
" Swusshh...." Xu Tian bergerak menggunakan Langkah Dewa Naga menuju bagian ekor.
Ular berkepala tiga yang melihat gerakan Xu Tian mendesis dengan penuh amarah, lalu melemparkan api-api kecil berbentuk bola sebesar kepala manusia.
Xu Tian segera bergerak zig-zag menghindari serangan api dengan sesekali mengayunkan tombak untuk mengahalau serangan ular berkepala tiga.
" Merepotkan." Batin Xu Tian, yang segera berfikir dengan keras cara melumpuhkan ular berkepala tiga tersebut.
Ular berkepala tiga yang melihat seranganya tidak mampu untuk melumpuhkan Xu Tian kemudian bergerak dengan mengayunkan ekornya.
" Swusshh...." Ekor ular kepala tiga melesat dengan cepat ke arah Xu Tian yang sedang bergerak di udara.
Xu Tian bergerak ke atas langit menjauh dari ekor ular berkepala tiga.
Hingga serangan itu hanya mengenai udara kosong.
Angin berhembus kencang mengakibatkan pohon di sekitarnya menjadi hancur berantakan.
Di atas langit.
Xu Tian dengan tenang berdiri dengan menatap ke arah bawah di mana ular kepala tiga berada.
Dengan tombak naga di tangan kanannya serta tubuh dewa naga yang di gabungkan dengan aura dewa naga kini Xu Tian terlihat seperti seorang kaisar dewa naga.
" Semoga cara ini berhasil." Batin Xu Tian dengan menatap ular kepala tiga yang sedang bergerak ke arahnya.
Tanpa ingin membuang waktu, Xu Tian segera menggigit ujung telunjuknya.
Terlihat darah merah yang kemudian berubah warna menjadi keemasan keluar, kemudian dengan gerakan cepat Xu Tian membuat segel menggunakan darahnya menuju tombak naga.
" Swusshh....." Aura yang begitu besar keluar memancarkan energi yang begitu mendominasi.
" Penyatuan Tombak Jiwa Naga!"
" Swusshh......" Angin berhembus dengan kencang bersamaan raungan seekor naga.
Hingga beberapa saat kemudian muncul bayangan naga berwarna emas menggunakan mahkota di atas kepalanya mengambang di belakang Xu Tian.
Ular berkepala tiga yang melihat kejadian itu segera menghentikan gerakannya.
" Teknik ini!" Batinnya dengan kaget saat melihat teknik yang di gunakan oleh Xu Tian tidak asing baginya.
Bukan hanya tombak naga yang kini menunjukkan perubahan, tubuh Xu Tian kini menggunakan armor emas dengan corak kulit naga.
Bola mata Xu Tian berubah menjadi emas dengan perubahan warna lingkaran mata di sekelilingnya berwarna merah.
Aura di sekitarnya terasa sangat mencekam, bahkan ular berkepala tiga merasa waktu seakan berhenti beberapa saat.
" Boommmss...."
" Boommmss..."
Suara ledakan dari dalam tubuh Xu Tian terdengar menandakan dirinya melesat naik tingkat dari ranah kultivasi sebelumnya.
Namun kenaikan tingkat itu sendiri bukanlah tingkat kekuatan asli Xu Tian, semua itu hanya berasal dari teknik penyatuan Tombak Jiwa naga yang Xu Tian gunakan.
Xu Tian yang merasakan kekuatannya naik begitu kaget. " Aku tidak menyangka teknik ini dapat membantu ku naik tingkat meski hanya sementara, tapi ini sudah sangat berguna untuk mengalahkan ular berkepala tiga." Batin Xu Tian dengan senang.
Matanya yang tajam kemudian menatap ke bawah di mana tempat ular berkepala tiga berada yang juga sedang menatap ke arahnya.
" Saatnya menghabisinya." Ucap Lin Chen, kemudian segera melesat dengan kecepatan tinggi.
" Swusshh....." Xu Tian menghilang dari tempatnya.
Dengan gerakan cepat Xu Tian melepaskan Tapak Dewa Naga ke arah ular berkepala tiga.
Tapak keemasan dengan di selimuti sisik naga melesat ke arah ular kepala tiga.
Melihat serangan yang datang ke arahnya membuat ular berkepala tiga segera bergerak menghindari, namun gerakannya masih lebih lambat dari serangan Xu Tian.
