
Di Atas Arena.
" Untuk pertandingan selanjutnya. Klan Xu melawan Sekte Bambu emas, dan Sekte Pedang Terbang melawan Klan Yan, silahkan segera naik ke atas panggung arena pertempuran." Ucap wasit meminta keempat kelompok untuk segera menuju arena.
Keempat kelompok yang di panggil oleh wasit pun segera menuju panggung arena pertempuran.
" Apakah Klan Xu akan membuat kejutan lagi dengan mengalahkan Sekte Bambu Emas?" Tanya salah satu penonton kepada rekannya.
" Menurutku belum tentu, karena yang aku dengar, Sekte Bambu Emas juga mempunyai jenius yang tidak kalah dengan para jenius empat Sekte besar." Jawab rekan di sampingnya.
" Semoga saja pertandingan mereka lebih menarik dari pertandingan sebelumnya."
" Kau benar."
Berbagai obrolan dari para penonton pun terdengar, mereka semua masih penasaran dengan kemampuan Klan Xu, tidak banyak juga yang mengatakan bahwa kemenangan Klan Xu sebelumnya, karena lawan mereka kehilangan fokus dalam pertandingan.
Bukan hanya penonton yang penasaran dengan kekuatan Klan Xu, bahkan para sekte-sekte yang lain juga menunggu pertandingan Klan Xu.
Xu Tian hanya tersenyum mendengar ucapan para penonton.
Kembali ke arena.
Klan Xu dan Sekte Bambu Emas kini sudah berada di arena pertempuran.
" Jangan remehkan mereka, atau kita akan bernasib sama dengan kelompok sebelumnya." Ucap Yun Mo dari Sekte Bambu Emas memperingati rekannya.
" Yun Mo, kau terlalu menganggap tinggi mereka semua." Ucap Tu Song, karena menurutnya, Klan Xu bukan lawan yang harus di waspadai.
" Tu Song, kau lah yang terlalu menganggap tinggi diri sendiri." Ucap Wu Yao Cu dengan sinis.
" Cih.. lebih baik kau urus saja dirimu, jangan sampai terluka parah, atau kau akan menyusahkan kami semua." Tu Song Menatap remeh Wu Yao Cu.
Xu Feng dan lainnya hanya diam dan menunggu mereka selesai berdebat, hingga beberapa saat kemudian Xu Cang sudah jengah mendengar ocehan mereka semua.
" Apa kalian akan terus mengobrol? Jika begitu, maka aku akan dengan sabar menunggu kalian." Ucap Xu Han dengan tersenyum tipis.
Mendengar ucapan Xu Han, membuat Tu Song begitu marah.
" Cih! Jika begitu aku akan meladeni dirimu." Kemudian segera maju menyerang ke arah Xu Han.
" Serahkan dia kepadaku."
Xu Feng dan lainnya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat Xu Han yang selalu bertindak seenaknya sendiri.
" Tapak Petir Kehancuran! " Sebuah tapak muncul dari kehampaan dengan balutan petir berwarna hitam.
" Tinju Api Hitam! " Kepalan tangan Tu Song di selimuti energi api berwarna hitam menahan serangan tapak Xu Han.
" Boooommsss..." Kedua serangan bertabrakan, hingga membuat debu menghalangi pandangan semua orang.
" Bersiap!" Teriak Yun Mo yang merasakan serangan mengarah menuju kelompok nya.
Xu Feng dan Xu Cang segera melesat maju, memanfaatkan debu yang mengahalangi penglihatan lawan.
" Tombak Petir Abadi! "
" Pedang Petir Abadi! "
Kedua serangan dengan balutan petir bergerak dengan cepat ke arah Yun Mo dan lainnya.
Merasakan serangan semakin mendekati ke arah kelompok nya, membuat Yun Mo meminta rekannya untuk segera membuat perisai pertahanan.
" Perisai Bambu Emas! " Sebuah perisai terbuat dari bambu berwarna emas, mengelilingi kelompok Yun Mo.
" Dhuaaarrrr..." Serangan Xu Feng dan Xu Cang menabrak perisai pertahanan yang di buat oleh kelompok Sekte Bambu Emas.
" Sekarang!" Teriak Xu Feng yang segera bergerak mundur.
Xu Meng dan Xu Ying segera bergerak.
" Naga Air Penghancur! " Sebuah Naga terbentuk dari energi air yang di miliki oleh Xu Meng melesat ke arah Tu Song.
