Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch66-Bersama Qing Ling


" Katakanlah, apa yang harus kami lakukan." Ucap Yan Li Wei yang sudah tidak sabar.


Xu Tian menarik nafasnya dalam-dalam kemudian mengeluarkan nya sebelum berbicara." Putri Qing Ling harus membuka pakaian bagian punggungnya agar aku dapat dengan leluasa menggunakan kemampuanku untuk membuka aliran Meridian yang tersumbat di karenakan aura dingin yang sudah menyebar." Jelas Xu Tian lalu menghentikan sejenak penjelasan nya.


" Putri Qing Ling saat ini masih beruntung karena aura dingin tersebut belum sampai menuju Dantiannya, jika saja sudah menuju ke Dantian nya akan semakin sulit untuk di sembuhkan bahkan bisa saja sewaktu-waktu putri Qing Ling akan kehilangan nyawanya." Lanjut Xu Tian.


Mendengar apa yang di ucapkan Xu Tian membuat semua orang mengerti, karena dari penjelasan Xu Tian begitu mudah untuk mereka pahami.


" Jika soal itu aku sebagai Ibu dari putriku Qing Ling menyetujui nya, tetapi semua tergantung pada putriku." Ucap Yan Li Wei melihat ke arah putrinya dengan penuh harap, karena ini adalah kesempatan nya untuk sembuh dan tidak merasakan sakit lagi.


Begitupun Kaisar Qing Jiang dan Qing Longzi yang menyetujui ucapan Yan Li Wei dan hanya menunggu keputusan langsung dari Qing Ling.


" Aku tidak akan memaksa, Jika kalian sudah memutuskan nya, maka kalian dapat mencariku di penginapan Teratai Putih." Ucap Xu Tian kemudian segera bangkit dari tempat duduknya.


" Kaisar Qing Jiang, Permaisuri Yan Li Wei, Putra Mahkota Qing Longzi serta Putri Qing Ling aku pamit undur diri untuk kembali ke penginapan, karena aku takut para saudaraku khawatir dengan keadaan ku yang tidak kunjung kembali." Ucap Xu Tian lalu memberi hormat sebelum melangkah kan kakinya menuju pintu.


Melihat Xu Tian pergi membuat Qing Ling bingung, karena selama ini belum pernah ada orang lain yang menyentuhnya dan bahkan melihat bagian tubuhnya meski hanya bagian punggung.


Tetapi jika dia menolaknya maka dia akan selalu merasakan kesakitan saat malam hari, awalnya dia merasakan rasa sakit hanya satu bulan sekali dan untuk saat ini hampir tiap malam sebelum tidur dia akan tersiksa.


Keluarganya pun tidak ada yang mengetahui mengenai hal tersebut, karena dia tidak pernah mengatakan kepada siapapun.


" Jika kau tidak percaya terhadapku, maka kau akan terus kesakitan. Apa kau pikir aku tidak mengetahui apa yang kau rasakan setiap malam, lihatlah mereka yang menyayangi dirimu begitu khawatir dan berharap atas kesembuhan dirimu." Terdengar suara Xu Tian di dalam pikiran Qing Ling.


Mendengar hal tersebut, sontak saja membuat Qing Ling melihat ke arah Xu Tian yang baru saja keluar dari ruangan.


Dengan terburu-buru Qing Ling segera beranjak dari tempat duduknya mengejar Xu Tian.


" Ling'er..." Panggil Yan Li Wei yang kaget melihat putrinya tiba-tiba pergi.


" Biarkan saja." Ucap Qing Jiang menghentikan gerakan Yan Li Wei yang ingin mengejar putrinya.


Yan Li Wei pun kemudian kembali duduk menuruti ucapan suaminya.


****


Xu Tian yang sedang melangkah kan kakinya dapat mendengar jika ada seseorang yang memanggil namanya, lalu dia pun berhenti.


Terlihat Qing Ling tiba di belakangnya.


" Emm..ak..aku ingin meminta bantuan dirimu untuk menyembuhkan diriku." Ucap Qing Ling dengan terbata-bata di sertai malu.


" Jika kau terpaksa maka lupakanlah." Ucap Xu Tian lalu melanjutkan langkahnya.


" Tunggu.." Qing Ling menarik tangan Xu Tian yang ingin pergi.


