Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch133-Kebersamaan


Istana Kekaisaran.


Xu Tian terus melangkahkan kakinya memasuki istana kekaisaran dengan menyebarkan persepsi nya untuk mencari keberadaan yang lainnya.


Hingga akhirnya, Xu Tian dapat merasakan bahwa saat ini, semua orang sedang berkumpul di aula keluarga.


" Apa yang sedang mereka lakukan?" Xu Tian membatin, bertanya-tanya.


Karena merasa penasaran, dia pun akhirnya segera berjalan menuju aula keluarga.


Namun saat tengah menuju aula keluarga, dirinya bertemu dengan Feng Louzhi dan Long Hei.


" Tuan muda." Ucap mereka berdua saat berada di depan Xu Tian.


Xu Tian mengerutkan keningnya, karena sebelumnya dia telah memberikan perintah kepada Feng Louzhi dan Long Hei untuk mengumpulkan semua anggota Faksi, lalu mengapa mereka berada di sini.


" Apa kalian sudah melakukan apa yang aku perintahkan?"


" Maaf tuan muda, saat kami akan pergi, Patriak Xu Yuan memanggil kami untuk datang ke aula istana." Jelas Feng Louzhi.


Xu Tian pun menganggukan kepala.


" Jika begitu, kita segera menemui mereka." Lalu Xu Tian kembali melangkahkan kakinya menuju aula keluarga. Feng Louzhi dan Long Hei pun mengikuti di belakangnya.


Setibanya di depan pintu, mereka bertiga segera masuk ke dalam.


Ceklek..


Semua orang yang berada di dalam ruangan segera mengalihkan pandangan mereka untuk melihat siapa yang datang.


Hingga saat mereka melihat jika Xu Tian lah yang datang, senyum bahagia terpancar dari raut wajah semua orang.


Xu Tian sendiri merasa begitu bingung dengan situasi yang sedang terjadi, bagaimana pandangan semua orang kepada dirinya sedikit berbeda dari biasanya.


Tidak ingin memikirkan terlalu jauh, Xu Tian segera berjalan mendekati mereka, kemudian segera memberikan hormat.


" Akhirnya kau datang juga nak." Ucap Lin Zuan, menatap Xu Tian dengan senyum.


" Emm...maaf kakek, karena sudah membuat kalian semua menunggu lama." Ucap Xu Tian, dirinya merasa sedikit aneh dengan sikap semua orang kepadanya.


Apalagi saat melihat Qing Ling yang sedari tadi menundukkan kepalanya, bahkan dari pertama kali dia memasuki ruangan.


Xu Tian pun kemudian segera duduk, Long Hei dan Feng Louzhi berdiri di belakangnya.


" Baik, karena putraku telah datang, sebaiknya kita segera membicarakan mengenai rencana kita." Ucap Xu Yuan dengan menatap Xu Tian.


" Emm..apa telah terjadi sesuatu?" Tanya Xu Tian dengan penasaran.


" Tidak nak, jadi kami semua di sini sudah memutuskan untuk mengadakan pertunangan antara dirimu dan Ling'er." Jelas Xie Mayleen.


Xu Tian begitu kaget saat mendengar ucapan neneknya. dia pun mengalihkan pandangannya ke arah Ibunya.


Lin Hua tersenyum hangat, menatap putranya.


" Apa yang di katakan nenekmu benar." Lin Hua membenarkan.


" Emm....apa dirimu tidak setuju dengan pertunangan ini?" Tanya Xie Mayleen, saat dirinya melihat raut wajah Xu Tian yang tiba-tiba berubah muram.


Perubahan raut wajah Xu Tian sendiri, bukan karena tidak setuju dengan rencana pertunangan dirinya dan Qing Ling. Hanya saja dia merasa tidak enak jika harus meninggalkan Qing Ling terlalu lama, apalagi dirinya berniat akan berpetualang.


Semua orang menatap Xu Tian untuk menunggu apa yang akan dia katakan, begitupun Qing Ling yang juga menatap ke arah Xu Tian.


Xu Tian yang menjadi pusat perhatian pun mulai menarik nafasnya, lalu menghembuskan kembali.


