Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 286. Orang Dungu!


Sekarang , satu - satunya penyelamat hidup Ervan yang tersisa hanyalah istrinya . Hatinya terasa mau meledak dan dia merasa bahwa Jansen telah mempermainkannya lagi kali ini .


" Penatua Jack , kamu baik - baik saja , kan ! "


Saat ini , Elena berlari menghampiri dan bertanya dengan nada cemas .


" Tidak apa - apa , tubuhku sangat kuat . Dalam pertempuran masa lalu, aku bahkan melawan banyak penjajah. Bukankah aku masih baik - baik saja ? "


Penatua Jack tersenyum tulus , " Sudahlah , biarkan mereka saja yang menangani masalah ini . Kalau kamu dan Elena masih ada urusan , duluan saja . Pak Tua ini tidak ingin mengganggu bulan madu kalian ! "


" Penatua Jack ! "


Elena masih merasa khawatir .


" Elena , Penatua Jack tidak apa - apa , hanya memar , akan baik - baik saja setelah mengoleskannya dengan alkohol ! "


Jansen menenangkannya , lalu berpamitan dengan Penatua Jack , kemudian pergi naik bus bersama Elena . mereka meninggalkan mobilnya disini.


Dalam perjalanannya , Elena berkata dengan nada marah , " Ervan ini sungguh keterlaluan . Terakhir kali dia membuat seseorang untuk memfitnahmu , anggap saja masih bisa ditoleransi . Namun kali ini , bahkan Ketua Tim pun berani dia lawan . Saat di masa kuliah dulu , dia bukan orang yang seperti ini . Aduh, bagaimana bisa orang baik menjadi seperti ini ? "


Jansen menggelengkan kepalanya dan berkata , " Dia memang orang yang seperti itu ! "


" Jansen , kamu jangan merasa senang di atas penderitaan orang lain seperti itu . Masalah ini sebenarnya berhubungan denganku . Jika bukan karena aku , dia pasti tidak akan terlalu gegabah ! " kata Elena yang memarahi Jansen .


Jansen merasa sedikit kecewa di dalam hatinya . Elena baru melihat sedikit kebenarannya dan belum tahu bagaimana sikap yang sebenarnya di belakang mereka .


Ervan tidak hanya melakukan dua hal ini . Penghargaan Universitas Asmenia , mempersulit pembukaan bisnis Aula Xinglin , intervensi Dawning Internasional , dan masih banyak lagi !


Setelah melakukan banyak hal yang merugikan , Elena bahkan masih tetap bersimpati padanya !


Jansen ingin menjelaskannya , tapi akhirnya dia hanya membiarkannya saja . Ervan juga sudah ditangkap , maka biarkan saja berlalu seperti ini !


Elena menambahkan , " Aku kira Ervan melakukan ini karena gegabah saja , tetapi dia sebenarnya bukan orang yang jahat , lebih tepatnya adalah orang yang baik . Semoga aku bisa menjadi perantara untuknya besok , dan


Penatua Jack bisa menunjukkan belas kasihannya ! "


Jansen tidak sanggup berbicara lagi . Apa katanya , " orang baik " ? Dia menghinanya dalam hatinya !


Keduanya bergegas untuk menonton film , tetapi setelah bergegas pergi ke sana , ternyata film itu sudah setengah ditayangkan , percuma saja untuk terus ditonton . Mereka berdua lebih baik mencari restoran saja , kemudian memesan sesuatu untuk dimakan sesuka hati !


Kebetulan ada peternakan tiram di dekat sini . Tiramnya sangat enak . Jansen dan Elena mencari tempat duduk , kemudian memesan dua dosin tiram dan beberapa botol bir.


Elena sembari memakan tiram , kemudian dengan santai bertanya , " Jansen , apa yang kamu bicarakan dengan Penatua Jack tadi ? "


" Dia menyuruhku untuk menjagamu dengan baik . Kamu adalah wanita yang sangat cantik . Jika aku tidak menjagamu dengan baik , cepat atau lambat kamu bisa jadi diambil oleh orang lain ! "


" Ah , dasar gombal . Kamu sepertinya memiliki mulut yang manis, tapi kamu tidak mengerti romansa , sangat aneh ! "


" Siapa yang bilang aku tidak mengerti romansa ? Aku juga bisa memijat , kan ! "


" Omong kosong , pijatanmu hanya untuk mengambil kesempatan saja , jangan pikir aku tidak tahu! "


Elena menatap kesal Jansen , membuat Jansen merasa malu karena Elena ternyata tahu tujuan pijatannya itu .


" Lumayan dingin ! "


Elena melepaskan jaket kulitnya setelah tadi dia baru saja melawan preman di taman . Sekarang dia mengenakan kemeja sifon . Dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menggosok bahunya , kemudian memandang ke arah Jansen . Sekarang saatnya memberi Jansen kesempatan lagi untuk menunjukkan kelembutan dan perhatiannya !


" Apakah Dingin ? "


Jansen menebak bahwa Elena sedang mengetesnya . Dia diam - diam berkata , " Elena , meskipun aku seorang dokter , aku juga pernah melihat sinetron . Menghadirkan suasana yang romantis bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan ! "


Dia melihat ke belakang Elena dan ternyata ada AC yang sedang mengarah kepadanya . Pantas saja hawanya sangat dingin !


