Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch85- Pertempuran Sekte


Di tempat lain, kini para Patriak Sekte dan Klan mulai mengumpulkan anggota mereka yang berada di ibu kota.


" Patriak, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya salah satu tetua Sekte Langit Abadi.


" Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk menjelaskan dengan detail kepada kalian, tetapi aku akan menjelaskan kepada kalian semua intinya, bahwa saat ini Aliansi Sekte Aliran Hitam telah mencoba membuat kekacauan di ibu kota." Ucap Patriak Ling Chen, lalu menjelaskan beberapa hal penting lainnya.


Bukan hanya Sekte Langit Abadi saja yang berada di tempat itu, karena setelah membereskan kekacauan yang terjadi sebelumnya, mereka akhirnya memutuskan untuk tetap berada di tempat yang sama dan menunggu perintah selanjutnya.


Sehingga saat mendengar penjelasan singkat oleh Patriak Ling Chen, mereka semua kini telah mengetahuinya.


" Maka dari itu kita akan segera berangkat sekarang." Ucap Patriak Ling Chen.


Mereka semua pun segera mempersiapkan diri, hingga beberapa waktu kemudian, mereka segera menuju tempat di mana para anggota sekte aliran hitam berada.


******


Di perbatasan bagian barat, saat ini Long Hei tengah berkumpul bersama para komandan, serta anggota Faksi Naga Phoenix Langit.


Mereka berbincang dengan di temani arak yang di bawa oleh Xu Feng sebelum menuju perbatasan.


Hingga beberapa saat kemudian, mereka yang sedang bersantai dan menunggu perintah selanjutnya, merasakan beberapa aura yang tengah menuju ke arahnya.


" Tidak perlu cemas, karena yang datang adalah pemimpin dan lainnya." Ucap Long Hei yang melihat orang-orang yang sedang bersamanya mulai waspada.


Dengan menyebarkan energi spiritualnya, Long Hei dapat menyebarkan persepsinya hingga kiloan meter jaraknya.


Sedangkan untuk Xu Feng dan lainnya, hanya dapat merasakan secara samar aura tersebut, maka dari itu mereka bersikap waspada.


" Akhirnya mereka datang." Ucap Xu Han dengan senang, karena mereka semua sudah tidak sabar untuk bertempur.


" Hahaha.. kau benar, karena aku sudah menahan begitu lama di tempat ini." Ucap Jingmi yang kemudian meneguk minuman di dalam gelasnya.


Hingga beberapa menit kemudian Xu Tian, Xu Yuan, Qing Longzi, dan para tetua Klan Xu tiba di tempat mereka.


" Salam Pemimpin!" Ucap mereka semua secara serempak, menyambut kedatangan Xu Tian.


Xu Tian pun membalas dengan anggukan di sertai senyum tipis, setelah itu mereka semua pun segera memberikan hormat kepada Xu Yuan, serta menyambut kedatangan yang lainnya.


Qing Longzi sendiri begitu kagum melihat mereka semua, Lalu segera mengalihkan pandangannya ke arah Xu Tian. " Apa kita akan bergerak sekarang?"


Xu Tian tidak menjawab pertanyaan Qing Longzi, namun dirinya malah melihat ke arah Long Hei." Apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan sebelumnya?"


" Sudah pemimpin!" Jawab Long Hei dengan tegas.


" Bagus! Jika begitu segera bergerak!" Xu Tian melihat para anggotanya.


" Siap pemimpin!" Jawab mereka, lalu segera bergerak sesuai rencana.


Setelah kepergian mereka semua, Qing Longzi segera bertanya kepada Xu Tian tentang rencana yang akan mereka lakukan.


" Kalian tenang saja, kita akan bergerak setelah pasukan dari kekaisaran tiba, dan untuk mereka aku meminta menjadi pasukan bayangan." Jelas Xu Tian kepada mereka yang terlihat begitu ingin mendengar penjelasan darinya.


Sebenarnya para anggota Faksi Naga Phoenix Langit bukan hanya sekedar sebagai pasukan bayangan saja, tetapi Xu Tian telah memberikan misi khusus kepada mereka.


Hingga waktu terus berjalan, Kini pasukan dari pihak kekaisaran yang di pimpin oleh Jenderal Chou dan Jenderal Le telah tiba, begitupun Feng Louzhi yang ikut bersama rombongan mereka.


" Kita akan segera bergerak setengah jam lagi, karena dari laporan yang aku dapatkan bahwa pihak musuh telah mengetahui keberadaan kita." Ucap Xu Tian dengan melihat semua orang.


Xu Tian tidak menyangka jika musuh telah mengetahui pergerakan pasukannya.


