
Sekarang , satu - satunya penyelamat hidup Ervan yang tersisa hanyalah istrinya . Hatinya terasa mau meledak dan dia merasa bahwa Jansen telah mempermainkannya lagi kali ini .
" Penatua Jack , kamu baik - baik saja , kan ! "
Saat ini , Elena berlari menghampiri dan bertanya dengan nada cemas .
" Tidak apa - apa , tubuhku sangat kuat . Dalam pertempuran masa lalu, aku bahkan melawan banyak penjajah. Bukankah aku masih baik - baik saja ? "
Penatua Jack tersenyum tulus , " Sudahlah , biarkan mereka saja yang menangani masalah ini . Kalau kamu dan Elena masih ada urusan , duluan saja . Pak Tua ini tidak ingin mengganggu bulan madu kalian ! "
" Penatua Jack ! "
Elena masih merasa khawatir .
" Elena , Penatua Jack tidak apa - apa , hanya memar , akan baik - baik saja setelah mengoleskannya dengan alkohol ! "
Jansen menenangkannya , lalu berpamitan dengan Penatua Jack , kemudian pergi naik bus bersama Elena . mereka meninggalkan mobilnya disini.
Dalam perjalanannya , Elena berkata dengan nada marah , " Ervan ini sungguh keterlaluan . Terakhir kali dia membuat seseorang untuk memfitnahmu , anggap saja masih bisa ditoleransi . Namun kali ini , bahkan Ketua Tim pun berani dia lawan . Saat di masa kuliah dulu , dia bukan orang yang seperti ini . Aduh, bagaimana bisa orang baik menjadi seperti ini ? "
Jansen menggelengkan kepalanya dan berkata , " Dia memang orang yang seperti itu ! "
" Jansen , kamu jangan merasa senang di atas penderitaan orang lain seperti itu . Masalah ini sebenarnya berhubungan denganku . Jika bukan karena aku , dia pasti tidak akan terlalu gegabah ! " kata Elena yang memarahi Jansen .
Jansen merasa sedikit kecewa di dalam hatinya . Elena baru melihat sedikit kebenarannya dan belum tahu bagaimana sikap yang sebenarnya di belakang mereka .
Ervan tidak hanya melakukan dua hal ini . Penghargaan Universitas Asmenia , mempersulit pembukaan bisnis Aula Xinglin , intervensi Dawning Internasional , dan masih banyak lagi !
Setelah melakukan banyak hal yang merugikan , Elena bahkan masih tetap bersimpati padanya !
Jansen ingin menjelaskannya , tapi akhirnya dia hanya membiarkannya saja . Ervan juga sudah ditangkap , maka biarkan saja berlalu seperti ini !
Elena menambahkan , " Aku kira Ervan melakukan ini karena gegabah saja , tetapi dia sebenarnya bukan orang yang jahat , lebih tepatnya adalah orang yang baik . Semoga aku bisa menjadi perantara untuknya besok , dan
Penatua Jack bisa menunjukkan belas kasihannya ! "
Jansen tidak sanggup berbicara lagi . Apa katanya , " orang baik " ? Dia menghinanya dalam hatinya !
Keduanya bergegas untuk menonton film , tetapi setelah bergegas pergi ke sana , ternyata film itu sudah setengah ditayangkan , percuma saja untuk terus ditonton . Mereka berdua lebih baik mencari restoran saja , kemudian memesan sesuatu untuk dimakan sesuka hati !
Kebetulan ada peternakan tiram di dekat sini . Tiramnya sangat enak . Jansen dan Elena mencari tempat duduk , kemudian memesan dua dosin tiram dan beberapa botol bir.
Elena sembari memakan tiram , kemudian dengan santai bertanya , " Jansen , apa yang kamu bicarakan dengan Penatua Jack tadi ? "
" Dia menyuruhku untuk menjagamu dengan baik . Kamu adalah wanita yang sangat cantik . Jika aku tidak menjagamu dengan baik , cepat atau lambat kamu bisa jadi diambil oleh orang lain ! "
" Ah , dasar gombal . Kamu sepertinya memiliki mulut yang manis, tapi kamu tidak mengerti romansa , sangat aneh ! "
" Siapa yang bilang aku tidak mengerti romansa ? Aku juga bisa memijat , kan ! "
" Omong kosong , pijatanmu hanya untuk mengambil kesempatan saja , jangan pikir aku tidak tahu! "
Elena menatap kesal Jansen , membuat Jansen merasa malu karena Elena ternyata tahu tujuan pijatannya itu .
" Lumayan dingin ! "
Elena melepaskan jaket kulitnya setelah tadi dia baru saja melawan preman di taman . Sekarang dia mengenakan kemeja sifon . Dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menggosok bahunya , kemudian memandang ke arah Jansen . Sekarang saatnya memberi Jansen kesempatan lagi untuk menunjukkan kelembutan dan perhatiannya !
" Apakah Dingin ? "
Jansen menebak bahwa Elena sedang mengetesnya . Dia diam - diam berkata , " Elena , meskipun aku seorang dokter , aku juga pernah melihat sinetron . Menghadirkan suasana yang romantis bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan ! "
Dia melihat ke belakang Elena dan ternyata ada AC yang sedang mengarah kepadanya . Pantas saja hawanya sangat dingin !
Dia berdiri , kemudian melepaskan jaket olahraganya dan berjalan ke arah Elena !
