Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch89-Dunia Jiwa Dan Ling Tian


Lima jam telah terlewati, Xu Tian saat ini belum menunjukan tanda-tanda akan sadar, sehingga hal tersebut membuat semua orang merasa khawatir.


" Apakah saudara Tian baik-baik saja?" Ucap Xu Feng yang berada di luar barak bersama yang lainnya dengan khawatir.


" Seharusnya tuan muda baik-baik saja. Aku juga merasa bingung, mengapa hingga saat ini tuan muda belum menunjukan tanda-tanda akan sadarkan diri." Timpal Long Hei yang juga sedang berada di tempat tersebut.


" Semoga saja tuan muda segera sadar." Ucap Tetua Xu Peng mengarahkan pandangannya ke arah barak.


Mereka semua pun menganggukan kepala, berharap Xu Tian segera pulih seperti biasanya.


Di Dalam Barak.


" Mengapa putraku masih belum sadarkan diri juga hingga saat ini?" Tanya Xu Yuan yang berada di samping Feng Louzhi.


" Patriak tidak perlu khawatir, aku menjamin bahwa tuan muda dalam keadaan baik-baik saja dan tidak mengalami masalah yang serius." Jawab Feng Louzhi mencoba menenangkan Xu Yuan.


Feng Louzhi sebenarnya juga merasa bingung dengan kondisi Xu Tian saat ini, jika hanya kehabisan energi Qi, seharusnya tidak selama ini, apalagi dirinya juga ikut membantu mengalirkan energi Qi milikinya ke dalam tubuh Xu Tian.


Akhirnya mereka semua hanya dapat menunggu dengan sabar.


******


Xu Tian membuka matanya secara perlahan, hingga beberapa saat dia telah berhasil membuka kedua matanya dengan sempurna.


" Akh.. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan di mana aku saat ini." Ucap pelan Xu Tian, lalu segera bangun untuk duduk.


Xu Tian kemudian melihat area sekitarnya, namun dirinya merasa begitu asing dengan tempat dia berada saat ini.


Sebuah tempat yang begitu luas dengan energi Qi yang lebih padat, namun tidak terlihat satu pun bangunan yang berada di tempat itu.


Xu Tian kemudian bangun dari duduknya, lalu melangkahkan kakinya untuk mencari tahu di mana keberadaan dia saat ini.


Hingga seberapa jauh dia mencoba mengelilingi tempat tersebut, namun tidak ada satu pun petunjuk yang dia temukan.


" Apa aku telah mati?" Batin Xu Tian dengan nada putus asa.


Dia merasa begitu sedih jika memang dia telah mati, bagaimana dia tidak dapat melihat dan melindungi keluarga serta orang-orangnya kembali, dan yang paling penting dia telah mengingkari janjinya kepada Qing Ling.


" Tidak.. Aku belum mati, bagaimana bisa aku dengan mudah mati, pasti masih ada jalan keluar, aku yakin itu." Ucap Xu Tian dengan penuh tekad.


Hingga beberapa saat kemudian, tiba-tiba cincin penyimpanan yang di pakainya bergetar.


Xu Tian pun segera melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam cincinnya.


" Tombak Naga?" Ucap pelan Xu Tian, kemudian segera mengeluarkan Tombak Naga dari cincin penyimpanan.


" Wushhh....." Tombak Naga berdengung dan bergetar dengan lembut saat keluar dari dalam cincin.


Hingga beberapa saat kemudian, terlihat sebuah siluet seorang pria dewasa yang gagah penuh wibawa menggunakan mahkota di kepalanya.


Xu Tian mundur beberapa langkah karena merasa kaget, dia pun mencoba untuk tetap tenang.


" Xu Tian.." Ucap Sosok tersebut dengan tersenyum melihat ke arah Xu Tian.


" Senior, apa senior Roh Tombak Naga itu?" Tanya Xu Tian memberanikan diri untuk bertanya.


" Sebenarnya aku bukan Roh Tombak Naga, hanya saja aku menggunakan jiwaku yang tersisa untuk menempati tombak tersebut." Jelas Sosok tersebut yang tidak ingin di katakan sebagai Roh Tombak.


" Jika senior bukan Roh Tombak, lalu siapa senior sebenarnya?"


" Kau pasti sudah mengenal namaku, hanya saja dirimu belum pernah bertemu denganku. Baiklah, perkenalkan nama ku Ling Tian." Ucap Sosok tersebut yang tidak lain adalah Ling Tian.


