
"Tenang saja! Meskipun raja yang belum dimahkotai itu kuat, aku juga seorang Raja Prajurit!"
Naga Hijau menjawab dengan yakin, lalu mengerahkan energi Qi nya dan menerjang ke arah Jansen.
Jansen menatap Naga Hijau dengan datar. Dia mencurahkan Profound Qi ke telapak kakinya dan menginjak tanah dengan pelan.
Dalam Tai Chi, gerakan ini dikenal juga dengan istilah 'membangun gunung untuk memisahkan kerbau". Jurus ini membuat Profound Qi masuk ke dalam tanah untuk menyerang lawan.
Tentu saja, jurus ini bisa dibilang sia-sia meski tenaganya kuat. Bagaimanapun juga, tidak akan ada lawan yang hanya diam dan menunggu serangannya datang.
Namun, Naga Hijau jelas-jelas tidak menyadarinya. Dia malah menatap Jansen dengan sorot menghina, "Kenapa? Tidak berani menyerang?"
Meski status Jansen lebih tinggi darinya, dia bisa dibilang tidak terkalahkan kalau menyangkut sepuluh pukulan. Akan tetapi, dia belum pernah melawan Jansen dan menganggap reputasi tentang kekuatan pria itu terlalu dibesar-besarkan!
"Masa kamu tidak menyadari bahwa aku sudah menyerang?"
Jansen menggeleng kecewa sambil menatap Naga Hijau.
"Apa!"
Pupil Naga Hijau membeku, rautnya terlihat agak tidak percaya.
Jansen sudah menyerang?
Kapan? Kenapa dia tidak bisa melihatnya?!
Bum!
Gejolak seperti gempa bumi yang kecil tiba-tiba terasa di telapak kaki Naga Hijau. Kekuatan yang dahsyat pun sontak menyembur keluar dari antara kakinya!
Itu adalah kekuatan energi Qi!
Ekspresi Naga Hijau berubah drastis!
Jansen memang sudah menyerang!
Selain itu, kontrol energi Qi Jansen hebat sekali! Dia bisa membuat energi Qi nya meresap ke dalam tanah untuk menyerang!
Meskipun energi Qi Naga Hijau cukup kuat dan kemampuan bertarungnya juga cukup bagus, tetap saja dia tidak bisa menyerang lawannya dari bawah tanah!
"Apa!"
Pupil mata Esther dan yang lainnya ikut bergetar. Hanya master peringkat Surgawi tinggi yang bisa mengendalikan metode seperti itu!
Mereka menjadi makin yakin bahwa Jansen adalah praktisi seni Diri kuno peringkat Surgawi tinggi!
"Trik murahan."
Naga Hijau memang pantas menyandang status Raja Prajurit, dia tetap tenang meski situasinya genting. Naga Hijau mengerahkan energi Qi nya, mengubah telapak tangannya menjadi
hitam, lalu menampar tanah dengan marah!
Naga Hijau yakin dia tidak akan bisa melukai Jansen barang sedikit pun karena pria itu telah memasukkan energi Qi nya ke bawah tanah. Akan tetapi, belum tentu jika dia menghadapinya secara langsung!
"Sungai Hitam Dingin!"
Pukulan Naga Hijau membuat tanah meledak seperti terkena bom kecil dan energi Qi Jansen pun pudar!
"Memang Naga Hijau hebat! Gerakannya kuat sekali!"
Esther sontak bersorak senang. Naga Hijau adalah teman Jonathan dan Jonathan juga pernah mengatakan bahwa Naga Hijau adalah seorang jenius bela diri yang langka!
"Masih belum berakhir!"
Jansen menggelengkan kepalanya santai. Tepat setelah itu, Energi Qi yang kuat bergegas keluar dari tanah yang tenang. Kali ini lebih seperti gunung berapi kecil yang meletus!
