Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 288. Diserang!


Dikatai oleh rekannya seperti itu , Elena juga merasa bahwa Jansen sedikit lemah . Namun , dia dapat memahami bahwa Jansen hanyalah seorang dokter . Meskipun dia memiliki keterampilan yang baik , dia belum pernah melihat pertarungan hidup - mati . Dia juga memahami situasinya !


Setelah keduanya kenyang , mereka meninggalkan restoran .


Elena meraih tangan Jansen dan berkata , " Jansen , maafkan aku . Tadi aku terlalu impulsif . Jangan memasukkan apa yang aku katakan ke dalam hati mu ! "


" Tidak apa - apa . Temperamenmu yang seperti harimau itu , aku sudah lama mengenalnya ! "


Jansen merasa tidak masalah dan berkata , " Hanya saja , kencan yang baik ini dikacaukan oleh dua orang tidak berguna secara berturut - turut , mempengaruhi suasana hati kita . Sungguh membuatku depresi . "


Keduanya saling memandang sejenak , lalu menghela napas dan naik bus ke alun alun untuk mengambil mobil . Karena saat ini hampir mencapai jadwal bus yang terakhir , dan juga banyak orang yang baru pulang kerja , membuat halte bus menjadi ramai .


Elena dan Jansen berdesakan turun dari bus dekat hamparan bunga di pinggir jalan . Keduanya diam - diam merasa depresi dan menyesal sudah memarkir mobil di sekitar sini .


Kemudian , tiba-tiba ada BMW X7 melaju dengan cepat sampai mengenai Elena . Kecepatan BMW itu sangat cepat , dan Elena tidak menyadarinya sama sekali !


Wajah Jansen berubah drastis dan bergegas maju memeluk Elena . Dia hanya mendengar suara gemuruh di belakangnya . BMW itu menabrak hamparan bunga , bahkan halte bus itu runtuh . Banyak orang yang terjepit oleh papan halte .


Keadaan BMW itu masih sangat bagus , hanya bagian depan mobilnya yang rusak . Pintunya terbuka dan beberapa pria berbaju hitam bergegas keluar . Salah satunya memegang senapan angin yang di bagian ujungnya berisi cairan aneh .


Dia menembak Elena !


Jansen terus memperhatikan mereka . Saat melihat mereka bergerak lagi , dia langsung marah , kemudian mengerahkan jarum perak untuk memblokir gerakannya !


" Ahh ! "


Pria itu sangat terkejut . Menurut perkiraannya , keterampilan Elena hanya perlu dihadapi dengan obat bius , tetapi dia tidak menyangka obat biusnya akan dihalangi oleh Jansen . Dia dengan cepat mengisi obat bius itu lagi !


Whooosh !


Sebelum pria itu bisa menembak lagi , jarum perak Jansen sudah jatuh di dahinya , membuatnya jatuh terlentang.


" Elena , pergilah , orang - orang ini mengincarmu ! "


Jansen langsung menarik Elena untuk meninggalkan tempat itu . Meskipun dia tidak takut pada orang - orang ini , siapa yang tahu berapa banyak orang yang bersembunyi di belakangnya !


Setelah Elena berdiri , dia tidak langsung kabur , tapi merogoh celananya !


" Apa yang sedang kamu lakukan ? " Jansen menatapnya .


" Mengambil senjataku ! "


" Kamu bisa - bisanya masih menaruh pistol di situ . Dasar kamu ini ! " Jansen menjadi sangat marah .


Ini adalah saat - saat kritis dan dia malah sibuk mengeluarkan senjatanya . Mereka seharusnya segera melarikan diri dari pusat perhatian !


Saat teringat Elena menaruh senjatanya di pahanya , dia benar - benar merasa kesal !


" Apa yang kamu lihat ? Cepat selesaikan mereka ! " Elena memakai celana panjang yang , membuatnya sulit untuk mengeluarkan senjatanya . Dia tidak mau repot - repot melakukannya .


Sebaliknya , dia melihat Jansen yang tergoda dan hampir menendangnya karena marah . Di saat seperti ini , dia masih saja berani membayangkan hal - hal seperti itu !


" Bunuh dia ! "


Mereka adalah sekelompok penjahat . Melihat bahwa mereka tidak dapat menculik Elena hidup - hidup , mereka semua mengeluarkan pisau masing - masing !


Bang bang bang !


Keterampilan mereka sangat bagus , tetapi di sini ada Jansen , tidak ada gunanya mereka memiliki kemampuan itu . Hanya dalam beberapa menit , mereka semua dijatuhkan oleh Jansen , dan Jansen mulai beraksi dan langsung mematahkan tangan dan kaki mereka !


Penyebab utamanya adalah Jansen benar - benar sangat marah !


Kemudian dia melihat Elena yang telah mengalahkan lawannya , membuat Jansen menghela napas .


Dia sepertinya terlalu mengkhawatirkan Elena , menganggap Elena sebagai seorang anak kecil dan ingin melarikan diri dengannya ketika sesuatu terjadi . Dia benar - benar lupa bahwa Elena adalah anggota Tim Operasi Khusus !


" Senior , kamu baik - baik saja kan ! "


Seorang polisi memandang Elena .