Melihat tangannya di pegang oleh Qing Ling membuat Xu Tian menghentikan langkah kakinya, lalu melihat bagian tangannya yang saat ini masih di pegang oleh sebuah tangan yang begitu halus seputih giok.


Tetapi Qing Ling masih belum juga melepaskan tangan Xu Tian, dia malah menarik Xu Tian menuju sebuah taman yang berada di dalam istana.


Xu Tian hanya diam dan mengikuti kemana dia akan di bawa.


Setibanya di sebuah taman yang cukup indah di penuhi bunga-bunga yang bermekaran dengan aroma yang begitu harum membuat Xu Tian begitu nyaman.


Kemudian Qing Ling membawa Xu Tian duduk di sebuah bangku yang berada di ujung taman.


" Mengapa kau membawaku kemari?" Ucap Xu Tian setelah mereka berdua duduk.


" Aku tidak tahu, tetapi aku ingin membawamu kesini. Di sinilah tempatku biasa menikmati hari-hariku, tempat biasa aku mencurahkan semua beban yang aku rasakan." Ucap Qing Ling dengan senyum memandang bunga di depannya.


" Apa kau masih ingin tetap terus menikmati waktu seperti ini?" Ucap Xu Tian yang mengikuti arah pandangan Qing Ling.


" Tentu saja."


" Tetapi aku rasa kau tidak akan bisa merasakan hal seperti ini kedepannya."


Mendengar ucapan tersebut, membuat Qing Ling mengalihkan pandangannya lalu menatap Xu Tian.


" Kehidupan seseorang akan terus berjalan dan tidak akan pernah dapat menetap di satu tempat saja, masih banyak tempat yang dapat kita datangi di luar sana, Dunia ini begitu luas dengan banyak rahasia di dalamnya."


" Agar mampu tetap bertahan di dunia ini hanya ada satu yang harus kau lakukan, yaitu menjadi kuat agar kau dapat menjaga dirimu dan juga orang-orang yang kau sayangi, jika dirimu masih keras kepala maka bersiaplah untuk kehilangan segalanya." Ucap Xu Tian kepada Qing Ling.


Qing Ling hanya mampu diam menundukkan kepalanya." Apakah aku pantas mendapatkan kebahagiaan? Apakah aku bisa untuk tidak merasakan rasa sakit yang terus saja menyiksa diriku." Ucap Qing Ling dengan nada bergetar.


Sejujurnya Qing Ling sudah menyerah dengan kehidupan nya yang terus saja merasa kesakitan, bagaiman dia hanya mampu menunggu saat-saat dia harus kehilangan segalanya.


" Bukankah sudah aku katakan jika aku akan membantumu, lalu apa yang membuatmu bimbang? Apakah karena selama ini kau tidak pernah bersentuhan dengan seorang pria? Apakah karena selama ini tidak ada yang melihat tubuhmu meski hanya bagian punggung saja?" Ucap Xu Tian yang di balas anggukan kepala oleh Qing Ling, karena bagaimanapun dia hanya ingin tubuhnya di lihat oleh orang yang akan menjadi suaminya suatu saat nanti.


" Jika aku mengatakan akan menjadi pasangan mu di masa depan, apa kau percaya?" Tanya Xu Tian menatap wajah Qing Ling.


" Emm.."


" Aku tidak menyukai seseorang yang terlalu berfikir terlalu lama, di sini aku sudah banyak menawarkan bantuan terhadapmu. Jika kau masih belum memiliki jawaban maka lupakanlah." Ucap Xu Tian yang sudah tidak ingin membuang waktu lagi lalu segera beranjak dari duduknya.


" Tunggu..." Ucap Qing Ling menghentikan Xu Tian yang akan pergi.


" Aku bersedia, maafkan aku karena telah merepotkan mu." Lanjut Qing Ling setelah Xu Tian menghentikan langkah kakinya.


" Aku yang menawarkan bantuan terhadapmu, jadi kau tidak perlu berterima kasih terhadapku." Ucap Xu Tian dengan tersenyum, karena akhirnya Qing Ling yakin dengan hal yang akan dia lakukan.


Karena sebelumnya, Xu Tian masih melihat bahwa Qing Ling hanya terpaksa, dan kini Qing Ling sudah yakin meski masih ada sedikit keraguan di matanya.


" Baiklah, lalu kita akan memulainya kapan? Karena aku juga harus membuat beberapa pil untuk membantu proses penyembuhan energi dingin yang berada di dalam tubuhmu."