
Xu Tian yang sedang berkultivasi segera membuka matanya, saat mendengar ledakan yang cukup keras.
" Apa yang terjadi." Batinnya dengan mencoba melepaskan persepsinya untuk mencari tahu arah ledakan yang terjadi.
Hingga tidak lama kemudian Bai Luan tiba di tempat itu.
" Tuan muda." Bai Luan dengan hormat.
Xu Tian menatap ke arah Bai Luan. " Apa yang terjadi?"
" Tuan muda tenang saja, aku sengaja memberikan jebakan formasi kepada orang-orang yang mencoba merampas sumber daya yang aku berikan kepada teman tuan muda."
" Jika begitu kita akan segera pergi meninggalkan makam kuno ini." Kemudian Xu Tian segera keluar dari dalam perut gunung. Begitupun Bai Luan yang mengikuti di belakangnya.
" Swusshh...." Dua cahaya keluar dari dalam perut gunung.
" Tuan muda, sebaiknya kita bergerak ke Utara." Ucap Bai Luan, kemudian menjelaskan mengapa dirinya meminta Xu Tian untuk bergerak menuju arah Utara.
" Aku tidak menyangka jika makam kuno juga memiliki gerbang dimensi yang mengarahkan kita pada pusat ibu kota kekaisaran." Ucap Xu Tian dengan cukup puas.
Karena setelah memasuki makam kuno, dirinya berniat pergi menuju kekaisaran Bing. Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Bai Luan, membuat Xu Tian tidak perlu menghabiskan banyak waktu lagi di Benua Utara ini.
" Swusshh..." Dua kilatan cahaya berwarna emas melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Utara makam kuno.
Hewan buas yang berada di bawah pun segera bersembunyi saat merasakan aura yang mereka kenali.
Xu Tian yang melihat itu pun menatap Bai Luan dengan penuh tanda tanya.
Bai Luan yang di tatap Xu Tian pun kemudian menjelaskan jika dirinya sering keluar masuk makam kuno.
Hal itu membuat para hewan buas ketakutan saat merasakan kehadiran dirinya yang setiap kali melewati jalur menuju pintu keluar makam kuno akan melepaskan aura miliknya sebagai bentuk peringatan.
Xu Tian pun tersenyum kecut mendengar apa yang di katakan oleh Bai Luan.
" Bukan hanya manusia saja yang melakukan keserakahan, hewan buas pun akan melakukan hal yang sama saat melihat sesuatu yang menguntungkan diri mereka." Xu Tian membatin dengan terus bergerak.
Hingga tidak lama kemudian, mereka berdua akhirnya tiba di sebuah batu besar.
Bai Luan pun segera turun, kemudian membuat segel tangan dengan gerakan cepat.
" Swusshh..., Dhuaaarrrr.." Batu besar terbelah menjadi dua hingga memperlihatkan sebuah lubang dengan lebar sekitar dua meter.
" Tuan muda, mari." Ucap Bai Luan yang kemudian mempersilakan Xu Tian untuk melangkah terlebih dulu.
" Baik." Kemudian segera masuk ke dalamnya yang di ikuti oleh Bai Luan.
" Swusshh..." Keduanya masuk ke dalam pintu dimensi yang menghubungkan makam kuno dengan hutan terdekat menuju Kekaisaran Bing.
Saat keduanya sudah masuk, batu besar itu pun kembali utuh seperti semula tanpa goresan sedikitpun.
************
Di Perbatasan Benua Utara.
" Swusshh..., Swusshh..." Pasukan dengan jumlah yang cukup besar melewati perbatasan yang menghubungkan antara Benua Tengah dan Benua Utara.
" Kita berpisah di tempat ini agar tidak mengundang perhatian semua orang." Perintah Xu Feng, kemudian meminta mereka membuat kelompok berjumlah lima orang.
" Saudara, aku akan segera pergi." Ucap Xu Han, yang kemudian melesat bersama empat orang lainnya.
Hingga satu persatu dari pasukan berjumlah sekitar seribu orang kini telah membentuk kelompok.
Meski mereka membagi kelompok dengan berisikan lima orang setiap kelompoknya, mereka semua akan bergerak dengan tiga jalur yang sama, hanya saja waktu dan jarak yang mereka gunakan yang berbeda.
Kerena mereka semua belum mengetahui kekuatan yang ada di Benua Utara ini, jadi mereka tidak ingin mengambil resiko yang bisa saja membahayakan nyawa mereka.
" Mereka telah tiba di benua Utara, sudah saatnya dua pasukan kembali bergerak menuju dua benua lainnya." Isi pesan yang di sampaikan oleh Long Hei kepada Feng Huang.
Setelah selesai memberikan laporan, Long Hei segera melesat kembali mengikuti mereka sebelum dirinya kembali menuju benua timur.
Seratus meter kemudian, Long Hei segera melesat ke atas langit, kemudian menghilang dari kehampaan.
" Kita lihat siapa yang lebih baik, kau atau pasukan yang aku miliki." Ucap Long Hei dengan menatap beberapa sosok yang bersembunyi.
***********
Di tempat persembunyian, terlihat sekitar sepuluh orang yang sebelumnya mengikuti Pasukan Naga milik Faksi Naga Phoenix Langit.
" Apa kita akan terus mengikuti mereka?" Ucap salah satu dari kesepuluh orang yang bersembunyi.
" Tidak perlu, kita hanya perlu melaporkan masalah ini kepada Patriak." Ucap salah satu dari mereka yang bertindak sebagai pemimpin.
" Baik, jika begitu kita segera kembali." Ucap yang lainnya menimpali.
Namun baru saja mereka akan pergi, tiba-tiba sebuah serangan melesat ke arahnya.
" Dhuaaarrrr....." Mereka segera melesat menghindar, namun tiga rekannya terkena serangan dan melemparnya hingga sepuluh meter.
Kembali dua serangan tiba-tiba muncul, lalu mengarah kepada mereka yang berhasil menghindari serangan pertama.
" Menghindar!" Teriak pemimpin kelompok tersebut, namun salah satu dari mereka dengan sengaja mencoba menahan serangan.
" Cih!" Teriaknya kemudian segera menggunakan tekniknya untuk menahan serangan itu.
" Dhuaaarrrr...." Dirinya terlempar ratusan meter dengan luka yang begitu parah.
" Bodoh!" Teriak pemimpin kelompok itu dengan marah.
Dirinya begitu marah dengan tindakan salah satu orangnya yang dengan berani menahan serangan tersebut.
Memang serangan yang datang terlihat biasa saja, namun dirinya dapat melihat jika serangan itu memiliki daya kehancuran yang cukup untuk melukai dengan sangat parah.
Melihat serangan pertama yang melempar ketiga orangnya saja sudah terlihat dengan jelas, tetapi masih saja ada orangnya yang berfikiran bodoh dan tidak menyadari kemampuan yang di miliki diri sendiri.
Long Hei yang melihat hal itu tersenyum, kemudian segera turun kebawah.
" Bagaimana?" Tanya Long Hei yang membuat mereka semua terkejut.
" Kau-..."
" Apa kalian berfikir kami semua bodoh sehingga tidak mengetahui keberadaan kalian yang mengikuti kami?" Ucap Long Hei dengan menggelangkan kepala.
Mendengar apa yang di katakan oleh Long Hei membuat mereka terdiam, mereka semua bahkan tidak dapat merasakan kehadiran Long Hei saat mengikuti pasukan yang sebelumnya mereka ikuti.
" Tuan, mohon beri kami pengampunan." Ucap pemimpin kelompok itu dengan bersujud.
" Cih! Kalian sudah dua kali membuat masalah dengan kami, lalu sekarang meminta pengampunan? Kalian begitu naif!" Long Hei dengan marah.
" Tuan, bahkan kami baru kali ini mengikuti orang-orang tuan."
" Hahahaha... kalian memang baru kali ini mengikuti orang-orangku, karena yang pertama kali kalian lakukan adalah membuat masalah dengan pemimpin sekaligus tuanku sendiri." Ucap Long Hei yang kemudian segera melesat memberikan mereka pelajaran.
" Dhuaaarrrr...." Pemimpin yang sebelumnya berbicara dengan Long Hei terlempar, kemudian Long Hei kembali melesat.
" Krak... Krak.." Suara tulang patah terdengar memenuhi tempat itu.
" Arghhh..." Teriak mereka kesakitan saat Long Hei mematahkan lengan dan kakinya.
" Anggap saja ini sebagai pengampunanku terhadap kalian, namun kalian tenang saja, karena tuanku sendiri yang akan datang ke Sekte Racun lemahmu itu!" Teriak Long Hei yang terus menyiksa mereka satu persatu.