
Xu Tian yang bingung kemudian mencoba menyentuh cahaya itu, hingga tiba-tiba cahaya yang begitu terang menyelimuti dirinya.
Terlihat di depannya kini batu giok yang cukup besar dengan tulisan kuno yang bercahaya terang.
Xu Tian kemudian mencoba mencari tahu apa arti tulisan kuno tersebut.
" SIAPA YANG DAPAT MENGUBAH TAKDIRNYA, MAKA DIA YANG AKAN MENJADI PENGUASA ALAM INI!"
Xu Tian yang baru saja mengetahui arti tulisan kuno itu pun terus mengulangi kata-kata itu di dalam hatinya.
Hingga beberapa menit kemudian batu tersebut bergetar, kemudian membentuk sebuah lorong yang mengeluarkan energi luar biasa.
" Apa yang sebenarnya terjadi? Apa aku harus masuk ke dalamnya?" Ucap Xu Tian pelan, namun baru saja dirinya menyelesaikan ucapannya, lorong tersebut seperti menarik tubuhnya ke dalam.
" Tidak!" Xu Tian berusaha untuk tidak masuk ke dalam lorong tersebut.
Namun sekuat apapun dirinya menahan diri agar tidak masuk ke dalam lorong, maka tarikan yang di keluarkan juga semakin kuat.
Dengan segera dirinya mengirimkan pesan kepada Feng Huang jika dirinya akan melakukan latihan tertutup.
Setelah memberikan pesan itu, Xu Tian kemudian membiarkan dirinya masuk ke dalam.
Yang tidak di ketahui oleh Xu Tian jika pesan yang di kirimkan ke Feng Huang tidak akan pernah sampai, hal itu terjadi karena saat Xu Tian di selimuti cahaya yang begitu terang itu sama halnya dengan Xu Tian berada di dalam formasi yang membuat semua orang yang berada di sekitarnya tidak akan melihat apa yang terjadi dengan dirinya.
" Swusshh....." Xu Tian terus membiarkan dirinya terbawa masuk ke dalam lorong.
" Sangat indah." Ucap Xu Tian dengan takjub, di dalam lorong sendiri Xu Tian dapat melihat pemandangan yang sangat indah, cahaya yang bergerak dengan berbagai macam warna.
Hingga dua jam kemudian, Xu Tian dapat melihat di depan nya kini muncul sebuah cahaya yang seperti jalan keluar dari lorong tersebut.
" Apa aku akan segera sampai? Namun kemana lorong ini membawaku pergi." Batinnya dengan bertanya-tanya.
" Swusshh......" Aura dan energi yang begitu besar menyapu wajahnya saat jarak pintu lorong itu kini telah berjarak sekitar lima kilometer.
Dengan segera Xu Tian membuat perisai energi untuk melindungi tubuhnya.
" Energi yang sangat kuat." Batinnya dengan terus memperbaiki perisai yang di buatnya.
Hingga beberapa menit kemudian Xu Tian tidak dapat melihat apapun karena cahaya tersebut menghalangi pandangan matanya.
" Swusshh....." Tubuh Xu Tian terlempar keluar dengan ekstrem.
" Dhuaaarrrr...., Dhuaaarrrr....." Xu Tian terlempar menabrak gunung-gunung besar hingga membuat luka di tubuhnya.
" Arrghhhh....."
Xu Tian yang masih belum dapat mengetahui keberadaan nya saat ini pun hanya mampu berteriak dan menahan rasa sakit yang begitu luar biasa.
**************
Sedangkan di Dunia Kultivator, kini fenomena alam yang begitu menakutkan terjadi.
Terlihat dari langit yang mulai gelap di sertai petir yang begitu menakutkan.
Istana Xufelong.
" Huang, apa kau tahu apa yang terjadi?" Tanya Qing Ling dengan menatap ke arah langit.
Feng Huang terdiam, tanpa mengalihkan pandangannya ke arah langit Feng Huang menjawab pertanyaan Qing Ling.
" Aku tidak tahu tuan putri, hanya saja aku memiliki firasat buruk tentang hal ini."
" Lalu apa ada kabar dari Gege?" Tanya Qing Ling yang kini mulai khawatir.
Feng Huang menggelengkan kepalanya dengan lemah, karena dirinya pun khawatir dengan keadaan Xu Tian.
