersebut.


Mereka semua segera mengepung Xu Tian yang masih berdiri dengan tenang di tempatnya.


" Kalian sebaiknya tidak ikut campur! Atau aku akan benar-benar menghancurkan kekaisaran ini!" Xu Tian dengan tegas sambil melepaskan aura penindasan di tempat tersebut.


Prajurit dan para petinggi segera terjatuh dari atas langit, bahkan Kaisar Meng Li Kai, Pangeran Meng Di, dan Komandan Ho sama-sama terjatuh dengan posisi kedua lutut menyentuh lantai.


Xu Tian kembali melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Jenderal Zhu.


" Wushhh...., Dhuaaarrrr...." Sekali lagi Jenderal Zhu terlempar, namun kali ini terlempar ke atas langit.


Xu Tian kembali menghilang dari tempatnya, hingga dia muncul di atas Jenderal Zhu yang sedang terlempar ke atas.


Dengan gerakan cepat Xu Tian mengayunkan kakinya ke arah perut Jenderal Zhu.


" Booooms....." Jenderal Zhu terjatuh ke tanah dengan ekstrem, bahkan membuat sebuah lubang dengan kedalam sekitar lima meter.


Semua orang menatap apa yang di lakukan Xu Tian dengan bergedik ngeri. Bahkan setelah Jenderal Zhu sudah tidak mampu lagi menggerakkan tubuhnya, Xu Tian masih terus melepaskan tamparan ke arah wajah dan mematahkan tulang-tulangnya.


" Krakkk...."


" Arghhh...."


Jerit kesakitan dan suara tulang-tulang yang di patahkan terdengar seperti sebuah melodi kematian.


Semua orang yang ada ditempat tersebut benar-benar merasa tubuhnya sangat lemas, bukan hanya dari tekanan yang di lepaskan oleh Xu Tian saja, namun dari suara jerit kesakitan Jenderal Zhu yang sangat luar biasa.