Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 94. Lisa Lagi?


" Pakaianku ini juga bagus. Nyaman dipakai . "


Jansen menggelengkan kepalanya tanpa daya .


" Meskipun pakaiannya nyaman , tapi acara lelang amal tetap acara formal . Begini saja , bukankah sebelumnya aku mengotori bajumu ? Kali ini aku akan menggantinya . "


Tanpa menunggu penolakan dari Jansen , Natasha membuka mobilnya dan langsung mengantarkan Jansen membeli pakaian di mall .


Mall ini khusus menjual pakaian kelas atas . Dawning Internasional juga memiliki saham di sini . Saat Natasha membawa Jansen masuk ke dalam mall , Jansen tidak terkejut dengan harga yang mahal di mall ini . Meskipun ia bukan orang miskin sekarang dan memiliki uang 30 Juta , tapi ia masih merasa tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sebuah barang . Ini namanya pemborosan . Mereka berdua langsung naik ke lantai dua . Natasha pun berkata kepada Jansen.


" Aku mau menyapa manajernya . Kamu lihat - lihat saja dulu . Kalau ada yang kamu suka , beli saja . "


Jansen melihat ke sekeliling dan melihat kalau tidak ada yang berbahaya . Akhirnya ia menganggukkan kepalanya . Lalu , ia asal masuk ke toko yang ada di sekitar . Sekali lagi , ia takut dengan harganya yang mahal .


Setelan jas seharga 100 ribu yuan? Hah , apa bedanya dengan pakaian olahraga ? Ini terlalu berlebihan .


Saat ini tampak beberapa wanita berpakaian modis yang mahal lewat . Jika Jansen ada di sini , ia pasti mengenal salah satu dari mereka yang merupakan mantannya , Lisa .


" Lisa , sudahlah . Xavier ini bukanlah orang yang baik . Jika mau putus, ya sudah putus saja . Ini bukan masalah besar . Ingat , Sisi yang di kampus saat itu ? Penampilannya biasa saja , tapi dia menemukan bos kecil yang tak biasa dengan kekayaan jutaan yuan . Dengan penampilanmu seperti ini , kamu pasti bisa menemukan yang lebih baik . " Kata seorang wanita yang memakai lipstik merah merona sambil tertawa .


Ia adalah sahabat Lisa , namanya Juwita. Ia tahu banyak hal tentang Lisa .


" Itu benar . Mungkin agak Sulit sedikit mencari pria kaya raya . Pria biasa ada banyak di jalanan . Lisa , kamu bersabarlah mencari pemuda kaya , lalu injak - injak Xavier itu ! "


Yang berbicara itu adalah seorang wanita yang agak pendek , tapi badannya seksi . Ia juga teman kampus Lisa , Mela . Mereka semua tahu kalau Xavier dan Lisa sudah putus . Jadi , mereka merasa kasihan kepada Lisa .


Mata Lisa sedikit sembab . Ia menganggukkan kepalanya .


Tibat - tiba Mela menunjuk ke depan .


" Lisa, bukankah itu mantan pacarmu ? Jansen si miskin itu , kan ? "


" Sepertinya dia memang benar Jansen . "


Juwita juga terkejut . Dengan cepat matanya langsung menatap jijik . Ia berpikir karena sudah bertahun - tahun tidak bertemu dengan Jansen , Jansen akan sedikit keren . Akan tetapi , Jansen masih mengenakan baju olahraga . Betapa kampungnya Jansen.


" Lisa, penampilan Jansen memang kurang menarik , tidak pergi ke klub malam , dan tidak romantis . Tapi , bukankah kamu terakhir kali bilang kalau dia melakukan taruhan batu untuk Tuan Muda Nico dan mendapatkan hadiah 30 Juta Yuan dari Tuan Muda Nico? Meskipun orangnya seperti itu , tapi kini dia ada sedikit uang . "


Tiba - tiba Mela mendapatkan ide .


" Bagaimana kalau begini saja , karena pria itu masih terus mengejarmu , kamu beri saja dia kesempatan . Kalau kamu sudah bosan dengannya , kamu cari saja pria yang jujur untuk dinikahi , " ucap Juwita seketika .


Lisa memikirkannya dan merasa itu bukan ide yang buruk . Saat itu Jansen cinta mati dengannya , ia juga pria yang tulus . Jadi , berikan saja dia satu kesempatan .


" Jansen, kenapa kamu bisa ada di sini ? "


Lisa berjalan bersama kedua sahabatnya . Jansen agak terkejut . Ia melihat ke sekeliling , tapi tidak menemukan Xavier .


" Hai , aku Juwita, sahabat Lisa . "


" Aku Mela ! "


Juwita dan Mela menyapa Jansen . Jansen mengangguk dengan sopan , tapi merasa sedikit tidak nyaman karena parfum kedua wanita ini terlalu kuat . Ia tersenyum dan berkata ,


" Aku sedang menunggu seseorang . Kalau kalian ? "


" Kami juga jalan - jalan dan membeli tas LV , hanya beberapa puluhan ribu yuan , " ucap Juwita sambil mengangkat tas yang ada di tangannya .