" Baiklah..., Mungkin pertemuan di antara kita berdua terjadi karena ketidaksengajaan, begitupun dengan cinta dan kasih sayang yang tiba-tiba saja tumbuh. Mungkin aku tidak akan selalu dapat berada di sampingnya, tapi aku berjanji dengan nyawaku, selagi aku masih ada di dunia ini, tidak akan aku biarkan dirinya terluka." Xu Tian menghentikan ucapannya, kemudian menatap ke arah Qing Ling.


Semua orang menatap Xu Tian dengan tidak percaya, bagaimana bisa dia dapatkan mengucapkan hal-hal seperti itu.


Qing Ling mulai meneteskan air mata, dia merasa begitu terharu dengan perkataan Xu Tian.


" Gege, aku tidak meminta dirimu untuk selalu berada di dekatku, aku tidak akan bersikap egois karena tahu di luar sana banyak orang yang membutuhkan pertolongan Gege. Aku hanya berharap gege selalu ingat dengan diriku. Xu Gege, aku bersedia menjadi pendampingmu." Jawab Qing Ling dengan tegas.


Semua orang tersenyum cerah, mereka semua merasa begitu bahagia melihat bagaimana keduanya sama-sama saling menerima satu sama lain.


Akhirnya mereka semua segera membahas rencana yang akan mereka lakukan, di mana lusa akan menjadi hari Xu Tian dan Qing Ling bertunangan.


Untuk acara pertunangan sendiri hanya akan mengundang orang-orang penting saja, dan di gelar tidak terlalu mewah.


Setelah membahas rencana yang akan di lakukan, mereka semua segera menuju meja makan, untuk menikmati hidangan yang telah di siapkan oleh pelayan istana.


*******


Taman Istana.


Setelah makan bersama, Xu Tian dan Qing Ling saat ini tengah berada di tempat yang biasa digunakan Qing Ling untuk menghabiskan waktunya.


Qing Ling sendiri merasa sangat gugup saat Xu Tian terus menatap wajahnya.


" Emm...apa ada yang salah dengan wajahku?" Tanya Qing Ling dengan gugup.


Xu Tian tersenyum lembut. " Tidak ada, apa aku tidak boleh melihat wajah wanita yang akan menemaniku dan menjadi istriku kelak nanti?" Jawab Xu Tian dengan mengulurkan tangannya menyentuh pipi Qing Ling.


Qing Ling tersenyum hangat, lalu memegang tangan Xu Tian yang berada di pipinya dengan memejamkan mata menikmati sentuhan tangan orang yang di cintai nya.


" Ling'er."


Qing Ling membuka matanya, saat mendengar pemuda yang bersamanya memanggil.


" Ada apa Gege?"


" Apa yang kau lakukan saat aku pergi?"


" Emm...aku hanya berlatih dan bermain dengan Xu Mei dan Han Zishu." Jawab Qing Ling dengan bingung.


" Tidurlah." Ucap Xu Tian dengan membawa kepala Qing Ling ke pundaknya.


" Gege."


" Aku tahu, kamu pasti tidak memiliki waktu untuk beristirahat."


Xu Tian dapat melihat raut wajah Qing Ling yang kelelahan dan kurang tidur, meski hal itu tidak terlalu jelas, namun Xu Tian masih dapat melihatnya.


Terlihat, kini Qing Ling mulai tertidur dengan tenang, terlihat senyum indah terpancar dari wajahnya. Dengan menggunakan lengan Xu Tian sebagai bantal, Qing Ling mulai masuk ke dalam dunia mimpinya.


Dengan matahari yang mulai tenggelam menambahkan kesan yang begitu membuat orang lain merasa iri melihat sepasang kekasih yang sedang duduk di taman itu.


Melihat Qing Ling yang sudah tertidur, Xu Tian pun mulai menggendong Qing Ling, lalu membawanya masuk ke dalam istana.


Saat sedang memasuki istana, terlihat banyak pelayan dan prajurit yang melihat kemesraan di antara keduanya.


Mereka begitu iri dengan kemesraan di antara keduanya.


Xu Tian sendiri hanya bersikap cuek dengan pandangan orang yang terus saja menatap ke arahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf telat Up. 😁