Dirinya mendapatkan kabar dari Xu Feng jika Xu Tian awalnya telah tiba di kota Yan, namun saat akan menuju Klan Yan, Xu Tian tiba-tiba mengatakan sedang ada hal yang akan dia kerjakan terlebih dulu.
Hal ini membuat Feng Huang tidak dapat melakukan apa-apa.
" Tuan putri, sebaiknya tuan putri masuk ke dalam ruangan. Aku akan meminta Pasukan Phoenix untuk segera menyebar ke seluruh tempat dan mencari tahu hal apa yang terjadi." Ucap Feng Huang, meminta Qing Ling beristirahat.
Qing Ling menggelengkan kepalanya. " Pergilah, aku akan tetap di sini."
" Tap-..."
" Tenanglah, aku baik-baik saja." Qing Ling memotong ucapan Feng Huang.
Setelah kepergian Feng Huang, Qing Ling duduk dengan tenang menatap ke arah langit.
" Entah mengapa hati ku begitu sakit, semoga Gege baik-baik saja." Qing Ling dengan tersenyum, namun di dalam hatinya begitu sakit.
***********
Klan Xu.
Hal yang terjadi pada Qing Ling pun di rasakan oleh Lin Hua dan Xu Mei.
" Ibu.." Panggil Xu Mei yang ada di sampingnya.
Lin Hua menatap ke arah putrinya.
" Tenanglah, semua akan baik-baik saja." Lin Hua dengan mengelus puncak kepala Xu Mei.
Xu Mei pun menganggukan kepala, kemudian bersandar di lengan Lin Hua.
Sedangkan Xu Yuan saat ini sedang melakukan pertemuan dengan para tetua klan.
" Patriak, apa yang harus kita lakukan?" Ucap Tetua Agung Klan Xu.
" Perintahkan murid klan untuk menenangkannya warga, dan aku meminta kepada tetua pertama, tetua ketiga dan tetua ketujuh untuk mendampingi para murid. Untuk tetua kedua, segera pergi ke istana Xufelong dan menanyakan masalah ini kepada Feng Huang." Xu Yuan memberikan perintah.
" Baik.." Jawab mereka semua, kemudian segera pergi melaksanakan perintah Xu Yuan.
Setelah kepergian para tetua klan, Xu Yuan kemudian menatap ke arah Tetua agung Xu Long.
" Tetua agung, apa kau merasakannya juga?"
Tetua Agung Xu Long tersenyum, kemudian menganggukan kepalanya.
" Aku kira hanya diriku yang merasakan."
" Lalu apa yang harus kita lakukan?"
Tetua Agung hanya menggelengkan kepala.
" Aku tidak mengetahuinya, di buku kuno peninggalan para leluhur pun tidak ada penjelasan detailnya."
" Tetua agung benar." Xu Yuan dengan membuang nafasnya.
Mereka berdua hanya mengetahui fenomena yang terjadi, itu semua tertulis dalam buku kuno peninggalan leluhur Klan Xu yang mengatakan suatu saat nanti akan ada fenomena seperti yang akan terjadi.
Dari buku tersebut hanya menjelaskan jika fenomena itu terjadi artinya akan ada seorang penguasa yang turun untuk mengahadapi kejahatan.
Namun di dalam buku itu tidak menjelaskan hal apa yang harus di persiapkan oleh mereka.
************
Di Hutan Kematian.
Di depan Goa terlihat dua orang yang sedang berdiri menatap ke arah langit.
" Tetua Ji." Panggil Jenderal Qing, dengan terus menatap ke arah langit.
" Sudah saatnya kita pergi keluar dan membantu mereka." Ucap Tetua Ji dengan tenang.
Jenderal Qing menatap ke arah Tetua Ji.
" Apa kita akan meminta bantuan kepada mereka?"
" Tentu saja, jika mereka tidak mau ikut campur tentang masalah ini, bukankah itu sama saja mereka membiarkan apa yang sudah mereka jaga hancur?"
Jenderal Qing menganggukan kepala.
" Tetua Ji benar, aku akan segera meminta bawahanku mempersiapkan segalanya." Jenderal Qing kemudian mengeluarkan batu giok.
Sedangkan Tetua Ji terus memperhatikan fenomena yang terjadi dengan menghela nafas panjang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Karena aku lagi kurang fit beberapa hari ini, jadi hari ini aku paksakan untuk up 1 bab. semoga kalian tetap support dan dukung karya receh ini. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Lahirnya Penguasa Alam sudah mendekati Arc akhir di Dunia Kultivator. See You..