
" Jiwa Gagak Hitam!"
" Swushh..." Bayangan Hitam dengan mata merah muncul di belakangnya.
" Hahahaha... Meski kau mampu menghancurkan Sekteku, Maka kau juga harus ikut hancur bersama kami!"
Feng Huang yang melihat dari jauh pun segera bergerak mendekat ke arah Qing Ling.
Dengan mata yang tenang, Qing Ling mengangkat tangannya.
" Swushh....." Tombak yang berada di sekitar tubuhnya mulai mengikuti gerakan tangan Qing Ling.
Salah satu tombak melesat ke arah Feng Huang.
Feng Huang yang melihat serangan dari Qing Ling yang mengarah padanya pun hanya menggerakkan tangan dengan santai, lalu menghentikan gerakannya.
" Tuan putri." Ucap Feng Huang, dengan raut wajah khawatir.
Qing Ling sendiri, terus menatap ke arah Patriak Sekte Gagak Hitam, tanpa memperdulikan Feng Huang.
Beberapa saat sebelumnya.
Saat Qing Ling sedang fokus mengendalikan teknik kuno, tiba-tiba dirinya mendengar sebuah suara misterius di dalam pikirannya.
" Cahaya dan Kegelapan tidak akan pernah terpisahkan, kehidupan abadi datang. Perjalanan baru telah di mulai, Ratu Penguasa telah hadir kembali!"
Feng Huang yang berada tidak jauh pun tiba-tiba merasakan aura yang begitu besar muncul dari tubuh Qing Ling.
" Oh... tidak!" Ucapnya dengan kaget, kemudian segera melesat ke arah Qing Ling yang kini telah memancarkan energi dingin yang begitu luar biasa.
Bayangan hitam yang berada di belakang Patriak Sekte Gagak Hitam tiba-tiba hancur.
Krakk.....
" Dhuaaarrrr....." Suara ledakan terdengar, membuat Patriak Sekte Gagak Hitam terlempar dengan luka yang sangat parah.
" Swushh....." Feng Huang bergerak sangat cepat, lalu berubah menjadi seekor Phoenix yang begitu indah, memiliki mata biru dan merah menyala.
Wuya dan Jingmi yang berada jauh dari tempat Qing Ling merasa begitu tertekan.
" Jangan-jangan!" Ucap keduanya dengan kaget.
Feng Huang segera membuat formasi untuk menutup pergerakan Qing Ling.
" Perisai Bulu Phoenix!"
" Swushh...." Cahaya merah bergerak, membuat sebuah kubah yang menutupi tempat di sekitar Feng Huang dan Qing Ling.
Melihat hal itu, Qing Ling pun menatap tajam ke arah Feng Huang.
" Lepaskan! Atau aku akan menghancurkanmu!"
Feng Huang tersenyum tipis. " Aku yang seharusnya mengatakan hal itu, sedikit saja kau melukainya, maka aku akan menghancurkan Jiwamu! Bahkan saat aku kembali ke dunia atas, aku sendiri yang akan mendatangi orang-orangmu!"
" Cih... sudah lama aku menunggu seseorang yang memiliki tubuh istimewa ini, jadi sebaiknya kau jangan ikut campur!"
" Hahahaha..... Kejayaan dirimu telah runtuh dan hancur, maka biarkan tuan putri Qing Ling sendiri yang menjalani dan menentukan takdirnya! Jadi aku minta untuk kau keluar dari tubuhnya sekarang juga, sebelum aku benar-benar melakukannya!" Ucap Feng Huang dengan tegas, tatapan mata yang tajam.
Qing Ling menundukkan kepalanya, terlihat raut wajah yang memancarkan kesedihan dan kemarahan yang begitu dalam.
" Aku bisa saja pergi, asal kau berjanji akan menjaganya dan membantunya menjadi lebih kuat lagi. Balaskan dendam ini pada mereka." Ucap sosok yang menempati tubuh Qing Ling.
Feng Huang tersenyum kecut, dirinya mengetahui apa yang di maksud oleh sosok jiwa yang menempati tubuh kekasih tuan mudanya itu.
Feng Huang menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian menghembuskan secara perlahan.
" Aku tidak dapat berjanji mengenai hal itu, namun aku meyakini jika suatu saat nanti mereka akan hancur."
" Apa maksudmu?"
" Aku tidak dapat menjelaskan siapa yang akan menghancurkan mereka. Namun aku sangat meyakini dan memastikan jika di masa depan nanti mereka akan merasakan apa yang kau rasakan." Ucap Feng Huang, dengan percaya diri.
Di dalam hatinya, dirinya juga dapat merasakan perasaan yang sama dengan sosok jiwa yang menempati tubuh Qing Ling saat ini.