Jansen pun mengangguk tanpa berkata apa - apa .


Melihat Jansen yang tidak bisa menyenangkan para gadis membuat Juwita dan Mela diam - diam membencinya . Mereka berdua memiliki hubungan dengan banyak pemuda konglomerat . Mereka banyak bicara dan keren . Sangat jago dalam menarik gadis - gadis .


" Oh ya , sahabat cantik kami Lisa sudah putus dengan Xavier".


Mela juga membenci Jansen, tapi karena sekarang Jansen memiliki sedikit uang , jadi ia memberi Jansen kesempatan .


" Oh , Ya ? "


Sebenarnya Jansen tidak terkejut . Pria seperti Xavier yang suka selingkuh dan berganti pacar bagaikan berganti pakaian itu memang hal wajar kalau diputuskan .


Awalnya Jansen agak malas berbasa - basi dengan Lisa . Lagi pula , masa lalu sudah berlalu , tapi Lisa baru saja dicampakkan . Ia juga tidak ingin terlalu malu .


" Tidak ada lagi ? "


Melihat Jansen berkata seperti itu , tidak ada dari mereka yang membalas . Mela tidak bisa menahan perasaan kecewanya . Apakah pria ini batu ? Tidak heran saat itu Lisa mencampakkan dia !


" Jansen , Lisa sangat menyedihkan . Padahal Lisa sudah memberikan sepenuh hatinya pada Xavier , tapi pria brengsek itu malah selingkuh dengan wanita lain di belakang Lisa. Padahal Lisa adalah wanita yang baik , tapi Xavier malah memutusnya . Jika itu aku , aku pasti sudah menampar pria mata keranjang itu sejak dulu , " kata Juwita dengan kesal .


Ekspresi Jansen tidak berubah , tapi ia sedikit menghina di dalam hatinya .


Saat itu Lisa pacaran dengan Jansen , tapi bukankah ia juga berselingkuh dengan pria lain di belakang Jansen? Mungkin jika ini terjadi pada orang lain itu hal yang biasa , tapi itu menyedihkan sekali karena itu terjadi pada Lisa. Tentu saja itu hanya di pikiran Jansen .


Namun , saat melihat mata Lisa yang sembab merah , mau tidak mau Jansen mengatakan sesuatu untuk menghiburnya .


" Jansen , terima kasih . Jika Xavier dibandingkan denganmu , aku tahu kalau sebenarnya kamu sangat baik . Kamu benar - benar peduli padaku , benar benar menyukaiku . " Ucap Lisa seraya menyeka air matanya dan tersenyum kepada Jansen.


" Terima kasih , tapi itu semua adalah masa lalu . "


Jansen menjawabnya dengan santai .


" Pria ini , benar - benar kepala batu . Apa harus menunggu wanita cantik ini yang bertindak lebih dulu . "


Juwita dan Mela saling bertukar pandang . Juwita hampir berteriak memaki , tapi Mela mengingatkan dan berkata ,


" Sekarang , sahabat kami Lisa sedang melajang. Bukankah nanti seseorang akan mengambil kesempatan ini ? Berilah bunga dan segera pergi ke restoran barat . Mungkin saja akan ada kesempatan . "


" Jansen , menurutmumu , apakah kita bisa kembali seperti dulu ? "


Lisa juga memandang Jansen dengan tulus dan berkata , " Aku tahu kamu menyukaiku dan tidak bisa melupakanku . Jika tidak , kamu tidak akan berbicara denganku hari ini . Sekarang aku tidak punya pacar . Kamu juga sudah tidak sepayah saat itu . Meskipun kamu tidak tahu hal - hal yang romantis , tapi kamu pandai merawat orang dan kepribadianmu juga baik . "


" Ya , kamu punya kelebihan itu . " Mela buru - buru mendorong Jansen dan memberi isyarat kepada Jansen .


Jansen sedikit merasa tidak suka . Setelah sekian lama , ia tidak memiliki rasa apa - apa lagi kepada Lisa . Lagi pula , entah dari mana kepercayaan Lisa ini datang yang mengira kalau Jansen masih menyukainya . Lisa tidak ada cantiknya jika dibandingkan dengan Elena, Natasha , bahkan Melody.


" Maaf , tapi aku sudah menikah . " Jansen akhirnya menghargai mereka , tapi tidak berlebihan .


" Aku tahu , tapi apakah kamu benar - benar menikah ? " Lisa sedikit berkedip .


Sebelumnya wanita itu memang sangat cantik , jadi bagaimana bisa menikahi Jansen?


Ia kan tidak buta !


" Konyol , menikah juga bisa bercerai . "


Mela belum pernah bertemu dengan Elena, tapi ia merasa kalau dengan penampilan Jansen yang udik ini , kemungkinan istrinya juga tidak jauh dari Jansen. Mela tersenyum dan berkata ,


" Karena sekarang kamu sudah kaya , jadi carilah wanita yang lebih cantik lagi . "