Ekspresi Naga Hijau berubah drastis. Dia mengusap tepi pinggangnya dan mengeluarkan pedang. Energi Qi mengalir masuk dan dia menebas tanah dengan marah!
Dahinya penuh dengan keringat dingin. Dia tidak menyangka energi Qi Jansen begitu kuat sampai-sampai gelombang demi gelombang terus berdatangan.
Duar!
Rasanya ada bom yang menyayat pedang Naga Hijau. Dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya dan terhempas ke belakang!
Bruk!
Setelah terjatuh di atas tanah, tenggorokan Naga Hijau terasa manis dan dia hampir memuntahkan seteguk darah. Pupil matanya terus bergetar!
Dia kalah?
Hanya dalam dua gerakan!
Pantas saja Jansen tidak menerima tantangannya dalam Kompetisi Raja Prajurit. Ternyata Naga Hijau benar-benar tidak sebanding dengannya!
Hanya Judge yang bisa!
"Kamu kalah!"
Jansen menggelengkan kepalanya dan berjalan ke arah Tuan Muda Leo.
Jangankan sekarang, Jansen bahkan tidak akan menganggap Naga Hijau setara dengannya sekali pun mereka berada dalam Kompetisi Raja Prajurit.
Suasana di tempat terbuka itu menjadi sunyi.
Naga Hijau kalah terlalu cepat!
Esther dan yang lainnya sama sekali tidak bisa bereaksi. Bagaimanapun juga, Naga Hijau lebih kuat dari pengguna formasi Delapan Tai Chi itu.
"Aku belum kalah! Aku masih bisa bertarung! Aku, Naga Hijau, adalah raja Prajurit! Aku tidak percaya kamu lebih kuat dariku!"
Naga Hijau tidak mau menerima kenyataan. Sedari tadi, dia hanya bertahan dan tidak menyerang sama sekali!
Mungkin dia lebih kuat dari Jansen dalam serangan frontal!
Bum!
Naga Hijau menampar tanah dengan marah, lalu melompat sambil memegang pedang di tangannya dan menebaskannya ke arah Jansen!
"Aku adalah orang nomor satu di bawah Judge! Aku tidak akan tunduk padamu!"
Pedang Naga Hijau berwarna hitam pekat dan ada lebih banyak energi Qi yang melesat ke segala arah.
Jansen berhenti berjalan dan sorot matanya menjadi dingin, "Kamu baru mau mengakui kalah setelah dipermalukan, ya?"
Saat pedang Naga Hijau hendak menebasnya, Jansen mengeluarkan pedang bayangannya!
Trang
Profound Qi Jansen yang kuat mematahkan pedang Naga Hijau dengan mudah, lalu pedang itu mendarat di depan leher Naga Hijau!
Naga Hijau mempertahankan posturnya dan menebas ke arah luar, tapi pupil matanya terlihat kelabakan.
Satu pedang berhasil mematahkan pedangnya?
Perlu diketahui, energi Qi nya sudah hampir mencapai peringkat Surgawi tinggi!
"Jangankan kamu, bahkan jika Judge ada di sini, dia tidak akan sanggup bertahan melebihi empat pukulan!" kata Jansen dengan dingin.
Bruk!
Naga Hijau terjatuh duduk di atas tanah, ini adalah kekalahan mutlaknya.
Jika sebelumnya dia pasti tidak akan memercayai ucapan Jansen, tapi sekarang dia memercayainya. Mungkin Judge bukanlah tandingan Jansen!
Raja Prajurit nomor satu ini memang benar-benar pantas mendapatkan namanya!
"Pergi sana!"
Jansen menyimpan pedangnya dan kembali berjalan ke arah Tuan Muda Leo.
Semua orang termangu kaget dengan kekuatan Jansen yang luar biasa.
Pikiran Esther dan Bos Leonardo terasa berkecamuk. Mereka terpaksa mengakui kekuatan Jansen yang setara dengan para
pemimpin lima sekte menengah!
Kenapa Master yang sehebat Jansen rela bersembunyi di tengah masyarakat dan menjadi dokter?