" Aku yakin, saat terjadi kekacauan di Arena Kompetisi, ada yang berhasil melarikan diri." Batin Xu Tian setelah mencoba berfikir tentang bagaimana bisa pihak musuh mengetahui pergerakannya.


******


Hutan Perbatasan.


Saat ini Kedua pasukan besar saling berhadapan, dengan situasi yang begitu mencekam.


" Tetua Tengkorak Merah, sebaiknya kalian semua segera meninggalkan tempat ini, dan kembali ke sekte kalian masing-masing." Ucap Patriak Ling Chen dengan tenang.


" Hahaha.. apa kalian berfikir jika kami takut dengan pasukan kalian yang lemah ini?" Ucap Tetua Sekte Gagak Hitam dengan sinis, Dia mencoba terus memprovokasi agar kedua belah pihak saling menyerang.


" Jika itu yang kalian inginkan, maka jangan salahkan kami." Ucap Patriak Wang Dunrui, lalu segera melesat menyerang kedepan.


Melihat sang Patriak maju terlebih dahulu, membuat para tetua dan murid Sekte Awan segera mengikuti dari belakang, begitupun dengan yang lainnya.


" Hahaha... ini menarik!" Teriak Tetua Tengkorak Merah dengan senang.


" Dhuaaarrrr...."


" Dhuaaarrrr..."


Berbagai ledakan pun mulai terdengar, kedua sekte aliran hitam dan putih saling menyerang dengan kekuatan penuh.


Meski Sekte Aliran Hitam memiliki kekuatan lebih rendah, tetapi mereka memiliki jumlah yang lebih banyak, bahkan tiga kali lipat lebih banyak dari sekte aliran hitam.


" Pedang Langit Abadi! " Pedang yang berada di tangan Patriak Ling Chen mengeluarkan sebuah energi berwarna biru cerah, lalu melesat ke arah Tetua Tengkorak Merah.


Melihat serangan tersebut, membuat Tetua Tengkorak merah segera menyelimuti tubuhnya. " Perisai Tengkorak Merah! " Sebuah energi berwarna merah keluar dari dalam tubuhnya, kemudian membentuk sebuah dinding dengan bentuk tengkorak berwarna merah darah.


" Boooommmsss..." Serangan Patriak Ling Chen menghantam Perisai energi yang di buat oleh Tetua Tengkorak Merah.


Setelah berhasil menahan serangan tersebut, kemudian Tetua Tengkorak Merah segera menyerang Patriak Ling Chen dengan teknik Ilusi miliknya.


" Ilusi Tengkorak! "


" Merepotkan." Batin Patriak Ling Chen, dia begitu mengetahui Ilusi Tengkorak yang terkenal di kalangan Aliran Hitam ini.


Patriak Ling Chen segera menutup matanya untuk tetap fokus, agar tidak terkena serangan Ilusi.


Namun yang di pikirkan oleh Patriak Ling Chen salah, karena ternyata Tetua Tengkorak Merah segera pergi menjauh.


Merasa serangan Ilusi telah menghilang, kemudian Patriak Ling Chen segera membuka matanya.


Namun dirinya begitu merasa kaget setelah membuka kedua matanya, karena tidak ada Tetua Tengkorak Merah di sekitarnya.


Patriak Ling Chen segera memfokuskan pandangannya untuk mencari sosok tetua tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian dia dapat menemukan keberadaannya, " Tidak!" Teriak Patriak Ling Chen begitu khawatir.


Karena saat ini, Tetua Tengkorak Merah tengah mengarahkan serangan menuju salah satu murid jeniusnya.


" Menghindar!" Teriak Liang Gu melihat ke arah Sun Ming.


" Boooommmsss...." Semua orang segera menghentikan pertarungan, mereka semua menatap ke arah dimana ledakan terjadi.


Hingga beberapa saat terdengar sebuah teriak kesakitan dari dalam tebu yang menutupi pandangan semua orang.


" Arghhh...."


Krak.... Krak...... Suara tulang di patahkan terdengar begitu menyakitkan, mereka semua bergedik dengan ngeri mendengar hal tersebut.


" Apakah Sun Ming?" Batin Liang Gu dengan begitu sedih.


" B*jingan!" Teriak Liang Gu begitu marah, meski hubungan mereka berdua tidak terlalu baik, tetapi itu hanya dalam hal persaingan untuk menentukan siapa yang terhebat saja.


" Arghhhh......!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf jika banyak typo atau cerita gak jelas, author buat chapter ini baru tadi jam 3 pagi. Karena author baru pulang terus langsung ingat kalo belum buat chapter buat hari ini. Jadi sekali lagi mohon maaf, author akan berusaha buat memperbaiki nanti . See You, author mau tidur bangun sore karena capek banget . 🤣🤣👀