Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch127-Feng Louzhi dan Long Hei


Setelah mendengar ucapan Jenderal Qing, Xu Tian memiliki rencana untuk segera menyebarkan pasukan Faksi Naga Phoenix Langit ke benua lainnya.


Mereka akan di berikan tugas untuk membangun kekuatan di sana dengan langkah yang sama dengan yang di lakukan Xu Tian sebelumnya.


Mengumpulkan orang yang memiliki nasib seperti anggota Faksi, membeli para budak, dan anak jalanan.


Bukan hanya itu saja, Xu Tian juga akan membangun penginapan di setiap benua untuk mengumpulkan informasi.


"Nak, berapa lama waktu yang di butuhkan oleh tetua Ji untuk menyembuhkan kembali jiwanya yang terluka?" Tanya Jenderal Qing, dengan penasaran.


"Aku tidak tahu pastinya, mungkin saja tiga hari atau lebih. Karena jiwa Tetua Ji sudah terluka cukup parah, jika kita telat sedikit saja, mungkin tetua Ji saat ini sudah berubah menjadi Iblis." Jelas Xu Tian.


Jenderal Qing menganggukan kepala. "Lalu, apa rencanmu selanjutnya?"


"Mungkin aku akan terlebih dulu kembali menuju benua timur."


"Bukankah dirimu ingin bertemu dengan Tetua Ji?" Jenderal Qing dengan bingung.


Karena sebelumnya Xu Tian mengatakan sedang mencari sosok yang terkuat di hutan kematian, namun setelah bertemu, kini dirinya malah memutuskan untuk pergi.


"Benar, aku akan kembali untuk berpamitan kepada keluargaku, karena aku berniat untuk berpergian menuju benua lainnya. Dan mungkin aku akan kembali ke tempat ini terlebih dulu sebelum pergi."


"Mengapa kau tidak menunggu Tetua Ji saja, mungkin saja dia akan sembuh dengan lebih cepat." Jenderal Qing memberikan pendapatnya.


Apa yang di katakan oleh Jenderal Qing ada benarnya, namun karena Xu Tian kini telah memiliki rencana, jadi dia akan membicarakan nya terlebih dulu dengan anggotanya.


Jika dia telah berpamitan dan menjelaskan rencananya, maka dia akan merasa lebih leluasa saat berpergian dalam waktu yang lama.


Apalagi saat ini di benua timur, tepat nya di istana kekaisaran ada kakek dan neneknya.


"Hais...kau ini, bukankah itu akan banyak membuang waktumu."


"Bukankah kata-kata membuang waktu lebih cocok untuk sesuatu yang tidak berguna?" Ucap Xu Tian dengan tenang.


Dirinya sudah memikirkan itu semua dengan sangat matang, tujuan awalnya bertemu dengan sosok terkuat di hutan kematian telah berjalan dengan lancar.


Jadi dia tidak perlu terlalu lama berdiam diri di tempat ini, menurut perhitungan Xu Tian, Tetua Ji akan sembuh total lebih dari tiga hari.


Kasus yang di alami Tetua Ji sendiri cukup merepotkan, terkena energi Iblis dengan waktu yang cukup lama, bahkan jiwanya saja hampir hancur, maka akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.


Mendengar ucapan Xu Tian membuat Jenderal Qing tersedak ludahnya sendiri.


"Bocah ini." Jenderal Qing membatin dengan kesal, dari pertama bertemu dengan Xu Tian, dirinya merasa jika Xu Tian memiliki pemikiran lebih dewasa di bandingkan dirinya.


"Jika memang itu yang sudah kau putuskan, maka aku akan menunggumu di tempat ini."


"Emm...jika begitu, maka aku akan segera pergi." Ucap Xu Tian, kemudian segera berpamitan kepada mereka.


"Swushh...." Xu Tian melesat dengan kecepatan penuh keluar dari dalam goa, kemudian segera menuju istana kekaisaran benua tengah.


Setelah melihat kepergian Xu Tian, kini Jenderal Qing mulai menatap dengan tajam bawahannya, yang tidak lain pria bertopeng.


"Apa kalian berani menertawakan diriku?" Ucap Jenderal Qing dengan kesal.


"Kami tidak berani Jenderal. Hanya saja kami merasa jika Jenderal seperti bocah kecil jika berada di hadapan tuan muda Tian." Ucap salah satu pria bertopeng.