Elena hendak menjawab , tapi kemudian suara tembakan terdengar di kerumunan , bahkan targetnya diarahkan ke Elena !


Jansen juga merasakannya , tapi jaraknya hanya satu meter dari Elena , sudah terlambat . Dia hanya mendengar suara dentuman dan Elena terjatuh . Jansen mengerang dengan keras dan bergegas menghampiri !


" Elena , Elena , ambulans , panggil ambulans . Dokter , di mana dokternya ! " Pikiran Jansen menjadi kacau , dia benar - benar lupa bahwa dirinya sendiri adalah seorang dokter !


" Jansen , aku , aku baik - baik saja ! "


Namun pada saat ini , Elena yang ada dalam pelukannya membuka mata , lalu dengan lembut mengelus dadanya , sambil memegang mutiara yang pecah di tangannya !


Inilah kalung mutiara yang diberikan Jansen untuknya !


Peluru tadi mengenai mutiara ini dan menyelamatkan Elena !


" Untung kamu baik - baik saja ! "


Wajah pucat Jansen perlahan membaik , dia tahu bahwa bukan peluru itu yang mengenai mutiara , tetapi mutiara itu yang secara otomatis melindungi pemiliknya , karena Jansen menggambarkan beberapa jimat pelindung di dalamnya , bahkan mengorbankan basis budidaya tertentu !


" Ayo masuk ke mobil polisi dulu ! "


Jansen sangat takut masih ada pembunuh lainnya yang akan muncul . Dia bergegas menggendong Elena ke mobil polisi . Setelah menutup pintu mobil , Jansen memeluk Elena dengan erat dan tubuhnya bergetar . Sebelumnya , dia mengira Elena mengalami kecelakaan dan akan meninggalkannya selamanya !


Elena merasakan kekhawatiran Jansen , hatinya sangat tersentuh . Wanita kuat sepertinya sampai merasa terlindungi seperti seorang gadis kecil !


" Jansen , aku baik - baik saja ! " kata Elena .


" Coba sini aku lihat ! "


Jansen merasakan denyut nadi Elena , lalu memasukkan tangannya ke dada Elena . Dia merasakannya sebentar dan melihat bahwa tidak ada luka . Dia akhirnya lega !


Elena tersipu saat Jansen menyentuhnya , tapi dia tidak mengatakan apa pun , dan justru merasa bahagia dalam hatinya .


Tak lama kemudian , Tim Operasi Khusus juga datang ke tempat kejadian , kemudian mengirim Elena ke rumah sakit kepolisian .


Di saat yang sama , Penatua Jack dan yang lainnya juga bergegas kemari , kemudian merasa lega setelah mengetahui bahwa Elena tidak terluka parah . Terutama Penatua Jack , dia jelas sangat gugup , khawatir jika sesuatu terjadi pada Elena , maka itu tidak akan baik !


" Jansen , apa yang terjadi ? " Penatua Jack dan Jansen duduk di koridor. Penatua Jack kemudian bertanya sembari mengerutkan keningnya .


" Aku juga tidak tahu ! "


Jansen menggelengkan kepalanya .


Terlalu banyak hal yang terjadi malam ini , membuatnya cukup bingung saat itu . Dia bertanya , " Apakah sudah tahu siapa orang - orang itu ? "


" Saat ini masih belum diketahui . Mereka melakukannya secara terang - terangan , sepertinya mereka adalah pembunuh profesional . Jangan khawatir , aku akan memberimu jawaban besok . Saat masuk ke ruang interogasi Tim Operasi Khusus nanti , tidak peduli seberapa beraninya mereka , mereka akan mengakuinya ! "


Penatua Jack menghibur , " Ya sudah , aku akan kembali ke tim dulu , akan aku kasih tahu jika ada sesuatu ! "


Jansen mengangguk . Dia juga meninggalkan rumah sakit , kemudian menelepon , " Panah , apakah kamu mendapat kabar mengenai pembunuh dari Organisasi Pembunuh Malam ? "


" Tuan Jansen , sejak kematian Pembunuh Tingkat Perunggu terakhir kali, Organisasi pembunuh malam tidak membiarkan si pembunuh itu keluar lagi. Mengenai masalah Elena, setelah ada serangan tadi Ellisa langsung mencari tahu mengenai dalang serangan terhadap Elena . Itu dilakukan oleh dua pihak ! " Panah melakukan tugas penyelidikan dengan baik .


" Dua pihak ? "


" Iya , awalnya pembunuh itu berasal dari Grup Lippo Mayora . Kelompok ini berisi masyarakat yang mapan di Pulau Hongkong yang mengutus tentara bayaran yang tidak takut mati dari Asia Tenggara . Mereka ingin menangkap Elena . Mereka hanya akan membunuh orang jika mereka dihalangi . Namun penembaknya , dia bukan dari Grup Lippo Mayora , tapi dari Grup Caster . Itu adalah istri Ervan , karena istri Ervan juga mengenal Elena dan tahu bahwa Ervan menyukai Elena . Karena kecemburuannya , orang itu mau membunuh Elena ! "


" Ervan ? "


Pandangan Jansen membeku seketika , dia awalnya mengira bahwa pembunuhan yang terjadi kali ini berhubungan dengan Organisasi pembunuh Malam , tetapi ternyata semuanya salah !