" Kamu ini terlalu kaku ! "
Pikiran Elena memunculkan fantasi yang tak ada habisnya . Di TV , ketika aktris sedang berakting kedinginan , maka aktor yang tampan biasanya akan melepaskan pakaiannya dan memakaikannya ke aktris tersebut !
" Jansen , terima kasih ! "
Elena berbisik , menciptakan suasana yang romantis , Jansen benar - benar sudah berusaha dengan keras !
Namun , dia sudah menunggu cukup lama , pakaian hendak menghangatkan tubuh yang dia bayangkan tidak datang juga .
Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat ke belakang , kemudian melihat Jansen yang ternyata sedang menutupi saluran keluarnya udara AC dengan pakaiannya , dia bahkan kembali dengan senyum percaya dirinya . Saluran udara AC sudah tertutup dan tidak dingin lagi . Namun , bukankah jaket ini seharusnya untuk menutupi bahu istrinya ?
" Sialan , apa orang ini dungu ? "
Elena hampir pingsan karena sangat kesal dengannya , dia merasa ingin mengupas tengkorak Jansen untuk melihat apakah tengkoraknya itu hanya berisi kotoran saja atau bagaimana .
" Sayang , apakah masih merasa dingin ? "
Yang paling membuat Elena tidak bisa berkata - kata lagi adalah , setelah Jansen duduk , dia kemudian bertanya seperti seorang pria sejati .
Dingin , dingin mata mu !
Elena tidak ingin berbicara omong kosong lagi dengan orang barbar sepertinya ini , kemudian dia hanya menundukkan kepalanya sembari memakan tiram !
Bang bang bang !
Saat ini , ada suara dentuman dari belakangnya , tepatnya di salah satu sudut restoran . Ada seorang pria yang ditinju dan ditendang , kepalanya dipukul dengan botol anggur sampai berdarah , terlihat sangat mengerikan !
" Kak Ezra , tolong beri aku kesempatan lagi , satu hari lagi saja , besok aku pasti akan mengembalikan uangnya ! "
Pria itu mengabaikan lukanya , berlutut dan berteriak .
Saat melihat pemandangan di depannya , ada dua pria yang sedang duduk di haapannya . Satu pria berpakaian seperti pengacara dengan kacamatanya , dan yang satunya lagi pria berkumis yang mengenakan setelan jas berwarna merah anggur dengan jam tangan bermerek , temperamennya terlihat tidak biasa .
Pria itu mencungkil tiram untuk dimakan , setelah selesai , dia minum seteguk bir , " Tiram di peternakan ini sangat segar dan empuk , ditambah dengan bir nya . Astaga , ini yang terbaik di dunia ! "
Dia berbicara sendiri , terlihat arogan dan tenang , sama sekali tidak memperhatikan pria yang sedang dipukuli itu .
" Itu dia ! Ezra ! " Wajah Elena berubah drastis , lalu melihat Jansen yang tampak bingung , kemudian menjelaskannya !
Ternyata Ezra adalah direktur dari Grup Lippo Mayora , sebuah perusahaan besar di Pulau Hongkong . Dia sebenarnya ingin mendapatkan tempat di Asmenia , tetapi Elena mengetahui bahwa grup tersebut adalah perusahaan pemberi pinjaman , jadi Elena menggugat perusahaan tersebut dengan bukti yang cukup sampai orang yang bertanggung jawab juga sudah dihukum .
Namun , Ezra masih di sini , berarti dia mencari kambing hitam untuk menggantikannya !
" Orang itu telah diusir dari Asmenia , kenapa dia masih belum pergi juga ! " Elena mengerutkan keningnya .
Elena juga sudah mengatakannya terakhir kali . Jansen tahu bahwa Ezra kemungkinan akan membiarkan Elena menyelesaikan tugasnya , kemudian dipromosikan menjadi Tim Aksi Khusus !
Pak , pak , pak !
Pada saat ini , pria yang berlutut itu dipukuli lagi , lantai menjadi penuh dengan darah segar , giginya juga copot .
" Sudah cukup ! "
Elena sudah tidak tahan melihatnya dan berjalan menghampirinya dengan sikap dingin .
" Oh , ternyata petugas Elena ! "
Ezra mengayunkan sampanye sembari memandang Elena dengan tatapan hormat , " Memang patut diakui sebagai wanita cantik , Grup Lippo Mayora kami mempercayakan semuanya di tanganmu ! "
" Ezra , kamu telah melakukan kejahatan melukai orang dengan disengaja . Aku berhak untuk menangkapmu kembali ke kantor ! " kata Elena dengan serius .
Dia berani memukul orang tanpa pandang bulu kapan pun , apa lagi semua ini terjadi di depannya , bagaimana dia bisa diam saja !
" Melukai orang dengan disengaja ? Sungguh kejahatan yang besar . Aku sangat takut , tapi siapa yang aku sakiti ? "
Ezra tersenyum lebar , menyeka mulutnya dengan sapu tangan , kemudian menyilangkan kakinya dan berkata , " Pengacara Bernard , coba katakan padaku , siapa yang aku sakiti ? "
Pria berkacamata di sebelahnya itu tertawa , " Nona Elena , aku tidak paham atas dasar apa kamu bisa memastikan bahwa Tuan Ezra menyakiti orang lain ! "