
Terlihat Xu Tian dan lainnya tiba-tiba muncul dan berdiri di samping Leluhur Ming Cheng, dengan senyum tipisnya Xu Tian menatap pasukan elit kekaisaran, lalu menatap ke arah Ming Gong dan Tang Shan.
" Ming Cheng, apa hanya ini kekuatan pasukan yang kau bawa untuk mengalahkan diriku?" Ucap Ming Gong dengan tersenyum mengejek, meremehkan Xu Tian dan lainnya.
" Bahkan aku rasa ini lebih dari cukup."
Ming Cheng menanggapi ucapan Ming Gong dengan tenang.
" Hahahaha... Jika begitu, maka kedatangan kalian hanya untuk mengantarkan nyawa." Ming Gong lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kaisar Tang Shan.
Kaisar Tang Shan menganggukan kepala, lalu meminta para pasukannya untuk menyerang Xu Tian dan lainya.
Xu Tian segera bersiap.
" Aura Dewa Naga! " Sebuah aura yang sangat mengerikan mulai keluar dari dalam tubuh Xu Tian menekan pasukan yang akan bergerak.
" Tubuh Dewa Naga! " Tubuh Xu Tian kini di selimuti energi berwarna emas, terlihat sebuah zirah sisik naga terpasang di tubuhnya.
" Hentikan gerakan kalian, atau kalian akan mati saat ini juga!" Teriak Xu Tian menatap tajam pasukan elit kekaisaran Tang.
Pasukan kekaisaran Tang segera berhenti di tempat, tanpa di minta oleh Xu Tian pun mereka tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
Mereka semua sebenernya tidak ingin ikut dalam pertempuran, karena mereka sadar jika kemampuan yang mereka miliki tidak akan mampu menahan Xu Tian dan orang-orangnya.
Setelah mendengar jika yang di hadapannya adalah Kaisar Ming Cheng, sejujurnya mereka begitu senang dan berharap kejayaan Kaisar Ming Cheng kembali.
Kaisar Ming Cheng menatap pasukan elit kekaisaran dengan ramah.
" Turuti saja kemauan tuan muda, kalian hanya tinggal menunggu siapa yang akan menjadi Kaisar di benua tengah ini."
Mereka semua menganggukan kepala, kini mereka yakin jika yang ada di hadapannya saat ini adalah Kaisar Ming Cheng, mereka dapat melihat sosok yang begitu mereka rindukan selama ini.
" Dulu aku gagal karena tidak mampu menjaga kaisar Ming Cheng, namun saat ini aku tidak ingin mengulangi kegagalan itu lagi." Batin Jenderal dan beberapa orang yang masih setia dengan Kaisar Ming Cheng.
Hingga beberapa saat kemudian, tiba-tiba pasukan elit dan sebagian jenderal serta komandan kekaisaran Tang bergerak ke arah belakang barisan Kaisar Ming Cheng.
" Kaisar, izinkan kami untuk ikut bertempur dengan kaisar." Ucap seorang Komandan dengan hormat, terlihat kerinduan yang begitu mendalam dari pancaran matanya.
" Jenderal Gin, terima kasih. Namun lebih baik kalian membantu pasukan kekaisaran Qing yang sedang bertarung dengan pasukan iblis hitam." Ucap Kaisar Ming Cheng dengan ramah.
" Perintah Kaisar adalah kewajiban untuk kami." Jawab Sang komandan, lalu segera membawa pasukannya untuk bertempur dengan pasukan Iblis hitam yang saat ini sedang berada di luar istana.
Kaisar Tang Shan begitu marah melihat hal tersebut.
" B*jingan! Kalian semua akan aku bunuh!" Teriaknya begitu marah.
" Memang tidak salah jika aku mengatakan jika dirimu bodoh, sudah aku peringatkan untuk melenyapkan mereka yang masih setia dengan Ming Cheng, namun sekarang kau bisa melihat bagaimana bodohnya dirimu!" Ucap Ming Gong begitu geram dengan Tang Shan.
Tang Shan sendiri merasa begitu terhina dengan ucapan Ming Gong, namun apa boleh buat, semua sudah terjadi dan itu semua karena kesalahannya sendiri.
Tang Shan segera melesat untuk membunuh para jenderal yang akan pergi.
" Mati..!! "
" Dhuaaarrrr....." Serangan Tang Shan langsung di tahan oleh Kaisar Qing Jiang.
" Lawanmu adalah aku!" Kaisar Qing Jiang menatap tajam Tang Shan.