" Hujan Es Abadi! " Dari kehampaan muncul ribuan es sebesar kepalan tangan, lalu menyerang perisai pertahanan Sekte Bambu Emas.
" Arghh... B*jingan! Pengecut!" Teriak kesakitan Tu Song, dia tidak menyangka jika Xu Meng menyerang ke arahnya.
" Dasar bodoh! Apa kau lupa jika ini adalah pertandingan kelompok?" Ucap Xu Han tiba-tiba berada di samping Tu Song.
Xu Han segera mengangkat tubuh Tu Song ke atas. " Bersiaplah!" Ucap Xu Han dengan tersenyum.
" B*jingan!" Teriak Tu Song yang terlempar ke atas.
" Pukulan Energi Petir! " Xu Han mengepalkan tangannya, dengan balutan petir, menunggu tubuh Tu Song datang ke arahnya.
" Boommmss..." Tu Song terlempar keluar arena dengan terluka sangat parah, hingga kemudian tidak sadarkan diri.
Para penonton bergedik ngeri melihat hal yang di lakukan oleh Xu Han.
" Sungguh begitu sadis" Batin para penonton.
Bukan hanya para penonton, bahkan hampir semua orang yang berada di tempat tersebut.
" B*jingan! Apa kau benar-benar tidak mempunyai hati!" Teriak tetua Sekte Bambu Emas, yang tidak lain adalah ayah dari Tu Song.
Xu Han tidak menanggapi ucapan tetua Sekte Bambu Emas.
Sedangkan keempat peserta Sekte Bambu Emas yang lainnya, kini masih sibuk untuk mengahalau serangan dari Xu Feng dan lainnya.
" Tombak Bambu Emas! " Teriak keempatnya, saat melihat perisai yang di buat mulai retak, ribuan tombak bambu emas melesat ke arah Klan Xu.
Xu Feng dan lainnya segera mundur kebelakang. Xu Meng segera maju kedepan, kemudian kedua tangannya menyentuh lantai.
" Perisai Energi Kayu! " Dari bawah lantai muncul ribuan kayu, membuat pertahanan seperti pagar mengelilingi anggota Klan Xu.
" Xu Ying, bantu Xu Meng! Ucap Xu Feng, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Xu Han dan Xu Cang.
Mengerti maksud Xu Feng, kemudian mereka bertiga segera bersiap.
Xu Ying melakukan hal yang sama seperti Xu Meng, kemudian " Perisai Energi Es! "
" Dhuaaarrrr...." Perisai yang di buat oleh Xu Meng hancur, Kini tombak bambu emas mulai berkurang.
Hingga tidak lama kemudian, tiba-tiba perisai terbuat dari es muncul.
" Dhuaaarrrr...." Tombak kembali menabrak perisai pertahanan Klan Xu.
Semua orang begitu fokus menatap ke arah pertempuran mereka.
" Apakah ini akan berhasil?" Teriak salah satu penonton.
" Mungkin saja." Timpal penonton di sebelahnya.
Namun tidak dengan para Patriak yang mempunyai Ranah lebih tinggi, dengan menyebarkan persepsi spiritual yang mereka miliki, mereka semua dapat melihat apa yang sedang di lakukan oleh anggota Klan Xu di dalam perisai.
Kembali ke arena.
Krakk... Perisai es mulai retak.
" Sekarang!" Teriak Xu Feng memberi perintah.
" Tombak Petir Abadi! " Xu Feng melesat dengan cepat menggunakan tombak yang dibaluti petir.
" Dhuaaarrrr ..." Serangan tombak Sekte Bambu Emas yang tersisa, di hancurkan oleh Xu Feng.
" Pedang Es Abadi! " Sebuah energi es menyelimuti pedang di tangan Xu Ying, membuat suhu di arena pertempuran menjadi dingin.
" Pedang Naga Air! " Dari ujung pedang Xu Meng muncul Naga Air yang lebih mengerikan dari sebelumnya.
" Pedang Api Abadi! " Pedang Xu Cang di selimuti api berwarna merah kebiruan, membuat perpaduan dingin dan panas di sekitar arena.
" Pedang Naga Petir! " Xu Han tidak tinggal diam, dari pedang nya muncul Naga dengan balutan petir hitam, kemudian menyatu dengan Naga Air Xu Meng.
" Mengerikan!" Teriak semua orang, bagaimana kombinasi serangan tersebut, bahkan dapat membunuh lawan yang berada pada ranah Nirwana.
" Menghindar! " Teriak para Patriak sekte.