Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch134-Hari Bahagia


Hari Bahagia.


Hari yang di nanti-nanti kedua belah pihak keluarga akhirnya tiba, terutama untuk sepasang kekasih yang akan segera melakukan pertunangan.


Terlihat senyum kebahagiaan selalu terpancar di wajah Xu Tian dan Qing Ling.


Jika saja usianya sudah cukup untuk memulai membangun rumah tangga, Xu Tian berfikir akan lebih baik langsung menikah, namun karena umurnya masih terlalu muda, jadi Xu Tian akan menunggu beberapa tahun lagi untuk menikah.


Apalagi dirinya berniat akan pergi berpetualang, awalnya dia ingin mengajak Qing Ling untuk ikut berpetualang bersamanya, namun karena Xu Tian telah memiliki rencana lain, jadi dia tidak akan membawa Qing Ling untuk ikut berpetualang bersamanya.


Xu Tian sendiri tidak ingin menjadikan Qing Ling sebagai wanita yang lemah dan selalu bergantung dengan orang lain, maka dari itu Xu Tian berniat memberikan tugas untuk Qing Ling, dan menjadikan Qing Ling sebagai pemimpin Faksi Naga Phoenix Langit selama Xu Tian tidak ada di benua timur.


Hal ini dia lakukan agar Qing Ling terbiasa melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya, dan tidak manja atau hanya mengandalkan orang lain.


Kedepannya tidak ada yang tahu bahaya apa yang akan menghampiri, maka dari itu, Xu Tian mulai menempa Qing Ling menjadi wanita yang lebih kuat dan dapat melindungi diri sendiri.


Mungkin terlihat kejam dan berlebihan, karena menjaga Qing Ling seharusnya sudah menjadi tanggung jawab Xu Tian bila dia sudah menjadi suaminya, namun jika mampu melakukan semua hal bersama-sama, mengapa tidak di lakukan.


Xu Tian percaya jika Qing Ling mampu melakukan hal itu semua.


Beberapa waktu kemudian, para tamu undangan mulai berdatangan. Kedua pihak keluarga sendiri hanya mengundang orang-orang yang mempunyai jabatan tinggi, seperti seorang Patriak yang menghadiri pesta pertunangan tersebut.


Para tamu undangan dari berbagai kekuatan yang berada di benua timur mulai memasuki istana kekaisaran, lalu menuju tempat yang sudah di sediakan.


Berbagai obrolan terdengar dari mereka.


" Aku tidak menyangka jika putri Qing Ling yang terkenal dingin dengan setiap pria, tiba-tiba akan bertunangan." Ucap Patriak Kang Jiang, Patriak dari Sekte Pedang Tunggal.


" Patriak benar, bahkan yang membuatku begitu iri, Kaisar Qing Jiang mendapatkan menantu yang begitu luar biasa." Patriak Ling Chen menimpali.


Obrolan itu terus berlanjut hingga mereka semua duduk di tempat yang sudah di sediakan. Dengan tenang mereka duduk menunggu pemeran utama dalam acara ini hadir.


Hingga saat semua orang tengah berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara.


" Kaisar beserta keluarga dan Patriak Xu bersama keluarga memasuki ruangan." Teriak seorang di atas panggung dengan suara lantang.


Mendengar hal itu, semua orang yang berada di ruangan itu segera mengalihkan pandangannya dan segera berdiri secara serempak untuk memberikan hormat.


Kedua keluarga melambaikan tangannya untuk membalas hormat semua orang. Kemudian kedua keluarga itu segera menuju tempat yang sudah di sediakan khusus untuk mereka.


Di atas panggung sendiri sudah tersedia tiga tempat duduk, yang masing-masing akan di tempati oleh Kaisar Qing Jiang bersama Permaisuri Yan Li Wei, Xu Yuan dan Lin Hua dan di tengah untuk sepasang kekasih yang akan segera melakukan pertunangan.


Ceklek...


Pintu ruangan Aula terbuka secara perlahan, menampakkan seorang pemuda tampan dan penuh wibawa menggunakan pakaian berwarna merah dengan jubah berwarna emas bergambar Naga.