" Kaisar Qing Jiang, sebaiknya kau kembali dan tidak ikut campur dengan urusan benua tengah!"
" Hahahaha... Bagaimana bisa aku tidak ikut campur saat dirimu berniat membuat kekacauan di kekaisaran Qing."
" Arghh...!! Jika itu yang kau inginkan, maka jangan salahkan diriku jika kau akan kehilangan nyawamu di istanaku ini." Kaisar Tang Shan segera melesat kembali untuk menyerang Kaisar Qing Jiang.
Akhirnya pertarungan di antara kedua Kaisar pun terjadi.
Melihat hal tersebut, Ming Gong kemudian meminta pasukannya untuk menyerang Xu Tian dan lainnya.
Para patriak dan tetua pun ikut maju menyerang.
" Dhuaaarrrr......"
" Dhuaaarrrr......"
" Dhuaaarrrr....."
Suara ledakan saling bersahutan di berbagai tempat, pertempuran antara keuda pasukan yang memiliki kekuatan tinggi pun terjadi.
*********
Di tempat lain, para penduduk kota begitu ketakutan saat mendengar suara ledakan yang berasal dari istana kekaisaran.
" Tenanglah, kami akan menjaga kalian." Ucap Liang Gu menenangkan semua orang.
" Tuan muda, jika kami boleh tahu, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya salah satu wanita yang sedang di arahkan menuju tempat yang aman.
" Kekaisaran Qing dan juga Kaisar Ming Cheng saat ini sedang menyerang kekaisaran Tang."
" Kaisar Ming Cheng? Buk-"
" Apa yang kalian dengar selama ini hanyalah konspirasi yang telah di lakukan oleh Kaisar Tang Shan, sebenernya Kaisar kalian yang sebelumnya masih hidup, dan saat ini sedang bertempur untuk merebut kembali tahtanya." Jelas Ma Guang menatap semua orang yang begitu penasaran.
" Tuan muda, anda jangan bercanda!" Ucap salah satu pria sepuh, namun di dalam hatinya dia begitu berharap jika yang di katakan Ma Guang memang benar adanya.
" Apa aku terlihat bercanda? Aku juga mengetahui tempat saat berbicara!" Ucap Ma Guang tidak kalah sengit.
" Sudah, lupakan hal ini. Sebaiknya kita segera mencari tempat aman, kalian akan mengetahui kebenarannya saat pertempuran berakhir." Liang Gu mencoba mencairkan suasana.
Semua orang pun setuju, kemudian segera bergerak kembali untuk mencari tempat yang aman untuk bersembunyi.
Di Ibu kota sendiri, kini Klan Ming dan anggota Faksi telah tiba. Melihat pertempuran di setiap sudut ibu kota, mereka segera membantu pasukan kekaisaran Qing yang sedang mencoba menghalau pasukan iblis hitam.
" Saudara! " Teriak Xu Han, saat melihat Xu Cang dan rombongan datang.
" Mari berpesta!" Teriak Xu Guang, lalu segera melesat dengan brutal menyerang lawan, begitupun yang lainnya.
" Dhuaaarrrr...."
" Dhuaaarrrr...."
Pertempuran kini semakin membuat area di sekitarnya begitu kacau.
" B*jingan! Siapa lagi mereka!" Teriak pria berpakaian serba hitam dengan kesal, sebelumnya saja mereka sudah begitu kesulitan, namun tiba-tiba datang pasukan lainnya.
Melihat gaya bertarung lawan mereka, membuat pasukan berpakaian hitam kini semakin terdesak, bahkan rekan mereka pun satu persatu berjatuhan dan tewas.
" Mundur! "
" Tidak akan aku biarkan kalian untuk mundur!" Teriak Xu Han dengan membawa pedang di tangannya.
" Pedang Naga Petir! " Sebuah energi Petir melesat keluar dari dalam pedang dan langsung menyerang ke arah pasukan berpakaian hitam.
" Dhuaaarrrr...." Sebagian dari mereka terlempar mundur beberapa langkah kebelakang.
" Tapak Api Kekacauan! "
" Angin Pembelah Laut! "
Dua serangan teknik tingkat tinggi melesat, sebuah tapak api yang muncul dari kehampaan tiba-tiba terdorong dengan kecepatan lebih tinggi akibat teknik angin yang di keluarkan Xu Guang, membuat area di sekitarnya kini terlihat seperti lautan api.
" Wushhh.... Wushhh..."
" Dhuarrrr....."