"Jika begitu, kalian mendapatkan hukuman dariku." Jenderal Qing dengan tersenyum penuh makna.


********


Benua Timur.


Rombongan Kaisar Qing Jiang kini telah sampai di perbatasan.


Terlihat pasukan istana kekaisaran Qing yang berada di perbatasan untuk menjaga keamanan.


Saat melihat kedatangan Kaisar Qing Jiang dan lainnya, mereka segera berbaris memberikan hormat.


Kaisar Qing Jiang dan para Patriak menganggukan kepala, kemudian segera memasuki benua timur.


Di perjalanan, Feng Louzhi dan Long Hei segera memisahkan diri.


"Swushh...." Mereka berdua bergerak tanpa ada yang menyadari.


Setelah merasa cukup jauh dengan rombongan Kaisar Qing Jiang, Feng Louzhi dan Long Hei segera menghentikan gerakannya.


"Saudara, sebaiknya kita mencari tempat yang cocok untuk kita membahas masalah ini." Ucap Feng Louzhi.


"Baik."


Mereka berdua tiba-tiba menghilang dari tempatnya, lalu muncul di sebuah restoran.


"Tuan." Ucap seorang pelayan menyambut kedatangan keduanya.


"Pelayan, aku ingin memesan ruangan khusus, apa ada?" Tanya Feng Louzhi.


"Ada tuan, mari kita menuju lantai tiga." Ucap sang pelayan, kemudian membawa Feng Louzhi dan Long Hei menuju ruangan khusus.


Setiba di ruangan yang cukup luas dan mewah, Feng Louzhi segera memesan makanan dan minuman terbaik yang ada di restoran itu.


Setelah kepergian pelayan, Feng Louzhi menatap Long Hei dengan serius.


"Apa kau merasakannya?" Tanya Feng Louzhi, yang di balas dengan anggukan kepala oleh Long Hei.


"Apa yang akan kita lakukan?"


"Sebaiknya kita menunggu perintah dari tuan muda, dan kita juga harus memberitahu tuan muda mengenai masalah ini." Ucap Long Hei dengan serius.


"Kau benar, apa kau tahu kemana tuan muda pergi?"


"Sepertinya tuan muda tengah menemui sosok terkuat di hutan kematian. Meski kekuatan yang dimilikinya masih jauh di bawah kita." Ucap Long Hei dengan tertawa kecil.


"Aku yakin tuan muda memiliki rencana lain, dan mungkin saja hanya sekedar mencari informasi." Ucap Feng Louzhi.


"Kau benar, bagaimana bisa tuan muda akan merekrut kembali bawahan, sedangkan kita bertiga saja sudah sangat cukup untuk membantunya."


"Bahkan hingga saat ini kita tidak di perbolehkan untuk ikut bertarung bersama tuan muda." Feng Louzhi dengan nada tidak berdaya.


Long Hei tertawa dengan keras saat melihat raut wajah Feng Louzhi.


"Mengapa saudara tidak membunuh sosok yang sebelumnya mengikuti kita?" Tanya Long Hei yang terus saja tertawa.


"Aku tidak ingin menghianati kepercayaan yang telah tuan muda berikan kepadaku, jika aku melakukannya, maka sama saja diriku tidak menganggap tuan muda."


"Saudara benar, bahkan aku sudah tidak sabar untuk ikut bertempur bersama tuan muda di masa depan nanti."


"Kau tenang saja, saat kita berada di dunia atas, maka kita mempunyai kesempatan itu."


"Benar."


Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar. terlihat beberapa pelayan yang masuk dengan membawa berbagai makanan dan arak yang sudah di pesan oleh Feng Louzhi sebelumnya.


"Tuan, maaf karena telah membuat kalian menunggu lama." Ucap pelayan, yang merasa tidak enak sudah membuat Feng Louzhi dan Long Hei menunggu cukup lama.


"Tidak masalah, kami juga sedang tidak terburu-buru." Jawab Feng Louzhi dengan ramah.


"Terima kasih tuan, selamat menikmati." Ucap pelayan membungkukkan badan, lalu pamit undur diri.


"Saudara, mari makan." Ucap Feng Louzhi.


"Hahaha.... Akhirnya aku dapat merasakan apa yang namanya hidup." Ucap Long Hei, kemudian segera memakan semua hidangan yang sudah di sediakan.