Di sebelahnya berdiri seorang gadis cantik dengan menggunakan pakaian yang selaras dengan pemuda yang berada di sampingnya.


Mereka berdua berjalan berdampingan naik ke atas panggung dengan senyum yang selalu terpancar di wajah keduanya.


Hingga tidak lama kemudian, mereka berdua telah berada di atas panggung, dengan senyum ramah, keduanya menyapa para tamu undangan.


" Di persilahkan kepada kedua pasangan untuk membuat janji, dan memasangkan cincin di jari manis pada pasangannya." Ujar pemandu acara.


Xu Tian dan Qing Ling saling berpandangan, lalu menganggukan kepala. Xu Tian membuka kotak kecil yang sudah dia persiapkan, terlihat cincin giok yang begitu indah di dalamnya.


" Aku Xu Tian, berjanji akan selalu mencintai dan menyayangi Qing Ling, meski untuk saat ini kita hanya bertunangan, tapi aku pastikan akan selalu menjagamu dan menikahi mu kelak nanti, menjadikan dirimu sebagai wanita satu-satunya dalam hidupku, susah maupun duka. Qing Ling aku mencintaimu." Ucap Xu Tian kemudian memasangkan cincin pada jari manis Qing Ling.


Qing Ling tersenyum lembut. " Aku Qing Ling, berjanji akan selalu mencintai dan menyayangi Xu Tian, aku akan menunggu sampai kapan pun, bahkan jika itu membutuhkan waktu hingga jutaan tahun lamanya. Xu Tian aku mencintaimu." Balas Qing Ling yang juga memasangkan cincin pada jari manis Xu Tian.


Setelah keduanya menyatakan janji masing-masing, tidak lama kemudian terdengar suara tepuk tangan, bahkan ada yang meneteskan air mata setelah mendengar janji yang Xu Tian dan Qing Ling buat.


Kedua orang tua dan orang-orang terdekat pasangan yang baru saja bertunangan pun tidak kalah bahagia, bahkan kedua wanita yang tidak lain ibu dari mereka sampai meneteskan air mata, namun air mata kebahagiaan saat melihat anak-anaknya kini telah memiliki pasangan.


Xu Tian dan Qing Ling kemudian berjalan ke arah Kaisar Qing Jiang dan Permaisuri Yan Li Wei untuk meminta restu, kemudian bergantian meminta restu kepada Xu Yuan dan Lin Hua.


Setelah itu Xu Tian dan Qing Ling segera menempati tempat duduk yang sudah di sediakan untuk mereka, dengan menatap semua tamu yang sudah hadir.


Acara pun kemudian di lanjutkan dengan pertukaran hadiah pertunangan yang telah di persiapkan oleh kedua belah pihak keluarga, dan di lanjutkan dengan pemberian hadiah dari para tamu undangan yang hadir, tidak lupa juga mereka memberikan doa untuk pasangan yang baru saja bertunangan.


Setelah acara pemberian hadiah selesai, kemudian semua orang mulai menikmati hidangan yang telah di siapkan.


Satu persatu susunan acara di lakukan hingga malam hari, acara penutupan adalah menerbangkan lampion dengan harapan agar sepasang kekasih yang baru saja bertunangan di berikan kelancaran hingga hari pernikahan tiba, dapat terbang tinggi ke langit dan terus bercahaya untuk menyinari kehidupan mereka maupun menerangi semua orang yang di sekitarnya.


Hingga akhirnya acara telah selesai, satu persatu tamu undangan segera memasuki ruangan yang telah di siapkan oleh pihak penyelenggara.


Xu Tian dan Qing Ling pun kembali ke tempat masing-masing, karena status mereka yang hanya sekedar bertunangan, jadi mereka belum di perbolehkan untuk tidur bersama.


Untuk kedua keluarga sendiri, ada yang menuju kamar masing-masing dan ada juga yang melanjutkan malam dengan di temani arak.


Long Hei dan Feng Louzhi pun ikut bergabung dengan saudara Xu Tian yang lainnya, begitupun para tetua klan Xu yang lebih memilih mengobrol dan bersantai bersama kenalan mereka.