
Kaisar Bing Qing dan Leluhur Bing yang mendengar ucapan Xu Tian begitu terkejut, namun mereka mencoba untuk tetap bersikap dengan tenang.
Mereka berdua tidak ingin bertindak gegabah, karena setau mereka berdua jika salah satu dari mereka adalah orang yang telah membantu melindungi Ibu kota Bing sebelumnya.
Jika saja mereka berdua mengetahui jika yang membantu Ibu kota Bing adalah kelima orang yang ada di hadapannya, apalagi orang yang menjadi pemeran utama dalam membantu melindungi Ibu kota adalah pemuda yang saat ini sedang berbicara, mungkin mereka berdua akan segera mengubah sikapnya terhadap Xu Tian.
Namun karena mereka tidak mengetahui hal itu, mereka berdua masih diam dan dengan tenang melihat hal yang terjadi di ruangan itu.
" Leluhur, apa yang harus kita lakukan?" Kaisar Bing Qing bertanya melalui telepati.
" Kita awasi terlebih dulu, aku ingin melihat sejauh mana keberanian pemuda itu." Leluhur Bing dengan tenang, namun dirinya merasa sedikit bingung karena tidak dapat mengetahui kekuatan milik Xu Tian.
Saat mereka sedang mencoba mencari tahu, tiba-tiba aura berwarna emas menutupi pandangannya.
" Baik." Kaisar Bing Qing, yang kemudian kembali menatap ke arah Xu Tian.
Xu Tian sendiri begitu muak berada di tempat ini, bagaiamana bisa kedua orang itu masih berdiam diri tanpa mengucapkan sepatah katapun dari pertama kali dirinya masuk ke dalam ruangan.
Bai Luan dan Shang bersaudara pun terus memperhatikan situasi di sekitarnya. Mereka sebenarnya ingin sekali menghancurkan orang-orang yang ada di dalam ruangan ini karena telah dengan lancang memperlakukan tuan mudanya secara tidak baik.
Namun mereka berempat tidak memiliki keberanian untuk bertindak tanpa perintah Xu Tian.
Jenderal dan tetua yang sebelumnya berbicara dengan nada tinggi kepada Xu Tian pun menatap Kaisar dan Leluhur Bing.
" Kaisar, izinkan aku untuk memberikannya sedikit pelajaran." Tetua itu dengan menahan emosi.
Xu Tian yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
" Kau tidak perlu meminta izin kepada Kaisar patungmu itu, jika memang ingin memberikan aku pelajaran, maka lakukanlah. Aku akan dengan senang hati menerimanya." Xu Tian dengan menyindir Kaisar Bing Qing.
Mereka semua yang mendengar ucapan Xu Tian mulai terbakar amarah, bagaimana bisa mereka diam saja saat Kaisarnya di hina dan di ejek patung oleh pemuda yang baru saja masuk ke dalam Istana Kekaisaran.
" Tuan muda-..."
" Biarkan aku yang mengurusnya." Xu Tian memotong ucapan Bai Luan.
Bai Luan pun kembali diam, dan menuruti apa yang ingin di lakukan oleh tuan mudanya itu.
Leluhur Bing yang sejak awal berusaha untuk tidak terpancing dengan ucapan Xu Tian pun akhirnya angkat bicara.
" Jika memang kalian ingin bertarung, maka sebaiknya lakukan di tempat yang semestinya, bukan di dalam ruangan ini." Leluhur Bing dengan suara tegas.
" Bagaimana jika kau juga ikut dalam pertarungan ini?" Xu Tian dengan menatap Leluhur Bing.
" Bocah! Sejak awal aku sudah menahan diri, namun kau bertindak di luar batas!" Leluhur Bing yang kini sudah tidak dapat menahan diri.
Para tetua dan Jenderal yang tidak menyukai kehadiran Xu Tian pun tersenyum dengan senang saat Leluhur Bing mulai angkat bicara.
Xu Tian sendiri masih berdiri dengan tegak, tanpa takut sedikitpun dengan tatapan tajam Leluhur Bing.