" Dhuaaarrrr...." Tapak Dewa Naga mengenai tubuh ular berkepala tiga, dengan cepat Xu Tian kembali melesat dengan menggenggam pedang di tangan kirinya.
" Srettt...." Darah segar keluar dari bola mata ular tersebut.
Xu Tian terus melakukan hal yang sama dengan gerakan cepat.
Ular berkepala tiga mendesis dengan keras saat satu persatu matanya terkena pedang membuat darah terus mengalir.
Setelah melukai mata dari masing-masing kepala, Xu Tian kemudian bergerak ke arah ekor, setiap bergerak Xu Tian selalu melemparkan bola-bola api ke bagian perut ular tersebut.
Hingga Xu Tian kini memegang ekor ular, dengan segera mengangkatnya, kemudian memutarkan tubuh ular berkepala tiga di udara.
Ular berkepala tiga sendiri terus berteriak menahan sakit dan rasa marah di perlakukan seperti itu oleh Xu Tian.
" Manusia sampah! Lepaskan aku atau kau akan benar-benar mati di tempat ini!" Teriaknya kepada Xu Tian dengan sangat marah ingin membunuhnya.
" Lakukan jika kau mampu." Ucap Xu Tian tanpa rasa takut sedikitpun.
Kemudian segera melesat ke atas langit dengan tubuh ular berkepala tiga yang ikut bersamanya.
Saat sudah berada di atas langit, dengan kekuatan penuh Xu Tian melemparkan tubuh ular berkepala tiga ke tanah.
" Swusshh...."
" Dhuaaarrrr....." Tubuh ular berkepala tiga terjatuh menghantam tanah dengan sangat keras.
Dengan gerakan cepat Xu Tian melesat dengan mempersiapkan serangan tapaknya.
" Tapak Dewa Naga!"
" Dhuaaarrrr....."
Bagian perut ular berkepala tiga hancur dengan darah kehitaman yang menyembur keluar.
Xu Tian dengan gerakan cepat menebas ketiga kepala secara pergantian.
Hingga tidak lama kemudian ular berkepala tiga akhirnya tewas di tempatnya.
Dengan cepat Xu Tian mengambil mutiara jiwa miliknya, kemudian menyimpannya di dalam cincin.
" Sebaiknya aku memeriksa dasar sungai, semoga saja aku dapat menemukan sumber daya tingkat tinggi." Xu Tian kemudian segera masuk ke dalam sungai.
" Swusshh....." Tubuh Xu Tian lenyap masuk ke dalam air.
***********
Di tempat lain.
Kawanan hewan buas yang sedang menyelamatkan diri menghentikan langkahnya.
" Sepertinya pertarungan telah berakhir." Ucap salah satu rusa dengan tanduk tiga di atas kepalanya.
" Benar, apa kita akan mencoba memeriksa nya?" Ucap rusa lainnya menimpali.
" Tidak perlu, sebaiknya kita segera laporkan kejadian ini kepada jenderal."
" Baik."
Kawanan rusa kembali bergerak dengan cepat meninggalkan tempat itu.
Kawan hewan buas yang lainnya pun merasakan hal yang sama, namun tidak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk kembali sekedar memeriksa tempat pertarungan yang dahsyat itu.
Dunia kekacauan sendiri memiliki banyak penghuni hewan buas tingkat tinggi, mereka semua membentuk sebuah kelompok sesuai dengan jenis mereka masing-masing.
Seperti serigala, rusa, kalajengking, rubah, dan masih banyak lagi. Kelompok terkuat hewan buas adalah Harimau, Singa, Elang. Namun mereka berada di suatu tempat tersembunyi dan jarang keluar dari tempat itu jika tidak memiliki kepentingan.
Dunia kekacauan sendiri awalnya memiliki seorang penguasa yang mampu menggerakkan semua kawan hewan buas, namun keberadaan sosok tersebut sudah lama tidak di ketahui.
Hal itu membuat kelompok hewan buas kini menjadi tidak terkendali sehingga saling bertarung untuk merebutkan kekuasaan maupun sumber daya yang berguna untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Informasi mengenai sosok itu sendiri hanya di ketahui oleh kawanan hewan buas tingkat tinggi yang kini lebih sering berada di suatu tempat dan tidak ingin ikut campur dengan masalah luar.