Mendengar nama itu, membuat Xu Tian kemudian membungkuk memberikan hormat.


" Salam hormat kepada Senior Ling Tian, maafkan Junior yang tidak dapat mengenali senior." Ucap Xu Tian dengan begitu kaget, tetapi dirinya mencoba sebisa mungkin untuk tetap bersikap tenang.


" Hahaha.... Tidak masalah, itu bukan salah mu. Bangunlah, hormat mu aku terima." Ling Tian membantu Xu Tian untuk kembali berdiri dengan tegak.


" Karena aku tidak memiliki banyak waktu lagi, maka aku akan menjelaskan kepada dirimu kenapa aku membawamu kesini." Ling Tian menatap Xu Tian dengan serius.


" Maaf senior, maksud senior?" Xu Tian sebenarnya mengetahui bahwa yang di hadapannya sama seperti Tabib Yao, yang hanya pecahan Jiwa yang akan menghilang nantinya.


" Aku yakin kau sudah pernah bertemu dengan wujud sepertiku yang hanya pecahan jiwa saja, karena dirimu sudah mengetahui bagaimana cerita tentang diriku, maka aku tidak akan banyak menjelaskan lagi."


" Aku berharap kepadamu agar menjadi seorang yang selalu berada di jalan kebenaran, bantu mereka yang kesusahan, menghapuskan para pemimpin yang serakah, serta hancurkan segala kejahatan yang terjadi di depanmu. Jangan seperti diriku yang menutup mata dengan apa yang terjadi sehingga aku terlambat menyadari dan membuat diriku harus mengorbankan hidupku ini..."


" Aku yakin dengan kemampuan yang kau miliki, kau bisa melampaui diriku menuju puncak kejayaan. Aku tidak memaksa dirimu untuk mengikuti apa yang aku katakan, tetapi aku yakin bahwa kau memiliki tujuan sendiri yang lebih baik dariku. Jaga baik-baik Tombak Naga, karena dengan tombak ini saat kau menemukan orang-orangku maka mereka akan tunduk di bawahmu...."


" Aku sudah memberikan segala yang aku miliki kepada dirimu, namun sebagai hadiah perpisahan aku telah membukakan Dunia Jiwamu." Ucap Ling Tian kepada Xu Tian.


" Dunia Jiwa?" Xu Tian mengerutkan keningnya dengan bingung.


" Dunia Jiwa adalah dunia yang berada di dalam tubuhmu, dan tidak semua orang dapat memiliki Dunia Jiwa, hanya mereka yang mempunyai tubuh khusus yang dapat memilikinya." Jelas Ling Tian lalu menyentuh Kening Xu Tian.


Terlihat sebuah cahaya melesat memasuki kening Xu Tian.


Xu Tian segera mengambil sikap kultivasi untuk menyerap semua informasi yang di berikan, bagaimana informasi itu adalah pengetahuan tentang Dunia Jiwa dan beberapa informasi lainnya.


Hingga beberapa saat kemudian Xu Tian kembali membuka matanya setelah menyerap pengetahuan yang di berikan oleh Ling Tian.


" Senior, Terima kasih banyak." Ucap Xu Tian memberikan hormat kembali, Xu Tian merasa begitu senang saat mengetahui kegunaan Dunia Jiwa.


" Itu adalah hadiah untukmu. Baiklah, karena waktu ku sudah habis maka aku akan segera pergi, semoga saja di kehidupan selanjutnya kita dapat bertemu kembali." Ucap Ling Tian lalu tubuhnya perlahan berubah menjadi cahaya hingga beberapa saat kemudian menghilang sepenuhnya.


Xu Tian yang melihat hal itu pun berjanji akan melakukan apa yang di katakan oleh Ling Tian sebelumnya.


" Senior tenang saja, aku akan melakukan apa yang senior katakan, dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti senior." Batin Xu Tian dengan tegas penuh tekad yang kuat.


Setelah kepergian Ling Tian, kemudian Xu Tian segera melakukan perubahan pada Dunia Jiwanya dengan membangun beberapa bangunan sesuai keinginannya.


" Aku hanya tinggal memfokuskan pikiranku, kemudian membayangkan jika aku sedang melihat sebuah bangunan di tempat yang aku inginkan." Lalu Xu Tian mencoba memfokuskan dirinya pada satu tempat yang ingin dia bangun sebuah istana yang begitu megah.


Hingga beberapa saat kemudian, terlihat sebuah bangunan seperti istana dengan patung naga di kedua sisinya.


" Menarik.." Ucap Xu Tian dengan senang.