"Kamu sebelumnya sudah bersikap salah, tidak seharusnya kamu mencabut rambut seseorang. Kamu harus bersikap sopan. Sekarang, pergilah meminta maaf pada kakak itu!"
Jansen tiba di depan Tuan Muda Leo dan berkata dengan nada datar.
Tuan Muda Leo sedang ditahan oleh seorang pengawal. Meskipun dia tidak mengerti situasinya, dia juga tahu bahwa semua orang tidak bisa mengalahkan kakak laki-laki ini.
"Aku ini Tuan Muda Leo! Aku tidak pernah salah! Dia yang salah karena tidak mau mencabut rambutnya dan memberikannya padaku!"
Tuan Muda Leo menyahut dengan marah.
Ekspresi Jansen berubah dingin. Cara anak kecil ini memandang dunia sudah kacau. Jansen pun berkata dengan dingin, "Pergi dan minta maaf sekarang!"
Percuma saja bersikap lembut terhadap beberapa anak nakal.
Mereka harus diberikan pelajaran dengan keras!
"Berani-beraninya kamu memerintahku! Akan kuhajar kamu sampai mati!"
Tuan Muda Leo merogoh ke dalam celananya dan mengeluarkan sebuah pistol kecil yang dia arahkan ke Jansen.
Ekspresi Jansen berubah lagi. Benarkah anak ini masih berusia delapan atau sembilan tahun?
Dor!
Suara tembakan pun terdengar. Bunyinya tidak keras, tapi tenaganya tidak lemah.
Ini adalah pistol mata-mata Swedia!
"Matilah!"
Raut wajah Tuan Muda Leo terlihat bengis seiring dengan tembakan yang dia lepaskan. Namun setelah dilihat-lihat, ternyata pemuda di depannya sama sekali tidak mati!
Plak!
Jansen merenggut pistol Tuan Muda Leo dan menamparnya! Meskipun anak itu masih kecil, Jansen sudah tidak tahan lagi.
Akan kutembak mati kamu jika kamu tidak setuju denganku? Dengan prinsip seperti itu, anak ini pasti sudah pernah membunuh orang. Jika sikapnya saja sudah seperti ini di
usianya yang masih sangat muda, bukankah dia akan menjadi penjahat masyarakat begitu tumbuh dewasa?
Hati Jansen sontak terasa sakit. Anak kecil ini pasti begitu dimanja oleh keluarganya!
"Pergilah meminta maaf."
Jansen berseru marah setelah menampar.
"Berani-beraninya kamu menamparku!"
Tuan Muda Leo memegangi wajahnya dengan mata kecilnya terbuka lebar.
Sejak kecil, bahkan ayahnya tidak pernah memukulinya.
"Jika kamu melakukan sesuatu yang salah, kamu harus mengakuinya dan meminta maaf"
Jansen kembali menamparnya.
Tubuh Esther dan yang lainnya bergetar seperti melihat akhir dunia. Jika Jonathan ada di sini, dia pasti akan menjadi kesetanan begitu melihat putranya ditampar orang lain!
Namun, mereka bukanlah lawan Jansen. Mereka tidak berani bergerak!
"Waaah!"
Melihat tidak ada yang menolongnya sama sekali, Tuan Muda Leo akhirnya menangis.
Jansen sama sekali tidak mengacuhkannya. Dia membawa Tuan Muda Leo dengan paksa dan berjalan menuju Cindy. Jansen lalu berkata seperti seorang ayah yang tegas, "Jika
kamu tidak meminta maaf, aku akan memukul mu sampai kamu meminta maaf!"
"Kakak, aku yang salah! Aku minta maaf?"
Meskipun cara pandang Tuan Muda Leo terhadap dunia ini salah, tapi tetap saja dia masih anak-anak. Dia benar-benar ketakutan karena ini pertama kalinya dia melihat seseorang
yang begitu galak padanya.