Dia berdiri , kemudian melepaskan jaket olahraganya dan berjalan ke arah Elena !


" Kamu ini terlalu kaku ! "


Pikiran Elena memunculkan fantasi yang tak ada habisnya . Di TV , ketika aktris sedang berakting kedinginan , maka aktor yang tampan biasanya akan melepaskan pakaiannya dan memakaikannya ke aktris tersebut !


" Jansen , terima kasih ! "


Elena berbisik , menciptakan suasana yang romantis , Jansen benar - benar sudah berusaha dengan keras !


Namun , dia sudah menunggu cukup lama , pakaian hendak menghangatkan tubuh yang dia bayangkan tidak datang juga .


Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat ke belakang , kemudian melihat Jansen yang ternyata sedang menutupi saluran keluarnya udara AC dengan pakaiannya , dia bahkan kembali dengan senyum percaya dirinya . Saluran udara AC sudah tertutup dan tidak dingin lagi . Namun , bukankah jaket ini seharusnya untuk menutupi bahu istrinya ?


" Sialan , apa orang ini dungu ? "


Elena hampir pingsan karena sangat kesal dengannya , dia merasa ingin mengupas tengkorak Jansen untuk melihat apakah tengkoraknya itu hanya berisi kotoran saja atau bagaimana .


" Sayang , apakah masih merasa dingin ? "


Yang paling membuat Elena tidak bisa berkata - kata lagi adalah , setelah Jansen duduk , dia kemudian bertanya seperti seorang pria sejati .


Dingin , dingin mata mu !


Elena tidak ingin berbicara omong kosong lagi dengan orang barbar sepertinya ini , kemudian dia hanya menundukkan kepalanya sembari memakan tiram !


Bang bang bang !


Saat ini , ada suara dentuman dari belakangnya , tepatnya di salah satu sudut restoran . Ada seorang pria yang ditinju dan ditendang , kepalanya dipukul dengan botol anggur sampai berdarah , terlihat sangat mengerikan !


" Kak Ezra , tolong beri aku kesempatan lagi , satu hari lagi saja , besok aku pasti akan mengembalikan uangnya ! "


Pria itu mengabaikan lukanya , berlutut dan berteriak .


Saat melihat pemandangan di depannya , ada dua pria yang sedang duduk di haapannya . Satu pria berpakaian seperti pengacara dengan kacamatanya , dan yang satunya lagi pria berkumis yang mengenakan setelan jas berwarna merah anggur dengan jam tangan bermerek , temperamennya terlihat tidak biasa .


Pria itu mencungkil tiram untuk dimakan , setelah selesai , dia minum seteguk bir , " Tiram di peternakan ini sangat segar dan empuk , ditambah dengan bir nya . Astaga , ini yang terbaik di dunia ! "


Dia berbicara sendiri , terlihat arogan dan tenang , sama sekali tidak memperhatikan pria yang sedang dipukuli itu .


" Itu dia ! Ezra ! " Wajah Elena berubah drastis , lalu melihat Jansen yang tampak bingung , kemudian menjelaskannya !


Ternyata Ezra adalah direktur dari Grup Lippo Mayora , sebuah perusahaan besar di Pulau Hongkong . Dia sebenarnya ingin mendapatkan tempat di Asmenia , tetapi Elena mengetahui bahwa grup tersebut adalah perusahaan pemberi pinjaman , jadi Elena menggugat perusahaan tersebut dengan bukti yang cukup sampai orang yang bertanggung jawab juga sudah dihukum .


Namun , Ezra masih di sini , berarti dia mencari kambing hitam untuk menggantikannya !


" Orang itu telah diusir dari Asmenia , kenapa dia masih belum pergi juga ! " Elena mengerutkan keningnya .


Elena juga sudah mengatakannya terakhir kali . Jansen tahu bahwa Ezra kemungkinan akan membiarkan Elena menyelesaikan tugasnya , kemudian dipromosikan menjadi Tim Aksi Khusus !


Pak , pak , pak !


Pada saat ini , pria yang berlutut itu dipukuli lagi , lantai menjadi penuh dengan darah segar , giginya juga copot .


" Sudah cukup ! "


Elena sudah tidak tahan melihatnya dan berjalan menghampirinya dengan sikap dingin .


" Oh , ternyata petugas Elena ! "


Ezra mengayunkan sampanye sembari memandang Elena dengan tatapan hormat , " Memang patut diakui sebagai wanita cantik , Grup Lippo Mayora kami mempercayakan semuanya di tanganmu ! "


" Ezra , kamu telah melakukan kejahatan melukai orang dengan disengaja . Aku berhak untuk menangkapmu kembali ke kantor ! " kata Elena dengan serius .


Dia berani memukul orang tanpa pandang bulu kapan pun , apa lagi semua ini terjadi di depannya , bagaimana dia bisa diam saja !


" Melukai orang dengan disengaja ? Sungguh kejahatan yang besar . Aku sangat takut , tapi siapa yang aku sakiti ? "


Ezra tersenyum lebar , menyeka mulutnya dengan sapu tangan , kemudian menyilangkan kakinya dan berkata , " Pengacara Bernard , coba katakan padaku , siapa yang aku sakiti ? "


Pria berkacamata di sebelahnya itu tertawa , " Nona Elena , aku tidak paham atas dasar apa kamu bisa memastikan bahwa Tuan Ezra menyakiti orang lain ! "