" Mungkin aku tidak dapat membalaskan dan menghancurkan mereka secara langsung, namun setidaknya aku mempunyai sebuah kenang-kenangan untuknya. Aku akan membantunya memiliki teknik-teknik ku, bimbinglah dirinya, agar menjadi sosok wanita yang tegas dan kuat di masa depan nanti."
" Tentu saja, tanpa kau minta sekalipun aku akan melakukan hal itu." Feng Huang, dengan tersenyum tipis.
" Jika begitu, sampai bertemu kembali di kehidupan selanjutnya."
" Swushh....." Sebuah cahaya yang begitu menyilaukan terpancar dari tubuh Qing Ling.
Hingga tidak lama kemudian, cahaya itu mulai redup dan menghilang bersamaan dengan munculnya sosok wanita yang begitu cantik keluar dari dalam tubuh Qing Ling.
" Selamat tinggal, Feng Huang.." Wanita itu tersenyum manis, menatap Feng Huang yang kini sudah kembali ke wujud manusia.
Sosok wanita cantik itu pun kemudian berubah menjadi butiran cahaya, dan tidak lama kemudian menghilang.
Feng Huang segera memapah tubuh Qing Ling, yang telah kehilangan kesadarannya.
" Selesaikan semuanya dengan cepat, aku akan kembali terlebih dulu." Feng Huang memberikan perintah kepada Wuya, Jingmi dan Ketiga Xu melalui telepati.
Kemudian dirinya segera melesat cepat membelah angin dengan kecepatan tinggi, menuju Istana Xufelong yang baru.
" Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang merepotkan." Batin Feng Huang, dirinya khawatir jika tubuh Qing Ling tidak mampu menerima apa yang baru saja terjadi dengannya.
Pasukan Naga sendiri semakin meningkatkan serangannya saat mendapatkan perintah dari para komandan Faksi Naga Phoenix Langit.
" Dhuaaarrrr......."
" Dhuaaarrrr......"
Suara ledakan terdengar dari berbagai arah, Patriak Sekte Gagak Hitam sendiri kini hanya terkulai tidak berdaya, dengan luka yang begitu parah.
Bahkan hanya sekedar untuk bernafas saja sudah sulit.
Xu Feng melesat dengan tajam, di ikuti Xu Han dan Xu Cang di samping kanan dan kirinya. Setiap tempat yang di lewati mereka, maka akan ada kepala yang terpisahkan dari tubuhnya.
" Hahahhaahha... ini luar biasa!" Teriak Xu Han, dengan tubuh berlumuran darah.
" Sebaiknya kita segera menyelesaikan ini semua, masih banyak misi yang harus kita kerjakan." Ucap Xu Feng mengingatkan.
" Jika begitu, maka kita segera membunuh Patriak Sekte dan para petingginya."
Lalu mereka bertiga segera melesat mencari para petinggi Sekte Gagak Hitam.
Wuya dan Jingmi pun tidak mau ketinggalan, Wuya kini semakin ganas menyerang tetua agung yang berubah menjadi seekor Gagak Hitam.
" Dhuaaarrrr....." Tetua agung terlempar sekitar sepuluh meter jauhnya, setelah beradu cakaran dengan Wuya.
Dengan gerakan cepat, tiba-tiba Xu Feng muncul dan langsung mengarahkan pukulan tombak ke bagian kepala.
" Booomsssss....."
" Maaf saudara! Karena telah menganggu pestamu!" Teriak Xu Feng, kemudian kembali melesat kembali.
Wuya sendiri hanya menggelengkan kepala melihat tingkah dari Xu Feng, Xu Han, dan Xu Cang yang begitu menikmati pertempuran ini.
" Cakar Elang Kematian! " Jingmi dengan mengayunkan cakarnya ke arah Patriak Sekte Gagak Hitam.
" Dhuaaarrrr......"
" Arghh....." Teriak Patriak Sekte, hingga tidak lama kemudian tewas di tempat.
Hingga pertempuran kini semakin tidak terkendali, tidak membutuhkan banyak waktu lagi, pertempuran itu pun berakhir dengan kemenangan Pasukan Naga.
Mereka semua segera membagi tugas.
" Saudara, aku akan menuju ruang harta. Kalian dapat membersihkan tempat ini, atau kita akan membakarnya setelah semua harta di tempat ini kita kuras habis." Ucap Xu Han, yang segera pergi.
" Baik saudara." Jawab Xu Cang, lalu mengarahkan pasukan Naga untuk membereskan kekacauan bekas pertempuran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf kalo kurang greget yak 😁😁 Jangan lupa like dan komentar