" Sepertinya apa yang aku pikirkan tentang Kekaisaran ini memang benar, mereka seperti memanfaatkan orang lain demi kepentingan sendiri. Namun aku harus terus mencari informasi mengenai alasan Klan Rong yang ingin Menyerang Ibu Kota." Batin Xu Tian dengan melihat semua orang-orang dari kekaisaran Bing.
Xu Tian meyakini jika telah terjadi sesuatu di masa lalu yang membuat Klan Rong begitu ingin menghancurkan Ibu Kota.
Meski dirinya telah membunuh pasukan Klan Rong, namun itu bukan masalah yang terlalu besar. Bagaimana pun keamanan ibu kota adalah prioritas, dan apa yang akan di lakukan oleh Klan Rong pun salah.
Dengan ini dia akan sedikit memperbaiki apa yang telah terjadi di Benua Utara ini. Bahkan Xu Tian mulai berfikir untuk menjadikan Klan Yan menjadi penguasa di Benua Utara.
Dengan bantuan pasukan yang telah di kirim untuk membantu Klan Yan, maka hanya tinggal menunggu waktu untuk Klan Yan menjadi pilar utama kekuatan di Benua Utara.
Dengan menjadikan Klan Yan sebagai Kaisar berikutnya, maka Xu Tian telah menguasai tiga Kekaisaran yang berada di belakangnya.
Kekaisaran itu sendiri adalah Kekaisaran Qing, yang memang Kaisar nya sendiri adalah mertuanya, Benua Tengah Kekaisaran Ming yang kini menjadi anggota Pasukan Faksi Naga Phoenix Langit. Dan yang terakhir Benua Utara.
Maka dengan ini Xu Tian tinggal pergi menuju ke Benua lainya untuk mengajak mereka bergabung bersamanya.
Meksi Xu Tian merasa jika peluangnya untuk mengajak Benua Selatan akan menemukan sedikit kesulitan, namun dengan adanya pasukan yang telah dia kirim ke sana, akan mempermudah rencana selanjutnya.
" Menahan diri? Lalu bagaimana dengan hal yang kau lakukan saat pertama kali aku tiba di ruangan ini?" Xu Tian dengan menatap tajam Leluhur Bing.
Semua orang segera menatap ke arah Leluhur Bing dan menunggu jawaban darinya. Mereka semua tidak mengetahui apa yang telah di lakukan oleh Leluhur Bing sebelumnya.
" Apa maksudmu?" Leluhur Bing mencoba bersikap tenang.
" Cih! Kini aku mulai menyadari jika kau adalah orang di balik semua ini, dengan berpura-pura menjadi seorang pahlawan dengan melindungi Ibu kota setiap tahunnya, namun memiliki maksud lain di dalamnya." Xu Tian yang kini mulai memahami.
" Nak apa maksudmu?" Tanya Kaisar Bing Qing kepada Xu Tian. Awalnya memang dirinya selalu merasa keberatan saat Leluhur Bing meminta sumber daya dengan alasan melindungi ibu kota dengan formasi yang di buatnya.
Leluhur Bing selalu mengatakan jika dalam pembuatan formasi membutuhkan banyak sumber daya.
Hal ini sendiri memang di akui oleh Xu Tian, namun setelah melihat bagaimana formasi itu memiliki banyak kelemahan, Xu Tian mulai berfikir jika telah terjadi sesuatu di Istana kekaisaran ini.
Jika saja Xu Tian tidak memperhatikan dengan serius, mungkin dia juga akan terkecoh dengan kebohongan itu semua.
" Hahahaha... apa kau mempercayai ucapan bocah kemaren sore ini?" Leluhur Bing tertawa, mencoba mempengaruhi pikiran Kaisar Bing Qing.
Kaisar Bing Qing pun menyetujui ucapan Leluhur Bing, dia lebih mempercayai Leluhur nya sendiri di bandingkan orang yang baru saja dia temui.
Xu Tian menggelengkan kepala. " Kaisar yang tidak memiliki ketegasan, dan menjadi a*jing dari leluhurnya sendiri. Bukankah itu sangat menyedihkan?" Xu Tian dengan berjalan menuju ke tengah-tengah ruangan.
Bai Luan dan Shang bersaudara pun mengikuti Xu Tian di belakangnya. Sedangkan Jenderal besar dan Tetua Li hanya diam, mereka masih mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi.